Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Pembersihan Total


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Prajurit Alam Elemen pergi meninggalkan garis batas begitu tahu Alam Bunga memiliki seorang penguasa. Mereka tidak ingin memulai permusuhan dengan sosok penguasa baru Alam Bunga, tanpa ada sosok penguasa Alam Elemen di sisi mereka. Hanya dalam beberapa detik, garis batas Alam Bunga yang sesaat yang lalu dipenuhi jutaan prajurit, tiba-tiba saja menjadi hening.


Setelah kepergian prajurit Alam Elemen, array berwarna kuning keemasan yang diciptakan Zhang Yu muncul mengelilingi Alam Bunga, memperkuat garis batas yang sebelumnya telah diperkuat oleh array penguasa yang diciptakan Lin Yifei dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.


Sebenarnya tidak mungkin bagi prajurit Alam Elemen menghancurkan garis pembatas Alam Bunga, tapi lain cerita jika yang menyerang garis pembatas adalah sosok penguasa Alam Elemen. Meski tidak langsung hancur, setidaknya gadis pembatas baru bisa hancur setelah terkena serangan bertubi-tubi selama sepuluh hari sepuluh malam.


Sementara itu, di aula Istana Hua sedang dilakukan pertemuan pertama penguasa Alam Bunga dengan seluruh tetua Istana Hua. Akan tetapi, pertemuan diwarnai sedikit masalah, saat beberapa tetua Istana Hua menolak keberadaan mereka yang tidak memiliki hubungan dengan Alam Bunga.


Penolakan itu mereka tujukan pada Zhang Yu dan lima wanita lainnya, meski mereka tahu Zhang Yu adalah suami Lin Yifei, dan kelima wanita lainnya telah menjadi saudara Lin Yifei.


Mendapatkan penolakan, Zhang Yu dan kelima istrinya memilih tidak memasuki aula Istana Hua. Mereka kembali ke kediaman, dan melakukan latihan di halaman belakang kediaman.


Meski telah memutuskan tidak memasuki aula Istana Hua, Zhang Yu telah menempatkan sosok prajurit bayangan di bayangan para tetua yang menolak kehadirannya, dimana sebagian besar dari mereka adalah tetua yang baru diangkat, untuk mengisi kekosongan kursi tetua yang mati dalam peperangan di gerbang Sekte Lili Putih.


“Suami, aku curiga mereka masih bagian dari orang-orang yang memiliki niat jahat pada saudari Lin Yifei!...” kata Long Hua yang baru menyelesaikan latihannya.


Mendengar itu Zhang Yu menyunggingkan senyuman di wajahnya, lalu berkata, “Aku sudah menempatkan masih-masing satu prajurit bayangan di bayangan mereka. Kalau benar mereka memiliki niat jahat pada salah satu istriku, kita hanya tinggal menunggu kabar kematian mereka.”


“Ternyata suami sudah melakukan pergerakan tanpa sepengetahuan kita. Pantas saja suami terlihat biasa-biasa saja saat pergi meninggalkan aula Istana Hua,” ujar Qing Yue.


Zhang Yu merasa ini adalah tugas terakhirnya di Alam Dewa, sebelum dia memulai latihan tertutup yang mungkin saja bisa memakan waktu lumayan lama. Pelatihan tertutup harus dia lakukan untuk mempersiapkan diri melawan iblis hati, yang muncul saat dia melangkah ke ranah Dewa Nirwana Suci.

__ADS_1


Meskipun di masa lalu dengan mudahnya dia dapat mengalahkan iblis hati, tetap saja dia perlu melakukan persiapan karena dia ingin mengalahkan rekornya sendiri saat mengalahkan iblis hati.


“Jika di masa lalu aku dapat mengalahkan iblis hati dalam satu bulan, di kehidupan yang sekarang aku harus lebih baik dari itu,” gumamnya lirih, “Setidaknya aku ingin melakukan itu kurang dari dua puluh hari,” imbuhnya.


Lin Yifei dan Yan Fei yang telah mengakhiri pertemuan di aula Istana Hua, tiba-tiba saja mereka muncul di halaman belakang, berdiri di sebelah Zhang Yu, yang sedang mengawasi latihan kelima saudari mereka.


“Seluruh tetua baru Istana Hua memintaku mengakhiri hubungan dengan orang-orang yang tidak berasal dari Alam Bunga. Tanpa bertanya, aku sudah tahu siapa yang dimaksudkan mereka.” Lin Yifei memeluk lengan kiri Zhang Yu, lalu kembali dia berkata, “Sampai kapanpun aku tidak akan menuruti keinginan mereka, dan entah kenapa aku merasa mereka memiliki niatan buruk padaku!...”


“Aku sudah menempatkan prajurit bayangan untuk mengawasi mereka. Untuk sekarang kita cukup diam, dan menunggu kabar dari prajurit bayangan. Kalau mereka memang memiliki niatan buruk, tak lama lagi kita akan mendengar kabar kematian mereka,” kata Zhang Yu sambil menoleh melihat wajah Lin Yifei, tak ketinggalan dia juga melihat Yan Fei yang berdiri di sebelah Lin Yifei.


Meski sudah menjadi istri Zhang Yu dan berkali-kali melewati panasnya malam bersama, Yan Fei tidak seberani wanita lainnya yang selalu agresif saat berada di dekat Zhang Yu.


Dari wajahnya terlihat kalau dia masih segan melakukan seperti yang lainnya karena dia masih terbawa suasana masa lalu, dimana dia di masa lalu hanyalah pelayan yang melayani Lin Zhan dan Lin Yifei. Mengingat semua itu, membuatnya canggung saat berhadapan dengan Zhang Yu.


°°°


Saat semua orang sedang terlelap dalam tidurnya, belasan orang justru melakukan pertemuan di ruang pertemuan rahasia, yang bertempat di kediaman milik mendiang Tetua Agung Istana Hua.


Pertemuan mereka lakukan untuk membahas langkah selanjutnya dari rencana yang sedang mereka jalankan. Sebagai murid rahasia mendiang Tetua Agung Istana Hua, mereka telah membuat rencana besar, membalaskan dendam kematian guru mereka.


“Langkah pertama berhasil dengan sangat mudah, sekarang sudah saatnya kita melangkah ke rencana selanjutnya,” kata salah satu dari mereka.


Mendengar perkataannya semua orang menganggukkan kepala, lalu salah satu dari mereka berkata, “Apa kalian tidak merasa aneh dengan orang itu yang begitu saja pergi meninggalkan aula Istana Hua, setelah mendapat penolakan dari kita?...”


Orang yang pertama berkata, menoleh dan menatap ke arah orang yang baru melontarkan pertanyaan, lalu berkata, “Tidak ada yang aneh, dia pergi karena memang tidak ada yang menginginkan keberadaannya. Bukannya kalian sendiri juga melihat, Lin Yifei saja hanya diam saat suaminya pergi meninggalkan aula Istana Hua. Bisa jadi, wanita itu selama ini hanya memanfaatkan kekuatan orang itu, demi ambisi kotornya yang ingin menjadi penguasa Alam Bunga...”

__ADS_1


Kembali semua orang menganggukkan kepalanya, “Kalau begitu, kapan kita bisa memulai rencana selanjutnya? Jujur saja, aku sudah tidak sabar menikmati kehangatan tubuh wanita itu...”


“Aku sudah menyiapkan obat yang akan membuat wanita itu menyerahkan tubuhnya pada kita. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat, untuk memberikan obat itu padanya. Setelah dia meminum obat pemberianku, kita bebas melakukan apapun pada tubuhnya, dan kita tinggal mengakhiri hidupnya begitu bosan...”


Senyuman kecil terlihat di wajah semua orang, yang sama-sama sudah tidak sabar mencicipi kehangatan tubuh Lin Yifei dan wanita lainnya.


“Apa kalian yakin dapat melakukan semua itu, di saat malam ini belum berakhir? Malam ini masih sangat panjang, tapi entah kenapa aku ingin segera tidur setelah mencium bau darah kalian.” Entah sejak kapan Zhang Yu sudah berdiri diantara belasan tetua baru Istana Hua, yang sedang merencanakan niat buruk mereka pada Lin Yifei.


Tak lama setelah selesai berkata, lima tetua mati begitu saja di tangannya, membuat orang-orang yang melihat semua itu, dengan cepat melompat menjauhinya.


Mereka yang masih bernapas tidak menyangka kalau orang yang baru mereka bicarakan, bisa muncul di tempat yang seharusnya tidak diketahui oleh orang lain selain mereka, dan mendiang Tetua Agung Istana Hua.


Dengan kecepatan yang mereka miliki, mereka menyebar ke berbagai arah mencoba meninggalkan ruangan yang sudah tercemari dengan bau darah.


Zhang Yu yang melihat semua itu hanya tersenyum kecil karena dia sudah tahu kalau tak akan ada satupun dari mereka, yang dapat meninggalkan ruangan dalam keadaan hidup-hidup.


“Mereka hanya sekumpulan orang bodoh!...” Zhang Yu melihat bagaimana satu persatu tetua Istana Hua mati di tangan prajurit bayangan, yang sudah dia sebar di setiap sudut ruangan.


Tak butuh waktu lama, belasan orang yang baru juga diangkat menjadi tetua Istana Hua, mati mengenaskan di ruangan yang selama ini digunakan sebagai tempat menyusun rencana balas dendam kematian guru mereka.


Zhang Yu memberi perintah pada prajurit bayangan untuk memusnahkan seluruh keluarga orang-orang yang mayat mereka berserakan di sekelilingnya. Dia tidak ingin muncul sosok lain yang memiliki niatan buruk seperti mereka.


Melihat kepergian prajurit bayangan yang pergi melaksanakan perintahnya, Zhang berkata sambil melihat mayat di sekelilingnya, “Kalian sendiri yang memaksaku melakukan semua ini pada seluruh orang yang masih memiliki hubungan dengan kalian!...”


“Bisa dikatakan ini sebagai pembersihan total...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2