Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Akhir Dari Sekte Teratai Putih


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Zhang Yu dan Zhang Fu yang baru saja meninggalkan Kota Wuxi tiba-tiba saja di kepung puluhan orang berjubah putih dengan motif bunga teratai di bagian belakang jubah mereka.


Mengukur kekuatan orang-orang itu dengan mata dewa nya, Zhang Yu tersenyum remeh, lalu berkata, “Apa yakin hanya dengan kekuatan Dewa Menengah kalian ingin mengganggu perjalanan kami?” tanyanya.


Zhang Fu yang juga sudah mengetahui kekuatan orang-orang dari sekte teratai putih, menambahkan apa yang sudah dikatakan tuannya, “Kalau masih sayang dengan nyawa kalian, aku sarankan untuk segera pergi dari tempat ini!”


“Sangat sombong untuk orang yang sebentar lagi bertemu dengan ajalnya! Tunggu saja, saat patriak dan para tetua datang, mulut busuk kalian tidak akan lagi sanggup mengeluarkan perkataan sombong!” kata salah satu orang yang mengepung Zhang Yu dan Zhang Fu.


“Kebetulan kalau patriak sekte kalian akan datang ke tempat ini, jadi aku tidak perlu repot mencari keberadaannya! Lagian waktuku terlalu berharga untuk mencari keberadaan orang tidak penting seperti patriak sekte kalian.” ungkap Zhang Yu tersenyum sinis.


Zhang Fu tertawa lirih mendengarnya, lalu dia berkata, “Sekalipun patriak sekte dan seluruh tetua sekte teratai putih datang, apa kalian pikir itu cukup untuk mengalahkanku dan Tuan Mudaku? Jangankan satu, seribu orang seperti patriak sekte kalian hanya akan menjadi mainan kami.”


Orang-orang dari sekte teratai putih seketika marah mendengar itu, dan langsung saja mengeluarkan aura puncak kekuatan mereka, “Selain menghina sekte kami, kalian juga berani menghina patriak sekte. Tidak perlu menunggu patriak dan tetua sekte, kalian akan musnah di tangan kami!” teriak salah satu dari mereka, dan langsung saja mereka melesat maju menyerang Zhang Yu dan Zhang Fu.


Zhang Fu tersenyum jahat, melihat puluhan orang yang melesat maju menyerangnya dari berbagai arah, “Aku sedang terburu-buru dan tidak ingin bermain-main, jadi maaf saja kalian harus segera pergi ke alam kematian, bertemu Dewa Kematian!” Zhang Yu mengeluarkan aura kemarahan Kaisar Naga.


Langsung saja puluhan murid elite sekte teratai putih berubah menjadi kabut darah, setelah tidak bisa bertahan dari tekanan mengerikan yang dikeluarkan Zhang Yu.


“Apa alam menengah ini dipenuhi banyak orang yang menginginkan kematian?” gumamnya.


°°°


Sekte teratai putih.


Lei Di, Lei Pian dan dua tetua lainnya memilih kembali ke sekte setelah tidak menemukan keberadaan wanita yang ingin mereka jadikan sebagai sandera, untuk membunuh pemuda yang mereka anggap memiliki artefak yang mampu melumpuhkan meridian.


Namun, sesampainya di sekte, mereka mendapatkan laporan dari tetua yang menjaga aula lencana giok jiwa, tentang hancurnya lencana giok jiwa milik murid elite yang pergi ke Kota Wuxi bersama mereka.

__ADS_1


Lei Di dan tiga orang lainnya merasa kecolongan, dan langsung saja mereka berempat berasumsi kalau para murid elite mati di tangan pemuda yang menjadi target buruan mereka. Bukannya mendapatkan apa yang mereka cari, tapi justru kerugian yang mereka dapatkan.


Saat mereka berkumpul di aura sekte untuk membicarakan rencana selanjutnya, dari arah pintu aula masuk murid elite dengan sekujur tubuh dipenuhi luka. Murid itu sempat mengatakan teman-temannya mati di tangan dua pemuda, dan begitu selesai berkata murid itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Lei Di yang sudah memastikan kematian muridnya disebabkan oleh pemuda yang menjadi target buruannya, segera saja dia menyatakan keadaan darurat, dan akan mengerahkan seluruh kekuatan sekte untuk memburu pemuda itu.


“Kerahkan seluruh kekuatan sekte! Kita akan memburu pemuda itu, dan menghapus keberadaannya dari alam ini!”


°°°


Sementara itu di hutan yang mengarah ke sekte teratai putih, Zhang Yu dan Zhang Fu, melesat dengan kecepatan sedang menuju sekte teratai putih. Berkat Yuxi, Zhang Yu dapat dengan mudah menemukan lokasi sekte teratai putih, yang sudah beberapa kali bersinggungan dengannya.


Jarak Kota Wuxi dengan lokasi sekte teratai putih tidak terlalu jauh, kurang dari setengah hari melesat dengan kecepatan sedang sudah cukup untuk membawa mereka sampai di lokasi sekte teratai putih.


Keduanya terus melesat diantara pepohonan, lalu tiba-tiba saja mereka terbang melintasi langit saat jarak dengan sekte teratai putih kurang dari sepuluh kilometer. Tak lama kemudian, keduanya melayang di langit, tepat di atas permukiman yang merupakan lokasi berdirinya sekte teratai putih.


Melihat keberadaan gerbang masuk sekte, Zhang Yu mengajak Zhang Fu mendarat di tempat itu.


Mendarat di depan gerbang yang di jaga puluhan orang dengan kekuatan rata-rata berada di ranah Dewa Rendah dan ranah Dewa Menengah, senyum sinis tiba-tiba saja terlihat di wajah Zhang Yu, lalu dia berkata, “Sekali pun ada array pelindung, tidaklah sulit untuk menghancurkan gerbang ini!”


BOOM...


Suara ledakan keras terdengar bersama dengan hancurnya gerbang sekte dan semua orang yang berjaga di dekatnya. Selain itu, array pelindung sekte juga ikut hancur bersama terdengarnya suara ledakan yang membuat tanah bergetar kuat.


Di dalam aula sekte, Lei Di seketika merasakan firasat buruk dalam hatinya saat mendengar suara ledakan yang diikuti hancurnya array pelindung sekte, yang seharusnya dapat menahan serangan puncak kultivator ranah Dewa Sejati.


“Kalian semua ikut denganku! Aku merasa seseorang di atas kekuatan ranah Dewa Sejati sedang murka dengan sekte kita!” ungkap Lei Di.


“Baik patriak!” semua tetua di dalam aula termasuk Lei Pian, segera mengikuti Lei Di yang sudah melesat pergi ke gerbang sekte.


Saat Lei Di dan para tetua sekte teratai putih sampai di gerbang yang sudah menjadi puing-puing, seorang penjaga melaporkan apa yang sudah terjadi, “Tuan, dua pemuda tiba-tiba saja menyerang, menghancurkan gerbang, dan memusnahkan semua penjaga di dekat gerbang!”

__ADS_1


“Du... dua pemuda?” Lei Di dapat menenak dengan jelas siapa mereka.


Lei Di merasakan ketakutan saat merasakan dua aura kuat mendekat ke arahnya, dia tidak pernah berharap dua pemuda yang dia buru, justru mendatangi sekte nya, dan menunjukkan kekuatan sejati mereka.


“Siapkan kekuatan penuh! Kita akan bertarung sampai titik darah penghabisan melawan mereka!” teriaknya lantang.


Tiba-tiba saja muncul puluhan prajurit berzirah merah yang langsung menyerang Lei Di dan semua orang di dekatnya. Dengan kekuatan di ranah Jenderal Dewa, mustahil bagi Lei Di dan seluruh kekuatan sekte teratai putih bertahan dari serangan puluhan prajurit berzirah merah, yang merupakan prajurit bayangan milik Zhang Yu.


“Pergilah ke alam kematian dengan tenang!” Zhang Yu menunjukkan dirinya, bersama puluhan prajurit berzirah yang kembali muncul, dan langsung menyerang semua orang di sekte teratai putih.


Ribuan murid sekte teratai putih mulai dari ranah Saint, Immortal, Dewa Rendah, keluar dari bagian dalam sekte, membantu Lei Di dan para tetua menghadapi dua ratus prajurit berzirah merah.


Zhang Yu yang melihat hitu dapat merasakan kekuatan prajurit bayangannya semakin meningkat, dengan banyaknya kultivator yang mati di tangan mereka.


Ribuan murid sekte teratai putih terus berdatangan, tapi dalam beberapa tarikan nafas sebagian besar dari mereka musnah menjadi kabut darah di tangan prajurit berzirah merah.


Pemandangan itu sangat mengerikan di mata Lei Di dan para terua yang masih bertahan, walau tubuh mereka telah dipenuhi luka.


‘Apa ini akan menjadi akhir dari sekte teratai putih?’ Lei Di tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi muridnya, jangankan melindungi mereka, melindungi diri sendiri saja dia sulit melakukannya.


BOOM...


Karena lengah Lei Di harus menerima sebuah pukulan yang telak mengenai dadanya, membuat tubuhnya terpental ke arah sosok pemuda yang menatap tajam ke arahnya.


“Uhuk!” Lei Di memuntahkan darah segar dari mulutnya, merasakan rasa sakit yang teramat menyakitkan di dadanya, lalu sambil menahan rasa sakit, dia melompat mundur menjauhi sosok Zhang Yu.


Zhang Yu menunjukkan senyuman menakutkan di wajahnya, lalu melesat maju menyerang Lei Di dengan tinju berlapis energi spiritual padat, yang kekuatan serangannya lebih dari cukup untuk meratakan sebuah gunung.


Lei Di yang melihat kecepatan musuhnya, dia tahu tidak ada harapan untuknya dapat menghindar, sampai pada akhirnya dia hanya merasakan rasa sakit di bagian dada, saat pukulan musuhnya berhasil melubangi dadanya, menghancurkan jantung yang merupakan organ penting penunjang kehidupannya.


“Kau masih terlalu lemah untuk menghiburku!” Zhang Yu begitu saja pergi meninggalkan Lei Di yang tubuhnya mulai kejang-kejang, dan tak lama pria yang selama ini menjabat patriak sekte teratai putih akhirnya bertemu dengan sosok Dewa Kematian.

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2