
Malam Harinya, Kediaman Putri Mahkota.
Pesta besar masih terus berlanjut di istana Kekaisaran Qing, tapi dua pengantin memilih meninggalkan pesta, pergi ke kamar, dan saat ini keduanya duduk di tepian ranjang pengantin mereka.
Keduanya nampak malu-malu dan tidak tahu harus melakukan apa.
Akan tetapi tiba-tiba saja Qing Yue bangkit dan mematikan beberapa lilin penerangan, dan hanya menyisakan satu lilin yang membuat cahaya menjadi samar.
Ditemani cahaya samar lilin, Zhang Yu dapat melihat Qing Yue yang mulai melepaskan mahkota yang menghiasi kepalanya, dan perlahan dia membuka lapisan terluar pakaiannya.
Berjalan mendekati Zhang Yu, Qing Yue memberikan cangkir berisi arak pada suaminya, setelahnya dia mengambil cangkir miliknya yang juga berisikan arak.
Meneguk dalam satu tegukan, membuat keduanya segera merasakan hawa panas mengalir ke seluruh tubuh mereka.
“Suamiku, apa kamu tidak ingin memulainya?” kata Qing Yu dengan wajah memerah, dan perlahan dia membuka lapisan kedua pakaiannya menyisakan kain tipis yang membalut tubuh indahnya.
Walau hanya diterangi cahaya lilin yang samar, Zhang Yu dengan jelas melihat keindahan lekuk tubuh Qing Yue yang sangat sempurna.
Pengaruh dari arak pernikahan yang membangkitkan keberaniannya, Qing Yu dengan berani melangkah maju mendekati Zhang Yu. “Biarkan aku yang membuka pakaianmu.” Qing Yue mulai membuka satu persatu pakaian Zhang Yu, dan tak butuh waktu lama Zhang Yu sudah bertelanjang dada di depan istrinya.
Dada kekar serta perut berotot Zhang Yu membuat Qing Yue ingin segera menyentuhnya.
Wajar Zhang Yu sudah memerah saat merasakan sentuhan Qing Yue di bagian tubuhnya, ‘Apa ini yang namanya kenikmatan di sentuh wanita yang aku cinta?’ ungkapnya dalam hati.
Qing Yue mendekatkan wajahnya ke arah wajah Zhang Yu, “Suamiku, aku menginginkan bibirmu!” katanya, dan langsung saja dia mencium Zhang Yu membuat pria itu gelagapan.
“Emmm...” Qing Yue terus mencium dan membuat basah bibir Zhang Yu.
Qing Yue menyudahi ciumannya, lalu berkata dengan tulus, “Suami, aku sangat mencintaimu!”
Zhang Yu tersenyum mendengar perkataan Qing Yue yang begitu tulus, “Entah sejak kapan, tapi aku juga mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu,” ujar Zhang Yu yang dia sudah tidak tahan lagi untuk tidak menyentuh tubuh istrinya.
Dia membuka seluruh kain yang menutupi tubuh Qing Yue, dan menyibakkan kain terakhir yang menutupi miliknya.
Setelah sama-sama polos tanpa adanya sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka, keduanya segera melakukan prosesi malam berdarah, yang menunjukkan kalau Zhang Yu adalah orang pertama yang melakukan itu dan mengambil kesucian Qing Yue. Begitu juga Qing Yue yang telah menjadi wanita pertama yang merasakan milik Zhang Yu.
Suara keduanya yang sedang memburu kenikmatan bahkan terdengar sampai di luar kamar.
__ADS_1
Para prajurit dan pelayanan yang berada di sekitaran kamar mereka segera menjauh, seolah ada yang mengatakan pada mereka, “Jangan mengganggu kesenangan kami kalau masih sayang dengan nyawa yang kalian miliki!”
°°°
Istana Kekaisaran Qing.
Pesta yang memasuki hari kedua dari rencana pesta yang akan diadakan selama tiga hari tiga malam, berlangsung lebih meriah dibandingkan hari pertama.
Makanan dan hiburan memanjakan mata dan perut mereka yang menghadiri pesta di istana Kekaisaran. Walau sempat terjadi sedikit kekacauan di prosesi pernikahan, acara pesta berlangsung meriah tanpa timbul permasalahan. Hanya ada kekacauan kecil yang terjadi diantara tamu undangan.
Menjelang sore, Zhang Yu dan Qing Yue keluar dari kediaman mereka, dan bergabung dengan orang-orang yang sedang bersenang-senang di tempat pesta pernikahan mereka.
Wajah ramah dan senyum hangat ditunjukkan keduanya saat disapa tamu undangan yang berpapasan dengan mereka.
Setelah menyapa tamu undangan yang berpapasan dengan mereka, Zhang Yu dan Qing Yue melangkahkan kaki berjalan menuju tempat duduk Kaisar dan Permaisuri yang baru saja sampai di tempat pesta yang kali ini dilangsungkan di aula istana Kekaisaran.
“Salam Ayahanda, Ibunda,” keduanya menyapa Kaisar dan Permaisuri.
Kaisar dan Permaisuri tersenyum melihat putri dan menantu mereka, yang masih terlihat kelelahan, “Bagaimana malam pertama kalian? Ibu tidak menyangka kalian masih menyimpan itu untuk malam pertama, padahal kalian sudah melewati waktu bersama selama di Benua Tengah,” ujar Permaisuri.
Sebagai seorang ibu, belum lama ini Permaisuri mendapatkan kiriman kain putih dengan noda merah yang diantarkan pelayan kediaman putrinya, dan dari situ dia tahu kalau putrinya masih seorang gadis di malam pertamanya.
“Lanjutkan pekerjaan kalian, kalau ingin jangan menunggu malam untuk melakukan itu, selagi ada kesempatan, kapanpun kalian bisa melakukan itu,” kata Kaisar Qing Cheng sembari mengelus perut Permaisuri yang mulai membuncit.
Melihat Kaisar mengelus perut Permaisuri, Zhang Yu dan Qing Yue hanya bisa menghela nafas karena mereka tidak akan bisa melihat kelahiran adik mereka.
Keduanya sudah memutuskan akan pergi ke alam menengah, dua bulan dari sekarang, dan itu masih jauh dari hari kelahiran adik mereka.
°°°
Penjara khusus Kekaisaran Qing.
Di dalam penjara dengan penjagaan ketat, nampak delapan Raja dan sepuluh petinggi Kekaisaran ditempatkan dalam satu ruangan yang sama.
“Yang Mulia, sekarang apa yang harus kita lakukan? Seluruh prajurit yang kita miliki telah musnah, bahkan kami kehilangan seluruh anggota keluarga!” ujar petinggi Kekaisaran dengan rantai khusus yang melilit tangan, kakinya, serta tubuhnya.
Delapan Raja yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan lemah, karena mereka sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan.
__ADS_1
“Yang Mulia, bagaimana dengan para Putra Mahkota, apa mungkin mereka dapat mencari bantuan untuk membebaskan kita semua dari tempat ini?“
“Mereka sedang melakukan perjalanan ke wilayah barat, dan kalau beruntung mereka bisa sampai ke wilayah Benua Barat untuk meminta bantuan Kekaisaran Baik menghancurkan Kekaisaran ini!” kata Raja yang wilayah Kerajaannya berada di wilayah ujung barat Benua Selatan.
“Mengapa Yang Mulia tidak meminta mereka mengumpulkan seluruh pasukan di Benua ini, yang membenci Kekaisaran Ling? Bukannya itu akan mempercepat kehancuran Kekaisaran ini dari pada meminta bantuan Kekaisaran Bai!”
Raja wilayah barat menggelengkan kepalanya, “Kekuatan pemuda itu tidak bisa kita anggap remeh, hanya Kekaisaran Bai satu-satunya yang bisa kita harapkan dapat mengalahkan pemuda itu!” ujarnya yang telah kehilangan puluhan ribu prajurit dan lima jenderal terbaiknya.
Petinggi istana Kekaisaran yang telah kehilangan segalanya, perlahan menganggukkan kepalanya, teringat kekuatan pemuda yang mendapat julukan pahlawan Kekaisaran Qing.
“Julukan pahlawan Kekaisaran bukan sesuatu yang dapat aku abaikan,” gumamnya dengan suara lirih.
°°°
Kekaisaran Bai.
Kaisar murka saat mengetahui giok jiwa Putra Mahkota padam, yang menandakan kalau putranya itu telah mati.
Setelah melakukan pencarian yang langsung berada di bawah kepemimpinannya, dia menemukan kereta naga milik putranya, di wilayah barat Benua Selatan.
Lima Jenderal yang dia bawa melakukan penyisiran, dan tidak lama mereka menemukan bekas pertempuran, berjarak dua ratus meter dari ditemukannya kereta kuda milik Bai Liu.
Slash...
Slash...
Boomm...
Kaisar mengamuk dan menghancurkan wilayah di sekitarnya, saat dia menemukan potongan kepala putranya yang mulai membusuk.
“Siapkan pasukan utama! Aku akan memaksa seluruh kekuatan di Benua Selatan untuk mengakui siapa dari mereka yang telah membunuh putraku!” perintahnya.
“Baik Yang Mulia.” Dua Jenderal undur diri lalu melesat pergi kembali ke wilayah Benua Barat untuk menyiapkan pasukan utama Kekaisaran Bai.
Sementara itu di atas langit, dua sosok berzirah merah tersenyum melihat kedatangan Kaisar penguasa wilayah Barat. “Mereka akan menjadi mainan baru untuk Tuan,” ujarnya lalu dia menghilang.
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...