
Ribuan monster yang datang berhasil dimusnahkan, dan hanya memberi sedikit kerugian pada pihak kota karena mereka harus merelakan kematian puluhan prajurit penjaga kota.
Dua ratus prajurit bayangan Zou Chen terus bergerak menyisir wilayah hutan di sekitaran kota, mencari kemungkinan adanya monster yang berhasil menyembunyikan dirinya.
Sedangkan Zhang Yu, Qing Yue dan Zhang Fu, dengan sukarela mereka membantu orang-orang yang terluka. Ratusan pil penyembuh dibeli Zhang Yu dari toko sistem, dan dia bagi pada orang yang memang membutuhkannya.
Pihak penguasa Kota Ma mengerahkan ratusan prajurit untuk mengambil tubuh tiga monster ranah Dewa Sejati yang sebelumnya berhasil dibunuh Zhang Yu, dan dua orang lainnya.
Namun, tubuh monster yang diinginkan penguasa kota tidak ditemukan di tempatnya karena Zhang Yu telah memasukkan tubuh ketiga monster ke dalam dunia kecil, sebagai makanan Zhang Lao dan para naga.
“Kalian cari tiga orang yang tadi berhasil mengalahkan ketiga monster itu! Kalau kalian menemukan mereka, bawa mereka ke hadapanku biar aku sendiri yang menanyakan pada orang-orang itu, dimana mereka menyembunyikan tiga tubuh monster ranah Dewa Sejati!” kata Ma Rui, penguasa Kota Ma, pada prajurit kepercayaannya.
“Baik Tuan, kami akan mencari mereka,” balas seluruh prajurit, lalu mereka undur diri dari hadapan Ma Rui.
Puluhan prajurit segera pergi menuju gerbang kota, dimana salah satu dari mereka sempat melihat keberadaan tiga orang yang berhasil membunuh monster ranah Dewa Sejati.
Beberapa waktu berlalu akhirnya mereka sampai di gerbang Kota, dan berhasil menemukan keberadaan Zhang Yu dan dua orang lainnya.
Dua prajurit mendekat ke tempat ketiganya, lalu salah satu dari mereka berkata, “Maaf mengganggu waktu Tuan dan Nona, kami datang untuk menyampaikan pesan dari penguasa Kota, yang mengundang Tuan dan Nona datang ke kediamannya.”
“Mengundang kami? Untuk apa juha penguasa kota ini mengundang kami?” tanya Zhang Yu.
“Penguasa kota ingin berterimakasih pada Tuan dan Nona karena telah membantu melindungi kota ini dari serangan para monster,” ungkap prajurit satunya.
“Baiklah, kalau begitu tunjukkan padaku jalan menuju kediaman pemimpin kota!” kata Zhang Yu.
Qing Yue dan Zhang Fu melirik kearah Zhang Yu. Keduanya terlihat tidak ingin menghabiskan waktu mereka dengan berkunjung ke kediaman penguasa kota. Akan tetapi pada akhirnya mereka hanya mengikuti keinginan Zhang Yu.
“Kita tidak akan lama. Kalau tidak ada sesuatu yang penting, kita akan meninggalkan tempat itu!” ungkap Zhang Yu segera mengikuti prajuri yang melayang di depannya.
__ADS_1
[DING]
[Mendeteksi kekuatan kegelapan berjarak lima ratus meter dari tempat Tuan.]
[Seseorang yang membudidayakan kekuatan kegelapan, sedang mengawasi keberadaan Tuan yang bergerak ke arahnya.]
“Aku dapat merasakan orang itu, dan sepertinya dia berada di tempat yang menjadi tujuanku,” katanya pada Yuxi.
[DING]
[Ranah Dewa Langit tingkat puncak, sosok itu bukan merupakan ancaman, tapi Tuan akan kerepotan setelah membunuh orang itu.]
“Kalau kamu mengatakan itu, sepertinya aku tahu siapa sosok yang membudidayakan kekuatan kegelapan di kota ini. Tidak salah lagi, orang itu pasti penguasa kota ini!” kata Zhang Yu dalam pikirannya.
°°°
Terus mengikuti prajurit di depannya, Zhang Yu, Qing Yue, dan Zhang Fu akhirnya tiba di kediaman penguasa kota.
“Tuan dan Nona, saya berterimakasih karena kalian telah membantu melindungi kota ini dari serangan monster, tapi bolehkah yang tua ini tahu dimana pastinya Tuan dan Nona menyembunyikan tubuh monster ranah Dewa Sejati, yang berhasil kalian kalahkan?” tanya Ma Rui langsung ke intinya.
“Tubuh monster itu tersimpan dalam cincin penyimpanan kami,” jawab Zhang Yu tenang.
“Kalau begitu, bolehkan saya memintanya? Setidaknya berikan salah satu tubuh monster itu pada pihak kota karena kalian mendapatkan ketiga monster itu di kota ini!” kata Ma Rui mulai menunjukkan sisi serakahnya.
“Kami membutuhkan ketiganya untuk meningkatkan kekuatan ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi, maaf kami tidak bisa memberikan salah satu tubuh monster pada pihak kota!” balas Zhang Yu tegas.
“Lebih baik serahkan salah satunya padaku, atau kalian justru ingin aku mengambilnya secara paksa!” teriak Ma Rui.
“Ambil saja kalau kau bisa mengambilnya!” tantang Zhang Yu sembari berbalik badan, bersiap pergi meninggalkan kediaman Ma Rui.
__ADS_1
Ma Rui kesal karena kata-katanya sama sekali tidak dianggap oleh Zhang Yu, dengan kasar dia berhasil menarik tubuh Qing Yue, dan dengan tangan kirinya dia membuka cadar yang menutupi sebagian wajahnya.
Saat cadar itu terlepas, semua orang di tempat itu terpesona dengan kecantikan dan keindahan fitur wajah yang dimiliki Qing Yue, bahkan Ma Rui yang tepat berada di depannya enggan berpaling dari kecantikan di depannya.
“Kau harus menjadi milikku!” Ma Rui mencoba memegang tangan Qing Yue untuk menarik wanita itu ke dalam pelukannya, tapi belum juga dia berhasil menyentuh tangan wanita itu, sebuah pedang melesat dan dengan rapi memotong tangannya.
Ma Rui mengerang kesakitan, sambil menatap tajam Zhang Yu, orang yang melemparkan pedang dan berhasil memotong tangannya, “Berani sekali kau melukai tanganku yang sangat berharga! Kalian semua, tangkap dan siksa mereka berdua sampai mati!” Ma Rui meminum sebuah pil yang perlahan menumbuhkan tangannya yang terpotong.
Namun belum juga tangannya tumbuh sempurna, Zhang Yu tiba-tiba sudah berada di belakangnya, dan memukul dengan kasar bagian belakang kepala Ma Rui. Seketika Ma Rui jatuh tersungkur dengan wajah menghantam lantai kediamannya.
Zhang Yu berkata dingin, “Siapa yang berani menyentuh milikku tanpa seizin dariku, hanya akan me derita sampai Dewa Kematian datang menjemputnya!”
Tidak terlihat lagi sikap tenang yang biasanya di tunjukkan Zhang Yu, dia sangat marah dengan apa yang baru dilakukan Ma Rui, dan tentu tidak ada pengampunan untuk orang yang dengan sengaja berbuat kasar pada istrinya.
Kedua wanita Ma Rui mencoba menolong suami mereka, tapi Qing Yue muncul menghentikan mereka. Merasa wanita di depan mereka lemah, dua wanita yang memiliki kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat awal, langsung menyerang Qing Yue dengan seluruh kekuatannya.
“Membela orang yang salah, kalian berdua pantas mati!” kata Qing Yue yang tidak segan membunuh keduanya.
Qing Yue dengan mudah menghindari serangan keduanya, walau gerakan mereka cepat dan terarah, itu belum cukup untuk membuatnya terluka.
“Karena kalian terus memaksaku untuk bertarung, jangan menyalahkanku kalau serangan balasan yang aku lakukan, dapat mengakhiri kehidupan kalian! Akan tetapi karena kita sama-sama wanita, aku tidak akan menghancurkan tubuh kalian,” ungkap Qing Yue sambil menarik pedang dari cincin penyimpanannya, lalu secara bergantian dia menusukkan pedangnya ke dada dua wanita, yang seketika tumbang dengan tubuh kejang-kejang, begitu jantung mereka kancur terkena serangan musuhnya.
Qing Yue meninggalkan keduanya, lalu menyaksikan bagaimana suaminya membunuh Ma Rui, dan Zhang Fu yang hampir selesai membunuh seluruh prajurit di kediaman Ma Rui.
Setelah Ma Rui dan semua orang di kediaman itu mati, Zhang Yu, Qing Yue dan Zhang Fu begitu saja pergi meninggalkan kediaman yang dipenuhi tumpukan mayat prajurit, dengan tubuh Ma Rui dan kedua istrinya berada di tumpukan teratas.
“Dengan kematian Ma Rui dan puluhan prajuritnya, kota ini telah kehilangan pilar pentingnya. Benar kata Yuxi, aku akan kerepotan setelah membunuh Ma Rui, kultivator pembudidaya kekuatan kegelapan.” gumamnya lirih.
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...