Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Rencana Licik Penguasa Alam Es


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


“Jadi, apa kita perlu datang menghadiri undangan ini?” tanya Lien Shui pada Zhang Lao.


Zhang Lao menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan Lien Shui, lalu berkata, “Aku ingin melihat apa yang sebenarnya ingin dilakukan penguasa Alam Es. Kalau dia telah melakukan hal buruk pada tuanku, tentu aku tidak akan tinggal diam!...”


Zhang Lao tidak yakin kalau penguasa Alam Es berhasil membawa salah satu wanita tuannya. Dia justru curiga kalau penguasa Alam Es sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil apa yang sudah menjadi milik tuannya.


“Tidak mungkin seorang penguasa mengundang penguasa Alam lainnya, kalau dia tidak punya tujuan tertentu, dan aku yakin tujuannya tak jauh dari penguasa Alam Bunga,” ungkap Zhang Lao.


“Apa yang mungkin dia lakukan untuk mewujudkan tujuannya?” tanya Lien Shui sembari menatap wajah Zhang Lao.


Mendengar pertanyaan itu Zhang Lao menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu dia membalas tatapan Lien Shui.


“Tentu bukan hanya aku yang dia undang. Aku yakin dia juga mengirim undangan serupa pada penguasa Alam lainnya, dan saat semua penguasa datang kita akan mengetahui apa yang menjadi tujuan dia mengundang kita,” jawab Zhang Lao.


“Tapi aku merasa kalau kamu sudah mengetahui apa yang menjadi tujuan penguasa Alam Es,” kata Lien Shui sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


Senyum tipis terlihat di bibir Zhang Lao, “Dia ingin memberi tuduhan palsu, dan mengadu domba penguasa Alam lain dengan tuanku...”


“Mengadu domba? Bagaimana bisa penguasa Alam Es mengadu domba penguasa Alam lainnya dengan Yang Mulia Agung?” tanya Lien Shui dengan rasa penasarannya.


“Menuduh tuanku mengambil paksa penguasa Alam Bunga yang segera menjadi pendamping hidupnya, dan sedikit memberi bumbu yang seolah tuanku merendahkan Alam lainnya. Aku rasa itu cukup untuk membuat penguasa Alam lainnya memusuhi tuanku...”


“Bagaimanapun juga, mereka pasti lebih mempercayai perkataan Penguasa Alam Es, daripada mempercayai tuanku yang belum mengungkap identitas aslinya,” kata Zhang Lao menjawab pertanyaan Lien Shui, dimana wanita itu hanya menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban Zhang Lao.


°°°


Istana Hua...


“Aku baru mendapatkan kabar dari Zhang Lao tentang undangan pernikahan penguasa Alam Es,” kata Zhang Yu pada ketujuh istrinya.


Saat ini Zhang Yu dan ketujuh istrinya sedang menikmati makan siang, sampai akhirnya beberapa saat yang lalu dia mendapatkan pesan telepati dari Zhang Lao, yang mana dalam pesannya itu dia mengatakan tentang undangan pernikahan penguasa Alam Es.


“Undangan pernikahan penguasa Alam Es? Bukannya sebelumnya dia menginginkan saudari Lin Yifei, tapi kenapa tiba-tiba sudah mau menikah?” tanya Qing Yue penasaran.


Zhang Yu langsung saja menjelaskan pada mereka isi undangan pernikahan penguasa Alam Es pada ketujuh istrinya, begitu dia mendengar pertanyaan Qing Yue.

__ADS_1


Ketujuh wanita itu bersamaan menggelengkan kepala mereka setelah mendengar keseluruhan penjelasan Zhang Yu. Licik, satu kata yang mereka tujukan pada sosok penguasa Alam Es.


“Cih... Beraninya dia menyebar undangan palsu untuk mengadu domba suamiku dengan penguasa Alam lainnya. Penguasa Alam Es ini sepertinya sudah bosan hidup!” kata Shang Gu.


Wanita yang lainnya setuju dengan apa yang dikatakan Shang Gu, tapi saat mereka melihat ketenangan Zhang Lao, mereka tahu suaminya sudah memiliki rencana bagaimana menghadapi rencana licik penguasa Alam Es.


Wajah Zhang Yu terlihat begitu tenang, seolah dia tidak menganggap penting apa yang sudah direncanakan penguasa Alam Es, bahkan masih terlihat senyuman tipis di wajahnya.


Melihat ketenangan yang ditunjukkan suami mereka, membuat tujuh wanita itu sangat penasaran dengan apa yang sudah direncanakan oleh suami mereka.


“Suami, apa kamu sudah punya rencana bagaimana menghadapi rencana licik penguasa Alam Es?” tanya Long Hua sembari memeluk lengan Zhang Yu.


“Bagaimana bisa penguasa Alam Es memberi tuduhan palsu padaku, kalau aku hadir dalam pesta pernikahannya bersama kalian?” kata Zhang Yu balik bertanya.


“Suami, bagaimana cara kita memasuki ruangan pesta tanpa undangan?” tanya Yin Siyi sembari menatap lembut wajah suaminya.


“Kalaupun ada undangan sebagai syarat memasuki ruangan pesta, hanya tiga orang dari masing-masing Alam yang diizinkan memasuki ruangan pesta. Bagaimana mungkin kita bisa memasuki ruangan pesta?” kata Lin Yifei.


“Aku bisa pergi bersama Zhang Lao dan Lien Shui, sementara kalian bisa menunggu di Dunia Abadi sebelum aku memanggil kalian keluar,” kata Zhang Yu mengatakan rencananya yang begitu sederhana.


Ketujuh istrinya menganggukkan kepalanya setelah mendengar cara seperti apa yang ingin dia gunakan untuk memasuki ruangan pesta penguasa Alam Es.


“Begitu juga denganku,” imbuh Long Hua yang masih saja memeluk erat lengan Zhang Yu.


“Suami, apa perlu kita merias diri untuk menghadiri pesta penguasa Alam Es?” tanya Shu Cing.


Zhang Yu menggelengkan kepalanya, “Tanpa riasan kalian sudah menjadi wanita paling cantik di seluruh Alam Semesta. Apa kalian ingin membuat seluruh pria pingsan melihat kecantikan kalian setelah merias diri?” tanya Zhang Yu.


Semua wanita segera menggelengkan kepala sembari menunjukkan senyuman lebar di wajah mereka.


°°°


Alam Es...


“Kalau sudah seperti ini, aku hanya bisa menggunakan rencana terakhir saat seluruh tamu undangan sudah berkumpul di Alam ini,” kata penguasa Alam Es setelah mendengar cerita penguasa Alam Angin tentang apa saja yang sudah terjadi di Alam Bunga.


“Apa kamu tidak takut menghadapi murka reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung?” tanya penguasa Alam Angin pada penguasa Alam Es.


“Apa yang harus aku takutkan darinya?” kata penguasa Alam Es bertanya balik.

__ADS_1


“Kekuatannya jauh melampaui kekuatan kita,” jawab penguasa Alam Angin.


“Seberapa jauh?” kembali penguasa Alam Es bertanya.


Penguasa Alam Angin menjelaskan kekuatan dari sosok reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung yang telah berada di tingkat menengadah ranah Dewa Nirwana Suci, jauh melampaui mereka yang masih berada di tingkat 1 ramah Dewa Nirwana Suci.


Bukannya ketakutan penguasa Alam Es justru menunjukkan senyum di wajahnya setelah mendengar seluruh penjelasan penguasa Alam Angin.


“Apa yang harus aku takutkan dengan sosoknya yang hanya berada di tingkat menengah ranah Dewa Nirwana Suci selama ada para penguasa Alam lainnya yang berada di sisiku?” kata penguasa Alam Es.


“Meski seluruh penguasa Alam di Alam Dewa berada di sisimu, apa kamu pikir mereka mampu mengalahkan kekuatan Tentara Dewa yang berada di sisinya?” tanya penguasa Alam Angin.


“Kamu tenang saja, memanfaatkan kekuatan penguasa Alam lainnya hanyalah salah satu dari sekian banyak rencana yang sudah aku siapkan untuk menghadapi orang itu. Kalau rancana itu gagal, aku masih punya rencana lainnya,” kata penguasa Alam Es.


Penguasa Alam Es menunjukkan pada penguasa Alam Angin tentang keberadaan segel teratai es yang terdapat di lengan salah satu prajurit yang berada di dekatnya.


Dia menjelaskan kegunaan segel yang telah dia berikan pada lebih dari satu juta prajurit Alam Es pada penguasa Alam Angin melalui telepati.


Setelah mendengar penjelasan penguasa Alam Es, terlihat senyuman lebar di wajah penguasa Alam Angin.


“Aku tidak menyangka kamu berhasil mengembangkan teknik yang begitu mengerikan,” kata penguasa Alam Angin.


“Apa kamu pikir aku berdiam diri selama ratusan terakhir tidak membuahkan hasil, dan hanya menghabiskan banyak waktu berhargaku?” tanya penguasa Alam Es.


“Setinggi apa tingkat kekuatanmu setelah menggunakan teknik itu?” kata penguasa Alam Angin.


“Setidaknya aku bisa mengimbangi kekuatan Dewa Iblis di masa lalu, dan sebenarnya aku menyiapkan kekuatan ini untuk melawan Dewa Iblis yang hampir menghancurkan segel pengekang kekuatannya,” ujar penguasa Alam Es.


“Aku rasa kekuatan itu cukup untuk mengalahkan kekuatan reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung,” kata penguasa Alam Angin.


Tiba-tiba senyuman terlihat di wajah penguasa Alam Angin saat dia membayangkan keindahan para wanita di sekitar sosok reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung.


Dengan kematian suami mereka dan penguasa Alam Angin yang hanya menginginkan penguasa Alam Bunga, dia memiliki kesempatan mengambil para wanita itu, tapi dia juga tidak mungkin melupakan penguasa Alam Air yang juga menginginkan salah satu dari mereka.


“Setidaknya aku bisa mendapatkan lebih banyak wanita dibandingkan dengan mereka,” gumam penguasa Alam Angin begitu lirih, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan penguasa Alam Es.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2