Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Hukuman Petir Semesta


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Alam Kegelapan...


“Aku baru saja menerobos ranah Dewa Nirwana Agung dan berhasil membuka segel kekuatan yang membuat kekuatanku sekarang meningkat ke tingkat 5 ranah Dewa Nirwana Agung. Apa aku akan menerima siksaan dari petir semesta?” gumam Zhang Yu sembari menatap langit yang terlihat sangat cerah.


“Sepertinya petir itu tidak datang karena takut kekuatannya aku serap untuk meningkatkan kekuatanku!” kata Zhang Yu, tapi baru saja dia berkata, kilatan petir berwarna putih keemasan muncul di langit dan melesat ke arahnya.


BOOM...


“Akhirnya datang,” kata Zhang Yu yang baru terkena sambaran petir semesta.


“Dimana yang lain? Kenapa cuma satu?” tanya Zhang Yu kembali menatap langit.


Kedua mata Zhang Yu menatap langit yang kali ini dipenuhi kilatan petir, yang dia ketahui kalau kilatan petir itu adalah sekumpulan petir semesta, dan dari apa yang dia lihat setidaknya ada ribuan petir semesta yang bersiap memberi siksaan pada dirinya.


“Jumlah yang sangat banyak. Kalau aku berhasil menyerap semuanya, ada kemungkinan aku dapat menerobos ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Zhang Yu tidak sabar menyambut kedatangan petir semesta.


BOOM... BOOM... BOOM...


Ratusan petir mulai menyambar ke arah Zhang Yu dan membuat area sekitar hancur. Beruntung, Zhang Yu sudah memilih tempat yang jauh dari kehidupan untuk menerima hukuman dari petir semesta. Jadi, bisa dipastikan tidak ada makhluk hidup yang menjadi korban selama dia menerima hukuman dari petir semesta.


“Kekuatanku terus meningkat,” kata Zhang Yu yang terus menerima sambaran petir semesta.


“Aku harus bertahan! Jangan sampai aku kehilangan kesadaran kalau ingin menyerap seluruh kekuatan petir semesta!” kata Zhang Yu mencoba kuat, bertahan dari sambaran petir semesta.


Semula Zhang Yu mengira hanya ada ribuan petir semesta yang datang memberi hukuman padanya. Namun siapa sangka ada ratusan ribu petir semesta yang datang memberi hukuman padanya. Dengan banyaknya jumlah petir semesta yang datang, bisa saja dia langsung dapat meningkatkan kekuatan ke tingkat ranah Dewa Nirwana Agung tingkat puncak, seandainya dapat menyerap kekuatan petir semesta tanpa kehilangan kesadaran.


“Jumlah mereka jauh lebih banyak dari apa yang mendatangiku di masa lalu,” gumam Zhang Yu.


“Saat itu hanya ribuan petir semesta, tapi kali ini jumlah mereka seratus kali lebih banyak dari waktu itu,” ungkapnya.

__ADS_1


“Meski sulit, untuk menjadi lebih kuat dan mengalahkan Dewa Iblis, aku harus kuat dan tidak boleh kehilangan kesadaran!...” Zhang Yu menyemangati dirinya sendiri, dan dia berusaha keras bertahan dari sambaran petir semesta meski sekujur tubuhnya telah di penuhi luka.


“Aku akan menjadi lebih kuat, dan semakin kuat!” kata Zhang Yu dengan tekad besar untuk menjadi lebih kuat dan melindungi semua yang pantas dia lindungi.


Sementara itu di Alam Surgawi.


“Jumlah yang sangat mengerikan!” kata penguasa Alam Surgawi yang dapat melihat kejadian yang sedang di alami Zhang Yu.


Dengan kekuatan mata yang sudah melampaui kekuatan mata Dewa milik Zhang Yu, dia dapat melihat semua kejadian yang terjadi di seluruh Alam Semesta, meski dia harus kehilangan banyak energi spiritual untuk melakukan itu semua.


“Suami, apa dia bisa menaklukkan petir semesta sebanyak itu?” tanya Permaisuri Alam Surgawi.


“Dengan tekad yang begitu kuat, aku yakin dia dapat menaklukkan sebagian besar petir semesta sebelum kehilangan kesadaran,” jawab penguasa Alam Surgawi sembari menoleh, lalu menatap permaisuri Alam Surgawi.


Keduanya hanya sebentar saling beradu tatapan mata, lalu keduanya kembali melihat cermin yang menunjukkan apa yang sedang dilihat oleh kekuatan mata penguasa Alam Surgawi. Dari apa yang keduanya lihat kondisi Zhang Yu semakin melemah setelah menerima sambaran ratusan ribu petir semesta, tapi belum terlihat tanda-tanda kalau dia akan kehilangan kesadaran.


“Apa tubuhnya telah menjadi lebih kuat dari tubuh yang aku miliki?” kata penguasa Alam Surgawi melihat ketahanan tubuh yang dimiliki Zhang Yu.


“Tidak, itu bukan dari kekuatan tubuh, melainkan dari kekuatan tekad yang dia miliki!” lanjutnya.


“Aku cuma tidak menyangka kalau pada akhirnya akan ada sosok yang kekuatannya dapat melampaui kekuatanku,” ungkap penguasa Alam Surgawi.


“Tidak selamanya kamu menjadi yang terkuat karena pada akhirnya akan ada yang lebih kuat darimu,” balas Permaisuri Alam Surgawi.


“Akan tetapi bagiku kamu tetaplah pria paling kuat yang aku kenal terutama kuat dalam urusan itu, dan daripada terus melihat pemuda itu bagaimana kalau kita sedikit melakukan olahraga malam? Bukannya kita sudah lama tidak melakukannya? Pastinya milikmu sangat merindukan milikku yang sempit dan basah,” kata Permaisuri Alam Surgawi menggoda penguasa Alam Surgawi.


“Kalau kamu memaksa, jangan salahkan aku kalau besok kamu kesulitan berjalan,” kata penguasa Alam Surgawi langsung membawa Permaisurinya menuju ruangan pribadi mereka.


°°°


Alam Kegelapan...


“Petir yang sangat mengerikan! Semoga saja suami berhasil menaklukkan seluruh petir yang mendatanginya,” kata Fan Yu Jie melihat awan petir yang menyelimuti langit Alam Kegelapan.

__ADS_1


“Selama suami kita tidak kehilangan kesadarannya, dia dapat meningkatkan kekuatan dengan menyerap seluruh kekuatan petir yang menyambar tubuhnya,” ungkap Lin Yifei yang baru saja kembali ke Alam Kegelapan setelah melihat peningkatan kekuatan pasukan Alam Bunga.


Fan Yu Jie menganggukkan kepalanya setelah mendengar apa yang dikatakan Lin Yife, dan keduanya sama-sama menunggu awan petir menghilang sebelum pergi melihat keadaan Zhang Yu. Datang melihat Zhang Yu di saat awan petir belum menghilang itu sangatlah berbahaya. Bisa saja mereka justru terkena sambaran petir saat melihat keadaan Zhang Yu.


“Sepertinya tak lama lagi awan petir akan menghilang,” kata Lin Yifei menatap awan petir yang mulai kemudar.


“Sebaiknya kita bersiap melihat keadaan suami!” ujar Fan Yu Jie.


“Sebaiknya kita menunggu awan petir benar-benar menghilang, untuk menghindari sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan kita. Kita harus ingat, sekali saja kita terkena sambaran petir, tubuh kita bisa langsung menjadi debu,” kata Lin Yifei yang sangat berhati-hati menyikapi keberadaan petir semesta.


“Saudari, kamu benar. Kita harus menunggu awan petir benar-benar menghilang,” balas Fan Yu Jie setuju dengan apa yang dikatakan Lin Yifei.


Sementara itu di tempat Zhang Yu.


“Akhirnya jumlah mereka mulai berkurang,” kata Zhang Yu melihat awan petir yang mulai memudar.


“Kalau saja mereka masih tersisa lebih dari seribu, mungkin aku benar-benar akan kehilangan kesadaran, dan gagal mendapatkan seluruu manfaat dari sambaran mereka,” gumam Zhang Yu sembari mengkonsumsi pil pemulihan untuk menjaga kesadarannya.


“Meski menyakitkan, setidaknya kekuatanku berhasil meningkat,” kata Zhang Yu dengan senyum lebar di wajahnya.


“Dengan begini ada kesempatan bagiku untuk menerobos ranah Dewa Semesta, dan mengimbangi kekuatan yang dimiliki Dewa Iblis. Kalaupun tidak bisa, setidaknya aku harus berada di tingkat 9 ranah Dewa Nirwana Agung sebelum berhadapan dengannya,” kata Zhang Yu bersamaan dengan kedatangan petir terakhir yang menyambar tubuhnya.


“Akhirnya ini semua berakhir!” kata Zhang Yu langsung saja jatuh terduduk, tak kuasa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Setelah beberapa saat mengatur nafas, Zhang Yu menelan sekaligus dua pil pemulihan, dan secara perlahan rasa sakit yang dirasakannya mulai menghilang. Meski rasa sakit itu sekarang masih ada, tapi setidaknya rasa sakit yang dirasakan olehnya tidak semenyakitkan saat petir semesta terus menyambar tubuhnya.


“Satu sampai dua hari beristirahat, aku rasa cukup untuk menyembuhkan seluruh luka si tubuhku,” kata Zhang Yu perlahan bangkit berdiri.


Begitu berdiri dan melihat area sekitarnya, Zhang Yu hanya bisa menggelengkan kepala melihat area seluas puluhan kilometer yang kini telah menjadi gurun pasir, padahal sebelumnya tempat itu adalah hutan yang cukup lebat ditumbuhi pepohonan.


“Tempat ini dapat diperbaiki begitu juga dengan tanaman yang dapat tumbuh kembali, tapi setidaknya dengan sedikit pengorbanan di tempat ini, aku telah mendapatkan kekuatan yang dapat melindungi jutaan makhluk hidup yang tidak bisa dihidup setelah mengalami kematian,” kata Zhang Yu sembari mengganti pakaiannya yang sudah robek di sana-sini dengan pakaian baru yang dia beli di toko sistem.


“Aku tidak menyangka mereka berdua langsung saja datang ke tempat ini begitu awan petir menghilang,” gumam Zhang Yu merasakan dua sosok yang sangat dia kenal sedang mendekat ke tempat dimana dia menerima sambaran petir semesta...

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2