
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Kota Zhang.
Suasana malam di Kota Zhang kembali hidup setelah beberapa hari terakhir dilanda kecemasan akibat peperangan antara Kekaisaran Alam Atas dan Klan Zhang. Di salah satu penginapan mewah di pusat Kota Zhang, puluhan prajurit sedang melakukan penjagaan ketat di sekitaran penginapan.
Di dalam penginapan.
Yin Zan dan dua orang kepercayaannya sedang membicarakan rencana menculik salah satu wanita, yang tadi sempat mereka temui di aula timur Klan Zhang.
“Yang Mulia, setelah kami bertanya pada prajurit yang berjaga di aula timur, pemuda tadi adalah Zhang Yu, pahlawan besar Klan Zhang, sementara para wanita di sekitarnya termasuk Putri Mahkota Yin Siyi, mereka adalah istrinya!” ujar salah satu orang kepercayaan Yin Zan.
“Sangat serakah! Bagaimana bisa dia mengambil wanita lain sebagai istri, sementara dia sudah memiliki Kakak Siyi? Apapun yang terjadi, malam ini juga kita akan mengambil salah satu istrinya! Kalau ada kesempatan, kita ambil saja mereka semua, termasuk Kakak Siyi!” ungkap Yin Zan.
“Tuan percayakan itu pada kami! Dengan teknik bayangan kami yang bahkan mampu menipu Kaisar Yin Wugou, bukan hal sulit bagi kami membawa para wanita itu ke hadapan Tuan!” kata salah satu orang kepercaya Yin Zan, lalu mereka pergi meninggalkan kamar penginapan.
“Zhang Yu, kau itu terlalu serakah karena memiliki begitu banyak keindahan untuk dirimu sendiri!” gumam Yin Zan, lalu dia memanggil wanita penghibur masuk kedalam kamar, untuk menemaninya menghabiskan malam.
°°°
Kediaman Zhang Yu.
Setelah mengantar Yin Zan pergi meninggalkan kawasan Klan Zhang, dan selesai mengikuti pesta kecil-kecilan di aula utama Klan Zhang, Zhang Yu yang baru selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, dia menugaskan 100 prajurit bayangan menjaga ketat kediamannya.
Tak lama setelah 100 prajurit bayangan pergi menjalankan perintahnya, keempat istrinya datang, menemaninya menikmati keindahan cahaya bulan purnama, yang menerangi danau di belakang kediamannya.
“Suami, sepertinya adik saudari Yin Siyi ingin bermain-main dengan kita!” ujar Shu Cing yang dapat merasakan keberadaan dua sosok yang mengawasi mereka dari kejauhan.
“Mereka bukan ancaman! Akan tetapi, kalau istriku ini mengizinkannya, dengan senang hati aku akan menghabisi mereka berdua, dan mengirim Putra Mahkota kembali ke Kekaisaran Alam Atas dalam keadaan sama persis dengan apa yang dialami ayahnya!” balasnya sambil menoleh melihat Yin Siyi yang berada di sebelahnya.
“Suami, aku sama sekali tidak peduli dengan bocah yang sifatnya sama persis dengan ayahnya!” ungkap Yin Siyi.
“Kalau memang begitu, tidak ada larangan bagiku, kalau aku ingin membunuhnya?” tanya Zhang Yu, yang dibalas Yin Siyi dengan anggukan kepala, sambil menunjukkan senyuman tulus di wajahnya.
“Malam ini aku akan sedikit bermain-main dengan mereka!” ujar Zhang Yu senang, lalu dia membiarkan ke empat istrinya lebih dulu masuk ke dalam kediamannya.
Sementara itu, dari kejauhan dua sosok terus mengawasi kediaman Zhang Yu.
“Ke empat wanita itu sudah masuk ke dalam, apa kita akan melakukannya sekarang?”
__ADS_1
“Jangan terburu-buru! Lebih baik kita tunggu sedikit lebih lama, dan biarkan mereka terlelap dalam tidur. Begitu mereka tertidur, itu akan mempermudah tujuan kita yang ingin menculik mereka, tanpa disadari pemuda bodoh yang lebih menikmati keindahan danau, daripada menikmati keindahan ke empat istrinya.”
“Baiklah, aku turuti kata-katamu!”
°°°
Tengah malam, kediaman Zhang Yu.
Dua orang kepercayaannya Yin Zan berhasil menyusup sampai masuk ke dalam kawasan kediaman Zhang Yu.
“Penjagaan yang sangat lemah! Aku mulai ragu kalau Klan ini yang sudah mengalahkan pasukan besar Kaisar Yin Wugou,” ungkap salah satu orang kepercayaan Yin Zan, begitu dia sampai di dalam kediaman Zhang Yu.
“Ini terlalu mudah,” ujar orang satunya pada rekannya setelah mereka berhasil memasuki kediaman Zhang Yu, tanpa ada satu orang pun yang mengetahuinya. Akan tetapi, seketika mereka merasakan keanehan begitu selesai memeriksa seluruh ruangan, dan tidak menemukan apa yang sedang mereka cari.
“Kemana perginya mereka? Bukannya tadi mereka sudah masuk ke dalam kediaman?” keduanya bingung karena kediaman yang mereka masuki benar-benar kosong, tak satupun orang terlihat di dalam kediaman. Saat mereka mencoba keluar, kembali keduanya merasakan keanehan saat seluruh pintu keluar tidak bisa dibuka, begitu juga dengan jendela yang ada.
“Sialan, pantas saja kita dengan mudahnya dapat memasuki tempat ini, ternyata mereka telah menyiapkan jebakan untuk kita!” ujar salah satu dari mereka.
“Saudaraku, sekarang apa yang harus kita lakukan? Apa kita hancurkan saja kediaman ini?”
“Apa kau begitu bodoh ingin menghancurkan kediaman ini, sementara kediaman ini dipenuhi array pelindung dan array penyerang? Bukannya menghancurkan, yang ada kita justru lebih dulu mati di tempat ini.”
Keduanya seketika sama-sama diam, tapi mereka sadar kalau hidup mereka tak akan lama lagi.
°°°
Boom...
Pintu kamar yang ditempati Yin Zan hancur berkeping-keping. Yin Zan yang sedang tertidur diantara dua wanita yang mengapitnya terbangun.
“Siapa yang sudah berani mengganggu istirahat Putra Mahkota Kekaisaran Alam Atas?” teriaknya marah karena seumur hidupnya baru kali ini ada yang berani mengganggu waktu istirahatnya.
“Sebaiknya segera buka matamu, dan lihat siapa yang pagi-pagi seperti ini datang mengunjungimu!” kata seorang pemuda berpakaian putih, melangkahkan kaki memasuki kamar Yin Zan. Pemuda berpakaian putih adalah Zhang Yu yang pagi-pagi sekali sengaja mendatangi kamar penginapan Yin Zan.
“Kau! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau datang dan mengganggu waktu istirahatku?” kata Yin Zan bangkit dari tempat tidur, lalu dia memakai jubah yang menjadi lambang kalau dirinya seorang Putra Mahkota Kekaisaran Alam Atas.
“Aku ingin mengembalikan mereka padamu!” Zhang Yu melempar tubuh dua orang kepercayaan Yin Zan, yang pagi ini ditemukan pingsan dalam kediamannya, setelah semalaman terjebak dalam array yang terus menerus menyerap energi spiritual milik mereka.
“Apa yang terjadi pada mereka? Apa kau yang sudah melakukan semua ini pada mereka?” ujar Yin Zan saat melihat wajah pucat dua orang kepercayaannya.
Zhang Yu melangkahkan kakinya mendekati Yin Zan, yang reflek melangkah mundur saat melihat Zhang Yu berjalan mendekat ke arahnya.
__ADS_1
“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Yin Zan yang tak lagi dapat melangkah mundur karena di belakangnya sudah berdiri kokoh dinding penginapan.
Swiss...
Zhang Yu langsung saja melesat ke arah Yin Zan, mengayunkan tangannya, mengarahkan serangan tapak tangan kearah dada Yin Zan.
Boom... Boom...
Tubuh Yin Zan terdorong mudur menembus dua dinding penginapan, sedangkan dua wanita yang masih berada di atas tempat tidur, mereka langsung meninggalkan kamar penginapan saat Zhang Yu berjalan menghampiri Yin Zan.
“Sangat kuat, aku tidak memiliki kesempatan menang kalau memaksakan diri melawannya!” gumam Yin Zan sambil memegang dadanya yang masih terasa sakit.
Swiss...
Sosok Yin Zan tiba-tiba menghilang dari tempatnya, “Dengan batu teleportasi, aku bisa pergi sejauh 100 kilometer dari Kota Zhang,” gumam Yin Zan yang saat ini sudah jauh meninggalkan Kota Zhang.
Baru juga ingin memulihkan diri, kedua mata Yin Zan melotot saat melihat Zhang Yu muncul di depannya.
“Batu teleportasi memang dapat memindahkanmu, tapi dengan mengikuti aura yang kamu tinggalkan, bukan hal sulit bagiku menemukan keberadaanmu!” ungkap Zhang Yu, dan langsung dia kembali menyerang Yin Zan.
Swiss...
Boom... Boom...
Tubuh Yin Zan terpental sejauh puluhan langkah terkena serangan tapak Zhang Yu, yang kali ini dia menggunakan energi spiritual dan kekuatan elemen, membuat serangannya berdampak sangat buruk pada tubuh Yin Zan.
Lagi, sosok Zhang Yu muncul di dekat Yin Zan yang sudah tidak berdaya, dan tanpa belas kasihan, dia terus memukuli tubuh Yin Zan yang sudah bermandikan darah.
Zhang Yu membenturkan tubuh Yin Zan yang sudah bermandikan darah ke arah dahan pohon, setelah dia bosan memukulinya.
“Argh...”
Terdengar suara rintihan lirih dari mulut Yin Zan saat tubuhnya menghantam pohon.
“Inilah yang akan didapatkan oleh siapapun yang memiliki niat buruk pada keluargaku!” ujar Zhang Yu sambil menghantamkan tinju tangannya ke arah wajah Yin Zan.
Tidak lagi terdengar suara rintihan dari mulut Yin Zan yang sudah hancur terkena pukulan Zhang Yu. Akan tetapi pria itu masih hidup, walau keadaannya sangatlah mengenaskan.
“Aku sebenarnya tidak ingin menyentuh istana Kekaisaran Alam Atas, tapi setelah melihat bagaimana sifat calon penerus tahta Kaisar Kekaisaran Alam Atas, aku mengurungkan niatku untuk tidak menyentuh istana Kekaisaran Alam Atas!” ungkap Zhang Yu.
“Bersama dengan kematianmu, aku dapat mengatakan kalau keberadaan Kekaisaran Alam Atas sudah menghilang dari peta daratan Alam Atas!” ujar Zhang Yu sambil melayangkan pukulan, mengakhiri hidup Yin Zan.
__ADS_1
°°°
Bersambung...