Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Rencana Lin Mohan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Lapangan latihan tempat Lin Yifei melatih muridnya seketika hening. Kekuatan luar biasa yang ditunjukkan Zhang Yu saat mengalahkan Lin Yang, membuat Lin Yifei terkejut sekaligus tidak menyangka kalau kekuatan adiknya sudah melampaui kekuatannya, terbukti dia dapat mengalahkan salah satu tetua Istana Hua.


Dia sungguh tidak mengira kalau adiknya yang selama ini dikatakan sampah oleh banyak orang, ternyata diam-diam dia menyembunyikan kekuatan besar, bahkan seorang tetua Istana Hua tidak sanggup mengalahkannya.


Beberapa murid yang datang setelah mendengar suara keributan dari lapangan latihan, mereka juga melihat apa yang dilakukan Zhang Yu saat mengalahkan Lin Yang, dan mereka tidak akan percaya Zhang Yu dapat melakukan itu kalau tidak melihatnya secara langsung.


Sedangkan Zhang Yu, setelah mengalahkan Lin Yang meski tidak sampai membunuhnya, segera saja dia melesat kembali ke tempat Lin Yifei yang terus menatapnya tanpa berkedip. Hanya dalam satu kedipan mata dia sudah sampai di depan Lin Yifei yang tiba-tiba saja langsung memeluk erat tubuhnya, sampai membuatnya susah bernafas.


Tak berlangsung lama, Lin Yifei melepaskan pelukannya, saat dia melihat beberapa murid Sekte Lili Putih mendatangi lapangan latihan, membantu belasan muridnya yang masih terbaring tidak sadarkan diri. Tersadar dengan keadaan belasan muridnya, Lin Yifei segera menggunakan teknik pemulihan, memulihkan kondisi belasan muridnya.


Setelah Lin Yifei menggunakan teknik pemulihan yang dikuasainya, satu demi satu muridnya yang semula tidak sadarkan diri mulai bangkit, meski mereka masih membutuhkan sedikit waktu untuk pulih seperti sediakala, terlebih untuk mereka mengalami luka dalam, setidaknya mereka harus istirahat paling lama tujuh hari.


Setelah semua muridnya sadar dan pergi ke ruang perawatan untuk mempercepat pemulihan mereka dengan dibantu belasan murid lainnya, tiba-tiba saja di lapangan latihan yang begitu luas hanya menyisakan Zhang Yu dan Lin Yifei, yang keduanya sama-sama tidak tahu harus melakukan apa. Namun, pada akhirnya Lin Yifei memutuskan membawa Zhang Yu masuk ke dalam kediamannya, untuk membicarakan tentang cincin penyimpanan pemberiannya, serta membahas masalah besar yang mungkin akan segera terjadi antara Sekte Lili Putih dan Istana Hua.


Zhang Yu yang merasa canggung kalau harus berduaan dengan seorang wanita dalam satu ruangan, apa lagi kecantikan wanita itu setara dengan kecantikan kelima istrinya, segera saja dia mengurungkan niat masuk ke dalam kediaman Lin Yifei, dan lebih memilih mengajak wanita itu ke tempat tetua Lin Bai yang mungkin sedang menunggu kedatangannya.


Lin Yifei yang menyadari rasa canggung Zhang Yu, dia hanya bisa tersenyum dan mengikuti apa yang menjadi keinginan pria itu. Meski saat ini dia merasa sedikit kecewa karena tidak dapat berduaan dengan Zhang Yu di dalam kediamannya, setidaknya dia masih dapat merasakan jalan berdua dengannya, di tengah tatapan banyak murid yang mengarah tatapan iri kearahnya.


Dia mengabaikan mereka semua, dan lebih memilih menikmati waktu berdua dengan Zhang Yu, yang selama ini jarang dia lakukan.

__ADS_1


“Adik, sejak kapan kamu memiliki hubungan baik dengan tetua Lin Bai? Apa selama ini kamu diam-diam menjalin hubungan dengan para tetua Istana Hua?” tanya Lin Yifei penasaran.


“Aku akan menjawabnya setelah kita sampai di tempat tetua Lin Bai!...”


°°°


Di kediaman Lin Mohan, kawasan Istana Hua.


Lin Yang yang sedang mendapatkan perawatan dari tabib kediaman Lin Mohan, menceritakan apa yang sudah dia alami pada muridnya, Lin Mohan.


Lin Yang menceritakan semua tanpa ada yang dia tutupi termasuk keberadaan cincin penyimpanan berwarna kuning keemasan, yang diberikan Zhang Yu pada Lin Yifei. Cincin penyimpanan yang sama persis dengan cincin penyimpanan yang saat ini di miliki Lin Mohan juga dimiliki Lin Yifei, dan lagi isi di dalam cincin penyimpanan itu jauh lebih berharga dibandingkan apa yang berada di cincin penyimpanan milik Lin Mohan.


Itu juga alasan kenapa Lin Yang sangat menginginkan cincin penyimpanan di tangan Lin Yifei karena sejak awal dia mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu pada Lin Yifei, tentang cincin penyimpanan pemberiannya.


Tentu dia akan melakukan semua itu di luar sepengetahuan Lin Yang karena gurunya pasti melarangnya menceritakan itu semua pada tetua lainnya, yang selalu dia anggap dapat menggeser posisinya sebagai guru calon penguasa baru Alam Bunga.


“Siapa juga yang ingin terus dilatih guru lemah sepertinya yang bahkan kalah di tangan seorang sampah!” gumam lirih Lin Mohan, begitu meninggalkan ruangan tempat Lin Yang memulihkan diri dari luka-luka di sekujur tubuhnya.


Dengan langkah tegas penuh wibawa, Lin Mohan pergi ke aula Istana Hua, menemui para tetua Istana Hua, yang sudah menyatukan suara memberi dukungan padanya untuk menjadi penguasa baru Alam Bunga, meskipun masih ada beberapa tetua yang masih ragu dengan kekuatannya.


Di aula Istana Hua.


“Apa kalian sudah tau kalau ada orang lain di Alam Bunga ini, yang memiliki cincin penguasa, serupa dengan yang melingkar di jariku?” ujar Lin Mohan.

__ADS_1


“Tuan Muda, di Alam Bunga ini hanya ada satu cincin penguasa. Kalau pun ada cincin yang serupa, aku yakin cincin itu adalah cincin tiruan yang menyerupai cincin aslinya,” kata salah satu tetua Istana Hua.


Lin Mohan tidak puas dengan apa yang baru dia dengar karena sebelumnya gurunya sendiri menceritakan kalau cincin itu sama persis dengan cincin miliknya, dan lagi apa yang berada di dalam cincin itu lebih berharga dari apa yang berada di dalam cincin penyimpanan miliknya.


“Bagaimana kalau cincin itu dimiliki Lin Yifei, dan guruku sendiri yang pernah melihat cincin itu mengatakan kalau cincin itu sama persis dengan cincin penyimpanan yang aku miliki? Apa mungkin kalian akan membiarkan wanita lemah itu memiliki cincin yang sama dengan yang aku miliki?”


“Cincin itu lambang seorang penguasa dan wanita lemah sepertinya tak pantas memiliki cincin itu, sekalipun itu hanya barang tiruan! Kalau kalian memang berada di sisiku, ambil cincin itu darinya! Jika memang diperlukan, kalian bisa memusnahkan keberadaan Sekte Lili Putih, seandainya mereka melindungi keberadaan wanita itu!”


Mereka para tetua Istana Hua yang sejak awal senantiasa berdiri di sisi Lin Mohan, dengan senang hati mereka akan melakukan apa yang diperintahkan Lin Mohan, apalagi kali ini perintahnya berhubungan dengan Sekte Lili Putih, yang selama ini dikenal sebagai sekte yang dihuni para wanita tercantik di Alam Bunga.


Sementara untuk beberapa tetua yang masih ragu dengan kepemimpinan Lin Mohan, mereka akan melihat situasi terlebih dahulu. Kalau yang dikatakan Lin Mohan adalah kebenaran, mereka akan memberi bantuan padanya, tapi kalau itu merupakan kebohongan, mereka akan memantapkan diri mengikuti jejak tetua Lin Bai, Lin Niang dan Lin Jiangsu, yang sudah menetapkan diri berdiri di sisi Lin Yifei.


Lin Mohan yang melihat keraguan di wajah beberapa tetua Istana Hua, dia memilih acuh dan mengabaikan keberadaan mereka. Dia meyakini dengan sendirinya mereka akan tunduk di bawah kakinya dan menuruti seluruh perintahnya, setelah dia memiliki cincin yang saat ini berada di tangan Lin Yifei.


“Kalian yang tidak ingin ikut mengambil cincin itu, kalian cukup menunggu di tempat ini, meski pada akhirnya kalian juga akan tahu betapa busuknya wanita itu yang rela menciptakan tiruan cincin penguasa, demi obsesi besarnya yang ingin menguasai Alam Bunga,” kata Lin Mohan.


Kata-kata yang keluar dari mulut Lin Mohan membuat tersenyum para tetua yang sejak awal senantiasa berdiri di sisinya. Mereka merasa tidak salah memberi dukungan pada sosok yang lebih layak menjadi penguasa baru Alam Bunga, dibandingkan Lin Yifei yang dimata mereka hanyalah sosok wanita lemah, yang tak pantas menduduki kedudukan penguasa baru Alam Bunga.


“Baiklah, kami akan menunggu di tempat ini, dan aku berharap apa yang kamu katakan bukanlah sebuah rencana busuk yang sudah kamu siapkan untuk menghancurkan Sekte Lili Putih!” kata Lin Shin.


Dengan senyum diwajahnya, Lin Mohan menganggukkan kepalanya, “Aku pastikan kalian akan kecewa dengan wanita lemah yang selama ini membuat kalian ragu tunduk di bawah perintah sosok yang ditakdirkan menjadi penguasa baru Alam Bunga!...”


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2