Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Berusaha Meningkatkan Kekuatan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Lubang hitam muncul di dekat Jenderal Darah, lalu lubang itu menyerap tubuh Jenderal Darah masuk ke dalamnya, dan berhasil menggagalkan serangan terakhir yang ingin dilakukan Jenderal Darah untuk menyeret Zhang Lao dan yang lainnya ikut mati bersama dirinya.


Melihat keberhasilan teknik kuno ras binatang suci yang baru dia pelajari dari kitab peninggalan leluhur ras binatang suci, Zhang Lao tersenyum senang. Dia tidak menyangka teknik kuno yang baru dia pelajari dapat menggagalkan serangan terakhir Jenderal Darah, yang jika dibiarkan serangan itu tentu dapat memberi kerugian besar pada pasukan penjaga garis pertahanan.


“Sayangnya teknik ini hanya bisa aku gunakan untuk melawan mereka yang lebih lemah dariku. Kalau saja aku lebih kuat dari sosok Dewa Iblis, tentu bukan hal sulit bagiku untuk mengalahkannya dengan teknik ini,” ungkap Zhang Lao yang tahu kalau kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Dewa Iblis.


Energi Spiritual milik Zhang Lao cukup terkuras setelah dia menggunakan teknik lubang hitam yang berhasil mengalahkan Jenderal Darah. Untuk memulihkan kekuatannya dia segera mengkonsumsi pil pemulihan, dan bermeditasi di belakang garis pertahanan yang saat ini sedikit lebih kuat setelah kedatangan pasukan dari Alam Binatang.


Bing Mao dan Huo Sheng De berjaga di sekitar Zhang Lao yang sedang memulihkan kekuatan. Di waktu yang sama, Dong Ye, Lan Guang, dan Xue Xie mereka sedang membagikan pil pemulihan pada seluruh pasukan penjaga garis pertahanan.


“Pasukan Iblis untuk sementara waktu dapat kita atasi, tapi aku merasa ini barulah awal,” kata Bing Mao.


“Dari kekuatan mereka di masa lalu, aku setuju dengan apa yang kamu katakan, dan sekarang aku baru sadar betapa kita sangat membutuhkan kekuatan Tentara Dewa yang dimiliki Alam Nirwana Agung,” kata Huo Sheng De.


“Kita masih terlalu lemah seperti di masa lalu,” ungkap Bing Mao.


Huo Sheng De menganggukkan kepalanya, “Kita memang sedikit mengalami peningkatan kekuatan, tapi tetap saja kita ini lemah. Menurutmu, berapa persen kemungkinan kita menang melawan Dewa Iblis tanpa keberadaan Tentara Dewa?” tanyanya.


Mendengar itu Bing Mao sejenak berpikir, lalu dia berkata, “Kalau hanya mengandalkan kekuatan kita, kemungkinan kita menang sama sekali tidak ada. Namun, kita masih memiliki sedikit harapan dapat mengalahkan Dewa Iblis dan pasukannya, dengan keberadaan reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung yang saat ini sedang berusaha meningkatkan kekuatannya...”


“Aku masih ingat beberapa waktu yang lalu aku dan kakakku sangat menginginkan kematiannya, tapi siapa yang menyangka kalau sekarang hidupku tergantung dengan kekuatannya, bahkan dia memberiku obat untuk menyembuhkan luka kakakku, dan mungkin tak lama lagi pasukan Alam Elemen yang dipimpin kakak datang ke Alam ini untuk membantu kita menjaga garis pertahanan,” kata Huo Sheng De.


Meski kekuatan Alam Elemen jauh berkurang setelah perang besar di Alam Bunga, tapi tetap saja keberadaan Huo Hong De dan pasukan Alam Elemen dapat sedikit meningkatkan kekuatan pasukan penjaga garis pertahanan. Akan tetapi semua kekuatan yang dimiliki pasukan penjaga garis pertahanan, masih terlalu lemah untuk dapat menghentikan kekuatan Dewa Iblis dan pasukannya.

__ADS_1


Walau begitu, dengan adanya Huo Hong De dan pasukan Alam Elemen, pasukan penjaga garis pertahanan akan lebih kuat jika sewaktu-waktu kembali ada sekumpulan pasukan Iblis yang keluar melalui celah segel.


“Bagaimana dengan Alam Pedang, Alam Roh, Alam Perang dan Alam Tumbuhan, apa mereka tidak ada rencana mengirim pasukan untuk membantu kita dalam waktu dekat?” tanya Huo Sheng De.


“Mereka masih berusaha meningkatkan kekuatan. Mungkin beberapa hari ke depan mereka baru dapat mengirimkan pasukan untuk membantu kita di tempat ini,” jawab Bing Mao yang sudah mendengar kabar dari empat Alam yang saat ini dipimpin oleh penguasa baru, menggantikan penguasa lama yang telah memutuskan menjadi pelindung Alam mereka.


“Untuk Alam Bunga dan Alam Kegelapan, mereka akan menjadi kekuatan inti pasukan Alam Dewa,” lanjut Bing Mao.


“Apa kita masih bisa meningkatkan kekuatan di situasi seperti ini?” tanya Huo Sheng De.


“Kenapa tidak bisa? Bukannya kita masih memiliki banyak sumberdaya dari Yang Mulia Zhang Yu? Sebaiknya kita sekarang mulai menaikkan kekuatan, seperti yang dilakukan saudara Zhang Lao,” balas Bing Mao.


“Apa tidak apa-apa kita meningkatkan kekuatan di situasi seperti ini?” kembali Huo Sheng De bertanya.


“Kita bisa meningkatkan kekuatan secara bergantian. Kamu duluan sementara aku berjaga, dan setiap lima hari sekali kita akan bergantian!” kata Bing Mao menyampaikan hasil pemikirannya.


“Percayakan padaku, dan aku rela berkorban nyawa untuk memastikan keamanan kalian berdua terutama keselamatan saudara Zhang Lao,” balas Bing Mao sembari mengarahkan pandangannya ke arah Zhang Lao yang sedang memulihkan kekuatannya.


Sementara itu di tempat Lain, Xue Xie, Dong Ye serta Lan Guang, ketiga penguasa itu sedang memastikan keadaan pasukan penjaga garis pertahanan. Menghitung berapa jumlah prajurit dalam pasukan yang masih bisa bertarung, dan berapa jumlah prajurit dalam pasukan yang sedang membutuhkan perawatan.


Melihat jumlah prajurit dalam pasukan yang masih bisa bertarung, ketiganya sama-sama menghela nafas panjang karena mereka tahu hanya separuh jumlah prajurit dalam pasukan yang masih bisa bertarung, sedangkan separuhnya saat ini membutuhkan perawatan karena luka ringan ataupun luka berat.


“Hah... kita membutuhkan prajurit tambahan untuk mempertahankan garis pertahanan,” kata Xue Xie.


“Pasukan dari Alam lainnya baru bisa datang dalam beberapa hari ke depan. Untuk beberapa hari ke depan, kita hanya bisa berharap tidak adanya pasukan Iblis dalam jumlah besar yang menerobos keluar melalui celah segel,” ungkap Lan Guang.


Mendengar itu Xue Xie dan Dong Ye menganggukkan kepalanya. Mereka sama-sama berharap tidak adanya pasukan Iblis dalam jumlah besar menerobos keluar melalui celah segel. Namun, kalau tetap saja ada pasukan Iblis dalam jumlah besar berhasil menerobos keluar, artinya mereka harus bersiap melakukan peperangan sampai titik darah penghabisan.

__ADS_1


“Apa kali ini Alam Surgawi masih tidak ingin turun tangan membantu Alam Dewa?” tanya Dong Ye memandang bergantian Xue Xie dan Lan Guang.


“Kemungkinan besar Alam Surgawi masih seperti dulu, tidak peduli dengan apa yang terjadi di Alam Dewa, meski seluruh Alam di Alam Dewa hancur di tangan Dewa Iblis,” kata Xue Xie memberikan jawabannya.


“Selama Dewa Iblis tidak mengusik keberadaan Alam Surgawi, bisa dipastikan Alam itu tidak turun tangan membantu Alam Dewa. Namun, sekali saja Dewa Iblis mengusik Alam Surgawi, bisa dipastikan dia tidak akan bisa menghindari kemarahan Penguasa Alam Surgawi!” ungkap Lan Guang.


“Penguasa Alam Surgawi terkenal akan sifat malasnya, tapi siapa yang tidak tahu sekuat apa kekuatannya?” ujar Xue Xie.


“Dia yang terkuat,” kata Dong Ye.


“Bahkan Yang Mulia Zhang Yu di kehidupan yang lalu adalah murid dari penguasa Alam Surgawi,” ungkap Lan Guang.


“Jangan lagi berharap orang sepertinya membantu Alam Dewa. Lebih baik kita meningkatkan kekuatan, dan mengandalkan kekuatan sendiri untuk mengalahkan Dewa Iblis dan pasukannya,” kata Dong Ye.


“Bagaimana kita bisa meningkatkan kekuatan di situasi seperti ini, dimana sewaktu-waktu pasukan Iblis dapat muncul dan langsung menyerang kita?” tanya Lan Guang yang tidak melihat adanya kesempatan untuk meningkatkan kekuatan, di tengah ancaman pasukan Iblis yang sewaktu-waktu bisa saja datang menyerang.


“Meningkatkan kekuatan secara bergantian,” ungkap Dong Ye yang baru saja menerima pesan telepati dari Bing Mao yang sedang menjaga Huo Sheng De dan Zhang Lao.


Lalu Dong Ye mulai menjelaskan cara yang disarankan Bing Mao melalui pesan telepati, dan dengan mudah Lan Guang dan Xue Xie menerima sarannya yang sebenarnya saran itu berasal dari informasi Bing Mao.


“Kalau begitu, saudara Xue Xie, silahkan kamu mulai menyerap sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan! Biar aku dan saudara Dong Ye yang berjaga, dan kita akan bergantian posisi setiap lima hari sekali,” kata Lan Guang, dan Xue Xie segera menyerap sumberdaya yang dia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


“Saudara, lima hari lagi giliran kamu yang melakukannya, dan biarkan aku dan saudara Xue Xie yang berjaga!” kata Dong Ye yang dibalas anggukan kepala oleh Lan Guang.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2