
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Qing Yue tersenyum menatap Jenderal Kematian yang terkejut melihat keberadaan Tentara Dewa, dan Tentara Monster yang penampilannya terlihat sama berkat zirah Dewa yang mereka kenakan.
“Dewa Nirwana Suci tingkat 2 dan 3!” kata Jenderal Kematian setelah melihat seberapa kuat kekuatan Tentara Dewa, yang baru memusnahkan keberadaan pasukan elitnya.
Jenderal Kematian lalu mengarahkan pandangannya ke arah Qing Yue yang masih menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Bagaimana bisa ada Tentara Dewa di sisi kalian? Bukannya saat ini Alam Nirwana Agung masih terkunci?” tanya Jenderal Kematian penasaran.
“Kamu tidak memenuhi persyaratan untuk menerima jawaban dariku!” kata Qing Yue sembari mengarahkan tatapan malasnye ke arah Jenderal Kematian.
“Begitu juga denganku,” imbuh Zhang Lao.
“Daripada membalas pertanyaanmu, bukannya lebih baik kita segera selesaikan pertarungan diantara kita? Aku sudah tidak sabar menghadapimu dengan sedikit serius,” kata Qing Yue kembali mempersiapkan diri menyerang Jenderal Kematian.
“Serius atau tidak, kau tidak akan pernah menang dariku!” balas Jenderal Kematian yang kali ini tak lagi menahan kekuatannya karena dia tahu lawannya tak lagi bermain-main dengannya.
Swusshh... Swusshh...
BOOM... BOOM...
Pertarungan diantara Qing Yue dan Jenderal Kematian terjadi, membuat prajurit Alam Dewa segera pergi menjauhi tempat pertarungan mereka, yang sanggup memusnahkan prajurit dengan kekuatannya di bawah ranah Dewa Nirwana Suci, hanya dengan tekanan kekuatan mereka.
Akan tetapi, Jenderal Kematian yang terlalu fokus berhadapan dengan Qing Yue, dia benar-benar melupakan kalau lawannya bukan hanya wanita itu, dan akibatnya tubuh Jenderal Kematian harus kembali terlempar dengan luka yang lebih parah setelah terkena serangan Zhang Lao.
“Aku melupakan keberadaanmu!” kata Jenderal Kematian sambil mencoba bangkit, dengan luka yang lumayan membuat dirinya merasakan rasa sakit.
“Meremehkan lawan, bahkan melupakan keberadaan lawan yang jelas-jelas berada di depan kedua matanya. Jenderal Kematian, bagaimana kalau kamu mati menyusul pasukanmu?” kata Zhang Lao sembari memberikan tatapan sinis pada Jenderal Kematian.
“Cih... jangan harap orang-orang seperti kalian dapat membunuhku!...” Jenderal Kematian langsung saja mengedarkan kekuatan penuhnya, bersiap menyerang kedua lawannya.
"Permaisuri, lebih baik kita tidak meremehkan serangannya kali ini, dan alangkah baiknya kita sama-sama mengeluarkan setengah dari keseluruhan kekuatan yang kita miliki untuk melawan kekuatannya!” kata Zhang Lao.
“Baik, aku mengerti,” balas Qing Yue.
“Kalian masih saja meremehkanku! Lihat saja, aku pasti mengalahkan kalian berdua dan seluruh pasukan Alam Dewa,” kata Jenderal Kematian kesal setelah mendengar perkataan Zhang Lao dan balasan Qing Yue.
__ADS_1
“Permaisuri, kita serang dia dari dua arah yang berbeda!” kata Zhang Lao yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Jenderal Kematian.
Swusshh... Swusshh...
BOOM... BOOM...
“Sangat kuat! Kedua tanganku seperti mati rasa,” gumam Jenderal Kematian setelah dia berhasil menahan serangan Qing Yue dan Zhang Lao menggunakan kedua tangannya.
“Ini baru awal serangan kami,” kata Qing Yue menatap dengan sorot mata tajam ke arah Jenderal Kematian, lalu dia dan Zhang Lao kembali menyerang sosok Jenderal Kematian.
“Aku pasti dapat mengalahkan kalian berdua!” kata Jenderal Kematian, dan kini giliran dia yang maju menyerang.
"Kami lah yang akan mengalahkanmu lebih dulu!” kata Qing Yue, lalu dia dan Zhang Lao melesat maju menyerang Jenderal Kematian.
Swusshh... Swusshh...
BOOM... BOOM....
Qing Yue dan Zhang Yu bertarung sengit dengan sosok Jenderal Kematian, yang sudah mengedarkan kekuatannya untuk mengimbangi kekuatan kedua lawannya. Akan tetapi, sekalipun sudah mengedarkan kekuatan puncaknya, tetap saja Jenderal Kematian kewalahan menghad serangan Qing Yue dan Zhang Lao yang datang di waktu bersamaan.
“Daripada terus bertarung denganku, bagaimana kalau kamu menyerah, dan aku pasti akan memohon pengampunan untukmu pada tuanku,” kata Jenderal Kematian yang sejak pertama melihat sudah tertarik dengan kecantikan Qing Yue.
“Kalau begitu, kau harus mati di tanganku!” teriak lantang Jenderal Kematian, sembari mencoba mengarahkan serangannya ke arah Qing Yue.
“Teruslah bermimpi, dan pada akhirnya kamu akan terbangun dari mimpi begitu berada di Alam Kematian!” kata Qing Yue yang dengan mudahnya menahan dan menghindari serangan Jenderal Kematian.
Qing Yue yang menguasai dua elemen, elemen petir dan elemen api. Menggabungkan kekuatan kedua elemen miliknya, Qing Yue mengarahkan serangan gabungan dua elemen ke arah Jenderal Kematian. Kekuatan gabungan elemen api dan elemen petir langsung saja menghantam tubuh Jenderal Kematian.
BOOM...
“Argh!...” Jenderal Kematian memgerang kesakitan saat serangan Qing Yue tepat mengenai tubuhnya.
“Terima juga seranganku!...” Menggunakan kekuatan fisik, Zhang Lao menyerang bertubi-tubi Jenderal Kematian, yang sudah terluka cukup parah setelah terkena serangan Qing Yue.
BOOM... BOOM... BOOM...
Zhang Lao terus saja menyerang tubuh Jenderal Kematian. Dia sama sekali tidak mempedulikan teriakan dan rintihan kesakitan, yang terus keluar dari mulut Jenderal Kematian.
BOOM...
__ADS_1
Tubuh Jenderal Kematian terpental jauh, setelah Zhang Lao mengakhiri serangannya dengan sebuah tendangan, yang tepat mengenai bagian dada Jenderal Kematian.
“Dia belum mati, tapi tidak mungkin baginya untuk bangkit dan menggerakkan tubuhnya karena aku sudah menghancurkan dantian, dan seluruh tulang dalam tubuhnya,” kata Zhang Lao setelah memastikan keadaan Jenderal Kematian.
“Kenapa saudara Lao tidak langsung membunuhnya?” tanya Qing Yue muncul tak jauh dari tempat Zhang Lao berdiri.
“A-aku tidak mungkin kalah! Tu-tuan, aku butuh bantuan kamu!” kata Jenderal Kematian berharap mendapatkan bantuan dari tuannya, Dewa Iblis.
Tiba-tiba saja terdengar suara yang menggema ke seluruh Alam Air, “Aku akan memberimu sedikit kekuatanku, tapi begitu kamu berhasil memusnahkan mereka, kamu akan ikut musnah bersama mereka!...” Meski tak terlihat wujudnya, semua tahu kalau suara itu milik sosok Dewa Iblis.
Kabut hitam menyelimuti tubuh Jenderal Kematian begitu terdengar suara menggema di langit Alam Air.
“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Qing Yue pada Zhang Lao.
“Permaisuri, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya, tapi yang jelas kekuatannya telah kembali, dan dia jelas lebih kuat dari sebelumnya,” jawab Zhang Lao merasakan aura yang terpancar dari tubuh Jenderal Kematian.
“Hahahaha... Kalian lihat! Aku tidak akan kalah sebelum memusnahkan kalian yang berada di tempat ini!” kata Jenderal Kematian begitu kabut hitam yang menyelimuti tubuhnya menghilang.
“Kekuatanmu hanya pinjaman dari tuanmu. Apa kamu pikir dengan kekuatan pinjaman, kamu dapat mengalahkan kami?” tanya Zhang Lao tak gentar dengan sosok Jenderal Kematian yang lebih kuat dari sebelumnya, dan langsung saja dia kembali menyerang Jenderal Kematian.
Melihat serangan yang dilakukan Zhang Lao, Jenderal Kematian hanya diam di tempatnya sambil menunjukkan senyuman di wajahnya, membiarkan serangan Zhang Lao menghantam tubuhnya.
BOOM... BOOM...
Bukannya Jenderal Kematian yang terpental karena terkena serangan Zhang Lao, yang terjadi justru sebaliknya, tubuh Zhang Lao terpental setelah aura kuat yang keluar dari tubuh Jenderal Kematian melemparkan tubuh Zhang Lao.
“Hahahaha... kau bahkan sudah terpental hanya dengan merasakan sedikit aura kekuatanku,” kata Jenderal Kematian dengan tawa menggema ke seluruh medan perang.
“Hei, aku barusan hanya menggunakan sedikit kekuatanku, jadi wajar aku tidak dapat mendaratkan serangan tubuhmu,” kata Zhang Lao yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Jenderal Kematian.
“Kali ini aku akan menggunakan seluruh kekuatanku, dan terima seranganku!...” Zhang Lao melayangkan pukulan dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.
BOOM...
“Ugh... bagaimana bisa kau tetap dapat memberi luka pada tubuhku?” tanya Jenderal Kematian setelah pukulan Zhang Lao tak dapat dia hentikan dengan aura kekuatannya.
Zhang Lao tidak langsung menjawab, dia hanya menunjukkan senyuman di wajahnya dan setelahnya baru di berkata, “Aku sudah berada di setengah langkah menuju ranah Dewa Semesta. Jadi, wajar bagiku dapat mengimbangi kekuatanmu...”
°°°
__ADS_1
Bersambung...