Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Kedatangan Prajurit Kekaisaran Bai


__ADS_3

Tujuh hari berlalu semenjak digelarnya pesta pernikahan di Kekaisaran Qing, seperti biasa, kondisi istana Kekaisaran Qing hari ini sangat damai dan tentram.


Zhang Yu dan Qing Yue masih menikmati kebersamaan mereka bersama Kaisar dan Permaisuri, dan berkat bantuan Zhang Yu yang memberikan banyak pil kultivasi abadi pada Kaisar dan Permaisuri, keduanya yang sama-sama seorang kultivator, dalam beberapa hari ini mereka berhasil menerobos ke ranah Penguasa, bahkan Kaisar Qing Chen tinggal satu langkah untuk mencapai ranah Nirwana.


Berbeda dengan keadaan di istana Kekaisaran Qing yang aman sejahtera, keadaan di wilayah barat Benua Selatan justru diliputi ketegangan setelah kedatangan hampir satu juta prajurit Kekaisaran Bai, yang datang untuk menuntut balas atas kematian Putra Mahkota Bai Liu.


Mendapatkan informasi dari beberapa pemuda, yang mengatakan pernah melihat Putra Mahkota Bai Liu berebut Putri Mahkota Kekaisaran Qing, dengan pemuda yang mendapatkan gelar Pahlawan Kekaisaran Qing, Kaisar Bai Kuang segera mengerahkan seluruh prajuritnya menuju ibukota Kekaisaran Qing.


“Yang Mulia Kaisar, saya merasa kematian Putra Mahkota Bai Liu berhubungan dengan tabiat buruknya, yang selalu ingin memiliki semua wanita, sekali pun wanita yang dia inginkan sudah bersuami.”


Kaisar Bai Kuang yang sedang duduk di dalam kereta naga kebesarannya mengerutkan kening mendengar perkataan jenderal kepercayaannya. Bohong jika dia mengatakan tidak mengetahui tabiat buruk putranya, hanya saja dia tidak pernah mampu memberi hukuman tegas karena rasa sayangnya yang terlalu besar padanya.


Bagaimanapun Bai Liu adalah putra kesayangannya, dan calon penerus yang akan menggantikan tempatnya sebagai Kaisar Kekaisaran Bai. Meskipun dia sendiri sadar sifat putranya itu jauh dari apa yang dia harapkan, kecakapan Bai Liu dalam menjalankan tugas seorang Putra Mahkota, membuatnya memilih mengabaikan sifat buruknya, seolah dia selalu membenarkan kelakuan putranya sekali pun itu melanggar aturan yang berlaku di Kekaisaran Bai.


Bahkan, dia rela menghukum mati banyak pria yang terang-terangan melindungi istri mereka dari kegilaan Bai Liu.


“Kalau benar kematian putraku hanya karena tabiat buruknya, sungguh aku kecewa dengan Kekaisaran Qing yang begitu kejam memberi hukuman pada putraku, seharusnya mereka cukup melaporkan semua itu padaku dan biarkan aku yang memberi hukuman padanya!”


Jenderal yang berada di depannya hanya menghela nafas mendengar semua itu. Baginya, apa yang dikatakan Kaisar Bai Kuang sebagai hukuman, tidak ubahnya seperti dia sedang mendongeng dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


Bisa dikatakan, Kaisar Bai Kuang tidak pernah benar-benar memberi hukuman pada putranya.


Satu hari berlalu dengan cepat. Kaisar Bai Kuang dan prajuritnya telah berada di wilayah terluar Kekaisaran Qing, dan memutuskan membangun perkemahan besar di tempat itu sebagai tempat beristirahat sebelum merangsek masuk ke wilayah Kekaisaran Qing.

__ADS_1


Kaisar Bai Kuang sebagai pemimpin tertinggi memberi perintah khusus pada seratus prajuritnya yang terlatih dalam melakukan penyusupan, “Tugas kalian hanya mencari tahu seberapa besar kekuatan mereka yang menjaga perbatasan, jika semua informasi sudah terkumpul, kalian harus cepat kembali, dan serahkan padaku semua informasi yang kalian kumpulkan!”


Bai Lung, pemimpin prajurit yang akan melakukan penyusupan ke wilayah pertahanan musuh, segera memimpin prajuritnya menuju wilayah musuh, begitu mendapat perintah Kaisar Bai Kuang.


Prajurit yang dipimpin Bai Lung sudah tau apa yang harus mereka lakukan, tapi mereka benar-benar tidak tahu kekuatan seperti apa, yang sedang menanti di tempat yang menjadi tujuan mereka.


Di benteng besar wilayah perbatasan Kekaisaran Qing, Zhang Fu dan kelima pelayannya sedang menikmati pemandangan di luar wilayah Kekaisaran Qing dari atas benteng. Sementara di balik awan yang membentang di atas wilayah perbatasan, empat naga langit sedang mengintai perkemahan besar prajurit Kekaisaran Bai.


Zhang Fu dan kelima pelayannya telah mengetahui keberadaan prajurit Kekaisaran Bai, sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di wilayah perbatasan, dan sekarang dengan santainya mereka menunggu kedatangan beberapa ekor semut, yang akan menyusup ke wilayah yang mereka jaga.


Zhang Fu memerintahkan dua pelayannya pergi ke bagian utara benteng, dan menyeret lima orang yang mencoba masuk secara diam-diam dari tempat itu. “Dengan mata langit milikku, tidak ada tempat yang aman untuk kalian!” gumamnya sambil menunjukkan senyuman.


“Kalian bertiga pergi dan bunuh semua orang yang tidak memiliki aura kekuatan!” katanya tegas. ‘Sebagai penyusup, mereka pasti di latih untuk menyembunyikan aura kekuatan, supaya terlihat selayaknya manusia biasa, tapi sayang manusia biasa di tempat ini telah diungsikan, jadi mereka datang hanya untuk bertemu dengan kematian’ ujarnya dalam hati, setelah kepergian semua pelayannya.


Di dalam tenda mewah, Kaisar Bai Kuang dan lima jenderal kepercayaannya sedang menikmati jamuan makan dan minum sambil menunggu kedatangan prajurit penyusup yang dipimpin Bai Lung.


“Energi spiritual di Benua ini sangat tipis, aku yakin tidak akan ada kultivator yang sanggup melampaui ranah Kaisar kalau tetap tinggal di Benua ini,” kata Kaisar Bai Kuang sembari menikmati minuman yang dituangkan pelayannya.


Mendengar itu, para jenderal hanya menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang dikatakan Kaisar mereka. Di Benua Barat yang keadaannya jauh lebih baik dari keadaan di Benua Selatan, mereka saja masih kesulitan menerobos di atas ranah Kaisar, apalagi dengan di Benua Selatan, sampai mati mereka akan terus terjebak di ranah Kaisar.


Saat Kaisar Bai Kuang dan para Jenderal di dalam tenda mulai menjamah tubuh para pelayan yang sudah menanggalkan seluruh pakaiannya, tiba-tiba seorang prajurit menerobos masuk dan langsung berlutut dengan satu kaki, “Yang Mulia Kaisar, giok jiwa milik Tuan Bai Lung dan sebagian prajuritnya padam.”


Kaisar Bai Kuang tersentak dan terkejut mendengar itu, dia tidak pernah menyangka Bai Lung seorang di ranah Penguasa tingkat puncak mati, bersama prajurit yang dia pimpin.

__ADS_1


Salah satu Jenderal bertanya padanya, “Yang Mulia Kaisar, apa mungkin ada sosok kuat yang sedang melindungi Kekaisaran Qing? Saya sempat mendengar dari beberapa pemuda yang sempat bertemu dengan kita, kalau Putri Qing Yue adalah murid salah satu sekte tingkat menengah di Benua Tengah.”


Bai Kuang membuka lebar kedua matanya mendengar sesuatu yang seharusnya dia ketahui sejak awal. “Sial, kenapa kamu tidak mengatakan itu sejak awal?” serunya.


“Dengan menjadi murid sekte dari Benua Tengah, walau sekte itu hanya berada di tingkat menengah, tetap saja Kekaisaran Qing akan mendapatkan perlindungan dari sekte itu, dan ada kemungkinan kita akan berhadapan dengan kultivator di atas ranah Nirwana kalau memaksa menyerang Kekaisaran Qing.” imbuhnya dengan keringat bercucuran membasahi wajahnya.


Roooaaarrr...


Roooaaarrr...


Suara raungan yang sangat mengerikan terdengar dari atas tenda, saat Kaisar Bai Kuang ingin berdiskusi dengan para jenderalnya tentang penarikan prajurit kembali ke wilayah Benua Barat.


Dengan tubuh gemetaran, Kaisar Bai Kuang dan para jenderalnya berjalan keluar dari dalam tenda, dan mendongakkan kepala mereka melihat sekumpulan awan di atas perkemahan besar prajurit mereka. Seketika tubuh mereka jatuh terduduk saat melihat empat ekor naga terbang di atas perkemahan.


Kaisar Bai Kuang yang tidak percaya dengan penglihatannya, dia bertanya pada para jenderalnya, “Apa mereka benar-benar naga yang konon katanya sudah musnah dari alam ini?”


“Ya.. Yang Mulia Kaisar, mereka benar-benar seekor naga, dan mereka ada empat yang masing-masing memiliki kekuatan di atas ranah Saint,” jawab salah satu Jenderal dengan mata menyala berwarna biru.


Mendengar jawaban salah satu jenderalnya, Kaisar Bai Kuang dapat melihat sosok dewa kematian di punggung keempat naga, “Di... Di atas ranah Saint? Salah satu dari mereka bahkan lebih dari cukup untuk menghancurkan seluruh daratan Benua Barat!” gumamnya dengan suara bergetar.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa, like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2