
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Peperangan yang masih berlangsung seketika terhenti setelah Gong Seng mati di tangan Zhang Lao. Orang-orang dari kubu Gong Seng yang masih tersisa memilih menjatuhkan senjata, mengakui kekalahan mereka.
Tanpa adanya pemimpin dan tidak adanya kemungkinan bagi mereka memenangkan peperangan, menyerah adalah pilihan terbaik yang bisa mereka lakukan.
Orang-orang dari kubu Lien Shui segera mengikat mereka yang menyerah menggunakan rantai khusus, yang bisa menyegel kekuatan mereka.
Begitu rantai mengikat tangan mereka, tak satupun dari orang-orang kubu Gong Seng yang sudah menyerah dapat mengeluarkan kekuatan. Dengan tersegelnya kekuatan mereka, sekumpulan orang itu tak ubahnya seperti manusia biasa di Alam Fana.
“Aku tidak menyangka dapat memenangkan peperangan yang sebelumnya sangat mustahil untuk dimenangkan. Akan tetapi, dengan bantuan Yang diberikan Yang Mulia calon penguasa Alam Semesta dan kembalinya saudara Lao, mengubah yang mustahil menjadi kenyataan bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan!” gumam Lien Shui sembari menunjukkan senyum bahagia di wajahnya.
“Apa Putri tidak merasa sedih dengan kematian Gong Seng? Meskipun dalam medan perang dia adalah musuh, bukannya dia masih suami Putri! Setidaknya walau sedikit, Putri pasti sedih karena sosoknya tak lagi ada di Alam ini!” kata Zhang Lao yang sudah berdiri di sebelah Lien Shui.
Lien Shui menggelengkan kepalanya, setelah mendengar perkataan Zhang Lao, “Aku sama sekali tidak merasakan sedih. Sebaliknya, aku justru bahagia dengan kematiannya,” ungkap Lien Shui.
“Seharusnya saat ini kamulah yang sedih dan kecewa pada mereka yang lebih membela sosok yang jelas-jelas telah melakukan kesalahan, dan mengambil apa yang bukan miliknya!” kata Lien Shui sembari menolehkan kepala, menatap Zhang Lao.
“Aku memang sedih, aku juga merasa kecewa. Akan tetapi, perasaan sedih dan rasa kecewaku hilang saat aku melihat penyesalan di wajah mereka,” ujar Zhang Lao.
“Apa kamu dapat memberikan maaf saat mereka tulus meminta maaf padamu? Apa kamu masih bisa memberi mereka kesempatan, untuk memperbaiki apa yang sudah mereka hancurkan?” tanya Lien Shui yang jelas melihat kekecewaan yang begitu besar ada pada diri Zhang Lao.
“Sangat mudah bagiku memaafkan mereka, tapi sulit bagiku memberi kesempatan pada mereka untuk memperbaiki apa yang mungkin tidak bisa diperbaiki!” kata Zhang Lao menjawab pertanyaan Lien Shui.
Memaafkan memang sangat mudah, memberi kesempatan pada mereka itulah yang sulit dilakukan. Lien Shui yang mendengar semua itu, dia sangat setuju dengan jawaban yang diberikan Zhang Lao.
“Apa setelah ini kamu memilih pergi meninggalkan Alam ini, atau memilih mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milikmu? Jujur saja, kekacauan di Alam Binatang akan terus terjadi, tanpa adanya sosok penguasa yang telah terpilih untuk menjadi Penguasa sesungguhnya dari Alam Binatang!” kata Lien Shui.
__ADS_1
Lien Shuimenaruh harapan besar pada Zhang Lao, dan dia yakin kalau hanya pria itu yang mampu membawa Alam Binatang kembali ke masa kejayaannya. Meski sulit membuat Alam Binatang memiliki kekuatan selayaknya jutaan tahun yang lalu, setidaknya dengan adanya Zhang Lao, Alam Binatang tidak lagi dipandang remeh oleh Alam lain di Alam Dewa.
“Aku tidak bisa memutuskan seorang diri ingin pergi atau mengambil apa yang sudah ditakdirkan menjadi milikku. Bagaimanapun juga, saat ini aku hanyalah pelayaran dari Tuanku,” kata Zhang Lao.
“Kamu bebas menentukan apa yang menjadi keinginanmu,” kata Zhang Yu yang tiba-tiba saja muncul di sebelah Zhang Lao.
“Sebagai pelayanan, aku hanya akan menuruti apa yang menjadi keinginan Tuan,” balas Zhang Lao yang menyerahkan seluruh keputusan pada Zhang Yu.
Zhang Lao meyakinkan dirinya hanyalah pelayanan Zhang Yu, dan sudah sewajarnya pelayan menuruti apa yang menjadi keinginan sosok Tuan yang dilayaninya.
“Sebenarnya aku tidak pernah menganggapmu sebagai pelayanku, tapi karena kamu sudah mengatakan akan menuruti semua keinginanku, mulai hari ini dan seterusnya aku ingin kamu menjadi penguasa Alam Bintang, dan menjadikan Alam Binatang menjadi tempat yang aman untuk seluruh penghuninya!” kata Zhang Yu tegas.
Senyum terlihat di wajah Lien Shui mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu. Sedangkan Zhang Lao, dia tiba-tiba saja mengambil sikap berlutut di hadapan Zhang Yu.
“Apa yang Tuan inginkan pasti dapat aku wujudkan!” kata Zhang Lao dengan kepala tertunduk di hadapan Zhang Yu.
Zhang Yu mendekati Zhang Lao, lalu dia menepuk bahu pria yang menjadi teman pertamanya tak lama setelah dia menginjakkan kaki di Alam Bawah.
‘Dengan begini, urusanku di Alam Binatang telah selesai, dan aku dapat kembali ke Alam Bunga’ kata Zhang Yu dalam hati.
“Segera umumkan dirimu sebagai penguasa baru Alam Bintang!” kata Zhang Yu lalu dia begitu saja menghilang tanpa meninggalkan jejal aura.
Setelah kepergian Zhang Yu, perlahan Zhang Lao bangkit berdiri, dan langsung di sambut pelukan hangat Lien Shui.
“Apa Putri tidak malu memelukku di tengah banyak orang yang memperhatikan kita?” tanya Zhang Lao yang merasakan kehangatan saat Lien Shui memeluknya.
“Aku tidak peduli pada mereka, yang jelas aku sangat senang karena akhirnya kamu kembali dan tak lagi pergi meninggalkanku seorang diri di Alam ini!” kata Lien Shui yang tak sanggup menahan air mata bahagia mengalir membasahi wajahnya.
Keduanya di masa lalu sama-sama memiliki perasaan saling menyayangi satu sama lainnya, tapi karena Zhang Lao melihat Gong Seng sangat menyukai Lien Shui, dia memilih memendam perasaannya.
__ADS_1
Namun, sekarang tanpa adanya Gong Seng tentu Zhang Lao dapat mengutarakan apa yang dia rasakan, dan tanpa ragu dia membahas pelukan Lien Shui.
“Ternyata mereka sudah saling menyayangi sejak lama,” kata Zhang Yu melihat kebersamaan Zhang Lao dan Lien Shui dari kejauhan.
[Tuan, segel Dewa Iblis semakin melemah, dan tak banyak yang bisa dilakukan para penguasa untuk memperkuat segel itu!...]
“Dengan kekuatanku yang sekarang, aku tidak mungkin dapat mengimbangi kekuatan Dewa Iblia. Setidaknya aku harus menerobos tingkat menenggeh ranah Dewa Nirwana Agung untuk dapat mengimbangi kekuatannya,” gumam Zhang Yu yang kini perhatiannya tertuju pada sosok Dewa Iblis.
Meski perhatiannya sedang tertuju pada Dewa Iblis, Zhang Yu tidak melupakan keberadaan Zhang Lao dan Alam Binatang yang jelas masih membutuhkan bantuannya, untuk meningkatkan keseluruhan kekuatan yang dimiliki Alam Binatang.
Membeli banyak sumberdaya berharga yang dia simpan dalam sepuluh cincin penyimpanan, Zhang Yu memerintahkan dua Tentara Dewa menyerahkan sepuluh cincin penyimpanan pada Zhang Lao.
“Zhang Lao, aku hanya bisa memberikan sedikit sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan Alam Binatang. Namun, kalau semua itu masih kurang, kamu bisa mencariku di Alam Bunga,” kata Zhang Yu melalui telepati.
Sementara itu di tempat Zhang Yu yang baru saja menyatakan dirinya sebagai penguasa baru Alam Bintang, senyum terlihat di wajah pria itu setelah mendengar suara telepati Zhang Yu, dan tak lama muncul dua sosok Tentara Dewa di hadapannya.
“Tuan memberikan semua ini untuk saudara Lao,” kata salah satu Tentara Dewa, sambil menyerahkan sepuluh cincin penyimpanan pada Zhang Lao.
Tanpa menunggu balasan dari Zhang Lao, dua Tentara Dewa tiba-tiba menghilang seperti apa yang tadi di lakukan Zhang Yu.
“Tuan, terimakasih atas semua yang sudah Tuan lakukan untukku, dan untuk Alam Binatang,” gumam Zhang Lao, sambil menatap arah dimana dia dapat merasakan hawa keberadaan Zhang Yu.
“Apa Yang Mulia Agung sudah pergi meninggalkan Alam ini?...” Lien Shui menanyakan keberadaan Zhang Yu pada Zhang Lao.
Zhang Lao menggelengkan kepalanya, “Tuan masih di Alam ini, tapi aku tidak tahu sekarang dia ada di mana,” kata Zhang Lao lalu dia menyerahkan salah satu cincin pemberian Zhang Yu pada Lien Shui.
Dengan mengalirkan energi spiritual, kedua mata Lien Shui dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, “Da-darimana asalnya umberdaya sebanyak ini?” tanya Lien Shui menatap Zhang Yu.
Zhang Yu mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman, mendengar pertanyaan Lien Shui, “Tuan memiliki kebun sumberdaya tak terbatas. Apa yang dia berikan pada kita, ini hanya sedikit bagian dari apa yang dia miliki!...”
__ADS_1
°°°
Bersambung...