Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Salah Memilih Musuh


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


“Mengendap-endap di kawasan istana Kekaisaran Alam Atas, apa kamu pikir kami tidak menyadari keberadaanmu?”


“Meskipun kamu dapat bergerak selayaknya bayangan dalam kegelapan, tapi semua yang kamu lakukan tak akan pernah lepas dari pandangan kedua mataku!”


“Jawab pertanyaanku! Apa yang ingin kau lakukan dengan berjalan mengendap-endap di kawasan istana Kekaisaran Alam Atas? Jangan-jangan, kau mata-mata yang di kirim Klan Zhang untuk memata-matai kekuatan kamu!”


Zhang Yu hanya diam, mendengar apa yang dikatakan dua sosok pria di depannya.


“Tebakanku sepertinya benar, dia memang mata-mata yang di kirim Klan Zhang! Saudaraku, apa perlu kita menyeretnya ke hadapan Kaisar Yin Wugou atau kita langsung membunuhnya di tempat ini?” tanya sosok pria berjubah merah.


Pria berjubah biru yang mendapat pertanyaan saudaranya, dia tidak langsung menjawab pertanyaan itu karena saat ini dia fokus mengamati kekuatan orang di depannya. Dia melihat kekuatan orang itu hanyalah di ranah Raja Dewa tingkat puncak, tapi entah kenapa dia merasakan kekuatan yang dia lihat bukanlah kekuatan sejati milik orang itu.


Dengan kekuatan mata yang dimilikinya, dia mencoba memastikan kekuatan orang di depannya, tapi hasilnya sama dengan apa yang dirasakannya.


Menoleh, menatap saudaranya, lalu dia berkata, “Saudaraku, sebaiknya kita bawa dia dalam keadaan hidup-hidup ke hadapan Kaisar Yin Wugou!”


Mendengar itu, pria berjubah merah langsung saja menyerang Zhang Yu yang sedang menyamar menjadi pedagang muda. Dengan kekuatan di ranah Dewa Immortal Agung tingkat 7, pria berjubah merah yakin dapat melumpuhkan lawannya cukup dengan satu serangan, setelah memastikan kekuatan lawannya hanyalah di ranah Raja Dewa tingkat puncak, yang tentu bukan lawan sepadan untuk dirinya.


Ketika serangannya hampir mengenai lawannya, dia hanya memukul angin karena lawan yang ingin dia pukul telah menghilang dari tempatnya, “Sangat cepat! Saudaraku berhati-hatilah, sepertinya lawan kita bukanlah seorang yang kekuatannya hanya di ranah Raja Dewa! Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi kekuatan mata kita benar-benar tidak bisa melihat kekuatan sejatinya!” ungkap pria berjubah merah melalui pesan telepati, sambil memperhatikan lawannya yang sudah berpindah tempat beberapa langkah dari tempatnya semula.


“Dari awal aku sudah curiga kalau dia sengaja menyembunyikan kekuatan sejatinya! Melihat kecepatannya, aku merasa dia juga seorang Dewa Immortal Agung sama seperti kita, tapi aku tidak tahu dia berada di tingkat berapa,” ujar pria berjubah biru.

__ADS_1


Pria berjubah merah melirik pria berjubah biru yang terdengar sangat yakin dengan perkataannya, “Apa menurutmu kita perlu memanggil yang lain untuk mengalahkannya?” tanyanya.


“Walau dia kuat, aku masih yakin kita berdua dapat mengalahkannya!”


Langsung saja pria berjubah biru melesat maju menyerang Zhang Yu, begitu dia menyelesaikan kata-katanya. Dengan mengarahkan tinju yang diselimuti kekuatan elemen air, dia menyerang Zhang Yu yang berdiri tenang di tempatnya.


Namun, saat tinju pria berjubah biru hampir mengenainya, Zhang Yu mengarahkan tinjunya, menyambut tinju pria berjubah biru. “Aku mau lihat, kekuatan elemen air siapa yang lebih kuat!” ungkapnya.


Boom...


Pria berjubah biru terpental mundur dengan rasa sakit di tangannya yang baru saja berbenturan dengan tangan Zhang Yu, “Sangat kuat! Kekuatan elemen air miliknya bahkan jauh melampaui kekuatan elemen air murni yang aku miliki!” gumamnya.


Pria berjubah merah yang melihat bagaimana saudaranya terpental mundur setelah beradu pukulan dengan Zhang Yu, dia mulai meningkatkan kewaspadaannya. Kekuatan elemen air Zhang Yu lebih kuat dari kekuatan elemen air saudaranya. Sementara dirinya yang memiliki kekuatan elemen api, pemilik elemen air bukanlah lawan yang dapat dikalahkannya. Bagaimanapun juga, kekuatan elemen api cenderung melemah saat bertemu kekuatan elemen air.


Akan tetapi, belum juga mereka meminta bantuan, kedua mata mereka terbuka lebar saat melihat sosok Zhang Yu sudah berdiri tepat di depan mereka, “Jangan berharap dapat memanggil bantuan, saat kalian sudah berhadapan denganku!” ujar Zhang Yu.


Zhang Yu menendang tubuh sosok pria berjubah biru, dan memukul wajah pria berjubah merah yang masih terkejut melihat pergerakan cepatnya, “Aku tidak mengizinkan kalian berdua pergi dari tempat ini, dan aku juga tidak mengizinkan kalian memanggil bantuan! Akan tetapi, dengan senang hati aku akan mengizinkan kalau kalian ingin pergi menemui Dewa Kematian, di Alam Kematian.” Selesai berkata, Zhang Yu menjentikkan jarinya, dan muncul array yang membuat orang di luar tidak dapat melihat apa yang terjadi dengan mereka yang berada di dalam array. Selain itu, mereka yang berada di dalam array, mereka tidak dapat terhubung dengan mereka yang berada di luar array.


Keduanya pria berjubah yang mendengar melihat keberadaan array ciptaan Zhang Yu, mereka mencoba menghubungi saudara lainnya untuk meminta bantuan, tapi berkali-kali mencoba, keduanya sama sekali tidak bisa menghubungi saudara mereka.


Menyadari semua itu, keduanya kini hanya bisa berusaha menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk mengalahkan Zhang Yu, “Saudaraku, sebaiknya kita menyatukan kekuatan untuk mengalahkannya! Kalau kita hanya seorang diri menyerangnya, itu hanya akan merugikan kita!” kata pria berjubah biru.


Pria berjubah merah menganggukkan kepalanya, “Dia benar-benar kuat, yang barusan aku bahkan tidak bisa melihat seberapa cepat pergerakannya!” ungkapnya.


“Mau sampai kapan kalian berdiskusi? Bagaimana kalau kita segera memulainya? Jujur saja aku tidak punya banyak waktu untuk berurusan dengan dua orang lemah seperti kalian!” ungkap Zhang Yu sambil mengeluarkan tekanan aura kekuatan yang seluruhnya dia arahkan ke dua pria yang menjadi lawannya.

__ADS_1


“Sial! Orang ini kekuatannya sudah melampaui kekuatan kita!”


“Aku sudah mengerahkan seluruh kekuatanku untuk menahan tekanan kekuatannya, tapi ini masih belum cukup!”


Keduanya saling melirik, lalu bersamaan mereka menganggukkan kepala, “Tidak ada pilihan lain, kita harus menggunakannya kalau ingin menyeimbangkan kekuatan dengannya,” ujar pria berjubah biru.


Dalam satu kedipan mata, Zhang Yu melihat siluet pedang berukuran raksasa yang seluruh bagiannya terselimuti api muncul di atas pria berjubah merah. Sementara di atas pria berjubah biru, dia melihat siluet gurita raksasa yang menjulang tinggi melebihi tinggi bangunan sepuluh lantai.


“Kekuatan Martial Spirit yang cukup membuat aku terkesan, tapi apa kalian pikir cuma kalian yang memiliki Martial Spirit? Maaf saja, aku juga mempunyai apa yang kalian miliki.” Siluet Naga Emas berkepala sembilan serta siluet Phoenix elemen muncul, melayang di atas Zhang Yu, membuat tubuh lawannya gemetaran melihat sosok Martial Spirit, yang dulunya dimiliki orang yang hampir memusnahkan seluruh kehidupan di Alam yang mereka tinggali.


Keduanya sekarang tahu identitas asli Zhang Yu setelah melihat Martial Spiritnya, tapi mereka benar-benar tidak menyangka, sosok yang dikatakan tuan mereka baru saja naik ke Alam Atas, kekuatannya sudah jauh melampaui kekuatan mereka.


Namun, mengingat siapa sosok Zhang Yu di masa lalu, kekuatan yang dimilikinya sekarang masih jauh lebih lemah dari kekuatan sejatinya di masa lalu. Kalau di masa lalu keduanya nekat melawan Zhang Yu, hanya dengan tekanan kekuatannya sudah cukup untuk mengirim keduanya menuju Alam Kematian.


Meskipun kekuatan Zhang Yu saat ini belum sekuat kekuatan sejatinya di kehidupan sebelumnya, kekuatannya saat ini lebih dari cukup untuk mengalahkan keduanya, yang kekuatan sejatinya dua tingkat dibawah kekuatan sejatinya miliknya.


“Saudaraku, kita benar-benar salah memilih musuh! Aku tidak menyangka malam ini kita justru bertemu dengan sosok, yang seharusnya kita seret paksa ke Alam Elemen, untuk menghadap Yang Mulia Penguasa,” ungkap pria berjubah merah.


“Aku juga tidak menyangka, sosok yang dikatakan baru saja sampai di Alam Atas, tapi kekuatannya sudah melampaui kekuatan kita! Kalaupun malam ini harus mati, setidaknya aku ingin memberinya luka yang tidak akan pernah dia lupakan,” ujar pria berjubah biru.


Dengan tatapan penuh permusuhan, keduanya mengerahkan seluruh kekuatannya menyerang Zhang Yu.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2