
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Kedua pria berjubah terus menyerang Zhang Yu, begitu juga dengan Martial Spirit milik mereka.
Pria berjubah merah menyerang Zhang Yu menggunakan pedang yang merupakan perwujudan Martial Spiritnya. Namun, serangannya berhasil ditahan dengan mudahnya oleh siluet Naga Emas berkepala sembilan.
“Dia terlalu kuat!” gumam pria berjubah merah mulai ketakutan.
“Jangan menyerah! Meskipun tidak ada kesempatan menang, setidaknya kita bisa memberinya luka yang akan mempermudah saudara kita, saat berhadapan dengannya,” ujar pria berjubah biru.
Pria berjubah merah mengangguk, kemudian berkata, “Kami adalah putra Jenderal pelindung Alam Elemen, jika kami mati di tempat ini, kau akan jadi buruan utama seluruh penghuni Alam Elemen!”
Zhang Yu tersenyum mendengarnya, lalu dengan suara lantang dia membalas, “Mereka tidak perlu memburuku karena aku sendiri yang akan mendatangi Alam Elemen, untuk melenyapkan seluruh kehidupan di Alam Elemen kalau sampai tuan kalian berbuat macam-macam pada kedua orangtuaku!”
“Namun, sebelum itu semua terjadi, aku akan menjadikan alam ini sebagai tempat kematian kalian!” kata Zhang Yu santai, walau saat ini dia sedang menghalau serangan yang tertuju ke arahnya.
“Jangan berani macam-macam dengan kami, atau kedua orangtuamu akan menanggung akibatnya!” ujar pria berjubah merah mencoba menakut-nakuti Zhang Yu.
“Orang itu tidak akan melakukan apapun pada orangtuaku hanya karena aku membunuh kalian!” balas Zhang Yu lalu dia melakukan serangan yang membuat kedua pria berjubah terpental mundur bersama dengan lenyapnya Martial Spirit milik mereka.
“Waktunya mengakhiri hidup kalian!” kata Zhang Yu lalu dia melemparkan pedang biasa yang baru dia beli ke arah pria berjubah biru.
“Argh...” Pria berjubah biru berteriak merasakan rasa sakit, lalu dia tidak lagi menunjukkan pergerakan, setelah pedang yang dilempar Zhang Yu tepat mengenai dada, menembus organ jantungnya.
Swiss...
Slash... boom... boom... boom... pria berjubah merah yang menyaksikan saat-saat kematian salah satu saudaranya, tiba-tiba saja tubuhnya merasakan rasa sakit yang teramat menyakitkan saat Zhang Yu tanpa henti menggunakan kekuatan elemen petir, untuk menyerang dirinya.
Pria berjubah merah yang sudah puluhan kali terkena serangan petir Zhang Yu, saat ini dia tidak lagi sanggup menggerakkan tubuhnya. Luka bakar terlihat di sekujur tubuhnya, membuat penampilannya nampak begitu menyedihkan.
“Apa aku terlalu kejam memberi siksaan ini padamu?” gumam Zhang Yu jongkok di samping pria berjubah merah yang yang terbaring tak berdaya di atas permukaan tanah.
__ADS_1
Tak tega melihat penderitaan pria berjubah merah, dengan satu lagi pedang biasa yang baru dia beli, dia mengakhiri hidup pria berjubah merah dengan cara menusukkan pedang di tangannya, tepat ke arah jantung pria berjubah merah.
Melihat kematian dua orang yang dia tebak berasal dari Alam Elemen, Zhang Yu hanya menggelengkan pelan kepalanya sambil bergumam, “Aku dulu terlalu lunak pada Alam Elemen, tapi itu tidak akan terulang lagi di kehidupanku yang sekarang! Kalau mereka terus menggangguku, tak akan ada keraguan bagiku untuk memusnahkan seluruh kehidupan di Alam Elemen.
Zhang Yu melempar dua mayat pria berjubah ke dalam dunia kecil, untuk menjadi makanan naga api dan naga es.
Setelah membereskan dua mayat musuh dan menghilangkan array penghalang yang sebelumnya dia ciptakan, Zhang Yu melanjutkan perjalanan menuju ruang informasi yang berada tak jauh dari aula istana Kekaisaran Alam Atas.
Memasuki ruang informasi setelah melewati penjagaan di luar ruangan yang tidak terlalu ketat, Zhang Yu mulai mencari catatan yang berisi informasi jumlah prajurit dan Jenderal yang dimiliki Kekaisaran Alam Atas.
“Ruangan ini terlalu luas!” gumam Zhang Yu yang pada akhirnya meminta bantuan Yuxi mencari catatan berisikan informasi jumlah prajurit dan Jenderal Kekaisaran Alam Atas.
Setelah beberapa saat mencari, dengan bantuan Yuxi akhirnya Zhang Yu menemukan apa yang dia cari. Dia lalu menyalin isi dari catatan itu ke dalam kertas khusus yang dia beli dari toko sistem. Setelah semuanya selesai, dengan kecepatan puncaknya Zhang Yu pergi meninggalkan kawasan istana Kekaisaran Alam Atas.
°°°
Meninggalkan kawasan Istana Kekaisaran Alam Atas, Zhang Yu kembali berkeliling menikmati keramaian Ibukota Kekaisaran Alam Atas, yang semakin malam justru semakin ramai.
Puas berkeliling, Zhang Yu singgah di kedai makan sederhana, memesan makanan dan minuman terbaik di tempat itu, sambil mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan pengunjung kedai makan, yang didominasi pedagang dari luar Ibukota.
Belum juga Zhang Yu berkata, wanita itu sudah lebih dulu menaruh jari telunjuk di depan bibirnya, lalu dengan suara yang terdengar tidak asing di telinga Zhang Yu, wanita itu berkata pelan, “Diam, atau aku membuka identitas aslimu di hadapan semua orang di tempat ini!”
Zhang Yu menganggukkan kepalanya.
Merasakan aura tipis yang merembes keluar dari tubuh wanita di depannya, Zhang Yu tahu kalau wanita di depannya bukanlah sosok bisa sembarangan dia singgung.
“Dewa Immortal Agung tingkat 8 di usia yang belum genap 30 tahun,” ungkap Zhang Yu santai.
“Apa yang kau katakan? Mana ada di Alam ini yang mampu mencapai tingkat 8 ranah Dewa Immortal Agung di usia kurang dari 30 tahun?” ujarnya.
Zhang Yu mengarahkan jari telunjuknya, menunjuk wanita di depannya.
“Teknik yang kamu gunakan masih terlalu lemah untuk dapat menyembunyikan kekuatan dari penglihatanku!” kata Zhang Yu.
__ADS_1
Wanita di depannya menatap kedua matanya yang sempat memancarkan cahaya kuning keemasan.
“Ternyata percuma, aku memang tidak bisa menyembunyikan semuanya dari seorang mantan Penguasa Alam Nirwana Agung.”
Zhang Yu mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman, setelah mendengar perkataan wanita di depannya, “Putri Shen Siyi, bagaimana wanita liar sepertimu bisa berada di tempat ini? Apa kamu di reinkarnasi, dan terlahir kembali di Kekaisaran ini?” tanya Zhang Yu.
Mendengar pertanyaan itu, Shen Siyi, wanita berpakaian hijau merapatkan duduknya ke arah Zhang Yu, lalu dia berkata, “Aku sudah mencium bau ketiga wanita itu dari tubuhmu. Sepertinya mereka lebih dulu bertemu denganmu!” ungkapnya.
“Kalau kamu bertanya tentang reinkarnasi, aku memang terlahir kembali di tempat ini, sebagai Yin Siyi, Putri Mahkota Kekaisaran Alam Atas, adik dari Pangeran bodoh yang mati di Alam Menengah di tangan adik iparnya,” lanjutnya.
Zhang Yu dengan ketenangannya menatap Yin Siyi, atau di kehidupan sebelumnya bernama Shen Siyi, istri keempatnya yang dia nikahi tak lama sebelum peristiwa pengorbanan diri yang dilakukannya untuk menyelamatkan seluruh Alam Semesta.
“Kamu sudah tau kalau akulah yang membunuh Pangeran Kekaisaran Alam Atas, saat dia berada di Alam Menengah. Apa sekarang kamu ingin menangkapku dan menyerahkanku pada Kaisar Yin Wugou?” tanyanya.
“Kenapa juga aku harus menyerahkan suamiku sendiri pada tua bangka tidak berguna, yang hanya mengejar kekuatan untuk mewujudkan ambisi besarnya seorang yang bercita-cita menjadi penguasa tunggal Alam Atas?”
Zhang Yu tersenyum mendengarnya, kemudian dia berkata, “Sekarang aku adalah bagian dari Klan Zhang, yang menjadi musuh Kekaisaran Alam Atas, sedangkan kamu merupakan Putri Mahkota Kekaisaran Alam Atas. Aku ingin tahu keputusanmu, dalam peperangan yang tak lama lagi akan terjadi, kamu akan berada di pihak siapa?” tanyanya.
Yin Siyi langsung saja menjawab begitu mendengar pertanyaan Zhang Yu, “Apa perlu kamu menanyakan itu padaku? Sebagian seorang istri tentu aku akan berada di sisimu. Lagian, tua bangka itu tidak pernah menganggapku sebagai putrinya karena aku tidak pernah menunjukkan kekuatanku padanya.”
“Tidakkah kamu akan merasa sedih saat Kaisar Yin Wugou mati dalam peperangan melawan Klan Zhang? Bagaimanapun juga di kehidupan yang sekarang dia adalah ayahmu.”
Yin Siyi menggelengkan kepalanya, sambil menunjukkan senyuman di wajahnya, “Aku melihat dengan kedua mataku, bagaimana dia membunuh wanita yang telah ibuku, hanya karena dia ingin mengangkat Permaisuri baru. Sejak hari itu, aku bertekad mengakhiri hidupnya, dan karena itu aku terus bekerja keras meningkatkan kekuatanku tanpa sepengetahuannya,” katanya.
Begitu mendengar perkataan Yin Siyi, entah kenapa Zhang Yu merasa kalau dirinya begitu ingin memusnahkan seluruh penghuni istana Kekaisaran Alam Atas.
“Apa perlu sekarang juga aku memusnahkan seluruh penghuni Kekaisaran Alam Atas?” tanyanya.
“Bukannya aku tidak ingin melihat seluruh penghuni istana Kekaisaran Alam Atas musnah, tapi aku hanya ingin pria tua itu mati di tanganku!”
“Kalau itu yang menjadi keinginanmu, aku akan membawa Kaisar Yin Wugou ke hadapanmu, saat dimulainya peperangan antara Kekaisaran Alam Atas dan Klan Zhang.”
°°°
__ADS_1
Bersambung...