
Zhang Yu mengakhiri kultivasinya saat mendengar pemberitahuan dari Yuxi, tentang selesainya perbaikan portal menuju alam menengah, tapi Yuxi membutuhkan sepuluh ribu kristal roh tingkat tinggi, untuk mengaktifkan portal.
Mengecek harga kristal roh tingkat tinggi di toko sistem, Zhang Yu menghembuskan nafas lega begitu tahu harga sebutir kristal roh tingkat tinggi hanya menghabiskan satu juta poin sistemnya, yang artinya dia hanya perlu mengeluarkan sepuluh miliar poin sistem untuk membeli sepuluh ribu kristal roh tingkat tinggi.
Awalnya dia mengira harga satu kristal jiwa tingkat tinggi bisa mencapai puluhan, atau bahkan sampai ratusan triliun, tapi harga yang dia lihat masih jauh dari angka satu triliun, dan itu bukan masalah baginya yang memiliki poin sistem lebih dari seratus kuardriliun.
“Yuxi, beli semua yang dibutuhkan untuk mengaktifkan portal karena aku sudah tidak sabar pergi ke alam menengah, dan membandingkan alam itu dengan alam ini!” ungkap Zhang Yu.
[Membeli sepuluh ribu kristal roh, sepuluh milyar poin sistem diambil dari poin sistem milik Tuan.]
[Mengaktifkan portal menuju alam menengah, proses pengaktifan dimulai, 1%, 2%, 3% ...]
Melihat portal mulai diaktifkan, Zhang Yu segera memasukkan Qing Yue yang masih berkuktivasai ke dalam dunia kecilnya, “Dia jauh lebih aman berkuktivasai di dalam sana,” gumamnya.
Saat proses pengaktifan portal telah mencapai delapan puluh persen, di dalam ruangan tempat berdirinya portal, sebuah pusaran hitam terbentuk dan muncul di ruangan itu, menyedot benda atau makhluk apapun yang berada di dekatnya.
Akan tetapi pusaran hitam menghilang, begitu proses pengaktifan telah mencapai angka seratus persen, yang artinya proses telah selesai, “Yuxi, apa sekarang aku sudah bisa menggunakan portal ini untuk pergi ke alam menengah, atau aku harus menunggu beberapa saat lagi sebelum bisa menggunakannya?” tanya Zhang Yu memastikan keamanan portal yang akan membawanya pergi ke alam menengah.
Baru juga Zhang Yu selesai bertanya, tiba-tiba pusaran hitam kembali muncul, dan lebih ganas dari yang sebelumnya.
[Sekarang Tuan dapat memasukinya, dan akan dikirim ke tempat acak yang berada di alam menengah.]
“Semoga saja aku tidak dikirim ke tempat yang merepotkan!”
Zhang melangkahkan kakinya masuk kedalam portal, dan seketika pusaran hitam lenyap begitu Zhang Yu berada di dalam portal.
°°°
Di dalam portal.
Zhang Yu melayang melewati lorong dengan caha warna-warni yang menerangi setiap sudut lorong, lorong yang dilaluinya sangat panjang, bahkan dia belum melihat ujungnya.
__ADS_1
Meningkatkan kecepatannya, Zhang Yu ingin segera menemukan keberadaan ujung lorong, tapi entah sudah berapa lama dia bergerak, belum juga menemukan ujung lorong yang dia cari.
Beberapa waktu berlalu, di lorong yang tenang, Zhang Yu merasakan ada bahaya yang bergerak mendekatinya, dan terus mendekat dengan kekuatan yang jauh melampaui kekuatannya.
Zhang Yu melihat sekelilingnya, seketika kedua matanya melebar, melihat keberadaan ratusan iblis ranah Raja Dewa, melayang ratusan meter di depannya. Ternyata bukan bahaya yang mendekat, melainkan dia sendiri yang mendekatkan dirinya ke dalam bahaya.
“Bagaimana bisa ada iblis sekuat mereka di lorong ini? Apa mereka menggunakan portal di tempat lain, dan sama-sama ingin pergi ke alam menengah?” Berbagai pertanyaan timbul di benak Zhang Yu, yang akhirnya memilih menjaga jarak dengan iblis di depannya, dan segera dia menghilangkan hawa keberadaannya menggunakan teknik bayangan.
Walau hawa keberadaannya telah menghilang, dan dirinya telah jauh dari rombongan iblis di depan, Zhang Yu merasa kalau keadaannya belum benar-benar aman, selain berada di depan, bisa saja ada rombongan iblis lain tepat berada di belakangnya, dan tentu dia tidak berharap itu benar-benar terjadi.
Zhang Yu menggunakan mata dewanya untuk melihat apa yang berada di belakangnya, sembari berharap tidak ada kelompok iblis lainnya.
Bukannya kelompok iblis yang terlihat, Zhang Yu justru melihat kilatan petir berwarna putih keemasan, yang bergerak semakin mendekat ke arahnya.
“Lorong ini sangat berbahaya!” Zhang Yu meningkatkan kembali kecepatannya, menjauhi kilatan petir yang mulai terlihat sekali pun dia tidak menggunakan mata dewanya.
Terus melesat kearah depan dengan diikuti kilatan kecil yang terus mengejar, Zhang Yu mendengar suara pertempuran dari arah depan.
“Bisa-biasanya mereka bertempur di lorong ini!”
Zhang Yu menghela nafas berat, maju ke depan dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya akan mati konyol oleh pertempuran di depan, tapi kalau tetap diam di tempat dan menunggu pertempuran berakhir, tubuhnya bisa saja dihancurkan kilatan petir yang semakin mendekat.
“Tidak ada pilihan lain, lebih baik aku mengerahkan seluruh kekuatanku, dan menerobos maju.” Zirah Dewa begitu saja menutupi seluruh tubuh Zhang Yu bersama keluarnya aura agung yang dimiliki para Dewa.
Selain itu, Zhang Yu juga menarik keluar pedang naganya, dan membuat tujuh bola energi yang terbentuk dari tujuh kekuatan elemen miliknya. Terakhir, dia mengeluarkan aura kemarahan Kaisar Naga yang, bersamaan dengan aura kekuatannya yang sekarang sudah setara dengan kultivator ranah Kaisar Dewa tingkat tiga.
Zhang Yu melihat pertempuran di depannya, sambil menyeringai, “Coba saja menghalangi perjalananku! Hanya kematian yang akan kalian dapatkan,” gumamnya melesat maju tanpa rasa takut.
Ratusan iblis dan ratusan kultivator yang sedang bertarung tiba-tiba saja tubuh mereka bergetar, saat merasakan keberadaan aura kuat mendekat ke tempat pertempuran mereka.
“I... Ini, ranah Kaisar Dewa yang berada dua tingkat lebih kuat dariku!” seru kultivator di ranah Kaisar Dewa yang samar-samar merasakan aura kekuatan yang terpancar dari tubuh Zhang Yu.
__ADS_1
Perlahan dia dan yang lainnya menorehkan kepala melihat ke arah belakang. Awalnya mereka tidak melihat apa-apa, tapi sesaat setelahnya mereka semua dapat melihat sosok berzirah emas, dengan aura kuat yang mengelilinginya, bergerak dengan kecepatan tinggi mengarah ke tempat mereka.
“Aura Dewa? Bagaimana bisa ada tentara Dewa alam tinggi di tempat ini?” gumam pemimpin kelompok iblis, “Cepat tinggalkan tempat ini!.” teriaknya dan segera melesat pergi menjauhkan dirinya dari sosok berzirah emas.
Para kultivator tidak ada yang melakukan pergerakan karena mereka yakin sosok berzirah bukanlah musuh, tapi tetap saja mereka mewaspadai keberadaannya.
Zhang Yu melesatkan bola-bola elemen di sekeliling tubuhnya ke arah ratusan iblis yang mencoba melarikan diri.
“Teknik elemen, bola peledak.” ujar Zhang Yu.
Bola-bola elemen yang melesat cepat dan berhasil menyusul pergerakan para iblis tiba-tiba saja meledak, dan hasil ledakan tujuh bola elemen berhasil membunuh puluhan iblis dan melukai puluhan iblis lainnya.
Serangan barusan menghabiskan setengah dari energi spiritual yang dimiliki Zhang Yu, tapi setidaknya dia berhasil mengurangi jumlah iblis yang berada di dalam lorong, dan beruntungnya dia karena setelah membunuh puluhan iblis di ranah Raja Dewa kekuatannya meningkat ke tingkat empat ranah Jenderal Dewa.
Berada di depan kultivator yang sebelumnya bertempur melawan kelompok iblis, sejenak Zhang Yu berhenti untuk menyapa mereka, “Sebaiknya kalian bergegas mengejar mereka!”
Kultivator ranah Kaisar dan yang lainnya mengangguk, dan segera melesat pergi mengejar kelompok iblis yang aura keberadaannya masih dapat mereka rasakan.
Setelah melihat dua kelompok itu menghilang jauh di depannya, Zhang Yu menoleh ke belakang dimana ada kilatan petir yang berhenti mengejar begitu dia menggunakan zirah Dewa miliknya.
Zhang Yu sekarang tahu kenapa kilatan petir itu mengejarnya, “Kilatan petir itu hanya mengejar mereka yang tidak memiliki aura Dewa, dan aura energi yang berasal dari alam menengah. Walau aku mengetahui itu, tapi aku tidak tahu alasan kenapa kilatan petir mengejar siapa-siapa saja, yang tidak memiliki salah satu dari kedua kekuatan itu!”
“Hah, itu bukan urusanku. Lebih baik sekarang aku mencari ujung lorong ini!” Zhang Yu kembali melanjutkan perjalanannya, dan tetap menggunakan zirah Dewa.
Dia tidak tahu sudah berapa lama di dalam lorong yang seperti tidak memiliki ujung, tapi saat sudah mulai kelelahan karena kehabisan energi spiritual, Zhang Yu melihat cahaya terang di kejauhan, dan dia tidak menemukan kelanjutan lorong di belakang cahaya itu.
“Hah, akhirnya aku sampai di ujung lorong,” ujar Zhang Yu yang langsung saja melesat ke arah cahaya terang yang pertama dia lihat, dan dia tidak tahu keberadaan cahaya terang lainnya di sisi lorong yang lain.
Zhang Yu melewati cahaya terang berwarna merah, tubuhnya lenyap begitu melewati cahaya, dan di waktu bersamaan dia hanya bisa memejamkan matanya yang terasa perih saat terus dia gunakan menatap cahaya di sekelilingnya.
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote dan komentarnya. Terimakasih...