
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Ini sudah beberapa hari suami berada di Alam Dewa, tapi baru kali ini suami datang menemui kami, apa suami tidak merindukan kami?” tanya Long Hua, tak lama setelah kedatangan Zhang Yu di dunia kecil.
“Bukannya aku tidak merindukan kalian, tapi saat ini aku sedang terjebak dalam situasi konflik perebutan penguasa baru Alam Bunga, yang membuatku tidak bebas menemui kalian.”
Zhang Yu mulai menceritakan apa yang dialaminya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Alam Dewa, termasuk identitas barunya sebagai Lin Zhan, Tuan Muda kelima Istana Hua, yang harus tersingkir dari persaingan kekuasaan di Istana, dan pada akhirnya dia serta kakaknya harus menetap di Sekte Lili Putih melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Ibu mereka.
Semua istrinya menganggukkan kepala mengerti dengan apa yang diceritakan Zhang Yu. Selain itu, saat mengingat Alam Bunga, mereka jadi teringat sahabat lama, yang menolak melewati roda reinkarnasi, dan memilih tetap tinggal di Alam Kematian.
Mereka mengingat sahabat mereka adalah Penguasa Alam Bunga, yang mengorbankan kehidupannya untuk melindungi Alam Bunga dari kehancuran, saat terjadinya Perang besar jutaan tahun yang lalu.
Qing Yue tiba-tiba saja memeluk tubuh Zhang Yu dari belakang, lalu dengan suara lembut dia berkata, “Bagaimana rupa Lin Yifei? Apa kecantikannya setara dengan kami, atau dia justru lebih cantik dari kami? Katakan seperti apa dia, supaya kami bisa menilai kelayakannya untuk menjadi salah satu saudara kami!”
Zhang Yu menoleh kesamping, melirik wajah cantik Qing Yue, “Aku tidak tahu apa maksudmu dengan menjadikan dia sebagai salah satu saudari kalian, tapi aku tahu kalau dia memang cantik!” ungkap Zhang Yu memberi jawaban.
Qing Yue semakin mempererat pelukannya, “Menjadikan dia saudari, artinya dia akan menjadi bagian dari kami, tapi sebelum itu terjadi, terlebih dahulu kamu harus menikahinya! Lagian, di tempat ini kami cuma berlina, sedangkan tempat ini sangatlah luas, menambah satu lagi saudari tidak akan menjadi masalah untuk kami!”
Kebanyakan pria pasti akan merasa senang saat istrinya memberinya izin menambah jumlah istri di kediamannya, tapi itu tidak berlaku pada Zhang Yu yang sangat tahu seberapa kuat pertahanan kelima istrinya, saat mereka melakukan peperangan di atas ranjang. hampir tujuh jam dalam satu malam dia habiskan hanya untuk menerobos pertahanan kelima istrinya.
__ADS_1
Qing Yue dan empat wanita lainnya menahan tawa, saat melihat wajah cemas yang terlihat jelas di wajahmu Zhang Yu, “Suami, kamu tidak perlu cemas! Dengan menambah satu lagi istri, setiap malamnya kamu cukup melakukan itu dengan tiga orang dari kami, dan itu berlaku untuk malam-malam selanjutnya!” ungkap Long Hua.
Mendengar itu Zhang Yu menghela nafas panjang, kemudian dia berkata, “Aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran kalian! Tapi aku tahu kalau Lin Yifei tidak tertarik padaku!...”
°°°
Dua hari berlalu dengan cepat. Dalam dua hari banyak hal terjadi di Sekte Lili Putih, diantaranya adalah Lin Yifei yang berhasil menerobos tingkat puncak ranah Dewa Surgawi menengah, satu tingkat lebih tinggi dari pencapaian Lin Mohan, yang membuatnya bisa kembali diangkat menjadi calon utama penguasa Alam Bunga. Akan tetapi Lin Yifei lebih memilih menyembunyikan kabar itu dan lebih fokus pada peningkatan kekuatannya.
Zhang Yu sendiri yang selama dua hari di Alam Dewa dia habiskan dengan melakukan kultivasi tertutup di aula kultivasi yang berada di dunia kecil, dia berhasil mendapatkan terobosan beruntun, yang membuat kekuatannya sekarang berada di ranah Dewa Surgawi Rendah tingkat 4, dan sedikit lagi dia dapat menerobos tingkat 5. Akan tetapi dia tidak bisa melakukan itu sekarang, dikarenakan dia merasakan adanya bahaya yang mendekati Sekte Lili Putih.
Zhang Yu buru-buru pergi keluar dari dunia kecil, saat prajurit bayangan miliknya yang sengaja dia suruh berjaga di kamarnya, menggunakan teknik telepati mengatakan padanya kalau Lin Yifei sedang berjalan menuju kediamannya, bersama Yan Fei. Mereka datang dengan tergesa-gesa, dan nampak jelas raut wajah kekhawatiran di wajah keduanya.
Begitu keluar dari dunia kecil dan menarik kembali keberadaan prajurit bayangan ke dalam bayangannya, Zhang Yu langsung saja membuka pintu, mengejutkan dua wanita yang baru saja ingin mengetuk pintu kamarnya. Zhang Yu tiba-tiba saja mengerutkan keningnya, saat melihat ekspresi wajah dua wanita di hadapannya.
Dengan cepat, Lin Yifei menjawab pertanyaan Zhang Yu, “Lin Mohan mengerahkan pendukungnya menyerang Sekte Lili Putih! Mereka menginginkan cincin penyimpanan yang beberapa hari lalu kamu berikan padaku, dan kita hanya punya waktu satu minggu untuk menyerahkan apa yang mereka inginkan. Seandainya kita melewati batas waktu yang telah mereka berikan, mereka akan menghapus keberadaan Sekte Lili Putih dari daratan Alam Bunga.”
Jawaban yang diberikan Lin Yifei sangatlah jelas. Hanya dengan mendengar jawaban itu, Zhang Yu langsung dapat menyimpulkan darimana Lin Mohan tahu perihal cincin yang belum lama ini dia berikan cincin itu pada Lin Yifei. Darimana lagi dia mengetahui semua itu kalau tidak dari Lin Yang.
Tak mampu mendapatkan apa yang diinginkannya seorang diri, dia meminta bantuan para tetua Istana Hua, untuk merebut paksa cincin yang dia berikan pada Lin Yifei. Dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya mampu menghadapi salah satu tetua, yang sama kuatnya dengan Lin Yang.
Seandainya yang datang menyerang lebih dari lima orang tetua dengan kekuatan mereka lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan Lin Yang, tentu dia tidak akan mempu melawan mereka seorang diri. Setidaknya dia butuh bantuan dari tetua Lin Bai, yang beberapa hari yang lalu menyatakan kesetiaannya pada Lin Yifei, dan rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk melindungi Lin Yifei.
__ADS_1
Tidak hanya Lin Bai, tapi masih ada tetua Lin Niang dan tetua Lin Jiangsu, yang sejak awal memang sudah menyatakan kesetiaannya pada Lin Yifei. Bersama-sama mereka menentang keputusan tetua lainnya, yang memutuskan berada di sisi Lin Mohan. Selain itu, mereka juga rela mengorbankan nyawa untuk melindungi Lin Yifei, Sam halnya dengan tetua Lin Bai.
Setelah mempersilahkan Lin Yifei dan Yun Fei terlebih dahulu duduk di kursi yang berada di kamarnya, barulah Zhang Yu berkata, “Aku sudah memperkirakan kalau Lin Yang yang pergi melarikan diri akan mendatangkan bahaya untuk Sekte Lili Putih, tapi Kakak tenang saja, aku Lin Zhan sudah menyiapkan banyak cara untuk melindungi Sekte Lili Putih dari serangan Lin Mohan dan orang-orangnya.”
Lin Yifei tahu adiknya telah berubah menjadi sosok yang kekuatannya bahkan sudah melampaui kekuatannya, tapi untuk saat ini dia tidak percaya kalau apa yang direncanakan adiknya mampu menghindarkan Sekte Lili Putih dari kehancuran, “Adik, sebaiknya aku menyerahkan cincin pemberianmu pada Lin Mohan, daripada aku membuat kita semua berada dalam bahaya!” ungkapnya.
Mendengar itu Zhang Yu cepat menggelengkan kepalanya, lalu dia menggenggam erat kedua tangan Lin Yifei yang berada di atas meja, “Kakak tidak perlu melakukan itu! Cukup dengan percaya padaku, maka aku akan membuktikan kalau aku benar-benar mampu melindungi Sekte Lili Putih. Kalau perlu, aku akan memusnahkan mereka semua yang memiliki niat buruk pada Kakak, dan seluruh anggota Sekte Lili Putih!” ujarnya tegas.
Kata-kata Zhang Yu terdengar begitu meyakinkan di telinganya, bahkan Yan Fei yang berada di sampingnya sangatlah yakin kalau Zhang Yu dapat membuktikan apa yang sudah dia katakan.
Tak ada pilihan lain, pada akhirnya Lin Yifei setuju dengan apa yang dikatakan Zhang Yu. Meski setuju, dia tidak akan membiarkan adiknya itu berjuang seorang diri, melawan Lin Mohan dan orang-orangnya.
Masih ada waktu satu minggu. Dalam satu minggu ini dia berharap dapat menerobos tingkat yang lebih tinggi, lalu dia akan berdiri di sisi adiknya, membantu melindungi Sekte Lili Putih dari mereka yang ingin menghancurkan apa yang sudah diwariskan padanya oleh orangtuanya.
Setelah terlebih dahulu menghela nafas panjang, Lin Yifei berkata, “Baiklah, aku tidak akan memberikan cincin pemberianmu pada Lin Mohan, tapi aku akan berada di sisimu, membantu melawan mereka yang menjadi musuh kita!”
Zhang Yu tersenyum mendengar itu, lalu dia bangkit berdiri setelah melepas genggaman tangannya yang semula menggenggam tangan Lin Yifei, “Kita akan berjuang bersama-sama mengalahkan mereka.” ungkapnya.
Lin Yifei menganggukkan kepalanya setuju, tapi dalam hati dia berkata, ‘Apa sebenarnya yang terjadi padaku? Saat dia menyentuh tanganku, aku merasa aman dan terlindungi. Aku bahkan rela memberikan semua yang aku miliki hanya untuknya...’
°°°
__ADS_1
Bersambung...