
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Klan Zhang.
Di halaman utama Klan Zhang yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan prajurit Klan, ribuan keluarga prajurit Klan Zhang yang pergi ke medan perang menunggu hasil peperangan dengan cemas.
Seorang ketua Klan Zhang yang ditugaskan menjaga keamanan Klan selama masa perang, tiba-tiba muncul di depan semua orang, kemudian dia berkata, “Kalian semua tidak perlu merasa cemas! Klan Zhang telah memenangkan perang, dan kabar baiknya kita tidak kehilangan satu orang pun yang pergi ke medan perang!” ungkapnya dengan suara lantang dan jelas.
“Saat ini mereka sedang melakukan pembersihan medan perang, dan mereka akan kembali ke Klan setelah selesai melakukan pembersihan,” lanjutnya.
Seketika kebahagiaan meledak di halaman Klan Zhang, dan dalam waktu singkat kabar membahagiakan itu menyebar ke seluruh kawasan Klan Zhang, bahkan kabar itu dengan cepat menyebar di Kota Zhang.
Semua orang merasakan kebahagiaan, bersama dengan hilangnya kecemasan yang sempat mereka rasakan.
“Kalian bisa pulang ke rumah masing-masing, dan bersiap mengadakan pesta penyambutan untuk mereka yang baru kembali dari medan perang!” ujar Ketua Klan Zhang.
“Baik Ketua!” balas semua orang lalu satu persatu dari mereka mulai pergi meninggalkan halaman utama Klan Zhang.
“Era kejayaan Klan Zhang akan segera tiba,” gumam Ketua Klan Zhang.
°°°
Kekaisaran Alam Atas.
Pangeran ke enam Kekaisaran Alam Atas yang kini bergelar Putra Mahkota, dengan senyum tipis di wajahnya, dia memegang giok jiwa milik Kaisar Yin Wugou yang telah padam.
“Entah kenapa aku justru bahagia dengan kematiannya dan orang-orang yang pergi bersamanya untuk berperang dengan Klan Zhang!” gumamnya.
“Yang Mulia, apa perlu kita mengirim salah satu Jenderal dan beberapa prajurit untuk membawa pulang jenazah Yang Mulia Kaisar?” tanya orang kepercayaannya.
“Aku sendiri yang akan mendatangi Klan Zhang, dan menjemput jenazah Ayahanda. Sekalian, aku ingin memperbaiki hubungan antara Kekaisaran Alam Atas dan Klan Zhang,” ungkapnya.
“Yang Mulia, bukannya itu terlalu bahaya? Klan Zhang saat ini masih berstatus sebagai musuh kita, bisa saja mereka melakukan hal buruk pada Yang Mulia!” ujar orang kepercayaannya yang mengkhawatirkan keselamatannya selama berada di Klan Zhang.
“Kamu tenang saja, aku bukan Menteri bidang pertahanan yang datang dengan niat buruk. Jadi, aku yakin Klan Zhang tidak akan melakukan hal buruk padaku!”
__ADS_1
°°°
Klan Zhang.
Dua hari berlalu setelah kabar kemenangan Klan Zhang menyebar ke segala penjuru Alam Atas.
Ratusan ribu prajurit Klan Zhang yang dipimpin Zhang Xinhua dan Zhang Quro telah memasuki kawasan Klan. Kedatangan mereka disambut meriah oleh seluruh anggota Klan yang tidak ikut ke medan perang.
Zhang Yu, Qing Yue, Long Hua, Shu Cing dan Yin Siyi yang berada di belakang Zhang Quro, mereka dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan seluruh anggota Klan Zhang.
“Sungguh sambutan yang meriah,” ujar Qing Yue.
“Sambutan seperti ini mengingatkanku pada mereka yang ada di Alam Nirwana Agung. Kira-kira seperti apa keadaan mereka saat ini?” ungkap Zhang Yu mengingat penduduk di Kekaisaran Alam Nirwana Agung.
“Mereka pasti baik-baik saja, dan senantiasa menunggu kembalinya kita ke Alam Nirwana Agung!” kata Long Hua.
Mendengar itu Zhang Yu hanya menganggukkan kepalanya, dan terus saja melangkah mengikuti Zhang Quro yang melangkahkan kakinya menuju aula Klan.
Tepat di belakang Zhang Yu dan keempat istrinya, ada rombongan prajurit yang memikul peti-peti berisikan mayat Kaisar Yin Wugou dan para petinggi Kekaisaran Alam Atas, yang mati di medan perang.
Sampai di aula Klan, semua orang memandang Zhang Yu dan Zhang Quro dengan penuh kekaguman.
Semua orang mengangguk setuju dengan apa yang ingin dilakukan Zhang Quro.
Suasana aula Klan seketika menjadi ramai, saat puluhan pelayan datang menyajikan berbagai macam hidangan yang sengaja dipersiapkan untuk menyambut kedatangan mereka yang kembali dari medan perang.
“Semoga Klan Zhang semakin jaya!” kata Zhang Quro sambil mengangkat cangkir berisi arak, dan segera saja seluruh orang di aula juga melakukan apa yang dilakukan Zhang Quro.
“Tuan, ada Putra Mahkota Kekaisaran Alam Atas meminta izin memasuki kawasan Klan Zhang,” bisik salah satu Ketua Klan Zhang, yang sudah berada di sebelah Zhang Quro.
“Aku tidak menyangka kalau Putra Mahkota sendiri yang datang menjemput jenazah Kaisar Yin Wugou! Biarkan dia masuk, dan arahkan dia ke aula timur! Sebentar lagi aku akan menemuinya,” perintah Zhang Quro.
“Baik Tuan, aku akan mengarahkannya ke tempat itu,” balasnya lalu dia segera pergi menjalankan perintah Zhang Quro.
Dari kejauhan, Zhang Yu yang menggunakan mata Dewa nya, dengan jelas dapat membaca gerakan bibir salah satu Ketua Klan yang baru menyampaikan sesuatu pada Zhang Quro.
“Istri-istriku yang cantik, sebaiknya kita pergi ke aula timur, untuk melihat siapa kiranya orang dari Kekaisaran Alam Atas yang datang menjemput jenazah Kaisar Yin Wugou!” kata Zhang Yu, lalu dia dan ke empat istrinya pergi begitu saja meninggalkan aula utama Klan Zhang.
__ADS_1
“Kereta Naga Putra Mahkota!” kata Yin Siyi begitu dia dan yang lainnya sampai di depan aula timur Klan Zhang.
“Bocah bodoh itu, apa sebenarnya yang ingin dia lakukan dengan mendatangi Klan Zhang?” lanjutnya.
“Kalau kamu ingin tahu tujuannya, lebih baik kita masuk ke dalam, dan menanyakan langsung padanya apa tujuannya datang ke Klan Zhang selain menjemput jenazah Kaisar Yin Wugou!” kata Zhang Yu, dan bersama-sama mereka memasuki aula timur Klan Zhang menemui Yin Zan.
“Kak Siyi, apa yang Kakak lakukan di tempat ini?” tanya Yin Zan melihat keberadaan kakaknya diantara orang-orang yang baru saja memasuki aula timur Klan Zhang.
Di tempatnya berdiri, Zhang Yu dapat melihat tatapan Yin Zan yang tidak menyukai keberadaannya yang berada di dekat Yin Siyi. Yin Zan terang-terangan memberi tatapan sinis padanya, yang menunjukkan kalau dia benar-benar tidak menyukai keberadaannya, tapi Zhang Yu sama sekali tidak mempedulikannya.
“Aku berada di tempat ini mengikuti suamiku!” Yin Siyi tiba-tiba saja memeluk erat lengan Zhang Yu, “Daripada menanyakan itu padaku, lebih baik kamu jelaskan padaku apa yang membawamu mendatangi Klan Zhang? Aku tidak yakin kalau tujuanmu hanya menjemput jenazah Kaisar Yin Wugou!” lanjutnya.
“Suami? Bagaimana bisa Kakak Siyi sudah memiliki suami, padahal baru beberapa hari meninggalkan istana Kekaisaran? Kalaupun benar Kakak sudah menikah, kenapa juga Kakak menikah dengan orang yang tidak aku kenal, dan dia terlihat begitu lemah?” ujar Yin Zan.
“Kamu memang Putra Yin Wugou, sifat dan perkataanmu sama persis dengannya! Asal kamu tahu, orang yang kamu katakan lemah, setidaknya dia mampu melenyapkan sepuluh orang yang kekuatannya setara dengan Yin Wugou!” kata Yin Siyi membungkam mulut besar Yin Zan.
Saat terjadi perdebatan antara Yin Siyi dan Yin Zan, Zhang Quro bersama empat prajurit yang membawa peti jenazah Kaisar Yin Wugou masuk ke dalam aula timur.
Zhang Yu yang melihat kedatangan Zhang Quro hanya tersenyum, tak melakukan penghormatan seperti yang dilakukan orang-orang di Klan Zhang.
“Kenapa tempat ini sangat ramai?” tanya Zhang Quro sambil berjalan mendekati Yin Zan, yang berdiri dia langkah di depan Zhang Yu.
Yin Zan hanya sedikit menundukkan kepalanya melihat keberadaan Zhang Quro, lalu dengan angkuh dia berkata, “Ketua Klan, aku Yin Zan, Putra Mahkota Kekaisaran Alam Atas, dan kedatanganku ke Klan Zhang ini untuk menjemput jenazah Kaisar Yin Wugou. Selain itu, aku juga ingin memperbaiki hubungan Kekaisaran Alam Atas dan Klan Zhang yang memburuk akibat kesalahan mendiang Kaisar Yin Wugou.”
“Tidak ada hubungan yang perlu diperbaiki antara Kekaisaran Alam Atas dan Klan Zhang karena sejak dulu kedua belah pihak tidak pernah menjalin hubungan dalam hal apapun. Untuk jenazah Kaisar Yin Wugou, kamu bisa langsung membawanya pulang!” balas Zhang Quro.
Yin Zan mengangguk, lalu dia menoleh menatap Yin Siyi yang masih memeluk erat lengan Zhang Yu.
“Kakak, apa kamu tidak ingin pulang ke istana Kekaisaran bersama denganku?” tanyanya.
“Aku akan pulang kalau ingin, tapi untuk kali ini aku tidak memiliki keinginan untuk pulang ke istana Kekaisaran!” jawab Yin Siyi tegas.
Mendengar itu Yin Zan menganggukkan kepalanya, tapi dia segera mengurungkan niatnya untuk langsung pulang ke istana Kekaisaran Alam Atas, saat melihat tiga wanita yang penampilannya menyerupai Yin Siyi.
‘Kalau Kakak Siyi tidak ingin pulang, setidaknya aku akan membawa pulang salah satu dari mereka!’ katanya dalam hati.
°°°
__ADS_1
Bersambung...