
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Masih ada jarak puluhan ribu kilometer sebelum Zhang Yu dan Zhang Fu sampai ke Kota Zhang, di wilayah timur daratan alam menengah.
Setelah seharian melakukan perjalanan sambil menunggu prajurit bayangan yang berjarak ribuan kilometer dari mereka, Zhang Yu memutuskan untuk bermalam di Kota Wuhai, kota besar di perbatasan Kekaisaran Wu dengan Kekaisaran Han.
Memasuki Kota Wuhai, Zhang Yu di suguhi kota yang jauh lebih besar dan lebih megah dibandingkan kota lain yang pernah dia singgahi, selain itu, banyak kultivator ranah Dewa Menengah dan ranah Dewa Tinggi yang dia jumpai di sepanjang jalan menuju pusat kota.
Zhang Yu dan Zhang Fu pergi ke salah satu restoran untuk mengisi perut, sekalian mencari informasi dengan mencuri dengar dari orang-orang yang berada di dalam restoran.
Keduanya segera memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan, dan langsung saja pelayan mencatat makanan yang mereka pesan.
Tak butuh waktu lama, pelayan mengantarkan makanan serta minuman pesanan Zhang Yu dan Zhang Fu, dan pergi begitu saja setelah tugasnya selesai.
Sambil makan, mereka menajamkan pendengarannya, mencoba mendengar informasi penting yang mungkin sedang menjadi topik pembicaraan orang-orang di dalam restoran. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan.
Orang-orang di dalam restoran justru sibuk membicarakan kematian Kaisar Wu Ming, yang berita kematiannya dengan cepat menyebar berkat adanya alat komunikasi jarak jauh, yang dimiliki masing-masing Kekaisaran.
Akan tetapi, seketika semua orang di dalam restoran terdiam saat seorang pemuda dan seorang wanita yang dikawal enam prajurit dengan kekuatan di ranah Dewa Menengah, masuk ke dalam restoran.
Semua orang menundukkan kepalanya saat kedua sosok itu melintas di depan mereka, kecuali Zhang Yu dan Zhang Fu yang acuh dengan keberadaan mereka.
Pemuda tampan dengan aura ranah Dewa Rendah, melangkah ke tempat yang ditempati Zhang Yu dan Zhang Fu.
Pemuda itu begitu saja menempati kursi kosong di dekat Zhang Yu, sedangkan wanita yang datang bersamanya duduk di pangkuannya. Menatap bergantian wajah Zhang Yu dan Zhang Fu, pemuda itu menjilati bibirnya, lalu tiba-tiba saja dia menyuruh enam prajurit di belakangnya menangkap mereka berdua.
__ADS_1
Zhang Yu menghentikan makannya, dan dengan gerakan cepat dia menghindari prajurit yang ingin memegang lengan tangannya, begitu juga dengan Zhang Fu.
“Apa yang ingin kalian lakukan? Kenapa tiba-tiba kalian ingin menangkap kami?” Zhang Yu benar-benar dibuat heran oleh tiga prajurit yang terus mencoba menangkapnya.
“Salahkan dirimu yang sudah berani menggoda tuan muda kami!” ungkap salah satu prajurit, yang membuat Zhang Yu memberikan hadiah berupa bogem mentah tepat di wajahnya, dan seketika dia pingsan.
“Bagaimana bisa aku menggoda tuan muda kalian, sementara aku pria normal yang sudah beristri?” Zhang Yu langsung saja membuat pingsan dua prajurit lainnya.
“Apa kau pria tidak normal?” Zhang Yu menatap jijik pemuda yang masih duduk dengan wanita bercadar berada di atas pangkuannya.
Pemuda itu masih saja menatap wajah Zhang Yu dan Zhang Fu secara bergantian, dia sesekali menjilati bibirnya, membuat Zhang Yu dan Zhang Fu ingin memuntahkan makanan di dalam perut mereka, “Aku akan membayar sebanyak yang kalian inginkan, asalkan malam ini kalian memuaskanku!” ujar pemuda itu.
Baru juga pemuda itu selesai berkata, sebuah tendangan melayang ke wajahnya, dan seketika membuatnya pingsan. Akan tetapi bukan Zhang Yu ataupun Zhang Fu yang menendangnya, melainkan seorang wanita berpakaian hijau yang saat ini dengan kasar menginjak tubuh pemuda aneh yang sudah kehilangan kesadarannya.
Zhang Yu dan Zhang Fu mengerutkan keningnya bersamaan, saat tahu wanita berpakaian hijau di depan mereka adalah seorang kultivator ranah Jenderal Dewa tingkat 4, dan lagi usianya belum genap lima puluh tahun.
Zhang Fu maju satu langkah, lalu dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dia berkata, “Nona Yin, saya Zhang Fu, dan yang di sebalah saya Tuan Muda Zhang Yu.” Zhang Fu menunjukkan tanda pengenal yang membuktikan kalau dirinya benar-benar berasal dari Klan Zhang.
Fang Yin menatap tanda pengenal milik Zhang Fu, dan sesekali dia melirik ke arah Zhang Yu yang terlihat begitu berwibawa dengan ketenangannya.
Meyakini keaslian tanda pengenal Zhang Fu, tiba-tiba saja Fang Yin berlutut di depan Zhang Yu, dan diikuti oleh semua orang yang berada di dalam restoran.
Zhang Fu tidak terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan Fang Yin dan yang lainnya, tapi Zhang Yu yang tidak tau apa-apa, tentunya dia kebingungan dengan apa yang terjadi di depannya.
Mendekati tuan mudanya, Zhang Fu membisikkan sesuatu, yang intinya dia menjelaskan dengan rinca posisi Klan Fang, bagi Klan Zhang.
Zhang Yu mengangguk, lalu dia berkata, “Sekalipun kami berasal dari Klan Zhang, tapi kami hanyalah orang buangan, jadi kamu dan kalian semua tidak perlu berlutut di hadapan kami!”
__ADS_1
Melangkah maju, Zhang Fu menyentuh pundak Fang Yin, “Tuan Mudaku tidak suka ada yang berlutut di depannya, jadi lebih baik kalian segera bangkit!” Zhang Fu membantu Fang Yin bangkit berdiri.
Zhang Yu dan Zhang Fu tersenyum saat Fang Yin dan semua orang di tempat itu menatap ke arah mereka, “Seharusnya kalian sudah mengenalku, karena dulu aku pernah berkunjung ke kota ini bersama Ayahku, Zhang Baojin!” kata Zhang Fu sambil melirik Fang Yin yang membuka lebar kedua matanya mendengar nama Zhang Baojin keluar dari mulutnya.
Melihat ekspresi yang ditunjukkan Fang Yin, Zhang Fu menunjukkan senyum lebar di wajahnya, lalu dia berkata, “Sesaat yang lalu aku sempat melupakanmu, tapi melihat warna pakaian dan bekas luka di alis kirimu, tidak salah lagi, kamu Yin kecil yang dulu menemaniku bermain selama berada di kota ini, apa aku benar?” ungkap Zhang Fu.
Fang Yin langsung saja menendang area bawah perut Zhang Fu, begitu dia yakin pria itu adalah sosok yang selama ini dia tunggu kedatangannya, “Dasar pria mesum! Kenapa kamu baru kembali hari ini! Bukannya kamu sudah berjanji akan datang menemuiku saat aku berusia dua puluh tahun dan siap menjadi istrimu!” geramnya.
“Uhm, kenapa kamu menendang di bagian itu? Apa kamu tidak ingin mendapat keturunan dariku?” Zhang Fu merasakan ngilu di ujung miliknya yang terkena tendangan Fang Yin.
Semua orang selain Fang Yin kembali berlutut setelah ingat sosok Zhang Fu, satu-satunya putra kepala Klan Zhang di alam menengah.
Namun, kali ini Zhang Yu membiarkan mereka tetap berlutut, karena dia tahu orang-orang itu sedang tertawa dalam hatinya, melihat apa yang dilakukan Fang Yin pada Zhang Fu, “Aku tidak menyangka, saudara Fu memiliki wanita secantik saudari Ying, tapi aku heran kenapa saudara Fu masih sering menggoda wanita lain di sepanjang jalan menuju kota ini?” Zhang Yu dengan sengaja menyiram minyak di atas bara api.
Mendengar itu Fang Yin tersenyum lebar, tapi Zhang Fu tahu tersimpan bahaya besar dari senyuman yang ditunjukkan Fang Yin, “Adik Yin, aku tidak pernah melakukan itu, Tuan Muda hanya bercanda, jadi jangan memberiku hukuman lainnya, yang ini saja masih terasa sakit!” ujarnya memohon.
Fang Yin membuang nafas kasar, lalu perhatiannya kini tertuju pada Zhang Yu yang dipanggil Tuan Muda oleh Zhang Fu, yang seharusnya mendapatkan panggilan itu. Akan tetapi, dia tidak bodoh dengan menanyakan itu di tempat umum, “Tuan Muda, banyak yang ingin saya tanyakan, apa Tuan Muda berkenan datang ke kediaman penguasa kota?” ungkap Fang Yin.
Zhang Yu mengangguk pelan, “Kebetulan, aku juga ingin bertanya banyak pada Nona Yin tentang hubungan Klan Zhang dengan Klan Fang!” balasnya.
Fang Yin meminta semua orang bangkit, dan memberi jalan pada Zhang Yu, “Bawa dia ke ruang pengobatan, dan setelahnya jangan biarkan dia meninggalkan kediamannya!” perintah tegas Fang Yin pada prajurit pengawal adiknya, yang masih belum sadarkan diri.
“Tuan Muda, Anda dapat memanggil nama saya secara langsung, bagaimanapun juga Klan Fang adalah Klan pelayan Klan Zhang,” ungkap Fang Yin di jalan menuju kediamannya.
“Aku lebih suka memanggilmu Nona Yin, dan lagi aku tidak pernah menganggapmu sebagai pelayanku!”
°°°
__ADS_1
Bersambung...