
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Di aula istana penguasa Alam Es semua penguasa sedang memperhatikan apa yang sedang dilakukan Bing Mao, sembari mendengar perkataan Zhang Yu.
Penguasa Alam Angin, penguasa Alam Air, dan penguasa Alam Api yang sejak awal sudah memberi dukungan pada penguasa Alam Es, segera saja mereka membentuk barisan di belakang Bing Mao.
“Kalian bertiga, kenapa masih berdiri di tempat itu?” tanya Lan Guang pada penguasa Alam Perang, penguasa Alam Roh dan penguasa Alam Pedang, yang belum juga pergi mengikuti mereka.
“Maaf, tempat kami bukan di situ!” balas penguasa Alam Roh sembari melangkahkan kaki, berjalan ke belakang Zhang Yu, dengan dua orang yang ikut berjalan di belakangnya.
Di aula istana penguasa Alam Es seketika terbentuk dua kubu, begitu penguasa Alam Tombak dan penguasa Alam Kegelapan memutuskan bergabung dengan barisan di belakang Zhang Yu.
“Jadi itu keputusan kalian?” kata Xue Xie menatap keberadaan tiga penguasa yang justru memberi dukungan pada kubu musuh.
“Kami tidak buta dan masih bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar! Mengikuti keinginan kalian, sama saja tunduk pada sesuatu yang salah,” ungkap penguasa Alam Roh.
“Kalian yang berkhianat pasti aku musnahkan!” kata Bing Mao dengan suara lantang, dan langsung saja dia mengarahkan serangkaian serangan ke arah tiga penguasa yang tak lagi tunduk di bawah perintahnya.
Ketiga penguasa yang ingin melawan, ketiganya baru sadar kalau mereka tidak bisa menggunakan energi spiritual untuk melawan serangan Bing Mao.
Swiisshhh... Swiisshhh...
Suara bilah-bilah es berbentuk sabit melesat cepat ke arah tiga penguasa, di mana ketiganya mulai pasrah dengan apa yang segera menimpa mereka, dan kepasrahan itu membuat Bing Mao tersenyum lebar saat melihatnya.
Boomm... Boomm...
Bilah-bilah es tiba-tiba muncul dari sisi lain, dan menghadang serangan Bing Mao.
“Terlalu lemah! Apa kamu pikir serangan seperti itu dapat melukai mereka yang berada di sisiku?” tanya Zhang Yu dengan sorot mata tajam menatap Bing Mao.
Di sisi lain, Lin Yifei memberikan obat penawar racun penyumbat saluran energi spiritual pada ketiga penguasa, serta penguasa Alam Tombak yang kebetulan juga terkena dampak racun penyumbat saluran energi spiritual di dalam tubuhnya.
“Kau, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau menghancurkan rencana yang sudah aku buat?” tanya Bing Mao memastikan identitas Zhang Yu.
__ADS_1
“Bukannya kamu seharusnya masih mengingat rupa wajahku?” kata Zhang Yu balik bertanya.
Bing Mao adalah pemimpin yang terlahir di masa yang sama dengan Zhang Yu di kehidupan yang lalu, dan tentunya dia sudah bertemu dengan Zhang Yu di masa lalu. Wajah Zhang Yu yang tidak mengalami perubahan berarti, seharusnya tidak membuatnya lupa dengan siapa identitas Zhang Yu.
“Aku tidak menyangka kalau kau bisa kembali ke Alam Dewa ini setelah kematian yang kau alami jutaan tahun lalu,” kata Bing Mao semakin mewaspadai Zhang Yu.
“Kau sudah mengingat siapa aku. Jadi, apa kau masih ingin bersinggungan denganku?” tanya Zhang Yu dengan senyuman sinis yang terlihat di wajahnya.
“Kenapa juga aku tidak meneruskan apa yang sudah terjadi?” kata Bing Mao mencoba tetap tenang di hadapan Zhang Yu.
“Jika itu yang sudah menjadi keputusanmu, dengan senang hati aku pasti melayani apa yang sudah kami putuskan, dan jangan menyalahkan aku kalau kali ini aku cukup kejam!” kata Zhang Yu jauh lebih tenang dibandingkan Bing Mao.
Bing Mao mendengar kesungguhan dari kata-kata yang keluar dari mulut Zhang Yu, dan jelas dia melihat dari wajah Zhang Yu kalau pria itu sangatlah serius dengan apa yang baru dia katakan.
“Kalau kau cuma cukup kejam, aku akan menjadi sangat kejam dalam memperlakukan orang sepertimu!” teriak Bing Mao bersamaan dengan masuknya ratusan prajurit Alam Es ke dalam aula istana.
“Ingin melawan kekuatanku dengan mengandalkan mereka? Apa kau sedang ingin mengurangi jumlah prajurit Alam Es?” kata Zhang Yu mencibir, sembari mengarahkan tatapan remeh ke arah Bing Mao.
Mendengar itu seketika wajah Bing Mao menggelap dengan emosi yang tidak lagi dapat terbendung. Tak ingin berlama-lama debat dengan Zhang Yu, dia langsung mengeluarkan senjata, dan bersiap untuk melakukan pertarungan.
“Jangan ada yang ikut campur dalam kesenanganku!” kata Zhang Yu yang kemudian melesat maju menyambut serangan Bing Mao.
BOOM...
“Ughhh...” Bing Mao memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya, setelah terlempar mundur dan tubuhnya menghantam dinding aula istana sampai berlubang.
Menatap Zhang Yu yang dengan santai menenteng sebuah pedang sambil berjalan ke arahnya, Bing Mao tahu kalau kekuatannya saat ini jauh dari kata cukup untuk mengalahkan pria itu.
Akan tetapi dia masih memiliki harapan menang saat tiga penguasa yang berada di kubunya, melesat maju menyerang Zhang Yu secara bersamaan.
Ketiganya mengerahkan kekuatan puncak mereka, dan digunakan untuk menyerang Zhang Yu yang terlihat tidak siap menyambut serangan mereka bertiga.
Boom... Boom... Boom...
Serangan bertubi-tubi bagaikan jutaan kilatan cahaya terus menghantam tubuh Zhang Yu, membuat hampir semua orang yang melihatnya mengira orang itu telah mati.
__ADS_1
“Lemah!!...” sebuah suara terdengar dari pusat serangan ketiga penguasa, dan bersamaan dengan terdengarnya suara itu ketiga penguasa yang terus melakukan serangan tiba-tiba saja terpental ke tiga arah yang berbeda.
BOOM... BOOM... BOOM...
Tubuh masing-masing dari mereka menghantam dinding aula istana dan melubanginya, setelah terkena serangan Zhang Yu yang hanya sedikit menggerakkan tangannya.
Perbedaan kekuatan yang sangat mencolok membuat mereka tidak berkutik di hadapan Zhang Yu. Berada di ranah Dewa Nirwana Suci tingkat menengah, kekuatan Zhang Yu tidak mungkin dapat dikalahkan oleh mereka yang hanya berada di tingkat 1 dan dua ranah Dewa Nirwana Suci.
Sepuluh penguasa seperti mereka, bahkan itu belum cukup untuk mengimbangi kekuatan Zhang Yu, apalagi saat ini mereka hanya bertiga, ditambah dengan Bing Mao yang hanya sedikit lebih kuat dari mereka.
Sejak Bing Mao tidak bisa menggunakan kelebihan dari segel teratai es yang sudah dihancurkan Zhang Yu, siapa kubu yang memenangkan peperangan sudah ditentukan sejak saat itu.
“Tidak ada pengampunan untuk kalian yang terus-terusan bersinggungan denganku!” kata Zhang Yu.
“Namun, kalian tenang saja, sekalipun aku kejam, aku tidak akan membunuh kalian dalam waktu dekat,” ungkap Zhang Yu tersenyum sinis ke arah musuhnya.
“Yuxi, apa di toko sistem ada benda yang dapat digunakan untuk membunuh mereka dari kejauhan?” tanya Zhang Yu dalam pikirannya.
[Tuan dapat membeli segel budak abadi. Segel budak yang tidak dapat dihancurkan, dan segel itu dapat memberi mereka rasa sakit yang teramat menyakitkan saat mereka memiliki niatan buruk pada Tuan. Selain itu, Tuan juga dapat menyerap kekuatan mereka sampai kering, saat Tuan sedang membutuhkan kekuatan tambahan...]
“Baiklah, tolong belikan aku empat segel budak abadi!” kata Zhang Yu dan tak lama muncul empat benda mirip kertas jimat melayang-layang di depannya.
“Saatnya menguji segel budak abadi ke mereka!” kata Zhang Yu.
Langsung saja dia melesat maju ke arah Lan Guang. Tanpa bisa dihindari, dia berhasil memasang segel budak abadi ke tubuh Lan Guang, yang seketika membuat pria itu merasakan rasa sakit karena banyaknya niatan buruk yang dia miliki padanya.
Dua penguasa lainnya juga merasakan apa yang sedang dirasakan Lan Guang, begitu Zhang Yu memasang segel budak abadi ke tubuh mereka.
Zhang Yu menyunggingkan senyuman di wajahnya, melihat tiga orang berguling-guling di tas permukaan tanah, menahan rasa sakit yang sangatlah menyakitkan.
Sesaat melihat mereka, pandangan Zhang Yu seketika teralihkan saat Bing Mao tiba-tiba saja muncul di hadapannya, “Aku sempat melupakanmu, tapi karena aku baik, aku mengizinkan kamu merasakan apa yang sedang mereka rasakan!” kata Zhang Yu sembari menyiapkan segel terakhir untuk dia tanamkan ke dalam tubuh Bing Mao...
°°°
Bersambung...
__ADS_1