Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Sekelompok Wanita Pengganggu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Dalam kurun waktu sepuluh hari putra dan putri Zhang Yu yang dibantu para penguasa serta tentara Dewa, mereka berhasil mengalahkan orang-orang yang ingin mengambil alih kekuasaan Kekaisaran Nirwana Agung.


Dari jutaan orang yang ingin mengambil alih kekuasaan Kekaisaran Nirwana Agung, lebih dari setengahnya memilih menyerah, dan bersumpah setia pada Kekaisaran Nirwana Agung.


Sedangkan untuk sisanya, mereka memiliki waktu tujuh hari untuk mengambil keputusan, sebelum pengadilan menjatuhi mereka hukuman mati.


“Aku tidak menyangka semua permasalahan hampir sepenuhnya terselesaikan kurang dari sepuluh hari, sejak aku kembali ke Alam Nirwana Agung,” kata Zhang Yu sambil membaca laporan keadaan Alam Nirwana Agung.


Menutup buku laporan yang baru dia baca, Zhang Yu tiba-tiba saja mengarahkan pandangan matanya ke arah singgasana penguasa Alam Semesta yang belum juga dia duduki, sejak kedatangannya ke Alam Nirwana Agung.


“Sudah saatnya aku kembali menjadi penguasa Alam Semesta, dan menjalankan tugasku sebagai pelindung Alam Semesta,” gumam Zhang Yu.


Sejak kembali ke Alam Nirwana Agung, Zhang Yu berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan menduduki singgasana penguasa Alam Semesta, sebelum seluruh permasalahan di Alam Nirwana Agung terselesaikan.


“Semua permasalahan sekarang telah terselesaikan. Jadi, sudah seharusnya aku kembali menduduki singgasana penguasa Alam Semesta,” ungkap Zhang Yu.


“Setelah aku kembali menjadi penguasa Alam Semesta. Aku akan membuka kembali gerbang yang menghubungkan seluruh Alam, dan setelah aku bisa bepergian ke Alam Bawah untuk bertemu dengan keluarga Qing Yue,” ujar Zhang Yu.


Sementara itu di luar istana Kekaisaran Nirwana Agung tempat dimana Zhang Yu berada. Kedelapan wanita yang merupakan istri Zhang Yu, mereka sedang menikmati keindahan Kota Kekaisaran, yang jauh lebih megah dibandingkan kota yang ada di Alam Lain.


“Saudari, tempat ini sangat indah dan begitu sama. Aku merasa akan betah berlama-lama berada di tempat ini,” kata Shang Gu pada ketujuh saudarinya.


“Tempat ini hanya sedikit mengalami perubahan sejak terakhir kali aku melihatnya, dan perubahan itu sedikit membuat kualitas kota ini mengalami penurunan,” ungkap Qing Yue.

__ADS_1


Bagi mereka yang pernah berkunjung ke Kota Kekaisaran Nirwana Agung di masa lalu, pasti mereka dapat melihat perubahan yang terjadi di tempat itu. Kota yang dimasa lalu sangatlah ramai, kini hanya tersisa setengahnya saja, dan membuat kota terlihat sepi.


Terus melanjutkan perjalanan mengelilingi Kota Kekaisaran, terlihat oleh mereka kehidupan penduduk yang mulai membaik setelah para pembuat kerusuhan berhasil di musnahkan.


“Tak lama lagi kota ini akan bangkit, dan kembali ke era kejayaannya seperti di masa lalu,” ujar Long Hua.


“Penduduk dari luar kota mulai berdatangan. Bangunan yang mengalami kerusakan juga mulai diperbaiki. Dari apa yang aku lihat, saat ini aku sedang melihat laju kebangkitan Kota Kekaisaran,” kata Yin Siyi lalu dia menunjukkan senyum bahagia di wajahnya.


“Keamanan di kota juga telah ditingkatkan. Dalam beberapa hari bekerja, ternyata suami telah membuat banyak perubahan sejak kedatangannya ke Alam ini,” ujar Lin Yifei.


Jumlah pasukan penjaga keamanan Kota Kekaisaran dua kali lebih banyak dari sebelumnya, dan terlihat kalau mereka jauh lebih kuat dibandingkan beberapa hari yang lalu. Meski tak sekuat Tentara Dewa, setidaknya kekuatan mereka hanya berada satu ranah di bawah kekuatan Tentara Dewa.


“Aku rasa jalan-jalan hari ini sudah cukup. Sebaiknya kita segera kembali ke istana Kekaisaran, membantu apa yang sedang dikerjakan suami kita!” ujar Yan Fei.


Mendengar itu tujuh wanita langsung saja menganggukkan kepala mereka, lalu bersama-sama mereka berbalik arah, dan melangkahkan kaki berjalan menuju istana Kekaisaran.


“Apa yang kalian inginkan? Kenapa tiba-tiba berdiri di depan kami?” tanya Qing Yue tidak suka dengan cara para wanita memandang ke arahnya.


Salah satu dari belasan wanita yang menghadang perjalanan kedelapan istri Zhang Yu berkata, “Kami semua adalah calon Permaisuri penguasa Alam Nirwana Agung, dan kenapa kami menghadang kalian? Itu semua karena keberadaan kalian sangat mengganggu pemandangan di tempat ini...”


“Delapan menggunakan cadar untuk menutupi wajah jeleknya. Sebaiknya kalian segera tinggalkan Kota Kekaisaran karena keberadaan kalian sangat tidak diinginkan di tempat ini!” kata wanita lainnya.


Qing Yue dan ketujuh saudarinya tidak sanggup menahan tawa setelah mendengar perkataan wanita itu. Bagaimanapun juga, dilihat dari sisi manapun, kecantikan mereka tak akan setara dengan kecantikan yang dimiliki Qing Yue serta ketujuh saudarinya.


Setelah berhenti tertawa dan menghela nafas panjang, Qing Yue tiba-tiba saja membuka cadar yang menutupi sebagian wajahnya, menunjukkan kecantikan yang dia miliki pada wanita yang baru menghinanya.


“Apa wajahku yang seperti ini masih terlihat jelek di mata kalian? Kalau wajahku masih terlihat jelek dibandingkan dengan wajah pas-pasan milik kalian, itu artinya ada yang salah dengan kedua mata kalian, dan lebih baik segera periksakan masalah itu pada tabib terbaik di kota ini!” ungkap Qing Yue sembari menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.

__ADS_1


Mendengar itu, senyuman terlihat di wajah wanita yang berdiri beberapa langkah di hadapan Qing Yue, “Kau memang sangat cantik, jauh lebih cantik dari kami semu, karena itu aku harus mendapatkan kecantikan yang kamu miliki!” kata wanita itu, dan langsung saja dia melesat maju menyerang Qing Yue.


“Ternyata mereka menguasai teknik pencuri wajah, teknik terlarang yang biasa digunakan untuk menukar fisik mereka, dengan fisik orang lain yang lebih baik dari apa yang mereka miliki,” ujar Fan Yu Jie.


“Berhati-hatilah, mereka yang memiliki teknik itu, biasanya terkenal licik dalam melakukan pertempuran,” imbuhnya.


Semua wanita di sisi Fan Yu Jie menganggukkan kepala, setelah mendengar perkataannya. Sementara itu Qing Yue yang dijadikan target salah satu pemilik teknik pencuri wajah, dia tetap tenang, tapi dia sangat fokus dengan keberadaan musuh yang semakin mendekat ke arahnya.


Wanita itu dengan kecepatannya muncul di hadapan Qing Yue, dan langsung menyerang Qing Yue dengan mengerahkan seluruh keterampilan yang dimilikinya. Sayangnya, meski dia telah mengerahkan seluruh keterampilannya, tetap saja dia tidak bisa mengalahkan Qing Yue.


Meskipun dia juga telah menggunakan beberapa tipuan dalam pertempurannya, tetap saja semua itu tidak dapat membuatnya mengalahkan Qing Yue.


“Lemah, dan tidak tahu malu! Wanita sepertimu tidak layak menjadi Permaisuri penguasa Alam ini!” kata Qing Yue.


“Asal kamu tahu, aku adalah salah satu Permaisuri penguasa Alam ini, baik itu di kehidupan yang lalu, ataupun di kehidupan yang saat ini sedang berlangsung,” imbuh Qing Yue.


“Karena kamu sudah tahu semuanya tentang siapa aku. Sudah saatnya aku mengakhiri hidupmu, supaya kamu tidak menceritakan kebenaran tentangku pada wanita lainnya! Dengan mereka tidak tahu siapa aku, aku pastikan mengakhiri hidup mereka seperti aku mengakhiri hidupmu!” bisik Qing Yue.


Langsung saja Qing Yue mengarahkan pukulan terkuatnya ke arah lawan, dan hanya dengan satu pukulan dia berhasil membuat lawannya berubah menjadi kabut darah yang lenyap begitu saja tersapu angin.


Tidak puasa membunuh satu wanita, Qing Yue mengarahkan tatapan matanya ke arah wanita lainnya, lalu dia berkata, “Memiliki teknik terlarang, dan mengaku-ngaku sebagai calon Permaisuri penguasa Alam Nirwana Agung. Maaf saja, tidak ada pengampunan untuk kalian!...”


Dengan kecepatan puncaknya, Qing Yue melesat maju, menyerang para wanita yang tidak layak diberi kesempatan hidup karena telah menyalahgunakan teknik yang mereka miliki, dan hanya dalam hitungan detik para wanita itu telah dirubah menjadi kabut darah oleh Qing Yue.


“Kalau saja kalian terlihat lebih anggun dan cantik, mungkin aku masih bisa memberi kesempatan kalian menjadi Selir suamiku. Akan tetapi, kalian semua jauh dari kata layak, bahkan kalian sangat tidak layak hanya untuk menjadi seorang pelayan!” ujar Qing Yue...


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2