
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Sepuluh tahun berlalu, seluruh permasalahan besar di Alam Semesta telah berhasil diselesaikan oleh Zhang Yu, dan kedelapan istrinya.
Semua makhluk hidup di Alam Semesta, sekarang dapat menikmati kehidupan mereka, meski permasalahan kecil masih terjadi di sekitar mereka.
Sementara itu di aula istana Kekaisaran Nirwana Agung, terlihat Zhang Yu sedang berkumpul dengan seluruh keluarganya. Mereka semua berbahagia menyambut kelahiran putra dan putri Zhang Yu, yang diberi gelar generasi kedua penguasa Alam Semesta. Selain kelahiran putra dan putri Zhang Yu, kebahagiaan mereka juga bertambah karena di hari yang sama akan digelar pesta pertunangan putra dan putri Zhang Yu dari generasi pertama.
“Suamiku, hari ini aku dan seluruh saudari benar-benar merasakan apa yang dinamakan kesempurnaan dalam kebahagiaan,” ungkap Qing Yue sambil menggendong putri kecilnya yang sedang tertidur.
“Bukan hanya kalian, tapi aku juga merasakan hal yang sama. Pada akhirnya kita semua dapat berkumpul dalam keadaan berbahagia, setelah semua permasalahan utama di Alam Semesta dapat kita selesaikan. Meski masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan, setidaknya permasalahan itu bukanlah permasalahan besar,” kata Zhang Yu.
“Meski bukan permasalahan besar, tapi tetap kita harus segera menyelesaikannya,” ujar Fan Yu Jie.
Mendengar itu Zhang Yu menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu dia berkata, “Untuk sekarang kalian tidak perlu memikirkan permasalahan yang sedang terjadi. Kalian dan aku cukup merawat putra dan putri kecil kita, dan untuk sementara waktu biarkan putra dan putri kita yang sudah beranjak dewasa menyelesaikan permasalahan yang bisa mereka selesaikan. Barulah kita akan membantu, seandainya ada permasalahan yang tidak bisa mereka selesaikan...”
“Mereka sudah tumbuh dan mulai dewasa, bahkan empat dari mereka hari ini sudah memiliki tunangan. Tidak ada salahnya mulai sekarang kita mulai mempercayakan penyelesaian masalah Alam Semesta pada mereka, yang kelak di masa depan akan menggantikan posisi kita sebagai penjaga dan pelindung Alam Semesta,” ujar Long Hua.
__ADS_1
“Kekuatan yang mereka miliki sudah lebih dari cukup untuk melakukan semua itu. Lalu, dengan semakin bertambahnya usia, rasa tanggungjawab pasti muncul pada diri mereka. Menyerahkan permasalahan di Alam Semesta pada mereka untuk sementara waktu, bukanlah pemikiran yang salah. Setidaknya itu semua dapat menumbuhkan rasa tanggungjawab mereka,” ungkap Zhang Yu yang mencoba menumbuhkan rasa tanggungjawab putra dan putrinya.
“Namun, tetap kita harus memberi bimbingan pada mereka supaya mereka tidak memperburuk permasalahan yang seharusnya di selesaikan,” ujar Lin Yifei.
“Secepatnya kita harus membicarakan ini semua pada mereka. Semakin cepat kita membicarakan itu semua dengan mereka, semakin cepat juga mereka mulai melakukan pergerakan untuk menyelesaikan permasalahan yang belum siap kita selesaikan. Dengan selesainya beberapa permasalahan, tentu itu dapat mengurangi pekerjaan yang harus kita selesaikan,” ujar Zhang Yu.
“Suami, bagaimana kalau kita pergi berlibur, sambil menjaga putra dan putri kecil kita?” tanya Yan Fei tiba-tiba.
“Kita belum pernah menikmati liburan setelah kembali ke Alam Nirwana Agung. Tidak ada salahnya kalau kita pergi berlibur untuk sementara waktu, dan melupakan sejenak tugas kita yang masih menumpuk,” kata Shang Gu.
“Aku juga merasa kita memerlukan liburan, dan sejenak melupakan tugas yang tiada habisnya. Kalau begitu aku sudah memutuskan, setelah memberi tugas pada mereka untuk menyelesaikan beberapa permasalahan di Alam Semesta, kita semua akan pergi berlibur,” kata Zhang Yu sembari menatap bergantian wajah kedelapan istrinya.
Mendengar perkataan Qing Yue, semua saudarinya tiba-tiba saja menginginkan hal yang sama, dan Zhang Yu sangat tahu apa yang diinginkan para istrinya, “Baiklah, kita akan pergi berlibur ke Alam Fana. Akan tetapi, kalian semua harus tahu untuk tidak menggunakan kekuatan saat berada di Alam Fana karena bagaimanapun juga di Alam itu, tidak ada sosok yang memiliki kekuatan selayaknya kekuatan yang kita miliki,” kata Zhang Yu memperingatkan kedelapan istrinya.
“Suami tidak perlu khawatir kalau kita akan menggunakan kekuatan karena kita sudah tau apa saja yang tidak boleh dilakukan saat berada di Alam Fana,” kata Yin Siyi yang sudah tau segalanya tentang Alam Fan setelah mendengar cerita lebih rinci dari kedua orang tua suaminya.
Setelah membicarakan beberapa hal dengan kedelapan istrinya, Zhang Yu memutuskan pergi meninggalkan aula istana Kekaisaran, dan begitu saja pergi menemui Zhang Lao yang sudah menunggu kedatangannya di benteng istana Kekaisaran Nirwana Agung, “Saudaraku, apa kamu sudah lama menunggu di tempat ini?” tanya Zhang Yu setelah dia berdiri di sebelah Zhang Lao yang sudah terlebih dahulu tiba di benteng Kekaisaran.
Zhang Lao cepat menggelengkan kepalanya, “Saudaraku, aku belum terlalu lama berada di tempat ini, dan lagi aku sangat menikmati berada di tempat ini. Pemandangan indah Kota Kekaisaran terlihat jelas dari tempat ini, dan itu membuatku betah berlama-lama di tempat ini,” kata Zhang Lao sembari menolehkan kepalanya, menatap Zhang Yu yang berada di sebelahnya.
__ADS_1
“Sejak pertama bertemu denganmu, aku memiliki keyakinan kalau kita akan memiliki hubungan baik, dan benar saja selama ini kita memang selalu menjalin hubungan baik,” kata Zhang Yu sedikit teringat pertemuan pertamanya dengan Zhang Lao.
“Itu sudah berlalu cukup lama, dan pertemuan itu adalah awal aku dapat memiliki apa yang sekarang aku miliki. Tanpa pertemuan itu, mungkin aku tidak dapat memiliki apa yang sekarang menjadi milikku,” ungkap Zhang Lao sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Pertemuan itu juga merupakan keberuntungan untukku karena dengan bertemu denganmu, aku mendapatkan banyak mendapatkan bantuan dari semua yang kamu ketahui tentang Alam Semesta ini,” ujar Zhang Yu.
“Dan aku tidak menyangka kalau sebentar lagi hubungan kita akan semakin erat, setelah putrimu akan segera menjadi istri putraku. Kedekatan mereka yang sudah terjalin sejak bertahun-tahun yang lalu, ternyata membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius,” lanjut Zhang Yu.
Senyuman terlihat di wajah Zhang Lao setelah dia mendengar apa yang baru saja dikatakan Zhang Yu.
“Meski kelak nantinya kita akan menjadi keluarga, aku tidak akan melupakan siapa aku, dan selamanya aku tetap menjadi sosok yang mengabdikan diri pada sosok yang telah membawa perubahan besar pada hidupku,” ungkap Zhang Lao.
Mereka berdua terus saja membicarakan hal ringan, dan sesekali mereka membicarakan beberapa permasalahan yang masih saja terjadi di Alam Semesta. Terutama permasalahan peperangan perebutan kekuasaan, yang terus saja terjadi di Alam Bawah, Alam Menengah, dan juga di Alam Atas.
Meski peperangan hanya berskala kecil, tetap saja peperangan itu berpotensi meningkatkan menjadi peperangan dalam skala besar kalau tidak secepatnya dicarikan jalan keluar untuk mengakhiri peperangan, dan untuk tugas itu akan Zhang Yu serahkan pada putra serta putrinya.
“Kita sebagai orang tua hanya perlu memberi bimbingan dan mengawasi tindakan mereka, dan lagi untuk sekarang sudah saatnya kita menikmati indahnya kehidupan,” ungkap Zhang Yu lalu dia membawa Zhang Lao kembali ke aula istana Kekaisaran untuk kembali mengikuti jalannya pesta.
°°°
__ADS_1
Bersambung...