Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Mendapatkan Potongan Ingatan Lainnya


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Sosok pria tua yang Zhang Fu lempar ke atas arena membuat semua orang terperangah karena mereka mengenali sosok itu, tetua agung sekte teratai putih, dan masuk jajaran sepuluh sosok terkuat di Kekaisaran Wu.


Lei Pian yang melihat keadaan tetua agung menatap takut pada sosok Zhang Fu, dalam mimpi sekalipun, dia tidak pernah melihat tetua agung sekte teratai putih babak belur di tangan pemuda yang bahkan belum genap berusia seratus tahun.


“Berani melukai adik Yang Mulia Kaisar, Kekaisaran Wu akan memburu dan memusnahkan kalian!” teriak Lei Pian.


Tetua agung sekte teratai putih adalah satu-satunya adik yang dimiliki Kaisar Kekaisaran Wu, dan Kaisar sangat menyayanginya. Melukai tetua agung, sama dengan melukai Kaisar, dan pastinya Kaisar Wu akan turun tangan membalaskan apa yang menimpa adiknya.


Semua orang yang mendengar itu mengangguk setuju, dan menganggap ini adalah puncak kesialan rombongan Zhang Yu. Bagaimanapun juga, berurusan dengan pihak Kekaisaran hanya akan menyeret mereka ke jurang kehancuran.


Zhang Yu tersenyum sinis setelah mendengar semua perkataan Lei Pian, lalu dengan langkah santai dia mendekati Lei Pian yang masih terlihat angkuh.


“Argh...” Lei Pian mengerang kesakitan saat Zhang Yu tiba-tiba saja menendang kakinya sampai patah.


Zhang Yu tanpa rasa bersalah kemudian berkata dengan suara lantang, “Jangankan Kekaisaran Wu, sekali pun itu Dewa yang datang untuk membuat perhitungan denganku, dengan senang hati aku akan mengirimnya ke alam kematian!”


Setelah berkata lantang, sosok Zhang Yu dan empat orang lainnya menghilang begitu saja dari arena di kediaman penguasa Kota Suzhou, tanpa meninggalkan jejak aura yang dapat membuat orang-orang tahu kearah mana kepergian mereka.


Sementara itu, setelah menghilangnya rombongan Zhang Yu, Lei Pian segera memberi pertolongan pada tetua agung yang keadaannya sangat menyedihkan, dengan luka yang memenuhi sekujur tubuhnya.


Rencana untuk merekrut generasi muda yang dapat membawa kejayaan sekte, justru membuat mereka mempermalukan nama sekte di hadapan banyak orang. Niat memusnahkan seluruh saksi mata juga tidak bisa dilakukan, karena seluruh murid inti sekte yang datang bersama tetua agung telah musnah ditangan pemuda, yang membuat tetua agung babak belur.


Segelintir orang yang tidak menyukai keberadaan sekte teratai putih, segera pergi meninggalkan kediaman penguasa Kota Suzhou dengan senyum lebar di wajah mereka, “Akhirnya ada juga yang berani melawan sifat arogan sekte besar. Terutama melawan kesombongan sekte teratai putih, yang hanya terlihat baik di depan, tapi di dalamnya tak ada bedanya dengan sekte teratai hitam. Beruntung aku dulu dapat keluar dari sekte itu, walau harus kehilangan wanita yang aku cinta,” gumam seorang pria yang dulu pernah menjadi bagian dari sekte teratai putih, dan tahu betapa buruknya kehidupan di dalam sekte itu.

__ADS_1


Ada beberapa orang yang memiliki nasib sama dengannya, tapi mereka hanya bisa diam karena tak memiliki kekuatan untuk menuntut balas. Bagaimanapun sekte teratai putih berada di bawah perlindungan Kekaisaran Wu. Menjadi musuh sekte teratai putih, artinya juga menjadi musuh Kekaisaran, sehingga sampai sekarang banyak orang yang dirugikan oleh keberadaan sekte teratai putih hanya bisa diam, merahasiakan apa yang mereka rasakan.


Sementara itu di atas arena, Lei Pian yang melihat tetua agung sudah mulai membaik, segera saja mereka pergi meninggalkan arena, bersama sepuluh murid inti sekte teratai yang menyusul tepat di belakang mereka.


Keduanya ingin secepatnya sampai ke sekte mereka, melapor pada patriak sekte tentang rombongan pemuda yang telah menghina nama besar sekte, bahkan salah satu pemuda dalam rombongan itu berani membuat tetua agung terluka.


Selain melapor pada patriak sekte, mereka juga akan melaporkan hal yang sama pada Kaisar Kekaisaran Wu tentang apa yang menimpa adiknya, berharap Kaisar segera mengirim orang-orangnya untuk menangkap dan menyeret rombongan pemuda yang mencelakai adiknya.


°°°


Kota Wuxi, seribu kilometer di timur Kota Suzhou.


Lima kilometer dari Kota Wuxi, Zhang Yu dan rombongannya bersantai di tepian danau dengan air jernih, setelah meninggalkan segala permasalahan mereka di Kota Suzhou.


Sebenarnya, Zhang Yu ingin membawa rombongannya masuk ke Kota Wuxi, dan bermalam di kota itu. Akan tetapi para wanita memilih bermalam di alam bebas, dan menikmati keindahan danau di malam hari.


Lagipula saat ini dia ingin menanyakan kebenaran tentang Long Hua, dan wanita berpakaian merah. Sekali pun dia mendapatkan sedikit ingatan dari kehidupannya di masa lalu, itu hanyalah potongan ingatan yang tidak terlalu banyak membantu dirinya mengingat siapa kedua wanita itu.


“Suami, bukankah seharusnya kamu sudah mengingat siapa mereka?” Qing Yue membuka cadarnya, begitu juga dengan Long Hua dan Shu Cing, wanita berpakaian merah.


Zhang Yu menatap wajah ketiganya yang benar-benar mirip, hanya aura dari tubuh mereka yang membuatnya dapat membedakan identitas ketiganya, seandainya mereka memakai pakaian yang sama.


Tiba-tiba saja potongan ingatan lainnya terbayang dalam pikiran Zhang Yu, melengkapi potongan ingatan yang sebelumnya dia terima setelah Qing Yue menyentuh keningnya.


Zhang Yu menghubungkan ingatan yang baru dia dapatkan, dengan keberadaan tiga wanita di dekatnya, dan hanya dalam dua tarikan nafas dia tahu jawaban dari pertanyaannya sendiri.


Qing Yue, Long Hua, dan Shu Cing hanya tersenyum saat melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan Zhang Yu.

__ADS_1


“Bagaimana suami, apa kamu sudah mengingat semuanya?” tanyak Qing Yue sambil menatap Zhang Yu penuh harap.


Zhang Yu mengangguk pelan, “Belum sepenuhnya berhasil aku ingat, tapi setidaknya aku sudah mengingat siapa kalian, dan satu wanita lainnya. Aku tidak menyangka, di kehidupan pertamaku yang jauh sebelum era ini, aku memiliki empat istri, dan bagaimana bisa kalian memutuskan melewati roda reinkarnasi setelah aku mengorbankan diri untuk menyelamatkan kehancuran seluruh alam semesta?”


Qing Yue tanpa banyak berpikir langsung menjawab, “Kami memutuskan melewati roda reinkarnasi karena tidak ingin berpisah darimu, dan membiarkanmu membuat takdir baru dengan wanita lain!”


Selain mengingat keberadaan empat wanitanya, Zhang Yu juga mendapat ingatan tentang para penguasa alam, yang selalu berusaha merebut wanitanya, dan dari ingatan itu dia sekarang tahu siapa pemilik aura kekuatan besar yang sempat mengawasinya dari kejauhan.


“Katakan padaku, apa yang terjadi pada kalian setelah kematianku, sebelum akhirnya kalian memutuskan pergi melewati roda reinkarnasi? Apa mereka masih mengejar-ngejar dan mengganggu kalian?” tanya Zhang Yu penasaran dengan apa yang menimpa para wanitanya setelah kematian di kehidupan pertamanya.


Long Hua menarik nafas panjang dan cepat mengeluarkannya, lalu dia menjawab pertanyaan Zhang Yu, “Seperti biasa mereka terus mengganggu kami, bahkan mereka tak segan mengacau di alam Nirwana, bahkan itu sudah terjadi sehari setelah kematianmu. Pada akhirnya kami memutuskan menyegel alam Nirwana, sebelum pergi melewati roda reinkarnasi.”


Zhang Yu menganggukkan kepalanya, “Sepertinya aku akan sedikit membuat perhitungan dengan mereka, setelah aku berhasil mencapai ranah kekuatanku di masa lalu.”


Ketiga wanita yang mendengar itu tersenyum senang, “Sebelum melakukan itu, alangkah baiknya kita mencari saudari ke empat! Aku merasa dia tidak berada di alam ini, dan tidak mungkin dia berada di alam Dewa. Kemungkinan besar dia berada di alam atas, tapi tepatnya aku belum tahu, karena aku sendiri belum pernah menginjakkan kaki di alam atas!” ungkap Shu Cing yang tidak melepaskan pandangannya dari wajah Zhang Yu.


Zhang Yu sepemikiran dengannya, tapi dia tidak bisa begitu saja pergi ke alam atas, karena dia masih memiliki urusan di alam menengah, “Kita pasti pergi ke alam atas, dan tujuan akhir kita adalah alam Nirwana. Akan tetapi, sebelum pergi ke alam atas aku ingin menyelesaikan sedikit permasalahan di alam menengah, terutama permasalahan yang menyangkut Klan Zhano di alam ini,” ungkapnya.


Ketiganya tidak masalah dengan keinginan Zhang Yu, dan lagi dengan ikatan jiwa yang ketiganya miliki dengan saudari termuda mereka. Untuk saat ini, keadaan saudari mereka dalam keadaan baik-baik saja.


“Bagaimana kalau kita terlebih dahulu menikmati makan malam? Sepertinya saudara Fu dan yang lainnya telah menyelesaikan tugas mereka.


Zhang Yu melihat Zhang Fu dan lima bawahannya yang selesai menyiapkan beberapa makanan untuk makan malam mereka. Sebenarnya para wanita ingin mengambil alih tugas Zhang Fu, tapi dengan sopan Zhang Fu menolak keinginan mereka, dan memilih mengerjakan semuanya bersama ke lima pelayannya.


“Tuan muda, acara makan malam sudah dapat dimulai!” Zhang Fu menunjukkan hasil kerja kerasnya yang dibantu ke lima pelayannya.


Zhang Yu tersenyum, lalu berkata, “Kalau begitu, mari kita makan!”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2