Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Identitas Tuan Muda Kelima


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Meskipun Yan Fei hanya sekali mengatakan apa yang sudah dilakukan Tuan Muda kelima padanya, dan pada wanita lainnya. Zhang Yu tahu kalau wanita itu dan yang lainnya menginginkan lagi apa yang pernah mereka dapatkan dari Tuan Muda kelima.


“Tuan Muda kelima, aku siap melakukan itu kalau Tuan Muda menginginkannya! Kami telah menyerahkan semuanya pada Tuan Muda kelima. Jadi, Tuan Muda kelima tidak perlu sungkan kalau menginginkannya. Kapanpun dan di manapun, kami siap melakukannya kalau Tuan Muda kelima memang menginginkannya!” ungkap Yan Fei sambil membuka cadar yang menutupi wajahnya, menunjukkan kecantikannya yang sesaat membuat Zhang Yu terdiam saat melihat wajahnya.


Zhang Yu menggelengkan kepalanya saat mengingat kecantikan kelima istrinya, yang mana kecantikan Yan Fei tak sebanding dengan kecantikan mereka. Namun, jika saat ini pria lain yang melihat kecantikan Yan Fei, bisa dipastikan pria itu tidak akan mampu bertahan untuk tidak segera menjamah tubuh Yan Fei.


“Jangan mengatakan itu lagi! Untuk saat ini, aku tidak ingin melakukan itu dengan kalian, tapi aku ingin kalian menjelaskan padaku, seperti apa sosok Tuan Muda kelima di mata kalian! Apa aku pemuda baik, atau pemuda yang suka mempermainkan wanita?” kata Zhang Yu.


Mendengar itu, Yan Fei mulai menjelaskan seperti apa sosok Tuan Muda kelima yang dia kenal, “Tuan Muda kelima adalah sosok penyelamat bagi kami. Saat keluarga bangsawan menculik kami, Tuan Muda kelima datang menyelamatkan kami. Memberi kami makanan dan tempat tinggal, serta memberi kami pakaian layak.”


“Meski Tuan Muda kelima gemar berganti wanita, tapi Tuan Muda kelima tidak pernah kasar pada wanita. Tuan Muda kelima bahkan sering berdebat dengan Tuan Muda lainnya, saat mereka mencoba melecehkan kami. Akan tetapi, sudah satu bulan ini kami tidak bertemu dengan Tuan Muda kelima, sampai akhirnya kami bertemu dengan Tuan Muda kelima di tempat ini.”


Setelah mendengar penjelasan Yan Fei, Zhang Yu berkata, “Aku tidak mengingat semua itu. Apa mungkin ini karena benturan saat aku terjatuh di sungai? Mungkin, kalian bisa mengantarku pulang supaya aku dapat sedikit mengingat tentang ingatanku di masa lalu!”


Yan Fei dan wanita lainnya menganggukkan kepalanya, lalu setengah dari mereka pamit undur diri, sementara Yan Fei dan dua puluh wanita akan pergi mengantarkan Zhang Yu ke kediaman Tuan Muda kelima.


Zhang Yu yang tidak tahu apa-apa tentang siapa sosok Tuan Muda kelima dan kenapa dia dipanggil Tuan Muda, dia hanya bisa mengikuti Yan Fei yang akan mengantarkannya ke kediaman Tuan Muda kelima. Meskipun di masa lalu dia pernah tinggal di Alam Bunga selama beberapa tahun, tapi sekarang Alam Bunga telah mengalami banyak perubahan, dan dia tidak tahu saat ini sedang berada di mana.

__ADS_1


Dia setidaknya harus menunggu Yuxi menyelesaikan tugasnya, kalau ingin mendapatkan informasi lengkap tentang siapa itu Tuan Muda kelima, dan apa kedudukannya di Alam Bunga.


Yan Fei yang saat ini berada di sebelah Zhang Yu, dia semakin yakin kalau Zhang Yu adalah Tuan Muda kelima saat dia dapat melihat tingkat kekuatan Zhang Yu yang masih berada di ranah Dewa Immortal Bumi tingkat puncak.


Meski ada sedikit peningkatan dari terakhir bertemu dengannya, kekuatan Tuan Muda kelima masihlah yang terlemah dibandingkan dengan Tuan Muda lainnya, bahkan dia lebih lemah dibandingkan ketiga saudarinya.


Selama berjalan menuju kediaman Tuan Muda kelima, Zhang Yu dapat merasakan keberadaan beberapa orang yang terus mengawasinya dari kejauhan. Dari aura tidak menyenangkan yang terpancar dari tubuh orang-orang itu, dia tahu mereka memiliki niat buruk pada dirinya, tepatnya pada Tuan Muda kelima.


Setelah bergerak dengan kecepatan puncak ranah kekuatan Dewa Immortal Bumi, akhirnya mereka memasuki kawasan sekte Lili Putih. Begitu memasuki kawasan sekte, mereka langsung pergi ke sebuah kediaman, yang berada di bagian belakang bangunan utama sekte, dekat dengan gerbang belakang.


Sekte Lili Putih adalah sekte yang semua anggotanya adalah seorang wanita, dan melarang keberadaan pria di dalam sekte. Namun, itu tidak berlaku pada Tuan Muda ketiga, yang merupakan putra dari pendiri sekte Lili Putih.


“Ini adalah kediaman Tuan Muda kelima, dan semua wanita di dalam kediaman Tuan Muda kelima adalah mereka yang sudah menyerahkan dirinya pada Tuan Muda kelima. Mereka baru setengahnya karena yang lainnya masih mengikuti pelatihan bersama Putri Lin Yifei,” ungkap Yan Fei sambil mempersilahkan Zhang Yu masuk ke dalam kediaman.


Terus melangkah, dia yang saat ini hanya ditemani Yan Fei sampai di kamar milik Tuan Muda kelima. Memasuki kamar dia tidak merasakan sesuatu yang aneh, tapi saat dia menoleh melihat ke arah Yan Fei barulah dia mulai melihat keanehan.


Yan Fei sudah membuka lapisan terluar pakaiannya, dan kini dia hanya memakai pakaian tipis transparan yang membuat lilitan pakaian dalamnya terlihat jelas di depan kedua mata Zhang Yu. Melihat semua itu tentu membuat miliknya mulai tegang, tapi keterangannya mereda saat Yan Fei tidak melanjutkan membuka pakaian lapis keduanya.


“Tuan Muda kelima apa ingin aku membuka semua ini?” tanya Yan Fei dengan kedua tangan mulai membuka lapisan kedua pakaiannya.


Zhang Yu langsung saja menghentikan apa yang ingin dilakukan Yan Fei dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Yan Fei segera mengurungkan niatnya untuk membuka pakaiannya, tapi dia tidak akan menolak seandainya Zhang Yu yang dia anggap sebagai sosok Tuan Muda kelima tiba-tiba melakukan itu dengannya saat dirinya masih menggunakan pakaian.


“Tuan Muda kelima, hari sudah semakin sore, sebaiknya Tuan Muda kelima pergi membersihkan diri!” kata Yan Fei bersamaan dengan masuknya lima wanita yang akan melayani Zhang Yu saat membersihkan diri.


“Kalian cukup menunjukkan padaku di mana aku bisa membersihkan diri! Untuk yang lainnya aku bisa melakukannya seorang diri, dan ingat untuk tidak masuk ke tempat aku membersihkan diri sebelum mendapatkan izin dariku!” titah Zhang Yu.


Meski merasa aneh dengan titah Zhang Yu, dimana dulu Tuan Muda kelima selalu meminta mereka menemaninya saat membersihkan diri, kelima wanita yang biasa menemani Tuan Muda kelima membersihkan diri, mereka hanya bisa menuruti titah Zhang Yu.


Di saat Zhang Yu pergi membersihkan diri dengan ditemani lima wanita yang menunggu di luar kolam pemandian, Yan Fei dengan kecepatan puncaknya pergi menemui Lin Yifei, saudari tertua Lin Zhan, Tuan Muda kelima yang posisinya sekarang digantikan oleh Zhang Yu.


“Putri, aku sudah menemukan Tuan Muda kelima, tapi keadaannya benar-benar memprihatinkan!” ungkap Yan Fei begitu berada di hadapan Lin Yifei.


Lin Yifei, wanita cantik dengan pakaian serba putih yang semakin membuat cantik penampilannya, tersenyum senang mendengar kabar ditemukannya Lin Zhan tapi di satu sisi dia juga merasa khawatir, “Katakan padaku, apa yang sudah terjadi dengannya? Apa dia mengalami luka parah yang tidak bisa diobati?” tanya Lin Yifei.


“Putri, Tuan Muda tidak mengalami luka parah, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keadaannya. Akan tetapi, dia mengalami gangguan ingatan karena kepalanya terbentur bebatuan sungai saat dia tiba-tiba terjatuh ke aliran sungai, dan menghilang selama hampir satu bulan,” balas Yan Fei.


“Tuan Muda kedua, dia harus bertanggung jawab pada apa terjadi pada Lin Zhan! Kalau saja aku bisa lebih kuat darinya, mungkin saat ini akulah yang akan ditunjuk para tetua untuk menjadi penguasa baru Alam Bunga. Dengan menjadi Penguasa baru Alam Bunga, aku pastikan menghukum mereka yang berperilaku semena-mena pada para wanita!” ungkap Lin Yifei.


Yan Fei sangat tahu apa yang dirasakan Lin Yifei. Kalau saja dirinya tidak diselamatkan Lin Zhan, mungkin nasibnya akan sama dengan ratusan ribu wanita, yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaan.


“Putri, selain mengalami masalah ingatan, aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari Tuan Muda kelima. Entah kenapa aku merasa Tuan Muda kelima yang sekarang adalah sosok yang terlahir kembali, dan dia menyimpan ancaman untuk siapapun yang memiliki niatan buruk padanya...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2