Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Keributan Di Gerbang Sekte Lili Putih


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


°°°


Keheningan terjadi di gerbang Sekte Lili Putih saat Lin Mohan terdiam tidak percaya dengan keberadaan Lin Zhan di depan kedua matanya, meski sebenarnya pemuda di depannya bukanlah Lin Zhan yang sebenarnya.


Zhang Yu sendiri mulai bosan dengan keheningan yang sedang terjadi, dan mencoba pergi meninggalkan gerbang Sekte. Namun, baru saja berbalik badan, tiba-tiba saja di melompat jauh, menghindari lesatan tombak yang mengarah ke arah tubuhnya.


Dengan mudah dia menghindari serangan tombak yang merupakan senjata spiritual, dan dikendalikan pemiliknya dari kejauhan. Meski telah menyegel kekuatannya sebatas ranah Dewa Immortal Bumi, bukan hal sulit baginya menghindari tombak yang terus bergerak menyerangnya. Dia bahkan mengambil pedang milik salah satu murid penjaga gerbang, untuk menghalau serangan tombak.


“Aku tidak menyangka seorang sampah dapat menghindari serangan tombak yang merupakan senjata spiritual! Akan tetapi ini baru awal, coba saja kamu hindari yang sekarang, kalau kamu tidak ingin mati di ujung runcing tombak milikku!” kata seorang wanita yang keluar dari kereta kuda milik Lin Mohan.


Zhang Yu hanya melihat sekilas wajah wanita pemilik tombak yang terus menyerang dirinya. Meski sekilas, dia langsung dapan mengenali siapa wanita itu. Wanita itu tak lain adalah Ning Wen, mantan tunangan Lin Zhan, yang sekarang justru telah menjadi istri Lin Mohan.


“Ternyata Nona Ning Wen, aku tidak menyangka setelah lama tidak bertemu, entah kenapa melihatmu yang sekarang aku merasa beruntung tidak jadi memiliki istri sepertimu!” balas Zhang Yu sambil menyelimuti pedang di tangannya menggunakan energi spiritual yang telah dia padatkan.


Ning Wen menunjukkan senyum sinis nya mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, “Seharusnya aku yang mengatakan itu karena pada akhirnya aku tidak menjadi pasangan sampah sepertimu.” Dia menggerakkan jari-jari tangannya, mempercepat gerakan tombak yang menyerang Zhang Yu.


“Hanya senjata mainan! Aku sama sekali tidak punya waktu bermain dengan senjata mainan!” Mengayunkan pedang di tangannya, Zhang Yu memotong tombak milik Ning Wen menjadi empat bagian sama panjang.


Ning Wen jatuh terduduk dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya saat senjata spiritual yang memiliki sedikit ikatan jiwa dengannya dipotong Zhang Yu menjadi empat bagian.


Melihat istrinya terluka, Lin Mohan tidak tinggal diam. Dia langsung melesat maju menyerang Zhang Yu menggunakan tangan kosong.


Merasakan bahaya datang mendekat ke arahnya, dengan cepat Zhang Yu mencoba membuka segel kekuatannya, tapi belum juga segel kekuatannya terbuka, tubuh Lin Mohan yang hanya beberapa langkah darinya tiba-tiba saja terhempas munduk ke belakang, bersamaan dengan munculnya pria tua yang tegak berdiri di depan Zhang Yu.

__ADS_1


Pria tua tenang menatap Lin Mohan yang bangkit berdiri setelah terkena serangannya. Lin Mohan yang tertunduk karena marah, dia belum melihat wajah sosok pria tua yang baru melayangkan serangan ke arahnya.


Mengeluarkan aura kekuatan puncaknya, Lin Mohan bersiap menerjang dan menghabisi semua lawannya. Akan tetapi, sebuah suara yang sangat dia kenal seketika membuat nyalinya ciut, “Kamu ingin melawan pria tua ini? Kalau itu keinginanmu, silahkan maju dan aku tanpa ragu akan mengirim orang sepertimu ke Alam Kematian!” kata pria tua.


Pada akhirnya Lin Mohan mengangkat wajahnya, menatap wajah pria tua yang berdiri di depan Zhang Yu.


Pria tua dengan jenggot panjang berwarna putih dengan jubah biru yang melambaikan kebesarannya, hanya sekali melihat Lin Mohan tahu siapa sosok pria tua yang berdiri di depan Zhang Yu, dan kemungkinan dia jugalah yang baru menyerangnya.


Pria tua itu memiliki kekuatan tingkat 5 ranah Dewa Surgawi Tinggi, jauh melampaui kekuatan Lin Mohan ataupun Ning Wen. Pria tua itu adalah Lin Bai, salah satu tetua di Istana Hua, yang tegas menolak Lin Mohan menjadi satu-satunya calon Penguasa baru Alam Bunga.


Selain perilaku buruk yang selama ini melekat pada diri Lin Mohan, Lin Bai merasa keputusan menjadikan Lin Mohan sebagai satu-satunya calon Penguasa baru Alam Bunga adalah keputusan yang tidak bisa dibenarkan. Bagaimanapun juga sejak terciptanya Alam Bunga, Alam Bunga yang dipenuhi keindahan adalah Alam yang dikhususkan berada di bawah penguasaan wanita, bukannya berada di bawah penguasaan pria yang hanya menyukai keindahan tapi tidak bisa merawatnya.


Hanya karena Lin Yifei sedikit lebih lemah dibandingkan Lin Mohan, para tetua di istana Hua membuang keberadaannya, dan menyingkirkan seluruh pendukungnya. Bahkan sejak hari dimana Lin Yifei dan pendukungnya terusir dari istana Hua, keberadaan wanita di Alam Bunga semakin terancam.


Para pria yang merasa mereka lebih berkuasa dari mereka para wanita, mulai bersikap semena-mena. Tak jarang mereka hanya menggunakan tubuh para wanita sebagai penghangat ranjang, dan begitu bosan mereka akan langsung menyingkirkannya.


Lin Mohan yang melihat keberadaan Lin Bai, dia segera menghilangkan aura kekuatannya, lalu dia berkata, “Lin Zhan, kali ini kau selamat, tapi tidak untuk lain kali! Tunggu saja, aku Lin Mohan akan segera meratakan Sekte Lili Putih, dan mengambil seluruh murid Sekte Lili Putih untuk aku jadikan budak di istanaku!”


Segera Lin Mohan kembali ke dalam kereta kuda miliknya, sambil memapah Ning Wen yang sedang mengalami luka. Begitu keduanya berada di dalam kereta kuda yang langsung pergi menjauhi wilayah Sekte Lili Putih, puluhan prajurit pengawal Lin Mohan tiba-tiba saja menggabungkan kekuatan mereka, mengarahkan serangan ke arah Zhang Yu.


Swiss... Swiss... Swiss...


Puluhan serangan berbagai jenis senjata mengarah ke arah Zhang Yu. Namun, saat serangan itu hampir mengenai sasarannya, sebuah lambaian tangan mengembalikan serangan itu ke arah pemiliknya, membuat mereka merasakan serangan yang mereka keluarkan.


“Hanya karena aku terlihat lemah, mereka mengira dapat membunuhku dengan mudah! Dalam mimpi sekalipun kalian tidak punya kesempatan untuk melakukannya!” kata Zhang Yu melihat puluhan pengawal Lin Mohan terkapar tak bernyawa di depan gerbang Sekte.

__ADS_1


“Tu... Tuan Muda kelima telah menerobos ranah Dewa Surgawi Rendah! Bagaimana mungkin dapat menerobos dari ranah Dewa Immortal Bumi ke ranah Dewa Surgawi Rendah hanya dalam waktu satu bulan?” ungkap Yan Fei kebingungan, begitu dia melihat kekuatan asli Zhang Yu, tak lama setelah dia sampai di gerbang Sekte untuk memastikan apa penyebab keributan di gerbang Sekte.


Yan Fei mendekat untuk memastikan kalau dia tidak salah menilai kekuatan Zhang Yu, yang baginya dia adalah Lin Zhan.


“Tuan Muda kelima, apa yang sudah terjadi selama satu bulan ini? Bagaimana bisa kekuatan Tuan Muda kelima sudah berada di ranah Dewa Surgawi Rendah, sementara satu bulan yang lalu masih berada di ranah Dewa Immortal Bumi?” tanya Yan Fei saat dirinya berhadap-hadapan dengan Zhang Yu.


Mendengar itu dengan santai Zhang Yu menjawab, sambil mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan yang di dalamnya berisi sumberdaya melimpah untuk meningkatkan kekuatan mereka yang masih berada di ranah Dewa Immortal Bumi, sampai ke ranah Dewa Surgawi Menengah, “Seseorang yang mengaku dirinya berasal dari Alam Surgawi, memberiku dua cincin penyimpanan yang berisi berbagai sumberdaya untuk meningkatkan kekuatanku. Selain sumberdaya, di dalam cincin penyimpanan pemberiannya juga ada kitab teknik dan juga tumpukan senjata tingkat tinggi!” jawabnya


“Karena terlalu senang mengerjai kalian dengan berpura-pura mengalami gangguan ingatan, aku sampai lupa menyerahkan cincin ini pada Kakak Yifei,” lanjutnya.


Jawaban Zhang Yu, membuat Yan Fei, Lin Bai, dan semua orang yang mendengarnya diam ternganga.


“Kakak Fei apa kamu bisa memberikan cincin ini pada Kakak Yifei?” tanya Zhang Yu yang seketika membuat Yan Fei dan yang lainnya tersadar dari lamunan.


“Tuan Muda kelima, cincin itu sangat berharga, bagaimana kalau Tuan Muda kelima sendiri yang memberikan cincin itu pada Nona Yifei?” tanya Yan Fei tak sanggup memegang benda yang sangatlah berharga.


“Baiklah kalau begitu, aku yang akan memberikannya langsung pada Kakak Yifei,” katanya sambil menoleh melihat ke arah Lin Bai, “Kakak Fei, berikan pelayanan terbaik pada tamu kita!” lanjutnya dan tiba-tiba sosoknya menghilang tanpa jejak.


“Sangat cepat!” gumam Yan Fei dan Lin Bai diwaktu bersamaan.


Menghilangkan rasa terkejutnya, Yan Fei segera mengarahkan Lin Bai menuju ruang perjamuan.


Begitu sampai di dalam ruangan perjamuan, Yan Fei membiarkan para pelayan terbaik Sekte Lili Putih melayani Lin Bai, “Tuan Bai, anggap saja tempat ini selayaknya rumah sendiri!...”


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2