Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Kompetisi Klan Zhang [2]


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Zhang Yu, Zhang Fu, Fang Yin, dan perwakilan Klan Fang telah sampai di tempat sederhana yang disediakan panitia khusus untuk perwakilan Klan pelayan.


Baru juga duduk, beberapa orang mendekati tempat perwakilan Klan Fang. Mereka adalah perwakilan Klan Zhang, dengan Zhang Qiu sebagai pemimpinnya.


“Kakak Fu, aku ucapkan selamat atas kembalinya kamu ke alam menengah, tapi sayangnya kembalimu ke alam ini hanya untuk mati di tanganku!” ungkap Zhang Qiu begitu dia berdiri di hadapan Zhang Fu.


Zhang Fu mengerutkan keningnya mendengar perkataan Zhang Qiu, yang berkata seolah dia mampu membunuhnya, sementara dia hanyalah kultivator ranah Dewa Langit tingkat 8. Dengan kekuatan hampir menerobos ranah Raja Dewa, setidaknya butuh seribu Zhang Qiu untuk membuatnya sedikit berkeringat.


Melihat Zhang Fu hanya diam tak membalas perkataannya, dia berkata pada sembilan orang yang datang bersamanya, “Aku rasa, Kakak Fu sedang memikirkan kematian seperti apa yang akan aku berikan padanya. Kakak Fu tenang saja, karena aku adik yang baik, dalam pertarungan nanti aku akan memberimu tiga kali kesempatan menyerang. Setelah tiga kesempatan itu kamu gunakan, saat itulah giliranku menyerang, dan aku akan menjadi Dewa Kematian untukmu!”


Zhang Fu mengangkat sudut bibirnya, tersenyum, “Tiga kesempatan menyerang! Aku akan memanfaatkannya dengan baik.”


Zhang Yu, Fang Yin dan Fang Wu yang mendengar perkataan Zhang Qiu, mereka benar-benar mengutuk kebodohan pria itu.


Fang Wu dan sembilan orang lainnya selama dua hari ini mendapat pelatihan keras dari Zhang Yu di dalam dunia kecil, yang mana satu hari di dunia nyata sama dengan 20 hari di dunia kecil.


Dalam kurun waktu 40 hari di dunia kecil, kekuatan mereka saat ini meningkat pesat sampai ke ranah Dewa Langit tingkat menengah, dengan pondasi kekuatan sempurna.


Selama berada di dunia kecil itu juga mereka tahu seberapa kuat Zhang Yu dan Zhang Fu, dan sadar kalau diri mereka hanyalah butiran debu dibandingkan dengan kedua orang itu.


“Manfaatkan kesempatan yang aku berikan! Kalau bisa, kerahkan seluruh kekuatan Kakak dalam tiga serangan, supaya Kakak tidak menyesal mati di tanganku karena tidak mengerahkan seluruh kekuatan sejak awal!”


“Apa kamu yakin dengan itu? Kalau kamu yakin, dengan senang hati aku akan melakukannya, dan aku harap kamu tidak menyesalinya!” ujar Zhang Fu.


Tak menghiraukan perkataan Zhang Fu, Zhang Qiu dan sembilan orang yang bersamanya melangkahkan kaki berjalan menjauhi Zhang Fu. Banyak orang yang menyaksikan kepergian Zhang Qiu, termasuk para murid sekte rajawali perak yang sejak awal hanya mewaspadai kekuatan yang dimiliki Zhang Qiu.


Zhang Yu, Zhang Fu, dan Fang Yin berjalan menuju ruang tunggu setelah panitia kompetisi menghampiri mereka, memberi tahu pertandingan Zhang Fu akan segera di mulai.


Melewati kerumunan peserta kompetisi, hampir semua mata menatap menatap remeh keberadaan Zhang Fu.

__ADS_1


“Kenapa sampah itu tidak pergi melarikan diri dan justru datang ke tempat ini, membiarkan dirinya mati di tangan Tuan Muda Zhang Qiu? Selain lemah, ternyata dia juga bodoh!”


“Jangan katakan padaku kalau dia ingin melawan Tuan Muda Zhang Qiu, hanya dengan kekuatan ranah Dewa Rendah tingkat 5?”


“Ada tidak yang mau bertaruh denganku? Aku bertaruh sampah Klan Zhang mati hanya dengan satu serangan yang dilakukan Tuan Muda Zhang Qiu!”


Kerumunan peserta segera ramai, begitu mendengar kata taruhan. Zhang Yu, Zhang Fu dan Fang Yin mendengar semua perkataan peserta kompetisi, tapi mereka tidak mempedulikannya. Daripada mengurusi mereka, lebih baik membuktikan semuanya di atas arena.


Zhang Yu dan Fang Yin mengantarkan Zhang Fu ke tempat seorang pria yang langsung memberi pilihan pada Zhang Fu, beberapa senjata yang dapat dia gunakan dalam pertandingan.


Pria itu berkata, “Pilihan senjata apa saja yang ingin kamu gunakan, untuk menemani kematianmu!”


Zhang Fu menatap pria itu dengan senyum di wajahnya, lalu dia mengambil pedang dengan bilah tajam berwarna hitam, yang berada di antara tumpukan puluhan pedang dan tombak, “Aku memilih pedang ini!” ungkapnya.


Dengan senyum remeh pria itu berkata, “Warna hitam memang cocok menjadi teman orang yang segera pergi ke alam kematian.”


Pergi ke alam kematian? Kenapa juga harus pergi ke alam kematian, kalau dengan mudahnya dia dapat memenangkan pertandingan?


Tanpa menunggu balasan pria di depannya, Zhang Fu begitu saja pergi menuju tangga menuju arena pertempuran, “Tanganku sudah gatal ingin memukuli adikku tersayang!” ungkapnya.


Suasana di arena kompetisi semakin riuh begitu Zhang Fu dan Zhang Qiu sudah berada di atas arena, yang akan menjadi saksi pertarungan hidup dan mati mereka.


Keduanya sudah berdiri saling berhadap-hadapan.


Zhang Qiu dengan tatapan meremehkan terus menatap Zhang Yu, sementara orang yang dia tatap, masih saja terlihat tenang.


Seorang pria dengan pakaian biru naik keatas arena, dan berdiri tepat di tengah-tengah keduanya. Pria itu adalah wasit yang akan mengawasi jalannya pertarungan.


Setelah melihat Zhang Fu dan Zhang Qiu sama-sama sudah siap di posisinya, pria itu berkata, “Baiklah, karena kalian berdua sudah siap, aku sebagai wasit akan memberi tahu sedikit peraturan sebelum kalian mulai bertarung.”


“Daripada peraturan, apa yang aku sampaikan lebih tepat disebut apa saja yang dapat kalian lakukan selama pertempuran, dan apa yang akan membuat kalian menjadi pemenang...


...Senjata, dan seluruh teknik yang kalian kuasi dapat digunakan. Tidak ada larangan membuat cacat musuh, dan tidak ada kesempatan untuk menyerah! Hanya kematian yang dapat membuat kalian menyerah dalam pertarungan, dan pemenang pertempuran adalah dia yang masih bertahan hidup.”

__ADS_1


Pria itu menyelesaikan apa yang ingin dia sampaikan, lalu perlahan melangkah mundur, dengan tangan kanan terangkat ke atas.


“Aku rasa kalian sudah mengerti! Kalau begitu, kalian bisa mulai pertarungan!” Pria itu menurunkan tangannya, sebagai tanda pertarungan Zhang Fu dengan Zhang Qiu bisa di mulai.


“Putraku Zhang Qiu, kalahkan saja dia dengan cepat! Jangan sia-siakan waktu berhargamu hanya untuk bermain-main dengannya! Masih ada banyak lawan kuat yang nantinya harus kamu hadapi.” Suara lantang Zhang Baojin terdengar, dengan jelas dia memberi dukungan pada putra angkatnya, dan mengabaikan keberadaan darah dagingnya sendiri.


Zhang Qiu menunjukkan senyum jahatnya lalu dia berkata sinis pada Zhang Fu, “Lihat, ayahmu saja lebih memilih memberi dukungan padaku yang cuma anak angkat, dan mengabaikan dirimu darah dagingnya sendiri! Sepertinya, alam ini memang sudah tidak membutuhkan keberadaan sampah sepertimu!”


Mendengar itu Zhang Fu hanya tersenyum dan berkata, “Daripada terus mengeluarkan omong kosong dari mulutmu, kenapa kamu tidak maju menyerangku? Oh iya aku hampir lupa, bukannya kamu membiarkanku melakukan tiga serangan lebih dulu dengan mengerahkan seluruh kekuatanku! Kalau begitu aku tidak akan segan untuk mengerahkan seluruh kekuatanku.”


Wush...


Kekuatan Zhang Fu yang sebelumnya berada di ranah Dewa Rendah tingkat lima terus meningkat. Dewa Rendah tingkat 6, tingkat 7, tingkat 8, tingkat 9, ranah Dewa Menengah tingkat 1...


Kekuatan Zhang Fu terus meningkat, dan akhirnya berhenti setelah mencapai ranah Jenderal Dewa tingkat 9.


Aura kuat meluap keluar dari tubuh Zhang Fu begitu dia menunjukkan kekuatan sejatinya, yang seketika membungkam mulut orang-orang yang sebelumnya terus merendahkan dirinya.


Zhang Qiu yang berhadapan langsung dengan aura kekuatan Zhang Fu, sekuat tenaga dia mencoba bertahan dari tekanan yang berasal dari aura kekuatan Zhang Fu.


“Sial! Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar ini? Bukan lagi ranah Dewa Rendah, bahkan ini jauh lebih kuat dari ranah Dewa Langit. Setidaknya kekuatannya setara dengan ranah Jenderal Dewa. Langit, apa kau sedang bercanda denganku?” gumam Zhang Qiu mencoba menebak ranah kekuatan Zhang Fu.


Sedangkan di tempat Zhang Baojin, keringat dingin sudah membasahi keningnya begitu merasakan aura kekuatan sejati Zhang Fu, “Anak ini! Apa yang sudah dia temuka di alam bawah sampai kekuatannya bisa meningkat secepat ini? Ranah Jenderal Dewa tingkat 9, Zhang Qiu bukan lagi lawan sepadan untuknya!”


Zhang Baojin mengepalkan erat sepasang tangannya, melihat kenyataan yang jauh berbeda dengan apa yang menjadi harapannya.


Sementara itu, Zhang Fu yang sudah menunjukkan kekuatan sejatinya, dia masih saja berdiri tenang, dengan sepasang mata tajam menatap Zhang Qiu, lalu dia mengeluarkan pedang dengan bilah tajam berwarna hitam dari cincin penyimpanannya.


“Aku rasa dengan satu serangan cukup untuk mengirimmu menuju alam terindah, apa lagi kalau bukan alam kematian!”


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2