
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Di garis pembatas Alam Nirwana Agung.
Terlihat para penguasa di Alam Dewa telah berkumpul di garis batas Alam Nirwana Agung termasuk Shen Rei, penguasa Alam Surgawi yang datang bersama dengan salah satu Permaisurinya, yang tak lain adalah ibu dari Shang Gu.
“Saudaraku, kami semua sudah berkumpul di tempat ini. Kalau aku boleh tau, kapan kamu membuka segel Alam Nirwana Agung?” tanya Zhang Lao pada Zhang Yu.
“Bukan aku yang akan membuka segel, dan aku hanya akan menjadi penonton.” Zhang Yu menunjukkan keberadaan putra dan putrinya, “Merekalah yang akan membuka segel Alam Nirwana Agung,” ujarnya.
“Itu, apa kekuatan mereka sudah cukup untuk menghancurkan segel yang begitu kuat? Kenapa tidak saudara saja yang langsung menghancurkan segel itu?” kembali Zhang Lao bertanya.
“Kalau hanya seorang diri, mereka tidak ada kesempatan dapat menghancurkan segel itu. Akan tetapi, saat bersama-sama, bukan hal mudah menghancurkan segel itu,” jawab Zhang Yu.
Setelah mendengar jawaban Zhang Yu, Zhang Lao mencoba mengukur tingkat kekuatan putra dan putri Zhang Yu, dan alangkah terkejutnya dia saat melihat tingkat kekuatan mereka yang bahkan setara dengan sosok kuat di Alam Dewa, “Mereka benar-benar putra dan putri seorang penguasa Alam Semesta ini,” kata Zhang Lao mengakui kekuatan putra dan putri Zhang Yu.
Sedangkan Zhang Yu, setelah menjawab pertanyaan Zhang Lao, dia langsung pergi menemui putra dan putrinya, dan menjelaskan secara singkat cara menghancurkan segel Alam Nirwana Agung.
Meski tidak akan mudah menghancurkan segel itu, asalkan tahu caranya, Zhang Yu yakin putra serta putrinya dapat menghancurkan segel, dan kembali membuka Alam Nirwana Agung yang sudah sekian lama tertutup.
“Kalau kalian sudah mengerti dengan apa yang harus kalian lakukan, kalian bisa langsung melakukannya,” ujar Zhang Yu pada putra dan putrinya.
Mengerti apa yang harus dilakukan, keempat putra dan keempat putri Zhang Yu, mereka segera melakukan apa yang sudah diberitahukan Zhang Yu pada mereka.
Mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, mereka menyerang empat titik tersembunyi yang merupakan kunci untuk membuka segel Alam Nirwana Agung.
__ADS_1
Zhang Yu sebelumnya sudah memberitahu mereka dimana letak keempat titik kunci untuk membuka segel Alam Nirwana Agung. Jadi, mereka tidak perlu bersusah payang mencari lokasi empat titik yang sangatlah tersembunyi.
“Segel itu perlahan mulai menghilang,” kata Huo Sheng De melihat segel yang mengunci Alam Nirwana Agung
“Aku benar-benar tidak menyangka kalau mereka dapat melakukan itu. Putra dan putri penguasa Alam Semesta sangatlah luar biasa,” kata Bing Mao memuji kekuatan yang dimiliki putra dan putri Zhang Yu. Bahkan bukan hanya dia, para penguasa lainnya juga terus memuji kekuatan mereka berdelapan.
“Tak lama lagi segel itu akan hancur, dan setelahnya kita semua dapat melihat seperti apa keadaan Alam Nirwana Agung,” kata Lan Guang yang di masa lalu pernah sekali menginjakkan kaki di Alam Nirwana Agung.
“Aku belum pernah melihat seperti apa kehidupan di Alam Nirwana Agung, dan aku sangat menanti datangnya hari ini,” ungkap Xue Xie.
“Kita semua hari ini bersama-sama akan melihat seperti apa Alam Nirwana Agung, yang merupakan Alam tertinggi di seluruh Alam Semesta,” ujar Bing Mao.
“Aku sudah tidak sabar untuk melihat semua itu,” kata Zhang Lao sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Mereka benar-benar sudah tidak sabar melihat seperti apa Alam Nirwana Agung,” kata Shang Gu yang dengan jelas mendengar pembicaraan para penguasa di Alam Dewa.
“Siapa kalian? Kenapa kalian bisa menghancurkan segel yang dibuat para Permaisuri Alam Nirwana Agung?” tanya Jenderal tentara Dewa, pada salah satu putra Zhang Yu.
Belum juga menjawab, Zhang Yu tiba-tiba muncul di hadapan Jenderal tentara Dewa, lalu dia berkata, “Mereka adalah putra dan putriku, dan akulah yang menyuruh mereka menghancurkan segel yang menyelimuti Alam Nirwana Agung!...”
“Kamu!...” Jenderal tentara Dewa menatap wajah Zhang Yu, dan setelah beberapa detik melihat wajah Zhang Yu tiba-tiba saja dia berlutut.
“Ayolah, bukannya kamu dan semua tentara Dewa tahu kalau aku paling tidak menyukai ada yang berlutut di hadapanku?” ujar Zhang Yu menatap Jenderal tentara Dewa.
“Yang Mulia, akhirnya Yang Mulia kembali. Maafkan kami yang tidak memberi sambutan pada Yang Mulia dan para Pangeran serta para Putri,” kata Jenderal tentara Dewa yang masih berlutut di hadapan Zhang Yu.
“Bangunlah, dan biarkan aku bertanya tentang keadaan Alam Nirwana Agung!” kata Zhang Yu.
__ADS_1
Jenderal tentara Dewa segera bangun setelah mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, meski dia masih saja menundukkan kepala, tak berani menatap wajah Zhang Yu, seperti yang tadi dilakukan olehnya.
“Ceritakan padaku secara singkat, seperti apa situasi di Alam Nirwana Agung!” kata Zhang Yu yang sangat penasaran akan keadaan Alam Nirwana Agung.
“Yang Mulia, orang-orang dari kelompok yang sama masih mencoba menguasai Kekaisaran Nirwana Agung, dan menduduki singgasana penguasa Alam Semesta...”
“Bukan hanya sekali dua kali. Mereka setidaknya melakukan penyerangan ke wilayah Kekaisaran hampir setiap hari. Kalaupun tidak melakukan penyerangan, mereka biasanya menyusup ke wilayah Kekaisaran dan membuat kekacauan,” kata Jenderal tentara Dewa.
“Apa kekuatan mereka mengalami peningkatan sejak terakhir kali aku mengalahkan pemimpin mereka?” tanya Zhang Yu.
“Kekuatan mereka sama sekali tidak mengalami peningkatan. Akan tetapi jumlah mereka semakin banyak karena banyaknya penduduk Alam Nirwana Agung yang tidak lagi mempercayai Kekaisaran Nirwana Agung, dan memilih menjadi bagian dari mereka,” jawab Jenderal tentara Dewa.
“Jumlah bukanlah sebuah masalah, tapi apa menurutmu putra dan putriku mampu mengalahkan pemimpin mereka?” ujar Zhang Yu.
Jenderal tentara Dewa mengamati kekuatan putra dan putri Zhang Yu, lalu dia berkata, “Yang Mulia, kekuatan yang dimiliki para Pangeran dan para Putri lebih dari cukup untuk menghadapi pemimpin mereka...”
“Kalau memang begitu, setelah kita kembali ke istana Kekaisaran Nirwana Agung, aku ingin kamu membawa mereka ke tempat pemimpin orang-orang itu! Selain mereka, para penguasa di Alam Dewa juga akan ikut pergi bersamamu,” kata Zhang Yu.
“Yang Mulia, apa kali ini kita dapat mempercayai para penguasa di Alam Dewa? Apa Yang Mulia tidak khawatir mereka melakukan seperti apa yang mereka lakukan di masa lalu?” tanya Jenderal tentara Dewa yang masih belum mempercayai penguasa di Alam Dewa, kecuali penguasa Alam Kegelapan, penguasa Alam Binatang Suci, penguasa Alam Bunga, dan penguasa Alam Tombak.
“Kamu tenang saja, mereka sepenuhnya dapat kita percaya, dan tak akan pernah terjadi masalah seperti apa yang pernah terjadi di masa lalu,” ujar Zhang Yu meyakinkan Jenderal tentara Dewa tentang keberadaan para penguasa di Alam Dewa, yang ikut bersamanya pergi ke Alam Nirwana Agung.
“Kalau Yang Mulia mengatakan seperti itu, hamba hanya bisa menuruti apa yang menjadi keinginan Yang Mulia,” kata Jenderal tentara Dewa.
Lalu Zhang Yu segera saja memimpin para istrinya, para penguasa, dan putra serta putrinya pergi ke istana Kekaisaran Nirwana Agung...
°°°
__ADS_1
Bersambung...