
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Semua orang yang menonton pertempuran di atas arena antara Zhang Fu dan Zhang Qiu tidak ada yang tidak terkejut, saat merasakan kekuatan sejati yang baru di tunjukkan Zhang Fu, ranah Jenderal Dewa tingkat 9 di usia yang masih begitu muda, apa dia masih dapat dikatakan sebagai sampah Klan?
“Apa itu Zhang Fu, putra Kepala Klan Zhang yang selama ini dianggap sebagai sampah Klan? Kalau dia sampah Klan, lalu kata apa yang tepat untuk mendeskripsikan generasi muda di tempat ini?” ujar pria tua, tetua sekte rajawali perak yang mendampingi muridnya mengikuti kompetisi Klan Zhang.
“Kekuatan yang sangat luar biasa untuk pemuda yang bahkan belum berusia 50 tahun, sangat jarang generasi muda dapat mencapai tingkatan yang sama dengannya, tapi kenapa Klan Zhang menganggap super jenius sepertinya sebagai sampah Klan?” ungkap tetua lain, yang juga berasal dari sekte rajawali perak.
“Aku tidak tahu masalah apa yang terjadi di dalam internal Klan Zhang, tapi aku merasa kepala Klan Zhang tidak menyukai keberadaan anaknya sendiri, dia hanya memberi dukungan pada Zhang Qiu, pemuda yang kita keluarkan dari Klan karena sifat buruknya.”
Kedua tetua sekte rajawali perak menghentikan pembicaraan mereka, dan kembali fokus pada pertempuran di atas arena.
Zhang Qiu yang tidak percaya dengan kekuatan sejati Zhang Fu, dia berkata dengan nada mengejek, “Cih, hanya kekuatan palsu tapi kau begitu bangga! Lebih baik tunjukkan artefak yang kau gunakan untuk meningkatkan kekuatan, biar semua orang tahu, seorang sampah sampai kapanpun akan tetap menjadi sampah!” Senyuman sinis nampak di wajah Zhang Qiu.
Mendengar itu semua orang tiba-tiba saja merasa kalau mereka telah dibodohi Zhang Fu, dan kembali semua mengeluarkan cacian dari mulut mereka yang ditujukan pada Zhang Fu.
Zhang Fu yang mendengar semua orang kembali mencaci dirinya, dia hanya tersenyum, lalu berkata dengan santai, “Kalau aku memang menggunakan artefak untuk mengelabui kalian semua yang berada di tempat ini, katakan padaku artefak seperti apa yang dapat meningkatkan kekuatan sejati seorang kultivator, dan tunjukkan pada semua orang kira-kira aku menaruhnya di mana?” Zhang Fu melepas pakaiannya, melemparkannya jauh keluar arena, dan sekarang dia hanya memakai celana panjang yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
Semua orang yang memiliki kemampuan menilai keberadaan sebuah artefak maju kedepan mendekati arena pertempuran, menilai semua barang yang melekat pada tubuh Zhang Fu.
Beberapa waktu melakukan pekerjaannya, mereka tidak menemukan adanya artefak seperti yang dikatakan Zhang Qiu, dan percaya ranah Jenderal Dewa tingkat 9 adalah kekuatan sejati Zhang Fu.
__ADS_1
Setelah orang-orang yang melakukan penilaian menjauh, Zhang Fu langsung saja melesat maju, “Jangan lagi mengulur kematianmu!” ungkapnya.
Zhang Fu mengayunkan pedang di tangannya, mengarahkan serangan ke arah leher Zhang Qiu, “Pedang hitam, tebasan kesengsaraan!” Zhang Fu mengeluarkan teknik berpedang yang selama ini jarang dia gunakan.
Namun, belum juga tebasan Zhang Fu mengenai leher Zhang Qiu, siluet seekor kera api berukuran raksasa menghalau serangannya, lalu dengan gerakan tangan kera itu membuatnya terdorong mundur beberapa langkah.
“Martial Spirit Kera Api! Bukannya itu Martial Spirit milik kepala Klan Zhang, kenapa dia ikut campur dalam pertarungan mereka? Bukannya dia telah melanggar aturan yang diciptakannya sendiri!” kata salah satu anggota Klan Zhang.
“Dengan begini terlihat jelas kalau kepala Klan Zhang sejak awal memang menginginkan kematian Zhang Fu, tapi semua berada di luar prediksinya. Ternyata Zhang Fu jauh lebih kuat dari putra angkat kesayangannya.”
Orang-orang mulai membicarakan Zhang Baojin yang sudah melanggar peraturan aturan yang diciptakan sendiri olehnya. Sementara itu di tempatnya, Zhang Baojin tidak mempedulikan pembicaraan mereka, dia justru bangkit dari tempat duduknya, lalu melesat naik ke atas arena sambil melepaskan aura ranah Kaisar Dewa untuk menekan Zhang Fu.
“Dasar anak tidak berguna! Bagaimana bisa kau ingin membunuh adikmu sendiri? Kalau saja dulu aku langsung membunuhmu, tak akan ada hari ini, hari dimana kau dapat bertindak semena-mena pada Zhang Qiu!“ Zhang Baojin mengeluarkan pedang berwarna emas dari cincin penyimpanannya, lalu dia bersiap memberikan serangan pada Zhang Fu yang sulit bergerak, akibat tekanan kekuatannya.
Keberadaan siluet seekor kera api raksasa, aura pedang emas, dan tekanan kekuatan ranah Kaisar Dewa yang dikeluarkan Zhang Baojin, membuat semua orang hanya bisa diam di tempatnya tak berani ikut campur dalam pertempuran di atas arena.
Zhang Baojin yang sudah siap mengayunkan pedangnya untuk mengakhiri hidup Zhang Fu berkata, “Sebelum kematianmu, aku ingin mengatakan rahasia yang selama ini hanya diketahui aku dan ibumu! Kau bukanlah anakku, melainkan anak yang sudah dikandungan wanita jal*ng itu saat datang ke alam ini!”
Zhang Fu tidak terkejut mendengar itu, karena dia telah tahu semuanya dari surat yang ditinggalkan ibunya, tapi dia tidak menyangka akan mati di tangan pria yang selama ini dia panggil ayah.
Zhang Baojin melesat maju, mengayunkan pedangnya, tapi gerakkannya terhenti saat ada yang menahan ayunan pedangnya, “Siapa kau? Beraninya ikut campur dalam urusanku!” ujarnya.
Zhang Yu, sosok yang menahan ayunan pedang Zhang Baojin menggunakan pedang naganya, mengeluarkan aura kemarahan Kaisar Naga, membuat Zhang Baojin terpental mundur menghantam Zhang Fu, “Aku sahabat Zhang Fu, dan tentu aku akan ikut campur saat nyawa sahabatku terancam oleh orang yang seharusnya tidak ikut campur dalam pertarungannya! Kalau kau ingin bertarung, lawan aku! Biarkan kedua putramu menyelesaikan pertarungan mereka!” ungkapnya.
__ADS_1
Ketua kedua dan ketua ketiga yang berada di tempat itu ketakutan melihat sosok Zhang Yu, begitu juga dengan putra mereka. Kedua ketua Klan Zhang masih terbayang bagaimana Zhang Fu menghancurkan Martial Spirit milik mereka, yang membuat keduanya harus kehilangan setengah ranah kultivasinya.
Di atas arena, Zhang Baojin tersenyum sinis mendengar perkataan Zhang Yu, lalu berkata, “Kebetulan sekali kamu ada di sini. Setelah mempermalukan kedua ketua Klan Zhang, apa kau pikir dapat lari dari hukuman mati yang sudah aku tetapkan untukmu? Biar sekalian saja aku memberi hukuman mati padamu, dan melenyapkan anak jal*ng yang keberadaannya tidak aku inginkan!”
Zhang Baojin menatap tajam Zhang Yu dan Zhang Fu, lalu dengan mengerahkan seluruh kekuatannya dia melesat maju melakukan serangan, dengan siluet kera api raksasa berada di sisinya.
Gerakan Zhang Baojin dan siluet kera api terlihat seperti kilatan cahaya yang melesat kearah Zhang Yu dan Zhang Fu, keduanya segera menggunakan kekuatan mata yang membuat gerakan musuh terlihat jauh lebih lambat dari apa yang dilihat orang lain.
Bang...
Pedang Zhang Baojin berhasil di tahan dengan mudahnya oleh Zhang Yu yang memegang erat pedang naganya.
Sedangkan siluet kera api, saat ini dia sedang menghadapi siluet harimau hitam, yang merupakan Martial Spirit milik Zhang Fu.
Zhang Baojin melompat mundur saat serangannya berhasil ditahan Zhang Yu, yang dimatanya hanyalah kultivator ranah Raja Dewa tingkat 3, tapi dia merasa itu bukanlah kekuatan sejatinya. Melirik pedang emasnya yang baru berbenturan dengan pedang Zhang Yu, Zhang Baojin memicingkan matanya tidak percaya melihat retakan di pedangnya.
Berbeda dengan pedang di tangan Zhang Yu yang terlihat mulus tak terlihat adanya retakan. Menatap ke arah lain, Zhang Baojin melihat Martial Spirit kera api raksasa miliknya, dipukul mundur siluet harimau hitam yang ukurannya jauh lebih besar dari terakhir kali dia melihatnya.
[Tuan Muda, aku merasakan kekuatan iblis berada di dalam tubuh Zhang Baojin, tapi dia belum menggunakannya. Kemungkinan dia akan menggunakannya saat benar-benar dalam keadaan terdesak.]
Di tempatnya berdiri, Zhang Yu yang baru mendengar informasi berharga dari Yuxi, menunjukkan senyuman di wajahnya, sambil bergumam, “Dengan begini, aku punya alasan jelas untuk membunuhnya!”
°°°
__ADS_1
Bersambung...