
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Pagi hari Sekte Lili Putih.
Yuxi yang telah mendapatkan semua informasi tentang Tuan Muda kelima, langsung saja dia memberikan seluruh informasi itu pada Zhang Yu, termasuk informasi tentang Sekte Lili Putih.
Semua informasi dia sampaikan begitu rinci, terutama tentang keadaan Lin Zhan yang tubuhnya sudah hancur di tangan Lin Mohan, Tuan Muda kedua Istana Hua, yang sejak lama tidak menyukai keberadaan Lin Zhan. Lin Zhan sendiri memiliki kakak bernama Lin Yifei, wanita yang ditakdirkan menjadi Penguasa baru Alam Bunga.
Akan tetapi karena Lin Yifei lebih lemah dibandingkan Lin Mohan, para tetua lebih memilih Lin Mohan sebagai calon Penguasa baru Alam Bunga, dan perlahan mereka mulai melupakan keberadaan Lin Yifei, yang pada akhirnya harus terasingkan di Sekte Lili Putih, tempat yang dibangun oleh mendiang Ibunya ratusan ribu tahun yang lalu, dan kebanyakan murid Sekte Lili Putih adalah mereka para wanita yang menjadi korban ketidak adilan.
Untuk wajah Lin Zhan yang sama persis dengan wajah Zhang Yu, Yuxi hanya mengatakan kalau itu semua adalah kehendak Sang Pencipta, dan tak seorangpun tahu alasannya.
Nama Lin Zhan sangat dipuja-puja di Sekte Lili Putih karena sebagian besar wanita di sekte adalah wanita yang dia selamatkan dari pasar budak, dan karena itu juga para wanita tidak menyesal memberikan mahkota berharga mereka padanya. Bagi mereka, lebih baik menyerahkan semuanya pada Lin Zhan, daripada diambil paksa oleh orang-orang yang tidak mereka kenal.
Semua informasi telah disampaikan Yuxi pada Zhang Yu tanpa ada informasi yang dia tutup-tutupin, bahkan Yuxi juga memberi informasi berapa banyak wanita yang sudah menyerahkan mahkota berharga mereka pada Lin Zhan, yang mana jumlahnya membuat Zhang Yu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Jika harus menikahi semua wanita yang memberikan segalanya pada dirinya, Zhang Yu bisa memastikan kalau Lin Zhan hanya akan menjalani seluruh hidupnya di atas ranjang, dan tentunya dia harus memiliki tenaga lebih untuk menghadapi keinginan para istrinya. Membayangkan semua itu, Zhang Yu merasa beruntung karena dia hanya memiliki lima istri.
Memiliki lima istri saja sudah membuat miliknya harus bekerja keras sepanjang malam, apalagi kalau dia memiliki lebih dari lima ratus istri, mungkin dia akan kehilangan miliknya hanya dalam beberapa minggu. “Itu sangatlah mengerikan,” gumam lirih Zhang Yu.
Saat Zhang Yu sedang membayangkan nasib buruk miliknya kalau dirinya memiliki lima ratus istri, Yan Fei tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar yang dia tempati, “Tuan Muda kelima, Nona Lin Yifei sudah menunggu kedatangan Tuan Muda kelima di ruang makan, untuk menikmati makan pagi bersama!” kata Yan Fei dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
Mendengar itu Zhang Yu menunjukkan senyum di wajahnya, lalu dia berkata, “Baiklah, kita pergi ke ruang makan,” balasnya lalu dia segera melangkahkan kaki, berjalan mengikuti Yan Fei yang berjalan di depannya.
°°°
Berada di ruang makan, Lin Yifei yang melihat kedatangan Zhang Yu segera menyambut kedatangannya, begitu juga dengan para pelayan yang ikut menyambut kedatangan Zhang Yu, yang mana dimata mereka Zhang Yu adalah sosok Lin Zhan, Tuan Muda kelima yang mereka cintai.
Menempati tempat duduk di dekat Lin Yifei, dari penjelasan Yuxi, Zhang Yu tahu wanita di dekatnya adalah Lin Yifei, kakak Lin Zhan, yang untuk sementara waktu identitasnya akan dia pinjam. Dari aura yang merembes keluar dari tubuh Lin Yifei, Zhang Yu tahu kalau wanita di dekatnya bukanlah sosok yang bisa sembarangan dia singgung.
“Adik, kemana saja kamu selama ini? Menghilang begitu saja, dan baru kembali setelah berhasil menerobos tingkat puncak ranah Dewa Immortal Bumi. Apa kamu menemukan hal menarik di luar sana?” tanya Lin Yifei.
Zhang Yu menunjukkan senyum di wajahnya, kemudian dia menjawab, “Selama beberapa waktu ini aku menjalani pelatihan di luar Sekte, tapi sekeras apapun latihan yang aku lakukan, kekuatanku hanya sedikit mengalami peningkatan, masih jauh kalau dibandingkan dengan kekuatan Kakak dan yang lainnya. Aku masihlah yang terlemah.”
Mendengar itu Lin Yifei membalas, “Lain kali kamu tidak perlu keluar meninggalkan Sekte kalau hanya ingin berlatih! Kalau kamu benar-benar ingin berlatih, kamu bisa menggunakan sumberdaya yang dimiliki Sekte Lili Putih. Dengan berlatih keras dan dengan sumberdaya yang dimiliki Sekte Lili Putih, aku yakin satu tahun ke depan kamu dapat menerobos tingkat puncak ranah Dewa Immortal Langit.”
Sesaat Lin Yifei tidak merasa ada yang aneh saat melakukan pembicaraan dengan Zhang Yu, tapi tiba-tiba saja dia merasa ada yang aneh dengan Zhang Yu, begitu dia teringat apa yang dikatakan Yan Fei tentang adiknya yang mengalami gangguan ingatan.
Berbeda dengan kemarin, tiba-tiba saja hari ini dia seperti sudah mengingat semuanya, “Kalian tidak perlu bingung seperti itu! Kemarin aku hanya berpura-pura,” ungkap Zhang Yu.
Lin Yifei dan Yan Fei mengarahkan pandangannya ke arah Zhang Yu, yang masih fokus dengan makanannya, “Syukurlah kalau Tuan Muda kelima baik-baik saja,” kata Yan Fei.
“Kalau saja kamu benar-benar mengalami masalah ingatan, aku akan mencarikan tabib terbaik di Alam Bunga untuk membedah kepalamu!” ungkap Lin Yifei yang seketika membuat bibir Zhang Yu berkedut.
°°°
__ADS_1
Acara makan pagi berlangsung cepat karena Lin Yifei harus segera kembali ke aktifitasnya sebagai Patriak Sekte Lili Putih, menggantikan posisi yang dulunya ditempati oleh Ibunya.
Sementara itu Zhang Yu yang dilanda kebosanan, dia memutuskan berjalan mengelilingi Sekte, dan sekarang dia berada di atas gerbang sekte bersama beberapa murid yang bertugas sebagai penjaga gerbang.
Dari kejauhan, Zhang Yu dan semua murid yang bertugas menjaga gerbang Sekte, mereka melihat kereta kuda mewah yang dikawal puluhan prajurit, bergerak mendekati gerbang Sekte. Dari lambang yang terdapat di kereta kuda, Zhang yang sudah mendapatkan seluruh informasi dari Yuxi, dia tahu kereta kuda itu milik Tuan Muda kedua yang telah mencelakai Lin Zhan.
Seorang pria dengan jubah merah yang menambah gagah penampilannya keluar dari dalam kereta kuda, begitu kereta kuda miliknya berhenti di depan gerbang Sekte Lili Putih.
“Buka gerbang dan biarkan aku masuk untuk bertemu Patriak Sekte kalian! Jujur saja, kedatanganku kali ini untuk menyampaikan kabar duka pada Patriak Sekte dan juga pada kalian!”
“Kabar duka? Kabar duka apa yang ingin Kakak Mo sampaikan pada Kakakku? Apa kabar duka itu ada hubungannya denganku?” tanya pemuda yang berdiri di atas gerbang Sekte, dengan tatapan mata menatap rendah ke arah Lim Mohan.
Mata Lin Mohan terbuka lebar, setelah dia mendongakkan kepalanya, melihat pemilik suara yang terdengar tidak asing di telinganya, “Kau Lin Zhan! Bagaimana kau bisa berada di tempat ini? Bukannya malam itu kau sudah...”
“Sudah apa? Kakak Mo, aku baik-baik saja, tak seperti apa yang ada di dalam pikiran kamu. Mungkin malam itu kau salah mengenali orang!” ungkap Zhang Yu dengan menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.
Lin Mohan mengingat malam itu dengan tangannya sendiri dia membunuh Lin Zhan, bahkan dia juga yang menghancurkan mayatnya. Akan tetapi, sekarang dia melihat sosok Lin Zhan ada di depan matanya dalam keadaan baik-baik saja, dan tak terlihat kalau dia habis mengalami hal buruk.
Zhang Yu masih saja menunjukkan senyuman sinis di wajahnya, saat melihat ekspresi kebingungan yang terlihat di wajah Lin Mohan.
Di sisi lain, ada sosok pria tua yang menyembunyikan keberadaannya di balik awan, tapi dengan jelas dia melihat apa yang sedang terjadi di depan gerbang Sekte Lili Putih.
Pria tua yang matanya tak berkedip saat melihat Zhang Yu, tiba-tiba saja menunjukkan senyuman di wajahnya sambil bergumam, “Dia bukan Lin Zhan, tapi dia adalah sosok yang sudah lama menghilang. Lin Mohan dan para orang tua bodoh itu, mereka telah menemukan lawan tangguh, yang dengan kekuatannya lebih dari mampu untuk mengungkap keburukan mereka...”
__ADS_1
°°°
Bersambung...