Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Memusnahkan Prajurit Kubu Sekte Lotus Darah


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


“Kalian sebagian para tetua Sekte Lotus Darah, bantu aku membunuh pemuda ini, dan sebagian bantu ketiga bantu prajurit menghancurkan array yang menyegel tempat ini!” teriakan lantang Patriak Sekte Lotus Darah.


Zhang Yu yang mendengarnya tetap santai dan berdiri tenang di tempatnya, tanpa melakukan persiapan menghadapi musuh dalam jumlah banyak. Selain itu, dia sangatlah yakin, tidak ada satu orang pun dari kubu Sekte Lotus Darah yang dapat menghancurkan array buatannya.


Dari arah yang berbeda melesat maju ke arahnya belasan tetua Sekte Lotus Darah, mengikuti Patriak mereka yang juga sedang melesat maju ke arahnya. Dengan kekuatan Dewa Surgawi Tinggi tingkat menengah, mereka mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki, lalu bersama-sama menyerangnya.


Ketua Sekte Lotus Darah yang lainnya, mereka mengerahkan seluruh kekuatannya, bahu membahu bersama ribuan prajurit, mencoba menghancurkan array yang menyegel medan peperangan.


Zhang Yu yang melihat serangan di dua arah yang berbeda, dia hanya menunjukkan senyuman di wajahnya, dan perhatiannya hanya tertuju pada mereka yang menyerang ke arahnya karena mereka yang menyerang array hanyalah melakukan sesuatu yang sia-sia.


Patriak Sekte Lotus Darah yang sudah mendapatkan bantuan dari belasan tetua Sekte nya, dia kembali memiliki keyakinan dapat mengalahkan musuhnya. Dengan semua orang kuat yang berada di sisinya, sekalipun musuhnya kuat, dia yakin orang itu tak akan bertahan lama dari serangan yang datang bertubi-tubi tanpa henti.


“Sebaiknya kau bersujud dan memohon belas kasihan dariku, sebelum kami memberikan siksaan tiada akhir, sebelum mengakhiri hidupmu! Percaya atau tidak, aku tidak akan membunuhmu, sebelum aku puas memberi siksaan padamu!” ujar Patriak Sekte Lotus Darah sambil memamerkan seringaian lebar di wajahnya.


Zhang Yu hanya membalasnya dengan senyuman, lalu tiba-tiba saja pedang Naga muncul di tangan kanannya, dan begitu saja dia mengayunkan pedang Naga secara horisontal ke arah musuhnya.


Energi Spiritual berbentuk sabit, melesat ke arah Patriak Sekte Lotus darah, begitu Zhang Yu mengayunkan pedang Naga di tangannya.


“Menghindar!...” teriak Patriak Sekte Lotus Darah, secepat mungkin menghindari serangan Zhang Yu.

__ADS_1


Belasan tetua Sekte Lotus Darah berhamburan ke segala arah, tapi tetap saja ada beberapa dari mereka yang terkena serangan Zhang Yu, dan di detik itu juga tubuh mereka berubah menjadi debu yang beterbangan di udara.


Tak berhenti sampai di situ, serangan yang dilakukan Zhang Yu, menyapu bersih ribuan prajurit yang berada di jalur serangannya. Hanya dengan satu kali serangan, beberapa tetua Sekte dan puluhan ribu prajurit kubu Sekte Lotus Darah, dikirim menghadap Dewa Kematian, di Alam Kematian. Bahkan, tak satu pun dari mayat mereka yang masih terlihat utuh. Semua hancur menjadi debu, bersama lenyapnya serangan Zhang Yu.


Patriak Sekte dan para tetua serta prajurit yang berhasil menghindari serangan Zhang Yu, mereka tidak akan percaya kalau sebuah serangan dapat begitu mematikan, seandainya mereka tidak melihatnya secara langsung, dengan mata kepala mereka. Dengan tubuh masih bergetar karena ketakutan, bersamaan mereka mengalihkan perhatiannya pada sosok Zhang Yu, sosok pemuda tampan yang mereka anggap sebagai wakil Dewa Kematian di Alam Bunga.


Zhang Yu yang menjadi pusat perhatian, dia tetap tenang, bahkan senyuman lebar tetap terlihat di wajahnya. Tidak terlihat ketakutan di wajahnya, wajah ketakutan itu justru terlihat di wajah orang-orang yang saat ini sedang mengarahkan perhatian mereka ke arahnya.


Ketika semua orang yang mengarahkan perhatian mereka kepadanya sama sekali tidak menemukan adanya kelemahan pada dirinya, mereka hanya memiliki dua pilihan, tapi kemungkinan besar dua pilihan itu pada akhirnya sama-sama akan mengantarkan mereka menghadap Dewa Kematian di Alam Kematian.


Meski di hadapkan pada pilihan yang sam sekali tidak memberi mereka keuntungan, mereka tetap memilih salah satu pilihan. Mereka lebih memilih maju menghadapi musuh dengan mengeluarkan segenap kekuatan, daripada memilih menghancurkan array yang menyegel medan peperangan, dengan resiko mati di serang dari belakang tanpa bisa melakukan perlawanan.


Patriak Sekte Lotus darah mengumpulkan sisa tetua dan prajurit di kubunya, dan mereka hanya terfokus bagaimana memusnahkan Zhang Yu yang mereka anggap sebagai sosok terkuat di kubu musuh.


Melihat musuh bersiap melawannya, tiba-tiba saja muncul ratusan bola api yang dikelilingi kilatan petir, melayang-layang, berputar mengelilingi tubuh Zhang Yu yang sedang melayang di ketinggian. Dari bola-bola api yang dikelilingi kilatan petir, Patriak Sekte Lotus Darah dapat merasakan sensasi kekuatan yang membuat tubuhnya sulit digerakkan.


Zhang Yu yang melayang di ketinggian, dia mengarahkan pandangannya, melihat Patriak Sekte yang tubuhnya sudah bermandikan keringat dingin, “Dimana tadi orang yang akan menyiksaku, sebelum dia memberi kematian padaku? Apa tadi aku salah dengar, atau tadi hanya kata hati orang lemah, yang tidak dapat melihat seberapa kuat orang yang menjadi musuhnya?”


Mendengar itu, amarah dalam diri Patriak Sekte Lotus Darah bangkit. Akan tetapi, meski dia sangat ingin membunuh Zhang Yu dan menyiksa jiwanya dalam jangka waktu jutaan tahun, dengan kekuatannya dan kekuatan semua orang di kubunya, itu masih belum cukup untuk mewujudkan keinginannya.


Sementara itu, Zhang Yu yang ingin segera mengakhiri peperangan, dia memasang kuda-kuda kokoh, lalu dengan kecepatan bagaikan kilatan cahaya, dia melesat maju ke arah Patriak Sekte Lotus Darah. Mengikuti pergerakannya, ratusan bola api dengan kilatan petir yang mengelilinginya, melesat maju, merubah musuh yang terkena bola api menjadi debu.


Zhang Yu yang bergerak cepat ke arah Patriak Sekte Lotus Darah, pergerakannya sedikit terhambat oleh para tetua Sekte yang tidak membiarkan dirinya mendekati Patriak Sekte mereka. Dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, mereka mencoba menghadang Zhang Yu, meski pada akhirnya mereka harus pergi menghadap Dewa Kematian.

__ADS_1


Tetua Sekte dan para Jenderal terus menjadi penghalang Zhang Yu mendekati Patriak Sekte Lotus Darah, yang berada di posisi paling belakang, diantara orang-orang yang terus menghadang pergerakan Zhang Yu. Namun, tiba-tiba mereka semua kehilangan sosok Zhang Yu yang telah menggunakan teknik teleportasi, dan muncul secara tiba-tiba di dekat Patriak Sekte Lotus Darah.


Tepat di hadapan Patriak Sekte Lotus Darah, Zhang Yu mengeluarkan setengah energi spiritual miliknya untuk menyelimuti permukaan pedang Naga. Begitu pedang Naga sudah terselimuti setengah energi spiritual miliknya, Zhang Yu mengayunkan pedang Naga ke arah musuh, tapi bukan ke arah Patriak Sekte Lotus Darah, melainkan ke arah para tetua dan prajurit kubu Sekte Lotus Darah yang belum sadar akan datangnya serangan darinya.


“Aku hanya ingin menunjukkan padamu, betapa mudahnya aku membunuh mereka semua!” kata Zhang Yu pada Patriak Sekte Lotus Darah, bersamaan dengan tebasan pedang berbentuk bulan sabit yang terus memanjang, dan melesat memusnahkan semua makhluk hidup yang berada di jalur lesatannya.


Swiss...


Seperti angin, lesatan sabit melewati tempat berdirinya para tetua dan seluruh prajurit kubu Sekte Lotus Darah, dan belum juga mereka sempat mengedipkan mata tubuh mereka hancur bagaikan kaca yang pecah. Kematian datang dengan rasa sakit yang teramat menyakitkan, tapi semua itu hanya terjadi kurang dari satu kedipan mata.


[Selamat, Tuan berhasil menerobos tingkat 4 ranah Dewa Nirwana.]


Dari ratusan ribu prajurit dan belasan tetua, kini hanya tersisa ribuan prajurit dan tiga tetua yang berhasil selamat dari serangan Zhang Yu karena mereka masih fokus menghancurkan array yang menyegel medan peperangan.


Akan tetapi kehidupan mereka tak berlangsung lama, setelah Zhang Yu kembali menyerang, dan mengarahkan seluruh serangannya pada mereka yang segera menyusul teman-temannya pergi menghadap Dewa Kematian.


“I-iblis, kau pasti iblis yang menyamar menjadi manusia! A-aku akan mengatakan pada seluruh Alam di Alam Dewa tahu, supaya mereka tahu kalau Alam Bunga telah jatuh ke tangan Iblis!”


Patriak Sekte Lotus Darah terus saja mengatakan omong kosong, yang tentu tidak ada yang satupun orang pun yang mempercayai kata-katanya.


Zhang Yu tersenyum sambil menggeleng pelan mendengar perkataan Patriak Sekte Lotus Darah, lalu dia berkata, “Bagaimana kamu bisa mengatakan semua itu kepada seluruh Alam di Alam Dewa, sedangkan tak lama lagi kau akan mati di tanganku!...”


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2