Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Datangnya Bala Bantuan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Alam Kegelapan...


“Suami, apa perlu kita mengirim pasukan untuk membantu pasukan penjaga garis pertahanan?” tanya Fan Yu Jie yang sedang berada di menara kultivasi bersama dengan Zhang Yu.


“Yang keluar baru pasukan terlemah. Aku yakin mereka masih bisa mengalahkan pasukan itu,” balas Zhang Yu yang terus saja melanjutkan kultivasi nya.


Zhang Yu sudah memperkirakan urutan pasukan Dewa Iblis yang dapat keluar dari segel ciptaannya. Untuk beberapa hari ke depan, hanya akan muncul pasukan terlemah di jajaran pasukan Dewa Iblis. Setelah pasukan terlemah habis, baru di susul pasukan menengah, dan dilanjutkan kemunculan pasukan utama. Begitu keseluruhan pasukan utama keluar dari segel, saat itulah segel akan hancur, bersamaan dengan keluarnya sosok Dewa Iblis dan pasukan inti miliknya.


“Suami, kira-kira berapa lama waktu yang kita miliki sebelum Dewa Iblis berhasil menghancurkan segel?” tanya Fan Yu Jie.


“Kita hanya memiliki waktu beberapa bulan ke depan sebelum dia berhasil menghancurkan segel yang aku ciptakan. Tepatnya, kita hanya memiliki waktu kurang dari satu tahun untuk melakukan persiapan,” jawab Zhang Yu.


“Bukannya itu terlalu cepat?” kembali Fan Yu Jie bertanya.


“Kemungkinan Dewa Iblis baru saja berhasil meningkatkan kekuatannya, dan karena itu dia dapat lebih cepat menghancurkan segel yang selama ini mengekang kekuatannya,” kata Zhang Yu dengan mata terpejam.


“Ini tidak menguntungkan bagi kita,” kata Fan Yu Jie yang merasa tidak cukup waktu untuk meningkatkan kekuatan pasukan Alam Kegelapan.


“Aku tahu, dan karena itu aku sengaja membangun menara kultivasi di Alam ini untuk mempercepat peningkatan kekuatan pasukan yang kamu miliki,” ungkap Zhang Yu.


“Apa menara seperti ini hanya ada di Alam Kegelapan?” tanya Fan Yu Jie penasaran.


“Menara serupa juga aku bangun di Alam Bunga dan Alam Binatang, dan aku juga sudah memberi perintah pada prajurit bayangan untuk membangun menara kultivasi di Alam lainnya, kecuali Alam Surgawi karena di tempat itu sudah terbangun lebih dari seratus menara kultivasi,” kata Zhang Yu.


“Alam Surgawi, seandainya Alam itu mau ikut campur dalam permasalahan Alam Dewa, mungkin sosok Dewa Iblis sudah musnah sejak kekacauan besar di masa lalu. Namun, sayangnya Alam Surgawi sama sekali tidak ingin ikut campur dalam permasalahan yang terjadi di Alam Dewa,” ungkap Fan Yu Jie yang kecewa dengan keberadaan Alam Surgawi.


Dia memang belum pernah mengunjungi Alam Surgawi, tapi setidaknya dia pernah mendengar seberapa besar kekuatan Alam Surgawi yang di masa lalu dikatakan kalau kekuatan Alam Surgawi, lebih besar dibandingkan kekuatan milik Alam Nirwana Agung.


“Alam Surgawi tidak akan ikut campur selama Dewa Iblis tidak mengusik keberadaan Alam Surgawi,” kata Zhang Yu sangat mengerti prinsip penguasa Alam Surgawi.

__ADS_1


“Aku juga tahu prinsip yang dipegang erat oleh penguasa Alam Surgawi, tapi aku masih saja merasa heran saat dia tidak peduli dengan banyaknya makhluk tidak bersalah, yang mati sia-sia dalam kekacauan yang terjadi di masa lalu, dan mungkin saja itu semua juga terulang di masa depan,” kata Fan Yu Jie mengungkapkan rasa kekecewaannya pada sosok penguasa Alam Surgawi.


Zhang Yu tahu apa yang dirasakan Fan Yu Jie karena dia juga merasakan hal yang sama. Namun, dia sadar kalau prinsip orang itu bukanlah sesuatu yang bisa dirubah oleh siapapun, bahkan oleh keluarganya. Sekalipun prinsip itu salah dan terkesan egois, prinsip itu tetaplah sebuah kebenaran bagi orang yang menciptakannya.


“Sebaiknya sekarang kita kembali fokus meningkatkan kekuatan, dan percayakan pasukan Iblis pada Alam lainnya yang saat ini sedang berjuang di medan peperangan!” kata Zhang Yu yang kembali fokus, berkonsentrasi dengan kultivasi nya dimana dia sudah merasakan tanda-tanda segera menerobos tanah Dewa Nirwana Agung.


°°°


Alam Air, medan peperangan...


“Kita telah kehilangan hampir setengah jumlah pasukan, tapi baru belasan ribu Iblis yang berhasil kiya bunuh,” kata Bing Mao yang mulai kelelahan.


“Bertahan sedikit lagi! Aku sudah merasakan keberadaan pasukan bantuan tak begitu jauh dari tempat ini!” kata Lan Guang memberi semangat pasukan penjaga garis pertahanan, yang mulai putus asa dengan kekuatan musuh yang terus meningkat.


Bukan hanya terus meningkat, tapi pasukan Iblis juga tidak terlihat kelelahan, seolah mereka memiliki cadangan energi spiritual tak terbatas di dalam tubuhnya. Lan Guang dan Bing Mao yang merupakan sosok terkuat di sisi pasukan penjaga garis pertahanan, mereka sekalipun hanya dibuat bertahan oleh gempuran pasukan Iblis.


“Kalau harus mati, aku akan membawa banyak dari kalian mati bersamaku!” teriak salah satu petinggi Alam Es, sembari membekukan area seluas puluhan meter, membuat ratusan Iblis tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


BOOM... BOOM... BOOM...


“Akan kami bawa kalian pergi ke Alam Kematian!” teriak prajurit dari Alam Es, menyerang Iblis yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


“Jangan harap kalian mudah membunuh mereka yang masih bagian dari pasukan Dewa Iblis!” teriak Iblis lainnya, membantu ratusan Iblis yang tidak bisa bergerak terkena efek teknik salah satu petinggi Alam Es.


Ratusan Iblis melesat, melawan pasukan penjaga garis pertahanan, yang mencoba membunuh ratusan Iblis yang sampai detik ini masih belum bisa menggerakkan tubuhnya. Buluhan Iblis mati dalah hitungan detik, tapi kematian mereka harus dibayar dengan kematian ratusan prajurit penjaga garis pertahanan.


“Tetap saja kalian lebih banyak mati, dan menjadi sumber kekuatan untuk kami!” teriak salah satu Iblis setelah berhasil membunuh puluhan prajurit penjaga garis pertahanan.


“Kalian tidak akan hidup lebih lama dari ini!” kata sosok pria berambut merah, yang baru muncul sembari menebas leher Iblis yang baru saja berteriak dengan suara lantang.


“Badai kematian, musnahkan seluruh musuhku!” teriak sosok lainnya yang juga baru saja muncul di medan perang.


“Tombak naga perak, telan semua musuhmu!” satu lagi sosok yang baru saja sampai di medan perang, langsung menyerang pasukan Iblis yang sebelumnya sangat mendominasi jalannya peperangan di medan perang.

__ADS_1


BOOM... BOOM... BOOM...


Siluet naga perak yang muncul dari sebuah tombak, menelan ratusan Iblis yang berada di jalur pergerakannya, sementara badai angin yang sangat mengerikan, berhasil menyeret dan membuat remuk tubuh ratusan Iblis yang berada di sekitarnya.


BOOM... BOOM...


Suara ledakan terus terdengar saat puluhan bola-bola api berdiameter belasan meter, menghujani pasukan Iblis yang terlihat jelas tidak siap menghadapi serangan yang datang tiba-tiba.


“Sialan! Ternyata sejak tadi mereka hanya mengulur waktu sampai datangnya pasukan bantuan!” teriak Iblis yang baru sadar kalau musuh yang sejak tadi mereka hadapi hanya mengulur waktu sampai datangnya pasukan bantuan.


“Akhirnya kalian datang!” kata Lan Guang yang dapat bernapas lega setelah melihat datangnya bala bantuan.


“Perang belum berakhir, jadi jangan lengah!” kata Huo Sheng De dengan suara lantang pada Lan Guang.


“Kamu tenang saja, aku tidak akan lengah! Cukup sekali aku lengah, dan mendapatkan serang yang cukup menyakitkan!” balas Lan Guang yang sejenak mundur dari medan perang untuk memulihkan sedikit kekuatannya.


“Saudara Xue, saudara Dong, mari kita bersenang-senang, dan tunjukkan pada mereka kalau kita bukanlah manusia pemah!” kata Huo Sheng De dengan aura ganas yang meluap keluar dari dalam tubuhnya.


“Aku tidak segan menguji kekuatan baruku pada mereka,” kata Xue Xie sembari mengeluarkan kipas berwarna kuning keemasan dari cincin penyimpanan miliknya.


“Begitu juga denganku, aku juga tidak segan menjadikan mereka untuk menguji seberapa kuat senjata baruku!” ungkap Dong Ye, yang mengganti tombak naga perak, dengan tombak naga emas yang belum lama ini diberikan Zhang Yu padanya.


“Kalian semua berhati-hati! Mereka bertiga lebih kuat dari dua orang sebelumnya, dan lagi dua dari mereka menggunakan senjata Dewa yang merupakan kelemahan kita,” teriak lantang salah satu Iblis dengan suara lantang, yang menggema ke seluruh wilayah medan perang.


“Kalian terlalu lambat,” kata Huo Sheng De yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan sosok Iblis yang baru berteriak dengan suara lantang.


“Ba-bagaimana kau sudah berada di tempat ini?” kata Iblis yang tubuhnya gemetaran melihat sosok Huo Sheng De yang berdiri tepat di hadapannya.


“Pergilah menemui Dewa Kematian!” kata Huo Sheng De mengayunkan pedang di tangannya, membelah tubuh Iblis di hadapannya.


Tubuh Iblis terbelah menjadi dua bagian, menyemburkan darah berwarna ungu kehitaman, yang seketika membasahi wajah Huo Sheng De yang saat ini terlihat sangat mengerikan.


Senyum mengerikan terlihat di wajah Huo Sheng De, lalu dia berkata, “Kalian semua akan aku kirim menemui Dewa Kematian!...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2