
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Kondisi tempat pertempuran Zhang Yu dan Zang Quro serta Zhang Wen, tempat ini hanya sedikit mengalami kerusakan akibat pertempuran mereka. Sementara untuk lima pengawal Zhang Wen, mereka semua telah mati, dan hanya dua mayat dari mereka yang masih terlihat utuh. Sementara sisanya telah berubah menjadi kabut darah.
Zhang Yu bersama tiga wanita di dekatnya masih berada di depan Zhang Quro, kedua matanya menatap Zhang Quro yang hanya menundukkan kepala, tak berani melihat matanya, begitu juga dengan Zhang Wen yang berada di sebelahnya. Keduanya sama-sama tertunduk, tak berani melihat Zhang Yu.
“Aku memberi kau kesempatan menjelaskan apa yang sudah terjadi pada ayah dan ibuku! Katakan yang sejujurnya kalau kau tidak ingin aku memusnahkan Klan Zhang di alam atas!” Zhang Yu tidak main-main dengan perkataannya, dia benar-benar akan memusnahkan Klan Zhang di alam atas kalau Zhang Quro tidak memberinya jawaban sesuai apa yang sudah terjadi pada orangtuanya.
Zhang Quro pelan menganggukkan kepalanya, lalu dia menjawab, “Penguasa alam elemen di alam Dewa mengirimkan lima ribu prajurit yang kekuatannya setara denganku, turun ke alam elemen mencari keberadaan kedua orangtuamu. kakak Tian dan kakak Ning yang baru aku jemput dari alam fana untuk menjalani sisa hukuman di kediamannya, mereka memutuskan pergi bersama prajurit alam elemen yang mengancam memusnahkan Klan Zhang kalau kakak Tian dan kakak Ning tidak ikut bersama mereka ke alam elemen.”
“Aku tidak tahu kenapa mereka menginginkan kedua orangtuamu, tapi aku mendengar dari salah satu prajurit alam elemen, penguasa alam elemen ingin menggunakan mereka untuk mendapatkan kembali istrinya yang saat ini berada di sisi orang yang memiliki hubungan dengan kedua orangtuamu!” imbuhnya.
Mendengar jawaban Zhang Quro, Zhang Yu langsung tahu alasan penguasa alam elemen menginginkan kedua orangtuanya.
“Bing Wang, tunggu saja! Aku pasti memusnahkan alam elemen dan alam api kalau kau berani berbuat macam-macam pada kedua orangtuaku!” seru Zhang Yu.
Mendengar Zhang Yu menyebut nama penguasa alam elemen membuat Zhang Quro yakin kalau pemuda di depannya, yang tak lain adalah keponakannya mengenal siapa itu penguasa alam elemen, tapi dia penasaran, bagaimana bisa keponakannya mengenali sosok penguasa alam elemen, sementara dia belum pernah pergi ke alam Dewa?
__ADS_1
“Namun, sebelum aku membuat perhitungan dengannya, terlebih dahulu aku ingin menyelesaikan urusanku denganmu!” ujar Zhang Yu sembari mengalihkan pandangannya ke arah Zhang Wen.
Keringat dingin membasahi tubuh Zhang Wen saat Zhang Yu terus memandanginya, “Katakan padaku, kenapa kau mengatakan ayahku seorang penghianat, dan menghina ibuku dengan kata-kata kotor! Katakan dengan jujur kalau tidak ingin aku pertemukan dengan Dewa Kematian!” Energi besar muncul di telapak tangannya, siap memusnahkan siapapun yang diinginkannya.
Mendengar perkataan Zhang Yu, Zhang Wen sedikit melirik ayahnya, begitu melihat ayahnya mengangguk, barulah dia berkata, “Ayah dan ibumu dianggap telah bersekongkol mencuri setengah sumberdaya yang dimiliki Klan Zhang. Malam itu ibumu menggunakan tubuhnya untuk menggoda penjaga ruang harta, sedangkan ayahmu menyusup ke dalam ruang harta mengambil apa yang bisa dia ambil. Walau sampai sekarang tidak diketahui dimana sumberdaya curian itu disembunyikan, tapi ada saksi mata yang melihat seluruh kejadian malam itu.”
“Saksi mata? Hanya karena ada saksi mata yang hanya memberikan kesaksian lewat lisan kalian mempercayai kalau semua itu dilakukan kedua orangtuaku? Memang siapa sosok yang menjadi saksi mata? Apa dia juga menyerahkan bukti?” tanya Zhang Yu dengan suara lantang.
Zhang Quro mendekat ke arah putranya, lalu menjawab pertanyaannya Zhang Yu, “Ketua Agung dan ketua pertama yang menjadi saksi mata kejadian malam itu, mereka juga menyerahkan bukti helaian pakaian milik ibumu setelah dia menggunakan tubuhnya menghangatkan tubuh penjaga ruang harta. Selain itu, pagi harinya saat dilakukan penyelidikan, ditemukan jejak aura tertinggal yang jelas itu merupakan aura ayah dan ibu kamu. Semua bukti mengarah pada orangtuamu, dan dengan tegas kepala Klan waktu itu memberi hukuman pengasingan di alam fana pada kedua orangtuamu. Sejak hari itu juga status pencuri dan wanita jal*ng melekat pada kedua orangtuamu.”
Zhang Yu terdiam mendengar itu, bukannya dia kecewa dengan orangtuanya, melainkan dia merasa ada yang janggal dengan apa yang menimpa orangtuanya.
“Dengan ini kau tidak punya hak marah padaku saat aku mengatakan pria pencuri dan wanita jal*ng pada ayah dan ibumu, karena itulah kenyataannya!” Senyum lebar terlihat di wajah Zhang Wen setelah mengatakan itu.
Zhang Quro hanya bisa terdiam melihat apa yang terjadi pada putranya. Dia tahu seperti apa perasaan Zhang Yu, karena dia sendiri merasa sangat marah mendengar perkataan Zhang Wen. Bagaimanapun juga kedua orang tua Zhang Yu adalah kakaknya.
Saat kasus yang menimpa kakaknya, dia adalah satu-satunya orang yang tidak mempercayai tuduhan yang dituduhkan pada kakaknya, karena dua orang yang menjadi saksi mata saat itu adalah orang-orang yang menentang adanya hubungan antara kakaknya dengan wanita yang sudah menjadi istrinya.
Apalagi saat dia memeriksa aura yang tertinggal di ruang harta, dia merasa aneh karena menemukan aura kakaknya dan istrinya, sementara dua orang yang menjadi saksi mata hanya mengatakan kalau kakaknya masuk seorang diri kedalam ruang harta, sedangkan istri kakaknya sedang memberi kehangatan pada penjaga ruang harta.
__ADS_1
“Sejak awal aku tidak percaya dengan tuduhan yang diberikan pada orangtuamu, tapi aku waktu itu tidak memiliki bukti untuk membela mereka, dan anehnya mereka juga tidak membantah tuduhan itu seolah mereka punya tujuan tersendiri saat diasingkan di alam fana,” ungkap Zhang Quro.
Dia terus mencari bukti kebenaran apa yang sudah menimpa kakaknya, tapi di waktu yang sama dia juga mencari alasan kenapa kakaknya tidak menunjukkan penolakan saat diberi hukuman dengan diasingkan di alam fana.
Setelah mencari berbagai macam alasan, dia akhirnya tahu apa yang menjadi alasan kakaknya justru terlihat senang saat dikirim ke alam fana. Bukan hanya dapat meningkatkan kekuatan kultivasi, ternyata energi murni alam fana juga dapat meningkatkan kekuatan jiwa, yang mana itu sulit dilakukan sekalipun di alam Dewa.
“Sebenarnya aku sudah mengumpulkan semua bukti yang menunjukkan ayah dan ibumu tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan pada mereka, tapi sebelum aku mengungkapkan bukti itu, prajurit alam elemen sudah terlebih dahulu datang membawa mereka,” ungkap Zhang Quro, sembari mengirimkan energi murni menutup luka luar putranya.
Zhang Yu menganggukkan kepalanya mengerti, lalu dia berkata, “Aku harap kamu mengungkap itu semua saat aku datang ke Klan Zhang, begitu aku berada di alam atas! Untuk kedua orangtuaku, aku sendiri yang akan datang menemui mereka di alam elemen, dan mungkin aku akan membawa keluarga Zhang naik ke alam Dewa menempati alam elemen setelah aku melenyapkan penguasa alam itu.”
Selesai mengobati luka putranya, Zhang Quro kembali berkata, “Aku bisa membantu kalau kamu ingin berperang dengan alam elemen. Sekalipun kekuatan Klan Zhang telah jauh menurun dari ratusan ribu tahun yang lalu, kami masih memiliki sedikit kekuatan untuk mempersulit prajurit alam elemen.”
“Paman tenang saja, aku memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk memusnahkan penguasa alam elemen beserta seluruh prajuritnya. Tapi setidaknya aku butuh satu sampai dua tahun lagi untuk mencapai kekuatan yang membuatku mampu memusnahkan penguasa alam elemen!”
Zhang Quro tersenyum mendengar Zhang Yu mau memanggil dirinya Paman, lalu dia berkata, “Sayangnya ayah dan ibumu saat ini tidak berada di sini untuk melihat berapa kuatnya putra mereka. Aku saja yang dapat dikatakan orang terkuat di Klan Zhang alam atas, tidak yakin dapat bertahan dari sepuluh serangan yang kamu lakukan!”
“Lebih baik Paman sekarang kembali ke alam atas, mengembangkan kekuatan generasi muda calon penerus kekuatan Klan Zhang.” Zhang Yu memberikan cincin penyimpanan yang berisi berbagai sumberdaya pada Zhang Quro. “Berikan sumberdaya itu pada orang yang Paman percaya!” ujar Zhang Yu lalu dia pergi bersama tiga wanitanya.
Namun, sebelum pergi, dia meminta izin pada Zhang Quro membawa pergi bersamanya pria berambut putih yang sejak tadi masih bersujud di tempatnya.
__ADS_1
°°°
Bersambung...