Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Memulai Latihan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Dua tahun kemudian...


“Suami apa mungkin mereka dapat menyelesaikan latihan yang sudah suami persiapkan?” tanya Long Hua memandang Zhang Yu yang berada di hadapannya.


“Dengan usaha keras mereka pasti dapat menyelesaikannya,” jawab Zhang Yu sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Menyelesaikan semuanya dalam empat tahun, bukannya waktu mereka terlalu sedikit?” ujar Qing Yue mengarahkan pandangannya ke arah Zhang Yu.


“Aku dapat mencapai semuanya kurang dari empat tahun. Mereka jauh lebih istimewa dari aku. Jadi, empat tahun sangatlah cukup untuk mereka dapat menyelesaikan semuanya,” kata Zhang Yu.


“Mereka memang sangat istimewa, tapi suami apa lupa kalau mereka masihlah anak-anak?” tanya Shang Gu mengkhawatirkan putranya.


Zhang Yu tersenyum mendengarnya, “Justru karena mereka masih anak-anak, mereka tidak akan mendapat hambatan seperti apa yang pernah kita rasakan...”


“Mereka masihlah sosok suci yang tidak memiliki hati iblis. Tak adanya hati iblis dalam diri mereka, adalah kunci bagi mereka dapat menyelesaikan seluruh latihan yang aku persiapkan,” ungkap Zhang Yu.


“Jadi karena itu suami ingin mereka melakukan latihan sedini mungkin?” ujar Lin Yifei yang mulai mengerti dengan pemikiran suaminya.


Zhang Yu mengangguk sekali, lalu berkata, “Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mereka memulai latihan, dan nantinya biarkan mereka yang membereskan para pengacau di Alam Nirwana Agung...” Senyuman terlihat di wajah Zhang Yu saat dia mengatakan semua itu.


“Para pengacau? Apa mereka orang-orang yang sama dengan para pengacau di masa lalu?” tanya Yin Siyi penasaran.


Mendengar pertanyaan itu Zhang Yu sekali menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang sama seperti di masa lalu, dan sampai kapanpun mereka tidak akan berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kalian jangan bingung aku mengetahui semua itu darimana, karena pada dasarnya aku masih memiliki ikatan dengan Alam Nirwana Agung, dan dapat mengetahui semua yang terjadi di tempat itu...”


“Suami, apa masalah mereka dapat kita percayakan pada putra dan putri kita? Bukannya itu sangat berbahaya?” tanya Qing Yue.


“Mereka hanya sekumpulan orang bodoh yang gagal meningkatkan kekuatan setelah berada di puncak ranah Dewa Nirwana. Dengan kekuatan seperti itu, bukannya kekuatan kita tidak diperlukan untuk berhadapan dengan mereka?” ujar Zhang Yu.


“Kalau mereka masih selemah itu, kekuatan kita memang tidak diperlukan,” balas Qing Yue lega mendengar kekuatan musuh yang akan dihadapi putra dan putrinya.


“Kita cuma akan melihat seberapa kejam putra dan putri kita menyiksa mereka, tapi aku tidak yakin putra dan putri kita akan membunuh mereka yang masih dapat dimanfaatkan untuk menjaga keamanan Alam Nirwana Agung,” ungkap Zhang Yu.


“Semoga saja bukan hanya kekejaman suami yang menurun ke mereka, melainkan ada sisi bijak suami yang ikut menurun ke mereka,” kata Yan Fei.


Zhang Yu segera saja mengatakan pelatihan akan dimulai dua minggu lagi, dan putra serta putrinya akan menjalani pelatihan berbeda.

__ADS_1


Keempat putranya akan menjalani pelatihan di Alam Api, sementara keempat putrinya akan menjalani pelatihan yang sudah disiapkan di Alam Bunga


Meski cara berlatih mereka berbeda, dan tempat pelatihan mereka juga berbeda. Akan tetapi latihan yang mereka lakukan memiliki tingkat kesulitan yang sama, dan kemungkinan memiliki hasil yang sama dalam pencapaiannya.


“Sekarang kita tinggal merencanakan apa yang akan kita lakukan setelah membuka segel Alam Nirwana Agung,” ujar Zhang Yu.


°°°


Dua minggu berlalu dengan cepat, dan akhirnya tiba hari dimana putra dan putri Zhang Yu memulai latihan mereka.


“Suami, kenapa aku tiba-tiba tidak rela berpisah dengan mereka selama empat tahun? Lihatlah mereka masih lucu dan menggemaskan,” kata Shu Cing.


Putra dan putri mereka memang masih menggemaskan, tapi siapa yang menyangka di balik wajah dan sikap mereka yang masih menggemaskan, tersimpan kekuatan besar pad diri mereka.


“Mereka memang terlihat masih sangat menggemaskan, tapi apa kalian masih dapat melihat itu saat mereka sudah mulai menunjukkan kekuatan yang mereka miliki?” tanya Zhang Yu menatap bergantian ke arah delapan istrinya.


“Kekuatan mereka memang tidak wajar dimiliki anak seusia mereka,” ungkap Lin Yifei.


Zhang Yu menganggukkan kepalanya, “Kekuatan mereka memang tidak wajar di miliki di usia yang belum genap berusia 10 tahun. Akan tetapi kekuatan yang mereka miliki menunjukkan kalau mereka memanglah istimewa,” kata Zhang Yu.


Tak lama putra dan putri mereka telah sampai, dan masing-masing dari mereka terlihat sudah tidak sabar mengikuti pelatihan yang memang khusus disiapkan untuk meningkatkan kekuatan mereka.


“Baik Ayahanda,” kata putra dan putri Zhang Yu bersamaan, lalu mereka segera memisahkan diri, mengikuti siapa yang harus mereka ikuti.


“Lihatlah! mereka sangat bersemangat mengikuti latihan ini,” kata Zhang Yu.


“Mereka memang sangat bersemangat, dan entah kenapa aku merasa kalau mereka dapat menyelesaikan latihan lebih cepat dari waktu yang sudah suami tentukan,” kata Long Hua setelah melihat semangat putra dan putrinya.


“Kalau itu benar-benar terjadi, kita bisa lebih cepat membuka segel Alam Nirwana Agung,” balas Zhang Yu.


Sementara itu, keempat putra Zhang Yu yang sudah berada di Alam Api, mereka mengikuti Huo Sheng De menuju tempat pelatihan, begitu juga dengan keempat putri Zhang Yu yang mengikuti Lin Yifei menuju tempat pelatihan mereka di Alam Bunga.


Mereka akan menjalani pelatihan di hutan buatan yang telah dipersiapkan Zhang Yu di Alam Api maupun Alam Bunga.


“Kalian akan melakukan pelatihan di tempat ini, dan kalian hanya punya waktu empat tahun untuk menyelesaikan semua pelatihan tersembunyi yang berada di tempat ini!” kata Huo Sheng De yang menjadi pengawas pelatihan mereka.


Keempat putra Zhang Yu hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka langsung saja masuk ke dalam hutan.


“Semoga mereka berhasil,” kata Huo Sheng De melihat mereka yang pergi memasuki hutan.

__ADS_1


“Kalian semua keluar, dan jaga seluruh area batas luar hutan ini!” kata Huo Sheng De dan tak lama muncul ribuan sosok yang langsung menyebar, mengikuti apa yang dikatakan tuan mereka.


Di Alam Bunga Lin Yifei juga melakukan seperti apa yang dilakukan Huo Sheng De di Alam Api. Ribuan prajurit Alam Bunga dia sebar di area batas luar hutan, untuk menjaga supaya tidak ada diantara empat putrinya yang diam-diam pergi meninggalkan tempat latihan mereka.


“Sekarang tinggal menunggu mereka menyelesaikan latihan,” gumam Lin Yifei.


°°°


Hari pertama latihan...


Di hutan Alam Api, keempat putra Zhang Yu yang baru beberapa langkah memasuki hutan, mereka sudah disambut puluhan iblis yang langsung saja menyerang mereka.


Meski jumlah iblis lebih banyak, hanya dalam hitungan menit mereka dapat mengalahkan puluhan iblis, hanya dengan kekuatan fisik yang mereka miliki.


“Mereka tidak cukup kuat untuk menjadi lawan pertama kita...”


“Aku hanya memukul mereka sekali, tapi lihat! Mereka langsung saja mati...”


“Hei, kalian bahkan tidak membiarkan aku membunuh salah satu dari mereka, dan aku hanya duduk menonton pertempuran kalian!...”


“Aku lebih menikmati menjadi penonton daripada harus mengotori tangan dengan darah Iblis...”


Keempatnya langsung saja pergi meninggalkan puluhan mayat iblis setelah sejenak membicarakan apa yang baru saja terjadi.


Sementara itu di Alam Bunga, puluhan iblis menyerang empat putri Zhang Yu yang dengan begitu anggun membunuh setiap iblis yang berada di dekat mereka.


“Sial! Darah mereka sangat bau dan menjijikkan! Lihat tubuhku dipenuhi darah mereka!...”


“Jangan mengeluh, itu hanya darah dan tidak mungkin kamu mati hanya dengan terkena darah mereka...”


“Darah mereka memang tidak membunuhku, tapi aku merasa risih dengan darah mereka...”


Keempat putri Zhang Yu terus saja mempermasalahkan persoalan darah iblis. Sedangkan Lin Yifei yang tau apa saja kejadian yang menimpa keempat putrinya, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Dasar mereka ini, masalah darah Iblis saja mereka sampai berdebat...” gumamnya.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2