Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Kemarahan Zhang Yu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Zhang Yu telah diyakinkan Yuxi kalau dia dapat mengalahkan pria berambut putih dengan seluruh kekuatannya. Sementara pria berambut putih, dia merasa waspada dengan ketenangan yang ditunjukkan Zhang Yu.


Kedua mata pria itu tiba-tiba bertemu dengan mata Zhang Yu yang memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan. Tubuhnya seketika bergetar merasakan kekuatan dari cahaya yang dipancarkan kedua mata Zhang Yu.


Hanya dengan merasakan kekuatan dari pancaran cahaya kedua mata Zhang Yu, pria berambut putih yakin kalau saat ini dia sedang dihadapkan dengan kultivator generasi muda yang kejeniusannya jauh melampaui kejeniusan tuan mudanya.


“Apa kau tidak tahu siapa pemuda yang telah kamu singgung? Asal kamu tahu, dia adalah Tuan Muda Zhang Wen calon tunggal penerus kepala Klan Zhang alam atas, lebih baik akhiri hidupmu sendiri dan permasalahan ini selesai sampai di sini! Setidaknya kematianmu dapat membawa kedamaian di alam ini” ungkapnya tenang, walau ada rasa takut dengan pemuda di depannya.


Zhang Yu menunjukkan senyuman remeh mendengar perkataan pria berambut putih, lalu dengan santai dia membalas, “Kenapa aku harus mengakhiri hidupku sendiri untuk kedamaian alam ini, disaat alam ini akan semakin damai dengan keberadaanku? Lebih baik kalian tinggalkan alam ini sebelum alam ini menjadi kuburan untuk kalian!”


Wish...


Tekanan kuat aura kemarahan Kaisar Naga membuat pria berambut putih dan Zhang Wen kesulitan menggerakkan tubuhnya.


“Karena kau tidak bisa di kasih tahu baik-baik, tangan inilah yang akan mengakhiri hidupmu!”


Pria berambut putih mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, lalu dengan mengedarkan kekuatan puncaknya, dia membebaskan diri dari tekanan aura kemarahan Kaisar Naga, melesat maju mengayunkan pedang di tangannya.


Zhang Yu mengeluarkan pedang Naga, bersiap menyambut serangan pria berambut putih.


Ketika pedang pria berambut putih berbenturan dengan pedang Naga milik Zhang Yu, bukannya pedang di tangannya dapat menghancurkan pedang lawan, pria itu justru mendapati pedangnya patah menjadi dua bagian.


Pedang Naga milik Zhang Yu adalah senjata yang kekuatannya telah melampaui kekuatan senjata tingkat Dewa. Pedang pria berambut putih hanyalah senjata tingkat langit, wajar pedang itu langsung patah begitu berbenturan dengan pedang Naga milik Zhang Yu.


“Ini buruk! Selain kekuatannya yang tak bisa aku ukur, dia juga memiliki senjata yang kekuatannya melampaui kekuatan senjata tingkat langit. Sial, sepertinya tuan muda kali ini telah salah menyinggung orang!” Dia melompat mundur, menjaga jarak dari pemuda yang telah bersinggungan dengan tuan mudanya.

__ADS_1


Dia tak lagi berpikir melawan Zhang Yu dengan menggunakan senjata, karena semua senjata terkuat di cincin penyimpanannya hanyalah senjata tingkat langit, yang tentu tak sepadan dengan kekuatan senjata di tangan Zhang Yu. “Aku tidak menyangka sampai harus menggunakan Martial Spirit hanya untuk mengalahkan pemuda yang usianya bahkan belum genap dua puluh tahun! Namun patut di sayangkan, sebagian alam ini sepertinya akan musnah begitu aku mengeluarkan Martial Spirit milikku!” ungkapnya.


Cahaya putih terang terpancar dari dalam tubuh pria berambut putih, dan tak lama setelah itu muncul siluet naga berwarna putih yang merupakan Martial Spirit peringkat Xuan tingkat 7.


Zhang Yu memandangi siluet Naga putih yang kedua matanya menatap tajam kearahnya, bukanya takut ditatap makhluk yang begitu mengerikan, dia justru menunjukkan senyuman lebar di wajahnya, “Aku tidak pernah mengira akan melawan kultivator yang memiliki Martial Spirit peringkat Xuan tingkat tujuh. Aku penasaran, apa mungkin Martial Spirit milikku dapat mengalahkan Martial Spirit yang kamu miliki! Jika aku menang, alam ini akan menjadi kuburan kalian.”


Siluet Naga Emas berkepala sembilan dan Phoenix tujuh warna muncul di atas Zhang Yu, menatap sosok kecil pria berambut putih yang menjadi lawan Zhang Yu, “Mari kita buktikan Martial Spirit siapa yang lebih kuat!” seru Zhang Yu dengan suara lantang.


Siluet Naga Emas berkepala dan Phoenix tujuh Warna melesat cepat menyerang siluet naga putih, sementara Zhang Yu dengan pedang Naga di tangannya dia melesat maju menyerang pria berambut putih yang entah kenapa dia hanya diam mematung di tempatnya. Hingga Zhang Yu berada di depannya, pria itu tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya, bersujud dengan kening menyentuh tanah tepat di hadapan Zhang Yu.


Dengan cepat Zhang Yu menghentikan serangannya, begitu juga dengan siluet Naga Emas dan Phoenix tujuh warna yang saat ini hanya berputar-putar di atas langit Kota Zhang.


Zhang Wen dan lima pengawalnya hanya bisa diam di tempat mereka, melihat pria berambut putih tiba-tiba saja bersujud di hadapan pemuda yang sejak tadi bersinggungan dengan mereka.


“Paman, apa yang kau lakukan? Kenapa Paman justru bersujud di depan orang tak menghormati keberadaanku? Cepat bunuh orang itu sebelum ayah turun ke alam ini dan membunuh Paman dengan tangannya!” Zhang Wen mengeluarkan giok berwarna hitam, yang dapat dia gunakan untuk memanggil ayahnya, yang tidak lain adalah kepala Klan Zhang di alam atas.


Pria berambut putih mengabaikan perkataan Zhang Wen, dia tetap bersujud tapi terdengar kata-kata keluar dari mulutnya, “Tu... Tuan Muda, siapa Anda sebenarnya? Kalau yang lemah ini boleh tahu, apa Tuan Muda masih memiliki hubungan dengan Tuan Zhang Tian dan Nona Lu Ning?”


Di tempatnya, Zhang Wen terkejut dengan jawaban Zhang Yu. Dia tidak menyangka orang yang bersinggungan dengannya adalah orang yang dicari-cari oleh ayahnya.


“Kau... kau ternyata putra si pengkhianat dan wanita jal*ng yang sudah membawa kabur setengah harta kekayaan Klan! Tunggu saja, ayahku akan datang untuk mengakhiri hidupmu, seperti apa yang sudah di alami orangtuamu!” Zhang Wen memecahkan giok hitam di tangannya, dan hanya dalam satu kedipan mata sosok Zhang Quro, kepala Klan Zhang muncul di dekat Zhang Wen, putranya.


Baru juga datang, dia dikejutkan dengan aura kuat dan masih terus saja meningkat, yang berasal dari pemuda yang kedua matanya menatap tajam ke arahnya. Suara lantang terdengar saat pandangan matanya bertemu dengan mata pemuda itu, “Pembunuh, kau akan mati di tanganku!”


Zhang Quro yang belum tahu apa sebenarnya yang telah terjadi, dengan gerakan cepat dia menyeret tubuh Zhang Wen, menghindari serangan yang tertuju ke arahnya.


Sementara itu di dalam jiwa Zhang Yu, Zhang Yuxi dalam wujud bola cahaya mengutuk kebodohan Zhang Wen, “Pemuda bodoh! Apa dia kira ayahnya mampu menghentikan kemarahan tuan muda?” ungkapnya.


Sosok Zhang Yu telah berada di tempat yang sebelumnya menjadi tempat berdirinya Zhang Quro dan Zhang Wen, “Katakan padaku, siapa yang membunuh Ayah Tian dan Ibu Ning?” Zhang Yu mencengkram leher dua pengawal Zhang Wen, sedangkan tiga lainnya telah berubah menjadi kabut darah.

__ADS_1


Mendengar suara lantang Zhang Yu, Zhang Quro tahu siapa pemuda yang tiba-tiba melepaskan serangan ke arahnya, “Dia putra kakak Tian? Namun, apa maksudnya dengan pembunuh kakak Tian dan kakak Ning? Zhang Wen, apa kau telah mengatakan omong kosong?” Zhang Quro menatap putranya.


Dengan tubuh bergetar karena ketakutan setelah melihat kemarahan Zhang Yu, Zhang Wen mulai menceritakan pada ayahnya semua yang dia katakan tentang Zhang Tian dan Lu Ning, yang kemungkinan menjadi penyebab kemarahan Zhang Yu.


Zhang Quro mengangkat tangannya, menampar wajah Zhang Wen sampai membuat pemuda itu meringis kesakitan, “Anak bodoh, kenapa kau mengatakan kebohongan? Apa kau lupa pesan Paman Tian sebelum dia dibawa pergi pasukan dari alam Dewa demi menyelamatkan Klan?”


Zhang Quro menarik nafas, lalu dia kembali berkata, “Jangan membuat putranya marah kalau kita bertemu putranya, karena itu hanya akan membawa malapetaka untuk alam semesta!”


Belum juga mendengar balasan Zhang Wen, Zhang Quro dan semua orang di tempat itu dapat merasakan tekanan luar biasa yang berasal dari sosok Zhang Yu yang baru mengakhiri hidup dua pengawal Zhang Wen. Tekanan kuat seolah langit menimpa tubuh mereka, membuat semua orang tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Zhang Fu dan Long Hua juga merasakan tekanan itu, tapi yang dia rasakan tak sekuat yang dirasakan Zhang Wen dan Zhang Quan. Keduanya masih dapat bergerak, walau tak bisa leluasa seperti biasanya.


Mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membebaskan diri, Zhang Quro akhirnya dapat menggerakkan bibirnya untuk berkata, “Nak, ayah dan ibu kamu belum mati, mereka masih hidup, tapi saat ini mereka berada di alam elemen!”


Mendengar itu, Zhang Yu yang semula memandang Zhang Wen dengan hasrat membunuh, tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Zhang Quro, “Alam elemen, mereka akan lenyap dari alam Dewa, tapi sebelum itu aku akan mengirim ke alam kematian orang yang berani menghina kedua orangtuaku!”


Wish...


Sosok Zhang Yu muncul di depan Zhang Wen, dengan tangan mencengkram erat leher Zhang Wes yang wajahnya seketika memucat, “Berani menghina orangtuaku, hanya kematian yang pantas kamu dapatkan!” ujar Zhang Yu dengan dingin.


Zhang Quro yang berada di dekat Zhang Wen tidak bisa melakukan apa-apa karena tubuhnya tidak bisa digerakkan karena tekanan yang dia rasakan semakin meningkat saat Zhang Yu berada di dekatnya.


“Suami, jangan mengotori tanganmu dengan membunuh sampah sepertinya!” Suara lembut Qing Yue terdengar bersama sosoknya yang muncul di dekat Zhang Yu, diikuti dengan kemunculan Shu Cing dan Long Hua. Ketiganya muncul dan langsung memeluk Zhang Yu dari tiga sisi yang berbeda.


Merasakan aura dari tiga wanita yang memeluk tubuhnya, perlahan Zhang Yu terbebas dari rasa marah yang dia alami. Cengkraman di leher Zhang Wen melemah, bersama hilangnya simbol Naga da Phoenix yang muncul di keningnya.


“Beruntung Tuan dikelilingi wanita dengan aura yang memenangkan. Kalau saja tidak ada mereka, kematian Zhang Wen sekalipun tak akan mampu menghentikan kemarahannya, dan bisa jadi kemarahannya akan menjadi awal dari hancurnya alam semesta!” ungkap Yuxi.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2