
Qing Yue keluar dari dunia kecil tanpa bantuan Zhang Yu. Dia melayang di langit, dan memperhatikan jalannya pertempuran yang sudah dapat ditentukan siapa pemenangnya.
Pria bertanduk yang merasakan kemunculan aura yang tidak asing, mendongakkan kepala dan melihat langit di atasnya. Sosok wanita bercadar dengan pakaian serba putih terlihat melayang di ketinggian. Walau wajahnya tertutup cadar, dia tahu siapa sosok itu, tapi dia tidak tahu bagaimana wanita itu bisa begitu cepat bertemu dengan jiwa utamanya.
“Apa sejak awal jiwa utamanya ikut masuk ke hutan ini, bersama orang-orang yang sebagian besar telah aku musnahkan? Kalau tahu seperti itu, sejak awal seharusnya aku memusnahkan mereka semua!” gumamnya penuh penyesalan.
Jika saja dia memusnahkan semua orang sejak pertama kali mereka sampai di hutan monster, tentu dia tidak akan dihadapkan dengan banyaknya musuh yang harus dihadapi.
Sementara itu, sosok Zhang Yu yang tidak satu orang pun menyadari keberadaannya, dia dapat melihat dengan jelas sosok Qing Yue yang mana kekuatannya saat ini setara dengan dirinya. Dia belum tau pasti apa yang terjadi di dunia kecil, tapi dia mengira peningkatan kekuatan Qing Yue berasal dari sosok wanita yang berhasil menerobos masuk ke dunia kecilnya.
Di sisi lain Zhang Fu dan yang lainnya hampir berhasil memusnahkan seluruh monster yang menjadi lawan mereka. Dari ratusan ribu, kini hanya tersisa puluhan ribu, dan tinggal menunggu waktu sebelum mereka semua dimusnahkan.
Sedangkan di atas langit, Qing Yue yang merasa keberadaannya sudah diketahui sosok pria bertanduk, perlahan dia melayang turun, dan menapakkan kakinya di atas tanah tak jauh dari dua sosok yang terus memberikan tatapan tajam kearahnya.
Tidak jauh dari tempat turunnya Qing Yue, Zhang Yu muncul menunjukkan keberadaannya, dan perlahan dia berjalan mendekati Qing Yue. Dalam jarak dekat, dia dapat merasakan aura Qing Yue yang sekarang sama dengan wanita tadi.
Saat Qing Yue menyadari keberadaan Zhang Yu, dia melihatnya sembari menunjukkan senyuman di balik cadar tipisnya. Dengan kekuatan mata Dewa, Zhang Yu dengan jelas melihat senyuman Qing Yue, dan seketika dia sadar kalau wanita itu sangatlah cantik.
“Apa kamu masih Qing Yue yang sama?” tanya Zhang Yu penasaran dengan wanita yang sudah bersamanya, sejak meninggalkan daratan Benua Selatan.
Qing Yue tersenyum mendengar pertanyaan itu, laku dengan tenang dia menjawabnya, “Aku masih Qing Yue yang kamu kenal, tidak ada yang berubah dariku, kecuali kekuatan dan ingatan yang baru aku dapatkan.”
Zhang Yu menganggukkan kepalanya, “Sepertinya kamu telah mendapatkan ingatan dan sedikit kekuatan dari pecahan jiwa milikmu di kehidupan yang sebelumnya. Kalau tebakanku benar, aku benar-benar tidak menyangka kalau ada kejadian seperti itu di dunia ini,” ujarnya.
“Bagaimana kalau kita melanjutkan pembicaraan setelah mengalahkan mereka?” ungkap Qing Yue.
__ADS_1
Zhang Yu yang mendengar itu mengalihkan pandangannya pada sosok pria bertanduk dan adiknya, “Sudah seharusnya kita lebih dulu mengalahkan mereka sebelum melanjutkan pembicaraan diantara kita,” balasnya.
Di waktu yang sama, semua monster dibawah tingkat kristal telah dikalahkan oleh Zhang Fu, kelima pelayanannya, dan para pelayan Zhang Yu. Para monster telah mengalami banyak kerugian, sedangkan di sisi lawannya, mereka hanya sedikit mengalami kerugian, yang tak sebanding dengan apa yang di alami para monster.
“Ye Hun, Ye Hui, saatnya membalas perbuatan kalian yang sudah menahan pecahan jiwaku selama ribuan tahun, bahkan kalian sedikit demi sedikit mengambil secara paksa kekuatan dari pecahan jiwaku. Walau kekuatanku hanyalah sisa dari apa yang aku miliki di masa lalu, tapi ini sudah lebih dari cukup untuk membalaskan dendamku pada kalian.”
Qing Yue bermaksud menyerang keduanya, tapi Zhang Yu menyarankan dirinya untuk menyerang Ye Hui, sementara dia akan menyerang Ye Hun, sosok pria bertanduk.
Qing Yue yang setuju dengan saran Zhang Yu langsung maju menyerang Ye Hui. Zhang Yu sendiri langsung menyerang Ye Hun dengan kekuatan penuhnya. Pertarungan empat kekuatan besar membuat hutan monster dilanda kekacauan dan kehancuran.
Zhang Yu dengan mudah melukai Ye Hun yang menjadi lawannya, darah mengalir membasahi pedang naga miliknya, setelah berhasil memotong salah satu lengan Ye Hun. Dia mengandalkan kecepatannya, dan itu sangat berguna saat menghadapi lawan lambat seperti Ye Hun.
Melompat mundur menjauhi sosok Zhang Yu, Ye Hun memegang bekas luka di tangan kanannya yang telah putus. Dia tidak menyangka, ramalan yang selama ini tidak dipercaya, sekarang sedang terjadi di depan kedua matanya.
Dia sudah melakukan kesalahan dengan membiarkan terbukanya gerbang menuju ke hutan monster. Dia mengira tahun ini akan berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana dia dapat mengambil ratusan ribu kultivator rasa manusia, untuk dijadikan tumbal peningkatan kekuatannya.
Zhang Yu sejenak tersenyum, lalu membalas, “Sejak awal aku sengaja menyembunyikan kekuatanku, untuk membuat kalian lengah. Saat kalian lengah dan merasa di atas angin, saat itulah waktu yang tepat menunjukkan semuanya, dan menghancurkan kalian.”
“Ternyata kamu sudah merencanakannya sejak awal. Membuat lawan seolah dapat menang dengan mudah, padahal mereka telah masuk dalam jebakan yang akan menghancurkannya,” ungkap Ye Hun.
Mendengar itu, senyum lebar terlihat menghiasi wajah Zhang Yu. “Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, lebih baik kita selesaikan ini dengan cepat! Setelahnya, kita lihat siapa diantara kita yang masih sanggup berdiri, dan menjadi pemenang.”
Ye Hun tahu hanya kematian yang akan dia dapat kalau melanjutkan pertarungan dengan Zhang Yu, apalagi sekarang dia telah kehilangan salah satu tangannya. “Menyelesaikan ini dengan cepat? Apa kamu pikir aku tidak lagi sanggup melanjutkan pertarungan? Hanya dengan kehilangan satu tangan, jangan berpikir kalau aku ini lemah! Walau tersisa sebelah tangan, ini sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan orang sepertimu.”
Zhang Yu tertawa lirih mendengar itu, lalu berkata, “Daripada melanjutkan pembicaraan tidak penting, lebih baik kita lanjutkan pertarungan kita.”
__ADS_1
Zhang Yu langsung saja menyerang Ye Hun, tanpa menunggu orang itu membalas apa yang baru dikatakan olehnya, dia ingin secepatnya membunuh Ye Hun dan mengakhiri pertarungan.
Di tempat lain, Qing Yue terus menyerang Ye Hui dengan pedang kecil miliknya, dan dia berhasil melukai Ye Hui dengan sayatan pedang yang tidak terlalu dalam. Dia terus melukai lawannya, dan tak terhitung seberapa banyak luka sayatan yang dia buat di tubuh lawannya.
Keadaan Ye Hui jauh lebih baik dari kakaknya yang kembali kehilangan salah satu lengannya, meski begitu sosok Ye Hun masih gigih melawan Zhang Yu dengan menyerang menggunakan kedua makin.
“Kamu ternyata sangat keras kepala! Dengan keadaan tubuhmu lebih baik menyerah, dan biarkan aku memberimu kematian tanpa perlawanan.” Zhang Yu melakukan gerakan menuju leher Ye Hun.
Ye Hun yang sudah kehabisan tenaga, dan tak kuasa menahan rasa sakit di kedua lengannya yang hanya tersisa setengah bagian. Dia hanya diam, pasrah menanti Zhang Yu memenggal kepalanya.
Namun, kejadian tidak terduga terjadi saat sosok Ye Hun tiba-tiba menghilang, sebelum pedang naga milik Zhang Yu mengenai lehernya.
Bukan hanya Ye Hun, tapi sosok Ye Hui juga menghilang, tepat sebelum pedang kecil Qing Yue menembus keningnya.
Zhang Yu melesat mendekati Qing Yue. “Ada kekuatan lain yang berhasil menyelamatkan mereka, dan sepertinya itu bukan berasal dari alam ini,” katanya.
“Dari auranya, sepertinya sosok itu berada di alam atas, dan kekuatannya hampir setara dengan kekuatanku di kehidupan sebelumnya. Beruntung, sosok itu tidak datang ke tempat ini. Kalau saja dia datang secara langsung, hanya dengan satu lambaian tangan, kita semua akan berubah menjadi kabut darah,” ungkap Qing Yue, yang ingatan masa lalunya telah kembali.
Zhang Yu menganggukkan kepalanya, ‘Beruntung, sosok sekuat itu tidak berada di alam ini, kalau saja ada sosok seperti itu di alam ini, sosok itu pasti ditunjuk sebagai penguasa alam ini’ ujar Zhang Yu dalam hatinya.
°°°
Bersambung...
jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1