Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Dimulainya Peperangan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Wajah Gong Seng menggelap termakan amarah setelah mendengar apa yang dikatakan Zhang Lao.


Dia tidak menyangka adik yang di masa lalu selalu dia remehkan, sekarang berani merendahkan dirinya dengan mengatakan kalau dirinya adalah seorang pengecut.


“Lebih baik jaga mulutmu itu sebelum kesabaran yang aku miliki habis! Hanya dengan sedikit kekuatan, sudah menganggap dirinya paling kuat!” kata Gong Seng dengan nada suara meninggi.


“Aku tidak pernah menganggap diriku paling kuat karena aku sadar di Alam Semesta yang luas ini, banyak sosok yang jauh lebih kuat dariku,” balas Zhang Lao.


“Kamu memang tidak menganggap dirimu yang paling kuat, tapi dengan menindas yang lemah dengan aura kekuatanmu, itu menunjukkan kalau kamu merasa yang paling kuat di tempat ini!” kata Gong Seng lantang.


“Menindas yang lemah? Bukannya kamu yang lebih dulu menindas mereka yang lemah, dengan membawa banyak orang ke tempat ini?” tanya Zhang Lao.


“Bagian mana yang terlihat aku sedang menindas mereka yang lemah? Aku datang ke tempat ini hanya ingin membawa mereka kembali ke sisiku, apa itu sebuah penindasan?” kata Gong Seng.


“Apa kakak kira aku tidak mendengar apa tadi yang kamu katakan pada mereka? Memaksa semua orang menuruti keinginanmu, dan mengancam mereka dengan kematian seandainya mereka menolak menuruti keinginanmu. Jelas kamu sedang menindas mereka yang lemah,” balas Zhang Lao.


Mendengar balasan Zhang Lao seketika Gong Seng terdiam, selain bertambah kuat, dia dapan melihat kalau saat ini Zhang Lao juga pintar dalam bermain kata-kata.


“Apa salahnya aku menindas demi kebaikan mereka?” tanya Gong Seng tak lagi bernada tinggi.


“Kebaikan? Kebaikan apa yang kamu maksudkan? Kebaikan untuk mereka, atau kebaikan untuk dirimu sendiri?” kata Zhang Lao.


Zhang Lao tau pasti tujuan Gong Seng. Menjadi penguasa Alam Binatang dengan membuat seluruh kekuatan di Alam Binatang tunduk di bawahnya.


“Tentu itu untuk kebaikan mereka. Dengan berada di sisi seorang penguasa, tentu aku dapat menjamin keselamatan mereka,” ungkap Gong Seng.


“Kalau kamu memang adik Yang Mulia penguasa, sebaiknya kamu juga tunduk pada kakakmu! Sebagai adik Yang Mulia penguasa, seharusnya kamu mendukung tujuan mulia kakakmu,” kata pria yang tiba-tiba muncul, dan berdiri di sebelah Gong Seng.


Mendengar apa yang dikatakan pria itu, Zhang Lao menunjukkan senyuman sinis di wajahnya, jelas dia tidak suka dengan apa yang baru dikatakan pria itu.


“Paman!” kata Gong Seng sedikit menundukkan kepalanya pada pria yang dia panggil Paman.

__ADS_1


“Sebagai adik, bagaimana kalau kamu segera berlutut dan memberi kesetiaan pada kakakmu?” kata pria itu pada Zhang Lao.


“Paman Gong Ming, aku masih ingat siapa Paman, dan seharusnya Paman tahu siapa yang lebih pantas berlutut diantara aku dan kakak!” ungkap Zhang Lao yang sangat mengenali pria di samping Gong Seng.


Gong Ming sangat tahu siapa yang pantas berlutut diantara Zhang Lao dan Gong Seng. Dia satu dari lima sosok yang di masa lalu melihat bagaimana inti Alam Binatang memilih Zhang Lao sebagai penguasa baru Alam Binatang. Namun, dikarenakan Zhang Lao yang begitu lemah, dia menganggap pilihan inti Alam Binatang merupakan sebuah kesalahan, dan pada akhirnya dia memutuskan mendukung Gong Seng menjadi penguasa baru Alam Binatang.


“Aku sangat tahu siapa yang pantas berlutut, dan tentu kamu yang lebih pantas berlutut di hadapan Gong Seng yang sudah menjadi penguasa Alam Binatang!” kata Gong Ming tegas.


Senyuman sinis terlihat di wajah Zhang Lao setelah mendengar apa yang dikatakan Gong Ming. Dari awal kemunculannya Zhang Lao sudah tahu kalau pria itu senantiasa memberi dukungannya pada Gong Seng.


“Kalau Paman masih terus membelanya karena dia kuat, bukannya sekarang aku lebih kuat darinya?” ujar Zhang Lao.


“Kamu memang kuat, tapi aku yakin kamu telah banyak melakukan kejahatan untuk meningkatkan kekuatanmu!” kata Gong Ming.


“Melakukan kejahatan? Bagaimana Paman bisa mengatakan itu semua, sedangkan Paman tidak melihat apa saja yang aku lakukan untuk meningkatkan kekuatanku?” tanya Zhang Lao dengan menunjukkan senyuman di wajahnya.


Gong Ming terlihat kebingungan memberi jawaban setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Zhang Lao padanya. Apalagi, saat ini dia tidak melihat adanya sesuatu yang salah dari aura Zhang Lao, yang menunjukkan kalau kekuatannya bukanlah sesuatu yang di dapatkan dari hal yang menyimpang.


“Peningkatan kekuatan yang begitu besar kurang dari seratus satu juta tahun. Apa kamu pikir aku percaya kekuatanmu itu tidak berasal dari kejahatan?” tanya balik Gong Ming.


Gong Ming sebenarnya yakin kalau Zhang Lao mendapatkan kekuatannya bukan dari melakukan kejahatan, tapi dia sengaja mengatakan itu untuk memancing Zhang Lao mengatakan bagaimana cara dia mendapatkan kekuatan besar dalam kurun waktu kurang dari satu juta tahun.


Sementara itu di tempat yang tersembunyi, Zhang Yu tersenyum mendengar perkataan Zhang Lao, “Gong Ming, apa kamu pikir saudara Lao tidak tahu tujuan utamamu mengatakan itu padanya?” gumamnya pelan.


“Paman...” Gong Seng memanggil Gong Ming yang langsung menoleh, melihat kearahnya.


“Ada apa? Apa kamu tetap ingin melanjutkan semua ini?” tanya Gong Ming.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Gong Seng terlihat ragu memberi jawaban.


“Katakan saja apa yang ingin kamu katakan!” kata Gong Ming menatap tajam Gong Seng.


“Pa-Paman, kemungkinan kekuatannya saat ini berasal dari sosok pemilik Tentara Dewa,” kata Gong Seng sembari menyuruh Gong Ming melihat keberadaan Tentara Dewa di atas istana Lien Shui.


“Ten-Tentara Dewa?” lutut Gong Ming bergetar saat dia melihat keberadaan Tentara Dewa.

__ADS_1


“Paman, ada seratus ribu Tentara Dewa, dan seratus ribu Tentara Misterius yang sama kuatnya dengan Tentara Dewa. Karena Paman telat datang, wajar Paman tidak langsung menyadari keberadaan mereka,” kata Gong Seng yang jelas melihat Gong Ming ketakutan melihat keberadaan Tentara Dewa.


“Siapa sosok di balik Tentara Dewa yang berada di kubu mereka?” tanya Gong Ming penasaran.


Gong Seng menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau pasti siapa sosok itu.


“Paman, aku tidak tau siapa sosok itu, tapi aku merasa sosok itu bukanlah sesuatu yang bisa kita tangani,” kata Gong Seng.


“Sesuatu yang tidak bisa kita tangani?” ungkap Gong Ming memastikan apa yang baru dia dengar.


Gong Seng menganggukkan kepalanya, “Hanya penguasa Alam Nirwana Agung sosok yang memiliki jutaan Tentara Dewa, dan kemungkinan sosok yang kita hadapi masih berhubungan dengan sosok itu!” katanya.


“Kalau apa yang kamu katakan sebuah kebenaran, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!” kata Gong Ming.


Baru juga Gong Ming selesai berkata, sebuah array tiba-tiba muncul, mengurung mereka yang berasal dari kubu Gong Seng, maupun mereka yang berasal dari kubu Lien Shui.


Sedangkan sosok yang menciptakan array, dia melayang santai di atas permukaan array, yang hanya dapat dihancurkan oleh sosok Dewa Nirwana Agung.


“Array ini!...” Gong Seng tahu array yang mengurungnya tidak bisa dihancurkan hanya dengan kekuatannya.


Menyatukan seluruh kekuatan orang-orangnya juga dia rasa percuma karena dia menyakini, kekuatan array dapat menahan serangan ranah Dewa Nirwana Suci tingkat puncak.


“Paman, tidak ada jalan mundur untuk kita!” kata Gong Seng menatap Gong Ming.


Gong Ming menganggukkan kepalanya karena dia juga tahu kalau tidak ada jalan keluar untuk mereka melarikan diri, “Kita hanya bisa melawan dan berharap menang,” katanya.


“Apa sosok itu yang telah menciptakan array?” tanya Gong Seng.


Lagi Gong Ming menganggukkan kepada, lalu berkata, “Sosok itu tidak membiarkan kita pergi dari tempat ini setelah mengetahui keberadaannya...”


“Sial! Bagaimana semua ini bisa terjadi, di saat aku merasa bisa mendapatkan segalanya dengan kekuatan yang aku miliki?” gumam Gong Seng mulai putus asa


“Keponakanku, kamu adalah seorang penguasa. Sebagai penguasa, jangan menunjukkan kelemahan di hadapan orang-orang yang mempercayaimu!” kata Gong Ming.


Gong Shen menghela nafas panjang, kemudian berkata, “Paman benar, tak seharusnya aku berputus asa karena peperangan yang sesungguhnya baru akan di mulai!...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2