
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Seluruh energi yang tersimpan di dalam tubuh Zhang Yu meluap keluar membuat kekuatannya yang semula berada di tingkat 2 ranah Dewa Semesta, tiba-tiba saja meningkat dan terus meningkat, dan baru berhenti di tingkat 5 ranah Dewa Semesta. Dengan kekuatannya yang sekarang, seharusnya dia sudah dapat mengimbangi atau bahkan mengungguli kekuatan yang dimiliki Dewa Iblis.
Simbol Naga Emas Berkepala Sembilan dan Phoenix Elemen juga telah muncul di kening Zhang Yu, bersamaan dengan berubahnya bola mata Zhang Yu yang semula berwarna hitam, kini kedua bola matanya telah berganti warna menjadi kuning keemasan, sama persis dengan warna aura kekuatan yang telah meluap keluar dari dalam tubuhnya.
Senyum mengembang di bibir Zhang Yu saat dia merasakan kekuatan barunya. “Tingkat 5 ranah Dewa Semesta. Hah... padahal aku mengira bisa meningkatkan kekuatan sampai tingkat 7 ranah Dewa Semesta,” kata Zhang Yu yang sedikit kecewa dengan peningkatan kekuatannya.
“I-itu tidak mungkin! Bagaimana bisa kau bisa memiliki kekuatan setara dengan kekuatanku hanya dalam beberapa tahun setelah hidup kembali di Alam Semesta ini?...” Dewa Iblis tidak menyangka Zhang Yu yang usianya saat ini belum genap seratus tahun, telah memiliki kekuatan setara dengan kekuatannya.
“Kekuatan kita saat ini memang setara. Akan tetapi, aku masih punya banyak cara untuk mengalahkanmu,” teriak Dewa Iblis yang tiba-tiba saja bergerak ke tempat Zhang Lao dan kedelapan istri Zhang Yu.
“Jangan harap dapat menyentuh mereka!...” Zhang Yu melambaikan tangannya, membuat Zhang Lao dan kedelapan istrinya berpindah tempat, dan saat ini mereka berada di dalam Dunia Abadi miliknya.
“Kemana perginya mereka? Kenapa aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan mereka di Alam ini?...” Dewa Iblis di buat bingung dengan menghilangnya Zhang Lao dan delapan wanita yang ingin dia jadikan alat untuk mengalahkan Zhang Yu.
“Sampai kapanpun, kamu tidak punya kesempatan menemukan keberadaan mereka,” kata Zhang Yu muncul tak begitu jauh dari tempat Dewa Iblis.
“Dia benar-benar jauh berbeda dari apa yang pernah aku lihat di masa lalu,” gumam Dewa Iblis melihat perbedaan antara Zhang Yu di masa yang sekarang dengan dia yang berada di masa lalu.
“Kau ingin melanjutkan pertempuran denganku, atau memilih mengakui kekalahan dan bersumpah menjadi pelayanku? Jangan sampai salah memilih karena jawabanmu adalah penentu masa depanmu!” kata Zhang Yu memberi pilihan pada Dewa Iblis.
Senyuman sinis terlihat di wajah Dewa Iblis, setelah mendengar perkataan Zhang Lao, lalu dia berkata, “Lebih baik aku membawamu ke Alam kematian daripada menyerah, dan mengakui dirimu sebagai tuanku!...”
Pedang naga dan zirah Dewa langsung muncul, begitu Dewa Iblis menyelesaikan kata-katanya.
“Kalau begitu, sudah saatnya aku mengakhiri hidupmu,” kata Zhang Yu sembari dia memegang erat pedang Naga di tangan kanannya.
Belum sempat Dewa Iblis membalas apa yang dikatakan Zhang Yu, sebuah serangan cepat yang dilakukan Zhang Yu hampir membuatnya bertemu Dewa kematian. Beruntung dia dapat menghindar tepat waktu, dan membuat dirinya terhindar dari pertemuan dengan Dewa Kematian.
“Menyerang saat musuh lengah. Seperti di masa lalu, kau sangatlah licik!” kata Dewa Iblis yang di sekelilingnya tak lagi terdapat kabut berwarna hitam, dan terlihat jelas perubahan pada wujud Dewa Iblis setelah dia mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya.
“Sepertinya kamu lupa apa yang telah kamu lakukan di masa lalu, dan betapa liciknya sifatmu yang senantiasa mengadu domba antara penguasa Alam yang satu, dengan penguasa Alam Lainnya,” kata Zhang Yu mengatakan siapa yang lebih licik diantara dirinya dan Dewa Iblis.
__ADS_1
“Hahaha... wajar bagiku memiliki sifat licik karena bagaimanapun juga aku adalah Iblis, yang kehidupannya dipenuhi dengan kelicikan, dan semua hal buruk selalu melekat dengan keberadaan ras Iblis,” kata Dewa Iblis senang dengan sifat licik yang dimilikinya.
“Ah aku lupa tentang itu. Benar katamu, sifat licik adalah sifat wajar yang dimiliki ras Iblis, dan sudah sewajarnya aku memusnahkan Iblis sepertimu yang senantiasa berbuat licik dan membuat rugi orang lain, ataupun ras lainnya,” kata Zhang Yu penuh ketenangan.
“Maju kemari dan mari kita buktikan siapa yang lebih dulu musnah dalam pertempuran kita!...” Dewa Iblis telah mempersenjatai diri dengan sebilah pedang berwarna merah kehitaman yang oleh pemiliknya diberi nama pedang Darah Iblis.
“Bagaimana kalau kita maju bersamaan, dan mari kita tunjukkan pada Alam Semesta ini siapa yang lebih pantas hidup diantara kita,” kata Zhang Yu sembari dia mengacungkan pedang Naga miliknya ke arah tempat berdirinya Dewa Iblis.
“Cih, aku datang datang untuk mengambil nyawamu!...” Dewa Iblis melesat maju menyerang Zhang Yu.
“Karena kamu telah memilih maju lebih dulu, aku tidak akan sungkan menggunakan sepuruh kekuatanku untuk mengakhiri hidupmu yang penuh dengan dosa,” kata Zhang Yu menyambut serangan Dewa Iblis sembari mengayunkan pedang Naga di tangannya.
“Pedang Naga, mari kita akhiri pertempuran ini!...” Zhang Yu bicara pada pedang Naga di tangannya.
“Pedang tumpul milikmu, tak akan pernah mampu melukai tubuhku,” kata Dewa Iblis mendengar apa yang baru dikatakan Zhang Yu.
“Kalau begitu, mari kita coba apa pedang yang kau katakan tumpul ini benar-benar tidak bisa melukai tubuhmu!” kata Zhang Yu sembari terus menegaskan pedang Naga di tangannya, menyerang Dewa Iblis.
‘Pedang di tangannya jauh lebih kuat dari pedangku!...’ kata Dewa Iblis di dalam hatinya.
“Teknik Pedang Naga Elemen...” Zhang Yu menciptakan teknik dari gabungan seluruu teknik pedang yang pernah dia kuasai.
BOOM... BOOM... BOOM...
Sring... Sring... Sring...
BOOM... BOOM... BOOM...
“Argh...” Dewa Iblis berteriak pilu saat Zhang Yu berhasil memotong lengan kirinya.
“Ka-Kau, beraninya kau memotong lenganku? Berikan nyawamu sebagai gantinya!...” Dewa Iblis marah, dan dia mulai membalas serangan Zhang Yu meski dalam keadaan terluka.
Pertarungan sengit kembali terjadi, dan kedua sosok yang sedang bertarung saling jual beli serangan, meski terlihat jelas kalau serang Dewa Iblis selalu menemui kegagalan, sementara serangan Zhang Yu hampir semuanya tepat mengenai sasaran.
“Aku tidak mungkin kalah, aku tidak akan kalah darimu untuk kedua kalinya!...”
__ADS_1
“Arrgghhhh... Teknik Pedang Kehancuran, musnahkan seluruh musuhku!” teriak Dewa Iblis.
“Hohoho... ternyata masih punya teknik kuat lainnya. Kalau begitu aku tidak mau kalah, dengan teknik penciptaan yang aku miliki, aku bisa menciptakan teknik kehancuran yang lebih kuat dari teknik milikmu, dan terima teknik Pedang Kehancuran milikku!...” Zhang Yu melakukan gerakan yang sama seperti yang dilakukan Dewa Iblis, tapi jelas terlihat kalau teknik yang dikeluarkan Zhang Yu jauh lebih kuat dari teknik yang dikeluarkan Dewa Iblis, meski mereka sama-sama mengeluarkan teknik Pedang Kehancuran.
BOOM... BOMM... BOOM...
Krakk...
Retakan terlihat di pedang Iblis milik Dewa Iblis setelah terus-terusan berbenturan dengan pedang Naga milik Zhang Yu.
Selain pedangnya yang mulai mengalami keretakan, tubuh Dewa Iblis juga telah dipenuhi luka, yang membuat darah berwarna hitam ketak dan berbau busuk, terus saja mengalir keluar dari dalam tubuhnya. Kondisi luka Dewa Iblis semakin parah saat dia sudah berada di ambang batas penggunaan teknik yang dapat meningkatkan kekuatannya.
“Ingin menyerah, atau masih ingin melanjutkan pertempuran kita?...” Zhang Yu memang tidak mengalami luka berarti, tapi dia sudah cukup kelelahan karena bagaimanapun juga kekuatan fisik Dewa Iblis sedikit lebih baik dari kekuatan fisiknya.
“Tidak ada kata menyerah, sebelum diantara kita ada yang mati!...” Dewa Iblis bangkit, dan dia kembali bersiao melakukan serangan ke arah Zhang Yu.
Melihat Dewa Iblis Iblis yang tidak ingin menyerah dan bersiao kembali melakukan serangan, Zhang Yu tentu tidak tinggal diam begitu saja. Dia juga melakukan persiapan, untuk melakukan serangan, yang mungkin akan menjadi serangan terakhir sebelum dia dapat mengakhiri kehidupan Dewa Iblis.
Mengeluarkan seluruh sisa kekuatannya, Dewa Iblis melesat maju bagaikan kilat, melakukan serangan bertubi-tubi ke arah Zhang Yu.
Kurang dari satu menit, ratusan serangan dilakukan Dewa Iblis untuk melukai Zhang Yu. Namun, kembali dia gagal melukai Zhang ayu, meski dia telah melakukan segala cara, dan mengerahkan seluruh kekuatannya.
Akan tetapi, tiba-tiba saja senyuman terlihat di wajah Dewa, bersama dengan munculnya garis-garis berwarna hitam kemerahan di seluruh permukaan kulitnya.
“Kalaupun aku harus mati, dan kemungkinan kau berhasil selamat. Setidaknya aku akan membawa mati seluruh makhluk hidup yang berada di Alam Dewa!...” Dewa Iblis melompat, menjauhi Zhang Yu, dan dia tak lagi menganggap keberadaan Zhang Yu.
“Kamu ingin meledakkan diri? Jangan harap teknik rendahan seperti itu dapat menghancurkan Alam Dewa seperti yang kamu lakukan di masa lalu,” kata Zhang Yu, lalu dia dan Dewa Iblis bertukar tempat dengan Zhang Lao dan kedelapan istrinya yang berada di Dunia Abadi.
Jutaan rantai yang dikeluarkan sistem segera mengikat Dewa Iblis yang sudah berada di atas langit Dunia Abadi.
“Te-Tempat apa ini? Kenapa tiba-tiba aku berada di tempat ini?” teriak Dewa Iblis yang sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Sosok Zhang Yu muncul beberapa langkah di hadapan Dewa Iblis.
Sembari menunjukkan senyuman di wajahnya, Zhang Yu berkat, “Kalau ingin meledakkan diri, lakukan saja di tempat ini!...”
__ADS_1
°°°
Bersambung...