Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Hiburan Di Pagi Hari


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Zhang Yu dan yang lainnya menikmati makan malam dengan tenang, sebagai kultivator sebenarnya mereka dapat bertahan tanpa makan dan minum lebih dari seratus tahun, tapi karena sudah terbiasa memanjakan perut mereka dengan makanan, setidaknya mereka akan makan satu kali sehari.


Selesai makan, lima pelayan Zhang Fu kembali kedalam dunia kecil, sedangkan Zhang Yu, dia membawa rombongannya pergi ke Kota Wuxi, saat awan mendung mulai menyelimuti langit malam.


Di depan gerbang Kota Wuxi, Zhang Yu memberikan 500 kristal roh tingkat rendah pada penjaga gerbang, sebagai biaya memasuki kota, “Kota ini jauh lebih besar dan lebih megah dari dua kota sebelumnya, jadi wajar saja biaya masuknya jauh lebih mahal.”


Kedua mata Qing Yue berbinar saat melihat keindahan malam Kota Wuxi yang tak dapat dia jumpai di dua kota sebelumnya, tak hanya indah dengan keberadaan lampu-lampu di sepanjang jalan, Kota Wuxi juga megah dengan keberadaan banyak bangunan mewah.


Zhang Yu hanya tersenyum saat melihat Qing Yue mengagumi keindahan Kota Wuxi, “Ini sudah hampir tengah malam, bagaimana kalau sekarang kita mencari penginapan termewah di kota ini untuk bermalam?” Zhang Yu mengajak semuanya mencari penginapan di pusat Kota Wuxi, dan tak butuh waktu lama mereka menemukan apa yang dicari.


Zhang Yu langsung saja memesan tiga kamar terbaik untuk dirinya dan Qing Yue, Long Hua dengan Shu Cing, dan satu kamar ditempati Zhang Fu seorang diri. Kali ini dia mengeluarkan sembilan ratus kristal roh tingkat rendah, untuk menyewa tiga kamar terbaik.


Segera saja salah satu pelayan mengantarkan Zhang Yu dan yang lainnya menuju lantai ketiga, tempat keberadaan kamar merek. Sebenarnya Qing Yue ingin Long Hua dan Shu Cing berada dalam satu kamar dengannya, tapi mengingat hubungan mereka dengan suaminya belum resmi, dia segera mengurungkan keinginannya.


“Istriku, bagaimana kalau sepanjang perjalanan menuju wilayah timur, kalian para wanita untuk sementara waktu tinggal di dunia kecil?” tanya Zhang Fu begitu berada di dalam kamar, berduaan dengan Qing Yue.


“Itu tidak buruk, setidaknya di dalam dunia kecil kami bisa terus melakukan kuktivasi untuk meningkatkan kekuatan, tapi...” Qing Yu tiba-tiba menatap tajam Zhang Yu, “Awas saja kalau kamu berani mencari wanita lain! Mungkin itu kamu akan kami potong, dan dibagi empat!” Qing Yue menunjuk milik suaminya dengan senyum lebar penuh ancaman.


Zhang Yu menelan kasar ludahnya, mendengar apa yang dikatakan Qing Yue, “Bagaimana bisa aku mencari wanita lain, sementara sudah ada kalian yang aku miliki?” ungkapnya.


Zhang Yu dan Qing Yue langsung saja mengistirahatkan tubuh mereka, begitu menyelesaikan percakapan singkat diantara mereka.


°°°

__ADS_1


Di kediaman patriak sekte teratai putih.


Lei Pian menghadap patriak sekte teratai putih untuk melaporkan kejadian yang terjadi di Kota Suzhou. Lei Di, patriak sekte teratai putih yang berada di ranah Dewa Sejati tingkat tujuh murka saat mendengar laporan Lei Pian, tentang pemuda yang berani meremehkan kekuatan sekte nya.


“Patriak, kita tidak bisa menganggap remeh pemuda itu karena dia memiliki pengawal yang mampu mengalahkan tetua agung! Selain itu, aku curiga dia memiliki artefak yang bisa digunakan untuk melumpuhkan meridian dalam jangka waktu tertentu, persis yang aku alami saat berhadapan dengannya,” ungkap Lei Pian mengingat pertempurannya dengan Zhang Yu.


Lei Di tiba-tiba saja tertarik dengan artefak yang mampu melumpuhkan meridian, kalau dia memiliki artefak itu, bukannya dapat dipastikan dia dapat mengalahkan patriak sekte naga emas, dan membuat sekte nya menjadi kekuatan nomor satu di Kekaisaran Wu. Akan tetapi dia tidak tahu bagaimana cara mengambil artefak, yang bisa saja digunakan untuk membuatnya celaka.


“Hmm, ini tidak akan mudah! Dengan artefak seperti itu berada di tangannya, kita akan kesulitan mendekat apalagi membunuhnya. Lei Pian, apa kamu tahu bagaimana supaya pemuda itu mau menyerahkan artefak miliknya, tanpa harus menerima efek buruk dari artefak itu?”


Kepala Lei Pian mengangguk perlahan, lalu dia berkata, “Patriak, kita bisa menggunakan wanita pemuda itu untuk mengancamnya, supaya dia mau menyerahkan artefak itu pada kita! Baru setelah dia menyerahkan artefak itu, kita dengan mudah bisa membunuhnya!”


“Itu terdengar licik, tapi aku rasa hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan artefak, sekaligus nyawa pemuda itu,” ungkap Lei Di.


“Siapkan murid elite, dan suruh tetua pertama dan tetua kedua menemuiku! Malam ini juga kita akan mencari keberadaan pemuda itu!”


°°°


Diwaktu yang sama, tepatnya di aula istana Kekaisaran Wu. Wu Lie, tetua agung sekte teratai putih, sedang menghadap kakaknya yang seorang Kaisar di Kekaisaran Wu. Dengan wajah babak belur, kedatangannya membuat khawatir Kaisar Wu Ming.


“Adikku, siapa yang berani membuatmu terluka seperti ini?”


Dua tabib terbaik Kekaisaran Wu dipanggil ke aula istana untuk mengobati Wu Lie yang kondisinya sudah jauh lebih baik, dibandingkan saat dilempar Zhang Fu ke atas arena di Kota Suzhou. Akan tetapi Kaisar Wu Ming masih saja khawatir dengan keadaannya.


“Yang Mulia Kaisar, ini semua ulah pemuda yang mengikuti acara kebangkitan Martial Spirit di Kota Suzhou. Setelah menolak bergabung dengan sekte teratai putih, mereka justru menyerangku dengan terlebih dahulu melemparkan sebuk pelumpuh!” Wu Lie terpaksa berbohong karena dia malu harus mengakui kalah dari musuh yang jauh lebih muda.


“Martial Spirit peringkat apa yang dia bangkitkan sampai berani menolak sekte teratai putih? Akan tetapi aku sangat bersyukur karena orang licik sepertinya tidak menjadi bagian sekte teratai putih, yang selama ini mencerminkan betapa baiknya diriku sebagai Kaisar.”

__ADS_1


Wu Lie tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan kakaknya, lalu dia menjawab pertanyaannya, “Pemuda itu membangkitkan Martial Spirit peringkat Shang tingkat 10, sementara dua wanita yang bersamanya, masing-masing dari mereka berhasil membangkitkan Martial Spirit peringkat Xuan tingkat 7,dan peringkat Shang tingkat 2.”


Mendengar itu, kedua mata Wu Ming melebar sempurna, dan entah kenapa tiba-tiba dia ragu berurusan dengan orang-orang yang berani mencelakai adiknya. Namun, karena rasa sayangnya pada Wu Lie, pada akhirnya dia tetap mencari orang-orang itu untuk menuntut balas.


Lima Jenderal dan ratusan prajurit Kekaisaran dia tugaskan mencari orang-orang itu, setelah dia menerima sketsa wajah yang gambar sendiri oleh Wu Lie.


Wu Lie senang dengan apa yang dilakukan kakaknya untuk dirinya, terlebih lagi kakaknya tidak curiga dengan kebohongannya, dan yang terpenting dia belum tahu seburuk apa sekte teratai putih yang selama ini dia gunakan untuk menunjukkan seberapa baiknya dia sebagai seorang Kaisar.


‘Pada akhirnya orang bodoh tetaplah bodoh! Tunggu saja, sebentar lagi akulah yang akan duduk di singgasana Kekaisaran Wu, menggantikan posisimu!’ ungkap Wu Lei dalam hati, lalu dia pergi undur diri setelah dua tabib Kekaisaran selesai mengobati luka di sekujur tubuhnya.


°°°


Pagi-pagi sekali sebelum turun ke lantai bawah, Zhang Yu mengirim Qing Yue, Long Hua, dan Shu Cing ke dunia kecil miliknya. Setelah ketiga wanita itu sudah pergi ke dunia kecil, barulah dia dan Zhang Fu turun ke lantai bawah, bersiap melanjutkan perjalanan menuju Kota Zhang, kota besar di wilayah timur yang sepenuhnya berada di bawah penguasaan Klan Zhang.


Baru juga keluar dari penginapan, Zhang Yu dan Zhang Fu sudah disuguhi keributan yang dilakukan sekelompok orang berjubah, dimana terdapat motif teratai berwarna putih di bagian belakang jubah mereka.


“Bukannya mereka dari sekte teratai putih! Apa yang ingin mereka lakukan dengan memaksa semua orang menunjukkan wajahnya? Apa mungkin mereka sedang mencari keberadaan seseorang?” tanya Zhang Yu.


Zhang Fu memukul keningnya mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut tuan mudanya.


Zhang Fu melihat sekeliling, lalu dia melihat keberadaan beberapa sosok yang berasal dari sekte teratai putih pergi setelah melihat keberadaan dirinya, dan tuan mudanya, ’Sudah aku duga, mereka sedang memburuku dan tuan muda’ ungkapnya dalam hati.


Zhang Yu sendiri tiba-tiba saja tersenyum setelah menyadari sesuatu, “Saudara Fu, sepertinya kita akan sedikit mendapat hiburan pagi ini!” kata Zhang Yu tersenyum semakin lebar.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2