
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Saudara Bing Mao, kapan prosesi pernikahanmu di mulai? Dari tadi aku juga tidak melihat keberadaan mempelai wanita, dan di tempat ini juga tidak ada tamu undangan dari Alam Bunga,” kata penguasa Alam Tombak.
Wajah Bing Mao tiba-tiba terlihat jelek, mendengar perkataan penguasa Alam Tombak, lalu dengan di berkata dengan suara bergetar, “Rom-rombongan dari Alam Dewa telah diserang sekelompok orang yang dipimpin seorang pria, yang mengaku sebagai reinkarnasi penguasa Alam Nirwana Agung, dan saat ini orang itu sedang memaksa wanitaku menikah dengannya...”
Mendengar itu, para penguasa yang rata-rata datang bersama Permaisuri nya, bersamaan mereka menatap Permaisuri mereka masing-masing, sembari berharap apa yang menimpa Bing Mao tidak menimpa mereka.
“Saudara Bing Mao, kita tidak bisa membiarkan orang itu mengambil apa yang bukan miliknya! Bagaimana kalau kita pergi ke Alam Bunga dan memberi hukuman yang layak untuk orang itu?” ujar penguasa Alam Angin.
“Aku setuju dengan saudara Xue Xie, kita datangi Alam Bunga, dan bunuh orang itu!” kata Huo Sheng De, penguasa Alam Api yang sudah mengetahui rencana licik Bing Mao, dan dia bersedia memberi bantuan padanya kerena keduanya memiliki musuh yang sama.
“Aku juga setuju dengan Saudara Xue Xie,” kata Lan Guang, penguasa Alam Air yang sejak dulu tidak menyukai orang yang sedang mendapatkan fitnah dari Bing Mao.
Sedangkan untuk Alam Pedang, Alam Perang dan Alam Roh, mereka hanya diam meski tahu kebenarannya.
Demi menjaga keselamatan Alam mereka masing-masing, mereka memilih bungkam dan setuju dengan apapun yang menjadi keinginan Bing Mao, termasuk jika harus berperang dengan sosok yang memang benar-benar reinkarnasi penguasa Alam Nirwana.
Saat Bing Mao yakin seluruh penguasa ingin menyerang Alam Bunga, tiba-tiba pandangannya tertuju pada Penguasa Alam Binatang dan Alam Kegelapan yang masih diam tak bersuara.
“Penguasa Alam Binatang dan Penguasa Alam Kegelapan, bagaimana dengan kalian? Apa kalian ingin ikut bersama kami menyerang Alam Bunga?” tanya Bing Mao.
Mendengar itu Fan Yu Jie dan Zhang Lao, hanya menyunggingkan senyuman di wajah mereka.
“Aku sama sekali tidak tertarik ikut campur dengan permasalahan pribadimu!” kata Fan Yu Jie sembari mengarahkan tatapan sinis pada Bing Mao.
“Penguasa Alam Es, keadaan Alam Binatang belum stabil. Jadi, aku memutuskan tidak ikut mendatangi Alam Bunga,” kata Bing Mao.
Semua orang segera mengalihkan pandangan mereka ke arah Fan Yu Jie dan Zhang Lao setelah keduanya memutuskan tidak ikut mendatangi dan memberi hukuman pada sosok yang dituduh Bing Mao telah mengambil calon istrinya.
__ADS_1
“Jadi, kalian tidak ikut pergi ke Alam Bunga?” tanya Bing Mao.
“Apa kamu tuli? Bukannya apa yang aku katakan dan yang dikatakan penguasa Alam Binatang sudah sangat jelas!” kata Fan Yu Jie acuh.
“Seseorang di Alam Bunga telah melakukan kesalahan yang tidak termaafkan karena berani menculik calon istri saudara Bing Mao. Bagaimana bisa kalian tidak ikut untuk memberi hukuman pada orang seperti itu?” tanya Huo Sheng De pada Zhang Yu dan Fan Yu Jie.
Mendengar itu senyuman sinis terlihat di wajah Fan Yu Jie, lalu dia berkata, “Saudara Huo Sheng De, apa kamu punya bukti kalau semua yang kamu katakan adalah sebuah kebenaran?...”
“Bagaimana bisa kita yang berada di tempat ini memiliki bukti, sedangkan penguasa Alam Bunga hanya mengirim pesan lewat telepati yang mengabarkan apa yang telah terjadi padanya?“ kata Bing Mao, mewakili Huo Sheng De menjawab pertanyaan Zhang Lao.
“Kenapa kita tidak langsung menanyakan semuanya pada penguasa Alam Bunga?” kata Zhang Lao bersama munculnya sebuah portal, dan dari dalam portal muncul sosok Lin Yifei dengan mahkota bunga di atas kepalanya yang menunjukkan identitasnya sebagai penguasa Alam Bunga.
“Pen-penguasa Alam Bunga? Bagaimana dia bisa berada di tempat ini? Bukannya saudara Bing Mao mengatakan penguasa Alam Bunga baru saja di culik, dan sekarang berada di Alam Bunga bersama sosok yang telah menculiknya!” kata Dong Ye, penguasa Alam Tombak.
Bing Mao yang melihat keberadaan Lin Yifei, dia tidak menyangka kalau wanita itu justru datang ke Alamnya. Dengan begini dia tidak perlu repot-repot mencari keberadaan wanita itu di Alam Bunga.
“Kalau penguasa Alam Bunga berada di tempat ini, jangan-jangan dia juga berada di tempat ini,” gumam Huo Sheng De melihat sekeliling, tapi dia tidak menemukan apa yang sedang dia cari.
Bukannya langsung memberi penjelasan, Bing Mao justru melangkahkan kakinya, berjalan mendekati Lin Yifei lalu dia berkata, “Istriku, akhirnya kamu datang...” Bing Mao mencoba memeluk tubuh Lin Yifei, tapi ada kekuatan yang membuat tubuhnya tidak bisa digerakkan.
“Siapa istrimu? Aku tidak tahu siapa kamu, dan lagi aku sudah lama telah menjadi wanita bersuami. Jadi, jangan sembarangan mengatakan aku sebagai istrimu!” kata Lin Yifei menatap jijik keberadaan Bing Mao.
“Lihat, pria itu telah melakukan sesuatu pada ingatannya! Dia bahkan tidak lagi mengingat keberadaanku,” kata Bing Mao masih melanjutkan sandiwaranya.
“Penguasa Alam Es, lebih baik sudahi sandiwara kamu! Aku sudah lama mengenal siapa penguasa Alam Bunga, dan aku sangat mengenali siapa pria yang sudah menjadi suaminya,” kata Zhang Lao sembari bangun dari tempat duduknya.
“Penguasa Alam Binatang, kamu jangan mengatakan omong kosong!” teriak Huo Sheng De memberi pembelaan pada Bing Mao.
“Omong kosong? Huo Sheng De, apa kamu sudah lupa apa yang terjadi pada kakakmu yang berani mengusik suami saudari Lin Yifei? Apa kamu ingin apa yang terjadi pada kakakmu juga terjadi padamu?” tanya Zhang Lao, mengarahkan pandangannya pada Huo Sheng De.
“Kau! kau adalah kaki tangan orang itu, pantas saja kau sejak awal selalu membelanya!” kata Huo Sheng De tidak menyukai keberadaan Zhang Lao.
__ADS_1
Mendengar itu, Zhang Lao menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu berkata, “Aku bukan kaki tangannya, melainkan pelayanannya,” Zhang Lao tidak malu mengakui siapa dirinya di hadapan para penguasa lainnya.
Semua penguasa langsung memberi tatapan remeh pada Zhang Lao yang mengakui dirinya hanyalah pelayan dari sosok yang hanya dirumorkan sebagai penguasa Alam Nirwana Agung, yang dulu sering dikatakan juga sebagai penguasa Alam Semesta.
Saat semua penguasa mengarahkan meremehkan keberadaan Zhang Lao, dengan suara merdunya Lin Yifei berkata, “Sebenarnya kalian semua yang berada di tempat ini sedang dipermainkan oleh penguasa Alam Es...”
“Sejak awal aku tidak mengenali orang itu, dan aku juga telah menolak lamarannya karena aku sudah menjadi milik seorang pria,” imbuh Lin Yifei.
Saat Bing Mao ingin membalas apa yang dikatakan Lin Yifei, sosok pemuda yang begitu berkharisma muncul di sebelah Lin Yifei, dan langsung memeluk pinggangnya.
“Sialan, ternyata sejak tadi dia telah menipuku!” kata Fan Yu Jie sembari tersenyum saat dia melihat pria yang sedang memeluk pinggang Lin Yifei.
“Aku sudah lama tidak menghadiri pertemuan seperti ini, benar bukan saudara Dong Ye?” kata pemuda di sisi Lin Yifei yang tidak lain adalah Zhang Yu.
“Saudara Yu, kau kah itu?” tanya Dong Ye yang mana dia dulu tidak bisa membantu Zhang Yu melindungi Alam Semesta karena dia lebih dulu mengalami luka saat melawan Dewa Iblis yang mencoba menghancurkan Alam Tombak.
Zhang Yu menoleh, menatap Dong Ye lalu dia menganggukkan kepalanya, “Bing Mao, sudahi sandiwaramu, dan jangan lagi mengusik keberadaan wanitaku!” kata Zhang Yu sembari menoleh, menatap Bing Mao.
Bing Mao tersenyum remeh mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu, “Aku tidak pernah gagal mendapatkan apa yang ingin aku dapatkan, termasuk penguasa Alam Bunga yang harus menjadi milikku,” kata Bing Mao.
Baru juga menyelesaikan kata-katanya, kedua mata dan rambut panjang Bing Mao berubah warna menjadi putih, “SERAP!!...” teriak Bing Mao mencoba menyerap kekuatan orang-orang yang telah dia tanami segel teratai es di dalam tubuhnya.
Suara Bing Mao terdengar ke segala penjuru aula istana, tapi setelah beberapa waktu, tidak terjadi apa-apa dengan tubuhnya atau dengan mereka yang berada di sekelilingnya.
“I-ini, kenapa aku tidak bisa menyerap kekuatan orang-orang yang tubuhnya telah aku tanami segel teratai es?” gumam Bing Mao kebingungan.
Melihat pria itu kebingungan, Zhang Yu menyunggingkan senyumnya, “Bing Mao, apa kamu pikir aku datang tanpa persiapan? Jujur saja, aku telah menghapus segel teratai es yang telah kau tanam di lengan semua orang!...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1