
Zhang Yu dan Qing Yue tersenyum mendengar apa yang dikatakan Kaisar Qing Cheng, tapi mereka sadar kalau perkataan itu ada benarnya karena kekuatan mereka meningkat pesat sejak sampai di Benua Tengah.
Selain kekuatan, mereka juga merasakan meningkatnya pengalaman pertarungan setelah bertarung dengan ribuan monster dan iblis, bahkan pengalaman mereka semakin meningkat setelah memenangkan pertempuran melawan jutaan binatang iblis, dan sosok yang mengaku sebagai Raja binatang iblis.
Akan tetapi keduanya sadar pengalaman bertarung mereka masih kurang, dan masih ingin terus meningkatkan pengalaman bertarung sebelum pergi ke alam menengah.
Semua orang kembali fokus pada apa yang baru dikatakan Zhang Yu tentang keinginannya ingin pergi ke alam menengah. Kaisar Qing Yue tidak keberatan dengan itu, apalagi selama ini dari seluruh silsilah keluarganya belum ada yang pernah menginjakkan kaki di alam menengah.
Permaisuri sendiri hanya bisa mengikhlaskan kepergian putrinya karena dia sadar tidak akan pernah bisa mencegah kepergiannya.
“Aku akan mengizinkan kalian berdua pergi, dengan satu syarat yang harus kalian tepati. Setidaknya, kalian harus meresmikan hubungan sebelum pergi ke alam menengah,” kata Permaisuri yang tidak ingin putrinya pergi bersama seorang pria tanpa status yang jelas diantara mereka.
Qing Yue menunduk malu mendengar itu. Sedangkan Zhang Yu, dia tidak merasa keberatan dengan syarat yang diberikan Permaisuri, lagian dia juga sudah menyukai sosok Qing Yue.
Semua orang di aula istana yang semula tegang setelah mendengar ancaman Bai Liu, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan Permaisuri yang ingin menikahkan putri Kekaisaran dengan seorang pemuda yang asal usulnya tidak jelas, sekali pun dia adalah pahlawan Kekaisaran.
Banyak petinggi Kekaisaran yang tidak menyetujui rencana Permaisuri, terutama mereka yang ingin menjodohkan putra mereka dengan Qing Yue, dan serempak mereka maju ke hadapan Kaisar Qing Cheng untuk mengutarakan pendapatnya.
Kaisar Qing Cheng sudah tau apa tujuan mereka maju, dan untuk kesekian kalinya dia akan menyerahkan semua keputusan pada putrinya. Bagaimanapun juga, dia hanya ingin putrinya bahagia dengan pilihannya, dan bukannya menjalani hidup dalam keterpaksaan.
Para petinggi yang ada sepuluh orang berlutut dengan satu kaki dihadapan singgasana yang sedang diduduki Kaisar Qing Cheng.
Satu orang dari mereka bangkit, setelah memberi salam penghormatan pada Kaisar Qing Cheng, “Permaisuri, kami sarankan untuk tidak menyerahkan putri mahkota pada pria yang tidak jelas asal usulnya, di saat masih banyak sosok yang lebih pantas menjadi pendampingnya.”
“Jadi, menurutmu aku tidak pantas menjadi pendamping putri Qing Yue, hanya gara-gara latar belakangku yang tidak jelas? Lalu, bagaimana kalau aku memiliki latar belakang yang jelas dan jauh lebih baik dari seorang Kaisar terkemuka di alam ini? Apa dengan memiliki itu aku sudah pantas bersanding dengannya?” Zhang Yu memberi tatapan sinis pada orang itu.
Dari tempat duduknya, Qing Yue menatap kesepuluh petinggi Kekaisaran dengan tatapan tidak suka, “Kalian bukan siapa-siapa dalam hidupku, dan tidak dari kalian yang berhak mengatur hidupku!” kata Qing Yue penuh amarah.
Melihat kemarahan Qing Yue, Zhang Yu mencoba menenangkan wanita itu dengan mengelus punggungnya, tapi apa yang dia lakukan terlihat salah, dimata orang-orang yang tidak menyukai keberadaannya.
Sosok petinggi Kekaisaran yang angkuh berdiri di depan Kaisar Qing Cheng, berkata dengan suara meninggi, “Jauhkan tangan kotormu dari tubuh putri mahkota!”
__ADS_1
Baru selesai berkata, orang itu tiba-tiba merasakan dingin di lehernya, bersama datangnya rasa perih, “Beraninya kamu menghina Tuan Muda ku! Berlutut meminta maaf, atau pedang ini akan mengakhiri hidupmu, beserta seluruh keluargamu!” teriak Zhang Kay berdiri di belakang orang itu sambil menggunakan pedangnya.
“Zhang Kay kembali ke tempatmu! Membunuh orang tidak berguna seperti mereka hanya akan mengotori tanganmu,” ujar Zhang Yu.
Zhang Kay mengangguk pelan, “Kali ini karena Tuan Mudaku kamu selamat, tapi sekali lagi kamu menghina Tuan Mudaku, Dewa sekali pun tidak akan mampu menghentikan pedang ini, memenggal kepalamu!” kata Zhang Kay penuh ancaman.
“Sudahlah, lebih baik kalian kembali ke tempat, dan jangan lagi memaksa putriku menuruti keinginan kalian!” seru Kaisar Qing Cheng yang tersulut emosinya, melihat kebodohan para petinggi Kekaisarannya.
Ketakutan dengan ancaman Zhang Kay, mereka segera kembali ke tempatnya, dan duduk dengan tenang. ‘Sial, orang yang barusan setidaknya jauh lebih kuat dibandingkan Kaisar Qing Cheng’ kata dalam hati petinggi Kekaisaran yang memiliki luka gores di lehernya terkena gesekan pedang Zhang Kay.
Setelah keadaan kembali tenang, Kaisar Qing Cheng memulai pembicaraan tentang penentuan hari pernikahan Zhang Yu dan Qing Yue, dan dihari yang sama dia juga akan mengumumkan kabar gembira tentang kehamilan Permaisurinya.
°°°
Wilayah barat Benua Selatan.
Bai Liu dan rombongannya terpaksa berhenti di tengah jalan, setelah sepuluh sosok prajurit berzirah merah tiba-tiba muncul, menghentikan perjalanan mereka.
Bai Liu yang merasa kekuatan para prajurit itu jauh di atas kekuatannya atau kekuatan orang-orang yang bersamanya, dia mencoba bertanya pada mereka, “Tuan, kami rombongan dari Kekaisaran Bai ingin melewati jalan ini. Apa sekiranya Tuan bisa memberi jalan untuk kami?.”
“Kalian telah berani menyinggung Tuan Muda kami, bahkan kau berani menginginkan apa yang sudah menjadi miliknya.” Prajurit itu menunjuk wajah Bai Liu menggunakan pedang yang dia tarik dari punggungnya.
Bai Liu dan rombongannya terkejut saat mendengar semua itu, terlebih setelah tahu sepuluh prajurit di depan mereka berasal dari dari Kekaisaran Qing, tepatnya mereka adalah prajurit milik pemuda yang merupakan kekasih putri Qing Yue.
“Ternyata kalian prajurit orang itu, aku tidak menyangka, sekumpulan orang kuat seperti kalian justru mengabdikan diri pada sosok yang jauh lebih lemah dariku,” kata Bai Liu yang ingin membuat mereka berubah haluan, dan berpindah mengabdikan diri padanya.
“Bagaimana kalau kalian mengabdikan diri padaku? Aku akan membayar dengan harta yang jauh lebih banyak, dari yang diberikan orang itu pada kalian. Aku juga akan menyediakan puluhan wanita cantik untuk menghangatkan ranjang kalian. Bagaimana, apa kalian tertarik mengabdikan diri padaku?” imbuhnya.
“Bagaimana kalau kau mati saja di tangan kami? Setelah itu, kami bisa membawa kepalamu untuk ditunjukkan pada Tuan Muda,” kata prajurit berzirah merah, dengan aura kuat meluap keluar dari tubuh mereka.
Baru juga Bai Liu ingin membalas, tiba-tiba sembilan prajurit sudah melesat dan menyerang puluhan prajurit yang menemani perjalanannya.
__ADS_1
Darah menyembur keluar dari tubuh prajurit Bai Liu, yang dalam tiga tarikan nafas mereka semua telah menjadi mayat dengan anggota tubuh tidak utuh.
“Ba... Bagaimana bisa prajurit elite Kekaisaran Bai mati dengan begitu cepatnya?” kata Bai Liu.
“Apanya yang prajurit elite, mereka sangat lemah, jauh dari kata dapat menghibur kami!” balas prajurit berzirah merah.
“Berani membunuh prajurit Kekaisaran, kau harus mati!” Dua jenderal yang menemani perjalanan Bai Liu berlari maju ke arah sepuluh prajurit berzirah merah, dan menyerang dengan kekuatan terkuat mereka.
“Pedang membelah bukit.”
“Pukulan api pemusnah.”
Menghadapi serangan mereka, dua prajurit berzirah merah maju, dan bersiap melakukan serangan, “Teknik pedang pemusnah,” kata keduanya serentak.
Boomm...
Duar...
Serangan mereka saling beradu, tapi kedua jenderal yang kekuatannya hanya berada di ranah Penguasa, bukan lawan sepadan untuk dua prajurit berzirah yang kekuatannya berada di ranah Dewa Rendah tingkat 8.
Tubuh kedua jenderal terbelah menjadi dua, dan semua kejadian itu terjadi tepat di depan kedua mata Bai Liu yang tubuhnya sudah bergetar karena rasa takut.
Satu prajurit berzirah yang berdiri di depan Bai Liu, melesat dan mengayunkan pedangnya, memenggal kepala pria itu.
Tubuh Bai Liu terjatuh, tapi kepalanya tidak ikut terjatuh karena dipegang prajurit yang baru memenggalnya.
“Tugas kita sudah selesai, sebaiknya kita segera kembali.” Sepuluh sosok prajurit berzirah merah segera pergi meninggalkan tempat yang dipenuhi noda darah, dan tak lama beberapa binatang liar mulai mendatangi tempat itu memakan apa saja yang dapat mereka makan.
°°°
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
Maaf hari ini cuma bisa satu bab.