Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Menanggung Akibat


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Hari telah berganti saat Zhang Yu mengatakan pada istrinya tentang keberadaan portal menuju Alam Dewa, yang berada di Istana Kekaisaran Qing, tapi keadaan portal itu dalam keadaan rusak, dan butuh beberapa waktu untuk memperbaikinya. Kelima istrinya senang mendengar itu karena secepatnya mereka dapat pergi ke Alam Dewa, terlebih lagi untuk Shang Gu yang memang diharuskan secepatnya pergi ke Alam Dewa karena kekuatannya yang sudah melanggar aturan di Alam Atas.


Memiliki kekuatan di ranah Dewa Surgawi Rendah tingkat 1, Shang Gu hanya punya waktu satu tahun tinggal di Alam Atas. Melewati waktu yang sudah ditentukan, hukum langit yang berlaku di Alam Atas akan membuat tubuhnya menjadi abu.


Zhang Yu juga mengatakan pada istrinya yang kekuatannya belum mencapai ranah Dewa Immortal Agung tingkat puncak untuk terus meningkatkan kekuatannya, selama dia memperbaiki portal menuju Alam Dewa.


Qing Yue, Long Hua, dan Shu Cing yang masih berada di tingkat 7 ranah Dewa Immortal Agung akan berusaha menerobos tingkat 9 ranah Dewa Immortal Agung sebelum keberangkatan mereka menuju Alam Dewa.


Meskipun terlihat sulit menerobos dua tingkat ranah Dewa Immortal Agung dalam waktu beberapa hari, tapi dengan adanya sumberdaya tak terbatas dari Zhang Yu dan kepadatan energi spiritual di Dunia Kecil, bukan hal mustahil mereka dapat melakukan itu dalam beberapa hari ke depan.


°°°


Satu minggu berlalu dengan cepat.


Sinar matahari pagi yang menerangi sebagian daratan Alam Atas, menemani perjalanan Zhang Yu dan Zhang Quro menuju Kekaisaran Qing. Seperti apa yang sudah mereka rencanakan beberapa hari yang lalu, hari ini mereka akan pergi ke Kekaisaran Qing untuk melihat portal dimensi yang akan membawa mereka pergi ke Alam Dewa.


Zhang Yu sengaja tidak menggunakan teknik teleportasi miliknya karena dia ingin menikmati perjalanan terakhirnya di Alam Atas. Meski tanpa teknik teleportasi, perjalanan mereka terasa cepat karena keduanya sama-sama sudah berada di ranah Dewa Immortal Agung, biarpun tingkat Zhang Yu masih jauh di atas tingkat yang baru di capai Zhang Quro.


Zhang Yu telah memindahkan seluruh kawasan Klan Zhang ke dalam Dunia Kecil miliknya. Sedangkan untuk Kota Zhang, sekarang kota itu berada di bawah tanggung jawab Kekaisaran Qing. Setidaknya sudah ada puluhan ribu prajurit Kekaisaran Qing, yang menggantikan tugas prajurit Klan Zhang menjaga keamanan Kota Zhang.


Sempat terjadi kegaduhan di Kota Zhang saat tiba-tiba kawasan Klan Zhang menghilang, dan hanya meninggalkan lahan kosong yang sangat luas. Akan tetapi, berkat keberadaan prajurit Kekaisaran Qing yang langsung menyebar untuk menenangkan penduduk Kota Zhang, kegaduhan cepat teratasi, meski penduduk Kota Zhang masih penasaran kemana perginya seluruh kawasan Klan Zhang, beserta seluruh orang yang tinggal di wilayah itu.

__ADS_1


Siang hari Zhang Yu dan Zhang Quro telah menyelesaikan setengah perjalanan, dan kemungkinan mereka akan sampai di wilayah Kekaisaran Qing saat matahari condong ke arah barat.


“Paman, apa di sekitar tempat ini ada Desa atau Kota yang dapat kita singgahi untuk istirahat sekalian mengisi perut kita yang tidak terisi sejak pagi?” tanya Zhang Yu yang sebenarnya tidak merasakan lelah ataupun lapar.


Seorang kultivator bisa tidak makan atau istirahat selama beberapa bulan, tahun, atau bahkan seumur hidupnya, tapi bagi Zhang Yu yang di kehidupan keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di Alam Fana, dia masih belum sepenuhnya bisa meninggalkan kebiasaan lamanya.


Dia masih merasa aneh kalau satu hari saja tidak makan, minum, atau istirahat, sekalipun dia tidak merasa lapar, haus, atau kelelahan.


Sedangkan Zhang Quro, dia hanya bisa memaklumi keponakannya yang belum terbiasa dengan kehidupan seorang kultivator. Meski dirinya tidak lapar atau lelah, dia tetap membawa Zhang Yu menuju desa terdekat untuk menikmati waktu istirahat, sekaligus mengisi perut mereka dengan makanan ringan.


Zhang Yu menatap Desa di depannya, yang keramaiannya dapat disetarakan dengan keramaian di sebuah kota yang berada di Alam Bawah. Saat melangkah memasuki gerbang Desa, lima orang berpakaian serba hitam menghunuskan pedang mereka ke arah wajah Zhang Yu dan Zhang Quro. Mengeluarkan tekanan aura kekuatannya, mereka mencoba membuat Zhang Yu dan Zhang Quro berlutut di hadapan mereka.


“Apa yang kalian inginkan? Kenapa tiba-tiba kalian mengarahkan serangan kepada kami?” tanya Zhang Yu menunjukkan ketenangannya.


“Sekumpulan orang bodoh dengan kekuatan di ranah Dewa Bumi ingin merampok kami? Apa kalian pikir kami berdua takut dengan ancaman kalian? Naif, kami bahkan tak akan berkeringat meski ada seribu orang seperti kalian!” ujar Zhang Yu dengan menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.


Zhang Quro ikut menunjukkan senyuman di wajahnya, “Lebih baik kalian segera pergi dari hadapan kami, sebelum kami berubah pikiran!” ungkapnya.


Lima orang berpakaian serba hitam terkekeh pelan mendengar perkataan Zhang Yu dan Zhang Quro, “Apa kalian pikir kami takut dengan gertakan kalian? Percayalah, kami akan membunuh kalian dan mengambil seluruh harta berharga yang kalian miliki!”


Lima pria berpakaian serba hitam yang ingin menyerang Zhang Yu dan Zhang Quro, tiba-tiba saja tubuh mereka tidak dapat di gerakkan, dan tak lama mereka jatuh berlutut dengan darah mengalir keluar dari telinga, hidung, dan mulut mereka.


“Matilah dalam ketenangan!” ujar Zhang Yu, sambil meningkatkan tekanan kekuatannya, yang langsung mengirim lima pria berpakaian serba hitam bertemu dengan Dewa Kematian.


Penduduk desa yang semula bersembunyi di dalam rumah mereka, ramai-ramai mereka keluar dari rumah saat melihat lima pria berpakaian hitam yang selama ini telah menindas mereka mati di tangan dua sosok yang baru memasuki Desa mereka, meski mereka tidak tahu bagaimana cara kedua orang itu membunuh lima pria berpakaian serba hitam.

__ADS_1


Melihat kedatangan penduduk Desa, Zhang Yu dan Zhang Quro tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, “Berurusan dengan penduduk Desa hanya akan menghambat perjalanan kita,” kata Zhang Yu pada Zhang Quro setelah mereka berada jauh dari Desa, yang baru mereka singgahi.


“Keponakanku, sebaiknya kita kembali melanjutkan perjalanan ke Kekaisaran Qing! Semakin cepat sampai, semakin cepat juga kita tahu keadaan portal menuju ke Alam Dewa yang berada di tempat itu!” ungkap Zhang Quro yang ingin secepatnya sampai di Istana Kekaisaran Qing.


Dia sudah sangat tidak sabar untuk pergi ke Alam Dewa, dan memastikan keselamatan kakak dan kakak iparnya. Meski lawan yang akan dihadapinya bukanlah lawan yang dapat dia kalahkan, tapi dia akan berusaha keras untuk membebaskan kakak dan kakak iparnya dari cengkraman Penguasa Alam Elemen di Alam Dewa.


Zhang Yu menganggukkan kepalanya, dan kembali dia dan Zhang Quro melanjutkan perjalanan menuju Istana Kekaisaran Qing.


Sementara itu jauh di Alam Dewa, tepatnya di Alam Air, Penguasa Alam Air yang didampingi empat orang kepercayaannya sedang mengamati segel yang menyegel kekuatan Dewa Iblis.


Penguasa Alam Air menghela nafas melihat segel yang semakin melemah setiap harinya, “Kurang dari seratus tahun lagu segel ini akan hancur, dan Dewa Iblis akan kembali membuat kekacauan yang mungkin bisa jauh lebih parah dari apa yang sudah dilakukannya jutaan tahun yang lalu!” katanya


Empat orang kepercayaannya mengangguk setuju dengan perkataannya, “Yang Mulia, bagaimana dengan Penguasa terdahulu Alam Semesta, apa dia setuju membantu Alam Dewa bersama-sama melawan Dewa Iblis?” tanya salah satu orang kepercayaannya.


Mendengar itu Penguasa Alan Air hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, “Kali ini kita tidak bisa mengharapkan bantuannya! Meskipun Alam Dewa hancur di tangan Dewa Iblis, kecil kemungkinan dia turun tangan membantu Alam Dewa. Bagaimanapun juga, di masa lalu sebagian besar Alam di Alam Dewa telah mengkhianatinya, dan membuatnya sampai mengorbankan diri untuk melindungi Alam Dewa.”


Dia masih ingat kejadian di masa lalu, dimana sebagian besar Penguasa di Alam Dewa justru mengadakan pesta, saat Penguasa Alam Semesta yang hanya dibantu Penguasa Alam Kegelapan berjuang melawan Dewa Iblis. Mereka bahkan tersenyum lebar saat mengetahui Penguasa Alam Semesta sampai mengorbankan dirinya untuk mencegah kehancuran Alam Dewa dan Alam lainnya.


Seumur hidup dia sangat menyesali keputusannya, dimana dia lebih memilih membela Penguasa Alam Elemen, yang saat itu menyarankan seluruh Penguasa di Alam Dewa untuk tidak turun tangan membantu Penguasa Alam Semesta, dalam pertempuran melawan Dewa Iblis.


Kini dirinya harus menanggung akibatnya setelah jutaan tahun berlalu. Kemungkinan, Alam Air miliknya akan menjadi Alam pertama yang hancur begitu segel yang menyegel kekuatan Kaisar Iblis hancur. Bagaimanapun juga dia tidak bisa menghindari kehancuran karena Dewa Iblis tersegel di Alamnya.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2