Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Kompetisi Klan Zhang [1]


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Hari berganti seiring berjalannya waktu. Zhang Yu, Zhang Fu, serta Fang Yin pagi ini melihat latihan Fang Wu dan sembilan orang lainnya, yang ditunjuk sebaga perwakilan Klan Fang dalam kompetisi generasi muda Klan Zhang.


Setelah menghabiskan setengah hari untuk berlatih, Fang Wu yang tidak suka melihat kedekatan Fang Yin dengan Zhang Fu, tiba-tiba saja dia menantang Zhang Fu melakukan latih tanding. Zhang Fu dengan senang hati menerima tantangannya.


Fang Wu semalam baru saja mendapat terobosan, kekuatannya naik ke tingkat 7 ranah Dewa Menengah, yang membuat dia percaya diri dapat menumbangkan Zhang Fu hanya dengan sekali serang.


Bukan hanya Fang Wu, empat pria lainnya juga mendapat terobosan, setelah mengkonsumsi pil yang mereka beli di toko pusat herbal Kota Zhang, walau harus menguras setengah uang tabungan yang mereka miliki.


Zhang Fu dan Fang Wu berdiri di tengah tempat latihan di kediaman Klan Fang di Kota Zhang, sembilan orang yang sebelumnya berada di tempat latihan, sudah menyingkir memberi tempat pada dua orang yang ingin melakukan latih tanding.


Fang Wu melirik lawannya, dan berkata, “Aku tidak akan segan membuat patah beberapa tulangmu, sekalipun ini hanya latih tanding!” Fang Wu mengerahkan semua yang dimilikinya, melesat maju menyerang Zhang Fu yang hanya berdiri tenang di tempatnya.


“Lambat!” Zhang Fu melayangkan tamparan ke wajah Fang Wu.


Boom...


Tubuh Fang Wu terpelanting ke samping dengan kepala terlebih dahulu menghantam tanah.


“Butuh sepuluh ribu tahun lagi untukmu dapat mengimbangi kekuatanku yang sekarang!” Zhang Fu kembali ke dekat tuan mudanya, membiarkan Fang Wu yang seketika sadar kalau kekuatan Zhang Fu jauh melampaui kekuatannya.


°°°


Dua hari berlalu begitu saja. Di tengah kabar kurang mengenakkan yang menimpa Klan Zhang setelah dua ketua Klan mereka dikalahkan pemuda berusia belasan tahun, kompetisi generasi muda Klan Zhang tetap diadakan, dan membuat Kota Zhang jauh lebih ramai dari hari-hari sebelumnya.


Semua Klan besar dan Klan pelayan telah mengirimkan generasi muda terbaik mereka untuk mengikuti kompetisi. Mereka semua yang ikut kompetisi memiliki tujuan yang sama, memenangkan kompetisi dan membesarkan nama Klan mereka.

__ADS_1


Tiga Klan besar di wilayah timur daratan alam menengah yang kekuatannya setara dengan Klan Zhang sudah sampai di Kota Zhang, dengan generasi muda yang rata-rata sudah berada di ranah Dewa Bumi dan ranah Dewa Langit, perwakilan Klan besar selalu menjadi unggulan tiap kali diadakan kompetisi generasi muda.


“Klan Song sepertinya akan mendominasi kompetisi dengan adanya lima generasi muda yang sudah berada di ranah Dewa Langit, walau yang terkuat dari mereka masih berada di tingkat 2.”


“Kamu jangan menyepelekan Klan Lu! Sekalipun Klan Song memiliki lima generasi muda di ranah Dewa Langit, setidaknya Klan Lu punya si kembar putri kepala Klan Lu yang kekuatannya sudah berada di ranah Dewa Langit tingkat 5.”


“Dua putri kembar kepala Klan Lu memang sangat luar biasa, aku yakin keduanya akan mendominasi dan memenangkan kompetisi kelompok wanita, tapi untuk kelompok pria, aku menjagokan Tuan Muda Zhou Fan, dari Klan Zhou yang aku dengar belum lama ini dia berhasil menerobos tingkat 7 ranah Dewa Langit di usia 96 tahun.”


“Ranah Dewa Langit tingkat 7 di usia 96 tahun? Bukan lagi jenius, dapat dikatakan Tuan Muda Zhou Fan adalah super jenius yang hanya terlahir sekali dalam seribu tahun.”


“Silahkan memuji dan memilih siapa yang menjadi jagoan kalian, tapi pada akhirnya Tuan Muda Zhang Qiu lah yang akan merajai kompetisi tahun ini!”


Semua orang di Kota Zhang mulai membicarakan siapa yang akan memenangkan kompetisi. Seperti biasa, mereka hanya melirik nama peserta dari Klan besar, dan mengabaikan nama peserta yang berasal dari Klan pelayan.


°°°


Belasan sosok berjubah perak dengan gambar burung rajawali di bagian belakang jubah mereka, turun dari punggung rajawali perak, yang merupakan bintang buas ranah Jenderal Dewa.


“Sekte rajawali perak! Kenapa satu dari lima sekte agung alam menengah ada di tempat ini? Apa mereka ingin mengikuti kompetisi? Kalau mereka ikut serta, itu akan sangat mempengaruhi jalannya kompetisi.” Orang-orang mulai membicarakan keberadaan sekte rajawali perak.


Dengan adanya sepuluh pemuda di bawah usia setatus tahun, dapat dipastikan kedatangan mereka adalah untuk mengikuti kompetisi. Dengan kekuatan generasi muda yang keseluruhannya sudah berada di ranah Dewa Langit, dengan satu orang terkuat berada di tingkat 8, keberadaan mereka akan merubah peta persaingan.


Tak lama setelah kedatangan sekte rajawali perak yang menarik perhatian, Zhang Yu, Zhang Fu, Fang Yin, dan sepuluh perwakilan Klan Fang sampai di arena kompetisi.


“Tempat ini sudah di penuhi generasi muda yang cukup berbakat.” Zhang Yu mengukur seluruh kekuatan pemuda yang usianya berada di bawah seratus tahun.


Zhang Fu mengangguk pelan mendengar perkataan tuan mudanya, “Aku sudah tidak sabar melakukan pertarungan dengan saudara Qiu! Semoga kekuatannya yang sekarang tidak membuatku kecewa!”


Zhang Baojin yang tau Zhang Fu berada di kediaman Klan Fang di Kota Zhang, mengiriminya surat tantangan resmi, tentang pertarungan hidup dan mati. Zhang Fu tersenyum lebar saat membaca surat yang ditulis langsung oleh ayahnya, apalagi setelah tahu pertandingan itu akan dilakukan sebagai pertandin pembuka kompetisi Klan Zhang.

__ADS_1


“Aku rasa ayah dan saudaramu akan menyesali keputusan yang mereka ambil!” ungkap Zhang Yu melangkahkan kakinya menuju tempat yang disediakan untuk Klan Fang.


Semua orang memberi tatapan sinis saat melihat keberadaan Zhang Fu dan perwakilan Klan Fang. Kebanyakan dari mereka tidak melihat pertarungan Zhang Fu melawan putra tertua kedua, dan putra ketua ketiga.


“Sampah Klan telah kembali, dan akan melakukan pertarungan hidup dan mati dengan Tuan Muda Zhang Qiu. Aku cuma berharap kematianmu dapat membawa keberkahan pada Klan Zhang!” ujar seseorang yang berasal dari Klan Zhang.


Zhang Fu yang mendengar itu menoleh, menatap pria paruh baya yang menunjukkan senyum meremehkan di wajahnya, “Kita lihat saja siapa nantinya yang lebih dulu bertemu dengan Dewa Kematian, aku atau tuan mudamu itu!”


Dengan acuh, Zhang Fu melanjutkan perjalanan, membiarkan pria paruh baya yang tiba-tiba saja jatuh tersungkur, setelah menerima serangan aura yang dikeluarkan Zhang Fu dan diarahkan padanya.


Begitu Zhang Fu melangkah pergi, semua orang segera mengerubungi pria paruh baya yang perlahan bangkit, dengan tubuh gemetaran, dan keringat dingin membasahi tubuhnya.


“Apa yang terjadi denganmu? Kenapa tubuh besarmu terjatuh, begitu sampah Klan itu menatapmu? Dengan kekuatan tanah Dewa Langit tingkat puncak, seharusnya tubuhmu tidak selemah itu!”


“Aku seharusnya yang bertanya pada kalian, apa ada diantara kalian yang merasakan kekuatan mengerikan yang langsung menyerang jiwa? Aku sebelumnya baik-baik saja, tapi aura yang begitu kuat langsung menyerang jiwaku. Walau tidak membuat melukai jiwaku, aura itu sesaat membuatku lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa, dan semua itu terjadi saat Zhang Fu menatapku!”


“Apa kalian semua tidak tahu kalau sosok yang kalian anggap sampah itu beberapa hari lalu menghajar dua putra ketua kedua dan ketua ketiga sampai babak belur? Bahkan saat itu aku melihatnya tidak menggunakan energi spiritual, yang artinya dia hanya menggunakan kekuatan fisik. Aku curiga, kekuatan ranah Dewa Rendah yang saat ini dia tunjukkan bukanlah kekuatan sejatinya!”


Semua orang yang mendengar itu segera teringat rumor yang beberapa hari ini beredar, sebelum beredarnya kabar dua ketua Klan Zhang, yang kalah bertarung melawan pemuda belasan tahun.


Awalnya orang-orang yang tidak melihat langsung pertarungan Zhang Fu dengan putra ketua kedua dan putra ketua ketiga, tidak mempercayai rumor yang mengatakan Zhang Fu berhasil menghajar dua putra ketua kedua dan ketua ketiga sampai babak belur, tapi setelah mendengar kesaksian banyak orang yang secara melihat kejadian itu, mereka mulai mempercayainya.


Pria paruh baya dan semua orang di mengerubunginya menatap punggung Zhang Fu, lalu bersama-sama menghela nafas.


“Dia bukan lagi sampah! Setelah melihat kekuatannya, aku tidak yakin Tuan Muda Zhang Qiu akan memenangkan pertandingan. Setidaknya, kita perlu melihat pertandingan itu sampai akhir untuk melihat pemenangnya!” kata pria paruh baya pada orang-orang di sekitarnya.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2