Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Bersiap Pergi Ke Alam Nirwana Agung


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Tiga tahun berlalu, sejak putra dan putri Zhang Yu memulai latihan mereka di Alam Api dan Alam Bunga.


“Mereka sudah menyelesaikannya,” kata Zhang Yu yang sedang berkumpul di taman istana Hua bersama kedelapan istrinya.


“Menyelesaikan apa?” tanya Yan Fei.


“Tentunya menyelesaikan pelatihan mereka,” jawab Zhang Yu sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Bukannya ini baru tiga tahun, bagaimana mungkin mereka sudah menyelesaikan latihannya?” ujar Long Hua.


“Mereka adalah putra dan putri kita. Jadi, kita tidak perlu terkejut dengan hal luar biasa yang berhasil mereka lakukan,” kata Zhang Yu.


“Kalau benar mereka sudah berhasil menyelesaikan pelatihannya, bagaimana kalau kita segera pergi menghampiri mereka? Jujur aku sangat merindukan mereka setelah empat tahun berlalu,” kata Qing Yue.


Mendengar itu wanita lainnya menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan Zhang Yu.


“Apa saudara Huo Sheng De telah membawa mereka ke Alam Bunga?” tanya Shu Cing pada Zhang Yu.


Zhang Yu menganggukkan kepalanya, “Mereka sebentar lagi sampai di portal antar Alam, begitu juga dengan keempat putri kita yang sedang di jemput prajurit Alam Bunga, dan mereka akan diarahkan ke portal antar Alam.


Semua wanita tersenyum senang mendengar jawaban Zhang Yu. Bagaimanapun juga, bagi seorang Ibu, terpisah selama empat tahun dengan putra serta putri mereka termasuk waktu yang sangat lama, apalagi perpisahan sementara itu terjadi saat putra dan putri mereka sedang dalam masa pertumbuhan.


“Aku sudah merasakan aura mereka,” kata Yin Siyi pada Zhang Yu dan seluruh saudarinya.


“Dari aura yang dapat aku rasakan, aura mereka jauh lebih kuat dari empat tahun yang lalu,” ujar Shang Gu senang akan peningkatan kekuatan putra dan putrinya.


“Itu semua hasil dari pelatihan mereka,” kata Zhang Yu sambil terus melanjutkan perjalanan.


“Apa setelah ini kita akan langsung membuka segel yang menyegel Alam Nirwana Agung?” tanya Qing Yue sembari mengarahkan tatapan matanya ke arah Zhang Yu.


“Sebaiknya, terlebih dahulu kita memberi mereka waktu istirahat,” jawab Zhang Yu.


“Aku setuju dengan suami. Sebaiknya kita memang harus memberikan waktu istirahat pada mereka sebelum membuka segel Alam Nirwana Agung,” kata Shang Gu.

__ADS_1


“Tapi kalau mereka ingin secepatnya pergi membuka segel Alam Nirwana Agung, aku tidak mungkin mencegah apa yang menjadi keinginan mereka,” ujar Zhang Yu.


“Kalau itu keinginan mereka, aku juga tidak akan mencegahnya,” kata Shu Cing.


Tak satupun dari mereka memiliki niat mencegah, seandainya putra dan putri mereka secepatnya ingin membuka segel yang selama ini telah menyegel Alam Nirwana Agung.


“Kekuatan mereka sekarang adalah mimpi buruk untuk mereka yang terus membuat kekacauan di Alam Nirwana Agung,” ungkap Qing Yue tidak meragukan kekuatan yang dimiliki putra dan putrinya.


“Aku tidak sabar melihat apa yang akan dilakukan putra dan putri kita pada mereka. Semoga saja mereka berdelapan mampu memberi pertunjukkan yang menarik untuk kita,” kata Fan Yu Jie.


“Aku merindukan suara tulang patah,” ungkap Long Hua.


“Begitu juga denganku,” imbuh Yin Siyi.


Mereka akhirnya sampai di portal antar Alam. Kedatangan mereka langsung saja di sambut empat pria dan empat wanita, yang tidak lain adalah putra dan putri mereka yang belum lama ini sampai di tempat berdirinya portal antar Alam.


“Hormat kami pada Ayahanda dan Ibunda,” kata mereka bersamaan sembari sedikit menundukkan kepala.


“Kalian telah tumbuh menjadi sosok yang sangat luar biasa, dan membuat kami bangga dengan apa yang sudah menjadi pencapaian kalian,” kata Zhang Yu memuji pencapaian putra dan putrinya.


Sedangkan mereka yang dipuji, tak satupun dari mereka mampu menyembunyikan perasaan senang saat dipuji oleh Ayah mereka sendiri, yang juga merupakan sosok terkuat di Alam Semesta, tentunya setelah kekuatan Sang Pencipta.


Tanpa berpikir panjang, putra dan putri Zhang Yu mengatakan kalau mereka ingin langsung pergi membuka segel Alam Nirwana Agung, dan melihat seperti apa keadaan Alam yang katanya merupakan Alam terbaik yang berada di jajaran Alam Semesta.


“Kalau itu yang kalian inginkan, dua hari dari sekarang kita akan pergi ke Alam Nirwana Agung untuk membuka segel yang menyegel Alam itu,” ujar Zhang Yu.


“Untuk sekarang sebaiknya kalian kembali ke istana Hua, dan istirahatkan tubuh kalian serta pulihkan kekuatan kalian yang belum sepenuhnya pulih,” kata Zhang Yu sembari menatap bergantian wajah putra dan putrinya.


“Baik Ayahanda...” Mereka menjawab bersamaan, lalu segera saja pergi ke istana Hua dengan didampingi kedelapan Ibu mereka.


Di dekat portal antar Alam kini hanya menyisakan Zhang Yu, Huo Sheng De, dan ratusan prajurit Alam Bunga yang bertugas menjaga keamanan portal.


“Yang Mulia, apa benar dua hari lagi Yang Mulia akan pergi membuka segel Alam Nirwana Agung?” tanya Huo Sheng De pada Zhang Yu.


“Saudara Sheng, kamu cukup memanggilku saudara Yu! Untuk kepergianku ke Alam Nirwana Agung, aku memang akan melakukannya dua hari lagi, seperti apa yang aku katakan pada putra dan putriku,” jawab Zhang Yu.


“Soal itu, hamba merasa tidak nyaman memanggil seorang penguasa Alam Semesta dengan sebutan saudara karena bagaimanapun juga hamba hanyalah penguasa kecil dari sebuah Alam,” ujar Huo Sheng De.

__ADS_1


“Panggil aku saudara! Itu perintah dan bukannya kamu akan menuruti perintahku, saudara Sheng?” ujar Zhang Yu sembari tersenyum ke arah Huo Sheng De.


“Kalau memang seperti itu, aku memang harus menuruti apa yang diperintahkan oleh saudara Yu,” kata Huo Sheng De.


“Bagus, kita semua memang saudara, dan aku berharap kamu serta para penguasa lainnya ikut pergi bersamaku saat aku membuka segel Alam Nirwana Agung!” ujar Zhang Yu.


“Dua hari lagi Alam Nirwana Agung akan kembali terbuka, dan aku berharap terbukanya Alam Nirwana Agung dapat membawa perdamaian di Alam Semesta ini,” kata Zhang Yu, lalu dia dan Huo Sheng De melesat pergi ke istana Hua.


°°°


“Suami, seluruh persiapan untuk membuka segel Alam Nirwana Agung telah selesai dilakukan,” kata Qing Yue.


Zhang Yu mengangguk, “Besok kita pergi membuka segel, dan mulai membereskan permasalahan Alam Nirwana Agung yang dimasa lalu belum kita selesai,” ujar Zhang Yu.


“Apa suami dapat menjemput keluarga kandungku di Alam Bawah setelah kita semua kembali ke Alam Nirwana Agung?” kata Qing Yue.


“Itu bukan sesuatu yang sulit. Setelah aku mendapatkan kembali singgasana penguasa Alam Semesta, pasti aku membawa mereka ke Alam Nirwana Agung,” balas Zhang Yu.


“Suami, aku ingin melihat-lihat seperti apa keadaan Alam Bawah. Apa aku boleh ikut pergi denganmu saat kamu pergi ke Alam Bawah bertemu keluarga saudari Qing Yue?” kata Fan Yu Jie yang ingin melihat seperti apa keadaan Alam Bawah yang merupakan Alam terlemah di Alam Semesta.


“Apa hanya kamu yang ingin ikut pergi denganku? Bagaimana dengan kalian, apa diantara kalian tidak ada yang ingin ikut pergi bersamaku pergi ke Alam Bawah setelah membereskan permasalahan Alam Nirwana Agung?” tanya Zhang Yu sembari mengarahkan pandangannya ke arah para istrinya.


Para istri Zhang Yu saling pandang, dan tak lama mereka bersamaan menganggukkan kepalanya, “Kami juga ingin ikut pergi dengan suami ke Alam Bawah,” kata Long Hua.


“Apalagi denganku, aku sangat dan sangat ingin melihat keadaan Alam Bawah, yang merupakan tempat kelahiranku di kehidupan kedua,” ujar Qing Yue.


“Sudah diputuskan kita semua akan pergi ke Alam Bawah begitu permasalahan Alam Nirwana Agung terselesaikan,” kata Zhang Yu.


Semua wanita menganggukkan kepala bersamaan setelah mendengar apa yang dikatakan Zhang Yu.


Zhang Yu kemudian membawa kedelapan istrinya ke aula istana Hua, dimana di tempat itu sudah menunggu banyak sosok yang ingin ikut bersama mereka pergi ke Alam Nirwana Agung.


“Suami, apa kamu yakin membawa seluruh penguasa pergi ke Alam Nirwana Agung?” tanya Yin Siyi.


“Aku membawa mereka karena ingin menunjukkan pada seluruh penduduk Alam Nirwana Agung kalau seluruh penguasa kini telah bersatu, dan tak lagi ada perpecahan diantara para penguasa,” kata Zhang Yu.


“Aku juga ingin menunjukkan pada mereka para pengacau, kalau mereka akan menghadapi lawan yang tak mungkin dapat dikalahkan kalau mereka tetap membuat kekacauan di Alam Nirwana Agung,” ungkap Zhang Yu sembari menunjukkan senyuman tipis di bibirnya.

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2