
Berdiam diri di tempatnya berdiri, Zhang Yu menatap bergantian dua sosok yang menjadi lawannya, yang kembali bangkit setelah pulih dari lukanya.
Dia masih saja diam tak melakukan pergerakan saat kedua lawannya kembali menghimpun kekuatan, dan bersiap melakukan serangan selanjutnya. Gagal melakukan serangan dari dua arah yang berbeda, kini keduanya berencana melakukan serangan langsung.
Jika rencana mereka kali ini tetap gagal dan tidak bisa mengalahkan lawannya, maka tidak ada rencana lain selain menggunakan rencana terakhir yang sebenarnya tidak ingin mereka gunakan, karena rencana itu dapat menempatkan mereka dalam situasi berbahaya, kalau masih gagal mengalahkan lawannya.
Berbeda dengan lawannya yang sibuk menyiapkan rencana, Zhang Yu hanya diam tidak melakukan persiapan apapun untuk menghadapi rencana mereka. Dengan zirah langit yang digunakannya, walau kekuatan aslinya berada di ranah Dewa Rendah, kekuatan pertahanannya setara dengan ranah Dewa Menengah, dan tentu tidak mudah bagi mereka menembus pertahanannya.
Selama kekuatan keduanya tidak melebihi ranah Dewa Menengah, Zhang Yu yakin dapat mengalahkan mereka dengan sedikit usaha.
Melihat lawannya hanya diam tak melakukan persiapan, pria bertanduk tersenyum sinis dan menganggap lawannya terlalu sombong, dan sudah meremehkan kekuatannya. “Baru sedikit memiliki kekuatan sudah begitu sombong, seandainya hidup di masa perang besar, kau hanya akan menjadi mainan para penguasa di masa itu.”
Senyuman terlihat di wajah Zhang Yu setelah mendengar perkataan pria bertanduk yang menganggap dirinya sebagai orang sombong, sedangkan dari awal dia tidak terang-terangan menunjukkan kesombongannya, justru merekalah yang datang dan menyombongkan kekuatannya.
Perlahan melayang turun dari langit, Zhang Yu mendarat di atas tanah, tak jauh dari pria bertanduk.
Dia masih saja diam, dan hanya menikmati suara rintihan dan teriakan monster yang mati di tangan orang-orang yang berada dalam kelompoknya. Banyaknya monster tingkat mitos yang mati, membuatnya tidak sabar untuk kembali mendapatkan terobosan dari misi sistem, dan menerobos ranah Dewa Menengah bukan sesuatu yang mustahil kalau dia dapat menyelesaikan semua misi pemberian sistem.
Namun, sayangnya dia hanya bisa mengulang dua kali misi yang sama, dan setelahnya misi itu akan diganti dengan misi rahasia dengan hadiah yang juga masih dirahasiakan. Walau tidak tau apa hadiah yang akan dia terima dari misi rahasia sistem, dia yakin hadiah sistem tidak akan membuatnya kecewa.
Dia hanya bisa berharap mendapatkan banyak terobosan, dan sekumpulan poin sistem yang dapat menambah jumlah kekayaannya. Mendapatkan banyak poin sistem, membuatnya lebih bebas membeli semua barang yang berada di toko sistem.
__ADS_1
Pria bertanduk menatap Zhang Yu dengan aura kebencian, saat sekali lagi keberadaannya diabaikan olehnya. “Kalau ras monster di alam ini harus musnah, kamu akan iku musnah bersama kami!” seru pria bertopeng.
Matanya memancarkan warna merah, dan dua pedang kembar muncul di tangannya. Aura kegelapan milik bangsa iblis menyelimuti kedua pedangnya, dan dengan kecepatan tinggi dia melesat maju menyerang Zhang Yu.
Melihat bahaya dari serangan yang dilakukan pria bertanduk, Zhang Yu mengeluarkan pedang Naga, dan menghadang semua serangan yang tertuju padanya. Awalnya dia cukup mudah menghadang serangan lawannya, tapi saat sosok wanita ikut menyerang, dia mulai sedikit kewalahan.
Pedang naga miliknya yang masih terbungkus wadahnya, tiba-tiba memancarkan aura agung yang sangat mendominasi, saat perlahan ditarik keluar dari wadahnya.
Sepenuhnya keluar dari wadahnya, aura kuat pedang naga segera membuat dua sosok yang menyerang Zhang Yu melompat mundur, menjauhinya.
Melihat lawannya mundur, Zhang Yu tersenyum tipis, dan sekarang gilirannya melakukan serangan. Bagaikan kilatan cahaya, tubuhnya melesat menuju dua sosok yang telah bersiap menyambut serangannya, tapi keduanya terpental mundur saat menahan ayunan pedang Zhang Yu.
Saat menahan serangan Zhang Yu, mereka merasakan kedua tangannya bergetar, dan tubuh mereka terdorong mundur oleh kekuatan yang sama sekali tidak bisa ditahan. Retakan bahkan terlihat di pedang keduanya yang merupakan senjata tingkat Dewa, sama halnya dengan pedang naga milik Zhang Yu.
Tombak berwarna hitam muncul di tangan pria bertanduk, sedangkan wanita di sebelahnya mengeluarkan pedang lainnya yang juga senjata tingkat dewa, sam dengan pedang sebelumnya yang sudah rusak.
“Senjata tingkat dewa milik kita langsung rusak saat menahan serangan senjatanya. Setidaknya senjata miliknya berada di tingkat yang lebih tinggi. Walau kita memiliki banyak jenis senjata tingkat dewa, semua senjata itu hanya akan menjadi tumpukan sampah tidak berguna, kalau kita tidak berhati-hati saat menghindari serangannya,” ujar pria bertanduk sembari meningkatkan kewaspadaannya.
Zhang Yu kembali bersiap menyerang mereka, kali ini dia akan terus mengejar sekali pun mereka mundur, menjauh darinya. “Sebaiknya kalian mulai serius bertarung denganku, karena aku akan mulai serius, dan tidak akan ada lagi kesempatan mundur yang aku berikan pada kalian,” ujarnya dengan sorot mata tajam menatap mereka, selain itu, aura kemarahan Kaisar Naga juga keluar menambah kesan kejam yang terpancar darinya.
Aura kemarahan kaisar naga yang dikeluarkan Zhang Yu sukses membuat lutut kedua lawannya bergetar, aura itu sangat mengintimidasi, dan keduanya kesulitan bergerak. ‘Aura ini, bukannya aura ini milik sosok itu! Sialan, apa mungkin dia penerusnya?’ ujar pria bertanduk dalam hati, sambil mengingat sosok jiwa wanita yang tersegel di dalam gua tempat tinggalnya.
__ADS_1
Sedangkan di dalam gua yang dimaksud pria bertanduk, wanita berjubah membuka tudung jubahnya, menunjukkan senyuman yang mampu membuat semua pria tunduk di hadapannya.
“Aura yang mirip dengan milikku, tapi aura ini adalah aura Kaisar Naga, bukan aura Phoenix yang agung.” Wanita itu sama-sama merasakan aura yang sama dengan miliknya.
“Pecahan jiwa utamaku berada tidak jauh dari tempat ini, tapi dia berada di dunia yang dimiliki seseorang yang sangat luar biasa, dan lagi kekuatannya masih tersegel.” Wanita itu memejamkan mata, mencari tahu letak pecahan jiwa utamanya.
Setelah beberapa saat memejamkan mata, senyum yang sangat menawan terlihat di wajahnya, dia baru melihat tempat yang indah melalui ingatan pecahan jiwa utamanya, tapi dia masih belum bisa terhubung dengannya, karena jaraknya masih cukup jauh.
Dia kembali memejamkan mata, tapi kali ini dia ingin melihat jalannya pertempuran yang sudah menewaskan ratusan ribu monster, dan mengawasi seorang pemuda yang dia rasa memiliki hubungan dengan pecahan jiwa utamanya.
Dia juga merasa kalau dunia yang ditempati pecahan jiwa utamanya adalah milik pemuda itu, “Berada di ranah Dewa Rendah saat usianya belum genap 20 tahun, dan memiliki dunianya sendiri. Apa dia reinkarnasi dari dewa tertinggi penguasaan alam Nirwana, yang telah menghilang sejak milyaran tahun yang lalu?.”
Saat merasakan aura kekuatan pemuda yang sedang melawan pria bertanduk, tiba-tiba air mata jatuh si sudut matanya. “A ... aku tidak akan salah, kamu adalah dia, dan dia adalah kamu. Setelah sekian lama mencari dan menunggu, akhirnya aku menemukanmu!”
Bersama dengan keluarnya air mata dari sudut matanya, aura kuat keluar dari tubuhnya yang hanya pecahan sebuah jiwa. Gua tempatnya tinggal bergetar saat aura kuat dari tubuhnya menghancurkan segel, yang dibuat sosok pria bertanduk.
Segel itu hancur, tapi dia telah kehilangan hampir semua kekuatannya untuk menghancurkan segel itu, “Dengan sisa kekuatanku, ini sudah lebih dari cukup untuk membawaku menyatu dengannya.” Wanita berjubah melesat meninggalkan gua, menuju medan pertempuran.
Sementara itu, pria bertanduk memuntahkan darah dan jiwanya terguncang saat segel di gua tempat tinggalnya hancur, “Aku tidak menyangka, di saat seperti ini dia menggunakan sisa kekuatannya untuk menghancurkan segel yang aku buat. Sepertinya, ada sesuatu yang membuatnya nekat menghancurkan segel, dan mengorbankan sisa kekuatannya.”
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...