
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Banyak murid Sekte Lili Putih yang menatap Zhang Yu yang sampai di tempat Lin Yifei yang sedang melatih belasan muridnya. Dari semua murid yang menatap Zhang Yu, mereka diam-diam semakin mengagumi sosok Zhang Yu yang kali ini terlihat jauh lebih berwibawa dari sebelumnya.
Berada di depan Lin Yifei yang tersenyum menyambut kedatangannya, Zhang Yu yang menggantikan sosok Lin Zhan membalas sambutan Lin Yifei dengan menunjukkan senyuman di wajahnya, yang entah kenapa Lin Yifei merasa dadanya berdebar-debar saat dia melihat senyuman di wajah Zhang Yu.
Dia merasa adanya ketertarikan lebih pada Zhang Yu, selayaknya ketertarikan seorang wanita pada lawan jenisnya. Namun, dia segera menepis apa yang dirasakannya karena dia sadar Lin Zhan yang sosok sebenarnya adalah Zhang Yu, merupakan adik yang terlahir dari rahim yang sama dengannya.
“Apa ada sesuatu yang sangat kamu butuhkan sampai kamu untuk pertama kalinya mendatangiku di tempat ini? Katakan saja apa yang kamu butuhkan? Kalau aku memilikinya, dengan senang hati aku akan memberikannya padamu, dan seandainya aku tidak punya apa yang kamu butuhkan, aku akan membantu mencarikannya untukmu!” ujar Lin Yifei pada Zhang Yu.
Zhang Yu hanya bisa menunjukkan senyuman di wajahnya setelah mendengar apa yang dikatakan Lin Yifei, dan tak ingin berlama-lama dia langsung memberikan cincin penyimpanan berwarna kuning keemasan di genggaman tangannya pada Lin Yifei.
Melihat Zhang Yu menyodorkan cincin penyimpanan padanya, Lin Yifei merasa ada yang aneh dari pemberian Zhang Yu. Cincin penyimpanan berwarna kuning keemasan, dari apa yang dia tahu, cincin penyimpanan seperti itu merupakan artefak tingkat Dewa yang hanya dimiliki oleh para penguasa, tapi anehnya kini dia melihat cincin itu berada di tangan adiknya.
Lin Yifei menerima cincin penyimpanan yang disodorkan Zhang Yu padanya, tapi dia tidak tahu harus melakukan apa pada cincin penyimpanan yang kini ada si tangannya.
Zhang Yu yang melihat Lin Yifei tidak tahu apa yang harus dilakukan pada cincin penyimpanan di tangannya, dia segera menjelaskan apa saja benda yang berada di dalam cincin itu, serta apa kegunaan benda di dalam cincin penyimpanan bagi Lin Yifei dan seluruh anggota Sekte Lili Putih.
“Kak Yifei, di dalam cincin itu penyimpanan itu terdapat banyak sumberdaya yang dapat meningkatkan kekuatan Kakak, dan seluruh anggota Sekte Lili Putih,” kata Zhang Yu menjelaskan.
“Sumber daya yang dapat meningkatkan kekuatanku?” ujar Lin Yifei.
__ADS_1
Mengalirkan energi spiritual ke dalam cincin penyimpanan di tangannya, dia mencoba membuktikan kebenaran dari penjelasan Zhang Yu. Begitu dapat melihat apa saja isi dari cincin penyimpanan di tangannya, kedua matanya membulat sempurna, melotot melihat banyaknya sumberdaya, kitab teknik, dan ratusan ribu senjata tingkat tinggi yang tertata rapih di dalam ruang cincin penyimpanan.
Menolehkan kepalanya, Lin Yifei menatap Zhang Yu meminta penjelasan.
Zhang Yu yang ditatap Lin Yifei, dia tahu apa yang diinginkan wanita itu darinya, dan segera saja dia memberi penjelasan, “Cincin itu dan seluruh isinya aku dapatkan dari kakek tua, yang aku temui saat pergi ke hutan di bagian timur wilayah Sekte Lili Putih. Sebenarnya aku mendapatkan dua cincin serupa, tapi satu cincin dengan isi yang lebih sedikit, telah aku gunakan untuk meningkatkan kekuatanku, sementara untuk cincin itu, aku sengaja memberikannya pada Kak Yifei karena aku tahu isi di dalam cincin itu jauh lebih berguna saat berada di tangan Kakak.”
“Kakek tua? Bagaimana mungkin dia begitu saja memberikan dua cincin penguasa padamu?”
“Cincin penguasa? Aku tidak tahu apa itu cincin penguasa, tapi kakek tua memberikan kedua cincin itu padaku, setelah aku membantunya mencari sumber mata air di tengah hutan, dan setelah memberikan kedua cincin itu padaku, dia menghilang begitu saja.”
“Hanya karena membantunya mencari sumber mata air di tengah hutan, dia memberikan semua ini padamu? Orang tua itu sepertinya terlalu dermawan, sampai-sampai dia memberimu dua benda yang sangat luar biasa, beserta seluruh isinya.”
Zhang Yu hanya mengatakan omong kosong yang semuanya adalah kebohongan, tapi beruntung baginya karena Lin Yifei percaya dan tidak menaruh curiga padanya. Berbohong memang salah, tapi tidak ada salahnya kalau melakukan kebohongan demi kebaikan.
Saat Lin Yifei akan menyimpan cincin penyimpanan pemberian Zhang Yu kedalam cincin penyimpanan miliknya, Lin Yang tetua kedelapan istana Hua tiba-tiba datang, sambil melepaskan aura puncak Dewa Surgawi Tinggi tingkat 5, yang membuat seluruh murid Lin Yifei jatuh tersungkur tak sadarkan diri, sementara Zhang Yu dan Lin Yifei mati-matian menahan tekanan aura puncak yang di lepaskan Lin Yang.
“Serahkan cincin penyimpanan di tanganmu padaku, sebagai ganti atas apa yang sudah dilakukan adikmu pada pengawal Tuan Muda Lin Mohan! Kalau kau tidak menyerahkannya padaku, jangan salahkan aku kalau aku menghancurkan tubuh adikmu!” kata Lin Yang mengancam.
Tahu seberapa besar kekuatan Lin Yang, Lin Yifei tanpa berpikir panjang ingin menyerahkan cincin penyimpanan pada Lin Yang, tapi Zhang Yu segera menghalangi apa yang ingin dilakukan Lin Yifei.
Berdiri di depan Lin Yifei, dia berkata tegas, “Jangan takut dengan ancaman orang tua itu! Lagian, kekuatannya masih terlalu lemah untuk dapat melukaiku! Jangankan melukai, aku dia bahkan tidak yakin kalau dia dapat menyentuh tubuhku!”
Mendengar itu Lin Yifei menganggap Zhang Yu masihlah sosok keras kepala seperti biasanya, tapi seketika dia merasa aneh saat melihat Zhang Yu yang dapat bergerak bebas di bawah tekanan aura kekuatan Lin Yang, yang bahkan membuat dirinya kesulitan bergerak.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, Lin Yang mengepalkan erat tangannya setelah mendengar perkataan Zhang Yu. Namun untuk saat ini dia lebih mementingkan keberadaan cincin di tangan Lin Yifei.
Zhang Yu mengalihkan pandangannya ke arah Lin Yang, lalu berkata, “Kakek tua, jangan pernah kamu mengancam kakakku!”
Dia mengibaskan tangannya, puluhan bola api tercipta di sekelilingnya, bersama aura kekuatan elemen sejati yang membuat Lin Yang merasakan sedikit tekanan dari apa yang dikeluarkan Zhang Yu, meski tekanan itu tidak terlalu berpengaruh padanya.
“Kau sendiri yang meminta, jadi jangan salahkan aku kalau kau mati dengan cepat di tanganku!” Lin Yang membuat segel tangan, memunculkan perisai berwarna biru di depan tubuhnya yang akan melindunginya dari serangan Zhang Yu.
Dengan memadatkan energi spiritual membentuk perisai, dia menganggap itu dapat menahan serangan Zhang Yu, tapi dia salah menilai sekuat apa serangan Zhang Yu yang menggunakan kekuatan elemen sejati, dimana kekuatan elemennya ada inti dari kekuatan elemen itu sendiri.
Meski kekuatan Zhang Yu jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan Lin Yang, tapi meremehkan kekuatan musuh adalah sesuatu yang dapat mencelakai Lin Yang. Benar saja, saat bola-bola api melesat maju, berbenturan dengan perisai yang diciptakan Lin Yang.
Perisai yang terlihat kokoh itu hanya bisa menahan serangan dua bola api, sebelum hancur berkeping-keping, membiarkan puluhan bola api yang tersisa menghantam langsung tubuh Lin Yang yang meremehkan serangan Zhang Yu.
Lin Yang tidak punya banyak waktu menghindari seluruh serangan Zhang Yu yang tertuju padanya, meski tidak sampai membunuhnya, serangan Zhang Yu yang bertubi-tubi mengenai tubuhnya, membuat tubuhnya dipenuhi luka, dan dengan sisa kesadarannya dia buru-buru pergi meninggalkan kawasan Sekte Lili Putih.
Lin Yifei yang melihat semua dengan kedua matanya, dia tidak akan percaya kalau adiknya mampu melakukan itu, seandainya dia tidak melihat sendiri seluruh kejadian yang membuat Lin Yang pergi melarikan diri dengan sekujur tubuh dipenuhi luka.
Dari cara memandang adiknya, terlihat kekaguman yang semakin menjadi pada sosok adiknya yang sekarang identitasnya sedang dipinjam Zhang Yu.
Dia tahu apa yang dirasakannya adalah sebuah kesalahan, tapi mau bagaimana lagi, dia tak lagi bisa menahan perasaannya sendiri, pada sosok yang dia anggap sebagai Lin Zhan.
Zhang Yu yang mematikan sosok Lin Yang sudah pergi meninggalkan kawasan Sekte Lili Putih, dia menolehkan kepalanya, melihat Lin Yifei, lalu dia berkata, “Kakak lihat sendiri bukan betapa lemahnya orang tua itu? Kalau bertemu lagi, aku pasti akan membunuhnya!...”
__ADS_1
°°°
Bersambung...