
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Zhang Yu, Qing Yue, duduk di depan Zhang Quro, mereka membicarakan langkah strategis menghadapi Kekaisaran Alam Atas, “Akhir-akhir ekuatan Klan Zhang memang mengalami peningkatan pesat, tapi itu belum cukup membuat kekuatan Klan Zhang berimbang dengan kekuatan Kekaisaran Alam Atas,” kata Zhang Quro khawatir.
Menunjukkan senyumnya setelah mendengar perkataan Zhang Quro, Zhang Yu berkata, “Paman tidak perlu khawatir, dalam satu bulan ke depan, aku akan membuat kekuatan Klan kita setara dengan kekuatan Kekaisaran Alam Atas.”
Kerutan terlihat di kening Zhang Quro, mendengar perkataan Zhang Yu, dia benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukan Zhang Yu untuk meningkatkan kekuatan Klan Zhang, dan karena rasa penasarannya dia bertanya, “Keponakanku, bagaimana bisa dalam waktu satu bulan kamu membuat kekuatan Klan Zhang setara dengan kekuatan Kekaisaran Alam Atas? Bukannya itu sangat mustahil?”
Zhang Yu kembali menunjukkan senyumnya, kemudian menjawab, “Paman, aku punya sumberdaya tak terbatas yang bisa meningkatkan kekuatan Klan Zhang. Selain itu, aku bisa memasang array yang membuat energi spiritual di seluruh kawasan Klan Zhang seratus kali lebih baik dari yang ada di alam ini. Kalau semua itu belum cukup, aku bisa mendirikan aula kultivasi yang mana berkultivasi selama satu hari di aula kultivasi, setara dengan melakukan kultivasi selama sepuluh hari di alam ini. Jadi, selama berada di aula kultivasi, kita masih punya waktu meningkatkan kekuatan setara dengan seratus hari. Dengan itu semua, waktu satu bulan sangat cukup untuk membuat kekuatan Klan Zhang setara dengan kekuatan Kekaisaran Alam Atas.”
Zhang Quro terperangah mendengar jawaban yang diberikan Zhang Yu.
Dia berpikir kalau Zhang Yu benar-benar dapat melakukan itu, bukannya dia sudah setara dengan Penguasa di Alam Dewa, yang mampu melakukan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh mereka yang berada di Alam Atas? Memikirkan semua itu, dia merasa tidak aneh saat Zhang Tian mengakui ketakutannya pada kemarahan putranya, dan berharap tak ada yang memancing kemarahannya.
Zhang Quro menatap Zhang Yu, sambil berkata, “Kalau memang itu bisa dilakukan, masih ada harapan untuk menyelamatkan Klan Zhang dari kehancuran, sekalipun Klan Zhang harus mengalami banyak kerugian yang sangat merugikan.”
Zhang Yu mengangguk mendengar itu, “Sebisa mungkin aku akan mencegah kerugian besar dialami Klan Zhang! Apa Paman lupa kalau aku memiliki tentara kuat, dan pelayan luar biasa yang rela mati untuk? Dengan kekuatanku, kekuatan mereka dan kekuatan Klan Zhang, sekalipun tanpa bantuan Kekaisaran Qing, kekuatan yang kita miliki sudah lebih dari cukup untuk mengimbangi atau bahkan mengalahkan kekuatan Kekaisaran Alam Atas,” ungkap Zhang Yu.
“Aku sempat melupakan keberadaan mereka, dan aku juga penasaran dimana mereka saat ini? Apa mereka berada di tempat yang sama dengan Ketua Agung dan Ketua Pertama yang menjalani hukuman abadi darimu?” ujar Zhang Quro penasaran.
__ADS_1
Zhang Yu menganggukkan kepalanya pelan, lalu dia menjelaskan keberadaan dunia kecil pada Zhang Quro. Walau banyak rahasia dunia kecil yang belum dia ungkapkan pada Quro, tapi setidaknya dia sudah menceritakan keberadaan dunia kecil padanya.
Selesai menjelaskan keberadaan dunia kecil yang semakin membuat Zhang Quro kagum dengan sosoknya, Zhang Yu meminta izin pada Zhang Quro untuk memulai rencan yang bertujuan membangun kekuatan Klan Zhang.
Zhang Quro dengan senang hati memberikan izin pada Zhang Yu untuk memulai rencananya, tapi dia meminta izin selalu berada di dekat Zhang Yu, menyaksikan keajaiban yang akan tercipta di Klan Zhang, yang bahkan mustahil dilakukan oleh leluhur pendiri Klan Zhang.
Didampingi Qing Yue dan Zhang Quro, Zhang Yu pergi ke arah empat sudut kawasan terluar Klan Zhang. Secara bergantian, dia memasang artefak yang dapat meningkatkan kualitas energi spiritual di kawasan yang berada di dalam batasan, yang terbentuk dari susunan artefak miliknya.
Cahaya berwarna kuning keemasan keluar dari artefak yang telah diletakkan Zhang Yu di empat sudut kawasan terluar Klan Zhang. Setiap artefak dijaga array pelindung yang hanya dapat dihancurkan mereka yang sudah berada di ranah Dewa Surgawi.
Cahaya kuning keemasan membentuk kubah transparan, meningkatkan kualitas energi spiritual di kawasan Klan Zhang yang keseluruhannya berada di dalam kubah. Semua orang di Klan Zhang yang semula terkejut melihat kemunculan kubah yang seolah memenjarakan mereka, tiba-tiba mereka merasakan peningkatan kekuatan, bersama dengan semakin baiknya kualitas energi spiritual di sekitar mereka.
“Dengan kualitas energi spiritual yang jauh lebih baik dari sebelumnya, aku merasa dapat menerobos ke tingkat yang lebih tinggi dalam tujuh hari ke depan. Oh sang Pencipta, apa ini keadilan yang engkau berikan pada kami yang akan bertempur melawan ketidak adilan?”
“Dengan sumberdaya yang sebelumnya diberikan kepala Klan, ditambah kualitas energi spiritual di tempat ini yang merupakan berkah dari sang Pencipta, bukan sebuah kemustahilan kita semua dapat menyelamatkan Klan Zhang dari kehancuran!”
Semua prajurit Klan Zhang semakin bersemangat meningkatkan kekuatan dan pondasi kekuatan mereka. Bukan hanya prajurit Klan, generasi muda Klan Zhang yang kali ini juga akan dilibatkan dalam pertempuran, mereka semakin bersemangat melakukan kultivasi, bahkan banyak dari mereka yang baru mendapatkan terobosan.
Sementara itu, Zhang Yu, Qing Yue yang mengikuti Zhang Quro ke kawasan Klan Zhang yang hanya berupa tanah kosong, keduanya menapakkan kaki di atas permukaan tanah, setelah melayang mengikuti Zhang Quro. Begitu kakinya menapak di atas permukaan tanah, Zhang Yu melangkah ke depan Qing Yue, dan begitu saja dia melambaikan tangannya.
Swiss...
__ADS_1
Tanah kosong di depannya tiba-tiba saja diselimuti cahaya ungu. Kurang dari sepuluh tarikan nafas, cahaya ungu yang menyelimuti tempat itu perlahan menghilang, dan terlihat oleh semua orang bangunan megah yang mampu menampung lebih dari sepuluh ribu orang berdiri kokoh di tempat yang sebelumnya hanyalah tanah kosong.
Melihat bangunan megah di depan kedua matanya dibangun kurang dari sepuluh tarikan nafas, Zhang Quro menampar wajahnya sendiri, berharap segera bangun dari mimpi indahnya. Akan tetapi, bukannya terbangun, dia justru merasakan sakit di pipi yang terkena tamparan tangannya sendiri.
Raut wajah Zhang Quro tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah melihat dua keajaiban yang dilakukan Zhang Yu. Dia tidak menyangka kalau Zhang Yu benar-benar mampu melakukan apa yang sebelumnya di katakan padanya.
Zhang Yu tersenyum melihat raut wajah Zhang Quro, dan seolah tidak mengizinkan Zhang Quro berhenti terkejut. Dia memberikan empat cincin penyimpanan yang seluruhnya berisi sumberdaya yang dapat meningkatkan kekuatan Klan Zhang, ke tingkat yang sulit dipercaya oleh mereka yang berada di Alam Atas.
“Paman dapat menggunakan semua sumberdaya itu untuk meningkatkan kekuatan Klan Zhang!” ungkap Zhang Yu sambil memberikan satu lagi cincin penyimpanan pada Zhang Quro, “Paman, tolong berikan cincin itu pada Kakek! Aku yakin dengan apa yang berada dalam cincin penyimpanan itu, Kekek dapat meningkatkan kekuatannya sampai ranah Dewa Immortal Agung!” imbuhnya.
Zhang Quro menganggukkan kepalanya patuh, saat ini dia menganggap Zhang Yu adalah sosok yang Mulia, dan sangat pantas untuk dia hormati.
“Mulai hari ini dan sampai kapanpun, Paman dan yang lainnya dapat menggunakan aula kultivasi ini untuk meningkatkan kekuatan. Khusus untuk tiga puluh hari ke depan, biarkan aku yang mengambil alih tugas menjaga keamanan Klan, sehingga Paman dan yang lainnya dapat fokus melakukan kultivasi!” ujar Zhang Yu menawarkan dirinya sebagai penanggung jawab keamanan Klan Zhang untuk tiga puluh hari ke depan.
Zhang Quro tanpa ragu membalas, “Keponakanku, maaf aku sudah merepotkanmu! Aku berjanji, begitu perang ini berakhir dan aku masih bernafas, aku akan mengerahkan seluruh kekuatan Klan Zhang membantu merebut kedua orang tuamu dari tangan Penguasa Alam Elemen,” ungkap Zhang Quro.
Zhang Yu tersenyum sambil mengangguk pelan, kemudian dia berkata, “Paman tidak perlu berjanji seperti itu! Cukup dengan memenangkan peperangan di depan mata, itu sudah membuatku senang. Untuk kedua orangtuaku, dengan kekuatanku sendiri itu sudah lebih dari cukup untuk merebut mereka dari tangan Penguasa Alam Elemen. Kalau sampai orang itu melukai orangtuaku, aku akan membuat kebert Alam Elemen menghilang dari Alam Dewa.”
°°°
Bersambung...
__ADS_1