
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Zhang Yu yang masih duduk di tempatnya, berbicara dengan ketua Klan Zhang melalui telepati, “Siapkan ruangan untuk melakukan pertemuan, dan kumpulkan seluruh ketua Klan Zhang serta kepala Klan yang melayani Klan Zhang!”
Zhang Guan, ketua pertama Klan Zhang tahu siapa yang berbicara padanya melalui telepati, dan segera saja dia pergi meninggalkan arena kompetisi untuk menyiapkan ruangan pertemuan. Sebelum pergi, dia menyerahkan semua urusan di arena kompetisi pada Fang Hai, ayah Fang Yin, yang beberapa hari ini menjadi pengawalnya.
Sementara itu di luar Kota Zhang, lima puluh sosok berjubah merah dengan aura kekuatan ranah Kaisar Dewa tingkat puncak, terlihat sedang mengamati Kota Zhang, “Apa benar istri Yang Mulia penguasa alam elemen berada di kota ini?” tanya salah satu sosok berjubah merah.
Sosok berjubah merah lainnya menganggukkan kepalanya, membenarkan keberadaan istri penguasa alam elemen berada di Kota Zhang, “Istri Yang Mulia memang berada di kota ini, tapi aku sama sekali tidak merasakan aura wanita yang dulunya mendapat julukan Dewi Perang! Aku hanya merasakan aura pemuda yang berhubungan dekat dengan wanita itu.”
Mereka adalah orang-orang yang berasal dari alam api, di alam Dewa. Keberadaan mereka di alam menengah adalah untuk membawa Dewi Perang ke alam elemen, dan mempertemukannya dengan penguasa alam elemen yang sudah sejak lama jatuh cinta padanya.
Salah satu sosok berjubah kembali berkata, “Apa kita akan langsung masuk kedalam kota menemui pemuda itu, dan memintanya menyerahkan Dewi Perang pada kita? Aku rasa, pemuda itu bukan sosok sembarangan yang dengan mudahnya dapat mendapatkan hati Dewi Perang.”
Sosok berjubah merah yang ditunjuk sebagai pemimpin berkata, “Sebaiknya kita segera menemui pemuda itu! Kalau dia tidak mau menyerahkan Dewi Perang pada kita, tidak ada cara lain selain membunuhnya, dan membawa paksa Dewi Perang ke alam elemen!”
Mendengar itu, seluruh sosok berjubah merah mengangguk, lalu dengan kecepatan puncak ranah Kaisar Dewa, mereka melesat masuk ke dalam Kota Zhang, mencari keberadaan pemuda yang aura kekuatannya sudah dikunci penguasa alam api ke dalam tubuh mereka.
Sebagai penguasa alam api yang kekuatannya telah jauh melampaui ranah Dewa Surgawi, penguasa alam api dapat merasakan aura kekuatan Zhang Yu dari alam kekuasaannya, lalu dia mengunci aura kekuatan itu ke dalam tubuh prajurit, yang dia kirim ke alam menengah untuk menjemput wanita kakaknya.
Zhang Yu yang ingin pergi meninggalkan arena kompetisi, tiba-tiba saja dia mengurungkan keinginannya begitu merasakan aura kuat bergerak menuju kearahnya. Bukan hanya satu, setidaknya dia merasakan ada puluhan sosok dengan aura yang sama.
[Tuan, ada 50 kultivator ranah Kaisar Dewa bergerak menuju tempat ini. Dari kekuatan elemen api dan energi spiritual di dalam tubuh mereka, aku memiliki keyakinan mereka bukan orang-orang yang berasal dari alam ini, kemungkinan mereka berasal dari alam Dewa, alam yang berada satu tingkat lebih tinggi dari alam atas.]
__ADS_1
Puluhan sosok berjubah merah dengan aura yang mampu membuat semua orang berlutut di hadapan mereka muncul di atas langit arena kompetisi. Sepasang mata tajam yang mereka miliki segera mencari keberadaan Zhang Yu.
Pemimpin kelompok berjubah menemukan keberadaan Zhang Yu yang masih duduk tenang, tak terpengaruh aura kekuatan yang dikeluarkan oleh dirinya dan seluruh rekannya, “Serahkan Dewi Perang pada kami secara baik-baik, dan kami akan pergi dari tempat ini tanpa adanya pertumpahan darah!” ungkap pemimpin sosok berjubah merah.
Orang itu perlahan turun dari ketinggian langit, menapakkan kakinya tepat dihadapan Zhang Yu, yang senantiasa memberikan tatapan sinis kepadanya.
Zhang Yu tidak menyangka akan bertemu dengan puluhan sosok yang berasal dari alam Dewa, dan lagi kekuatan mereka semua berada di ranah Dewa Langit tingkat puncak.
Mendengar apa yang diinginkan sosok berjubah merah di hadapannya, Zhang Yu dengan tegas berkata, “Aku tidak akan pernah menyerahkan apa yang sudah menjadi milikku! Apa kau pikir aku takut dengan lima puluh orang seperti kalian, yang hanya memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa? Asal kau tahu, seribu orang seperti kalian, masih belum cukup untuk membuatku ketakutan!”
“Sepertinya kami memang tidak bisa menyelesaikan semua secara baik-baik!”
Pemimpin sosok berjubah merah geram dengan kata-kata Zhang Yu yang begitu merendahkan kekuatan 50 kultivator ranah Kaisar Dewa tingkat puncak, jika saja dia sudah tahu keberadaan wanita yang dicarinya, sudah pasti dia akan menghajar pemuda di hadapannya.
Zhang Yu tersenyum mendengar apa yang dikatakan sosok berjubah merah di depannya, “Kalau memang tidak bisa menyelesaikan semuanya secara baik-baik, lalu kalian mau apa? Mau bertarung denganku dan pergi ke alam kematian, atau memilih kembali ke alam Dewa? Kalian dapat memilih salah satunya! Jangan mengambil pilihan yang salah, karena tidak akan ada pilihan lainnya, setelah kalian mengambil pilihan pertama!” ujar Zhang Yu sembari bangkit dari tempat duduknya.
Berhasil membunuh Zhang Baojin adalah prestasi yang sangat luar biasa, tapi mereka tidak yakin Zhang Yu dapat membunuh 50 orang kultivator ranah Kaisar Dewa tingkat puncak, di waktu yang bersamaan.
“Kekuatan kami saat bersatu dapat menyamai kekuatan ranah Dewa Immortal tingkat puncak. Apa kau pikir dengan kekuatanmu yang tidak seberapa dapat mengalahkan kami? Dalam mimpi sekalipun, kau tidak akan bisa melakukannya!” ujar pemimpin sosok berjubah merah dengan senyum meremehkan nampak di wajahnya.
Mendengar itu semua orang yang mengelilingi arena kompetisi semakin tidak yakin Zhang Yu dapat mengalahkan mereka. Dengan kekuatan ranah Dewa Immortal tingkat puncak, setidaknya kekuatan mereka setara dengan sosok penguasa istana langit, yang merupakan sosok terkuat di alam menengah.
Tetua sekte rajawali perak dan para pendamping yang mendampingi peserta kompetisi, saat ini mereka hanya terfokus melindungi para generasi muda, dan tentu melindungi diri sendiri. Mereka sama sekali tidak memiliki keinginan membantu Zhang Yu.
Sedangkan Zhang Fu, Fang Yin dan seluruh perwakilan Klan Fang telah pergi menjauh, mengikuti apa yang dikatakan Zhang Yu melalui telepati.
__ADS_1
Sementara itu, Zhang Yu yang mendengar perkataan pemimpin sosok berjubah merah, dia masih tetap tenang, dan tak sedikitpun terlihat ketakutan di wajahnya.
Dengan zirah Dewa dan pedang naga dia dapat meningkatkan kekuatannya melampaui ranah Dewa Immortal. Jadi, kenapa juga harus takut dengan mereka yang kekuatannya setara ranah Dewa Immortal tingkat puncak?
Tanpa membuang-buang waktu, pemimpin sosok berjubah merah langsung saja menyerang Zhang Yu, dengan tujuan memaksa pemuda itu mengatakan dimana keberadaan Dewi Perang, “Aku mau lihat, setelah tubuhmu tersiksa, apa kau masih tidak mau mengatakan padaku, dimana keberadaan Dewi Perang!” ungkapnya, dengan mengayunkan pedang di tangannya, menyerang Zhang Yu.
“Menyiksaku hanya dengan kekuatanmu? Sebaiknya kau segera bangun dari mimpi!”
Zhang Yu mengeluarkan pedang naga dari ruang penyimpanannya, dan dengan mudah dia menahan serangan yang hampir mengenai tubuhnya.
Tubuh pemimpin sosok berjubah merah tiba-tiba saja bergetar saat merasakan aura pedang naga di tangan Zhang Yu, dan dengan cepat dia melompat mundur menjaga jarak.
“Pedang itu sangat berbahaya!” gumamnya, lalu dia berkata pada 49 sosok berjubah merah yang masih melayang di langit, “Kalian semua serang pemuda itu, tapi jangan sampai membunuhnya!”
Dengan mengedarkan aura kekuatan puncak, seluruh sosok berjubah merah bersiap menyerang Zhang Yu. Teknik tempur yang sangat mengagumkan mereka tunjukkan, saat bersama-sama melesat maju menyerang Zhang Yu.
Sedangkan Zhang Yu, dia segera saja menggunakan zirah Dewa, yang membuat kekuatannya meningkat melampaui ranah Dewa Immortal. Lalu dengan menggunakan teknik langkah bayangan, dia melesat maju menyambut serangan puluhan sosok berjubah merah.
Begitu sosok Zhang Yu melesat meninggalkan tempatnya, sosoknya tak dapat dilihat sekalipun oleh pemimpin sosok berjubah merah.
Akan tetapi, kurang dari lima tarikan nafas, pemimpin sosok berjubah merah yang masih bertahan di belakang, melihat satu persatu rekannya jatuh menghantam tanah, dalam keadaan tubuh terpotong-potong.
Wush...
Zhang Yu tiba-tiba saja sudah berada di belakang pemimpin sosok berjubah merah, “Apa kau punya permintaan terakhir sebelum bertemu dengan Dewa Kematian? Kalaupun ada, aku tidak akan mengabulkannya!”
__ADS_1
°°°
Bersambung...