Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Masuk Dalam Perangkap


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Wajah Tetua Agung Istana Hua nampak jelek saat dia melihat tiga lapis array pelindung yang melindungi seluruh kawasan Sekte Lili Putih. Sebuah kekhawatiran muncul dalam benaknya, saat dia membayangkan adanya kekuatan besar yang diam-diam memberi perlindungan pada kubu Lin Yifei.


Dia takut selama ini kubu Lin Yifei hanya pura-pura lemah di depan mereka, dan lebih memilih menyembunyikan kekuatan besar yang dimiliki kubu mereka.


Selain dirinya, orang-orang dari kubu Lin Mohan juga mulai merasa takut dengan kekuatan yang dimiliki kubu Lin Yifei. Bagaimanapun juga menghadapi seorang ahli array jauh lebih sulit dibandingkan menghadapi seorang kultivator.


“Bukannya kalian barusan ingin menyerang Sekte kami, kenapa sekarang kalian justru pergi menjauh? Kalau kalian memang tidak memiliki niat menyerang Sekte kami, sebaiknya kalian segera pulang!” ujar Zhang Yu tenang, sembari menunjukkan senyuman remeh ke arah orang-orang di kubu Lin Mohan.


Sebagai orang yang sudah sering menghadapi sebuah peperangan, Zhang Yu sudah terlatih bagaimana cara mempermainkan emosi musuhnya. Semakin tinggi tingkat emosional musuhnya, semakin banyak pula celah yang dapat di manfaatkan untuk mengalahkan mereka, dan itulah yang saat ini sedang diincar oleh Zhang Yu.


“Tuan Muda kelima, sebagai sampah yang tidak berguna, aku harus akui kalau kamu sangatlah sombong! Tanpa adanya tiga lapis array yang melindungi kawasan Sekte Lili Putih, bisa jadi saat ini kepalamu sudah berada di bawah telapak kakiku, dan kami tentunya sudah bersenang-senang dengan tubuh kakakmu!” kata Tetua Agung menyeringai.


Ekspresi wajah Zhang Yu langsung berubah, begitu juga dengan Lin Yifei dan Yan Fei yang berada di dekatnya. Saat Lin Yifei ingin membalas perkataan Tetua Agung, Zhang Yu lebih dulu berkata, “Aku sombong karena ada yang bisa aku sombongkan. Sedangkan kamu hanya orang yang bisanya mengatakan omong kosong, yang tak terbukti kebenarannya! Menggunakan array pelindung sebagai alasan. Kalau memang tidak mampu lebih baik kamu berterus-terang saja!”


Mendengar itu Tetua Agung menggertakan giginya marah, tidak terima dengan apa yang baru dikatakan Zhang Yu. Meskipun array tiga lapis yang melindungi kawasan Sekte Lili Putih sangatlah kuat, bukan berarti dia tidak bisa menghancurkannya. Akan tetapi untuk menghancurkannya, dia harus mengerahkan seluruh kekuatan miliknya, dan setelahnya dia butuh dua jam untuk memulihkan diri sebelum kembali turun ke medan perang.


Sementara itu di sisi lain, Zhang Yu terkekeh pelan, saat melihat Tetua Agung Istana Hua yang mulai termakan emosi, persis seperti yang dia harapkan.


Mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya, Tetua Agung Istana Hua bersiap menghancurkan tiga lapis array pelindung Sekte Lili Putih dalam satu kali serangan.

__ADS_1


Sebelum melesat maju dia berkata pada Lin Mohan, “Setelah aku menghancurkan array pelindung, beri aku waktu dua jam untuk memulihkan kekuatanku!”


Lin Mohan yang mengerti maksud Tetua Agung, segera saja dia menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, “Tetua Agung cukup istirahat setelah menghancurkan array. Untuk sisanya, serahkan saja pada kami! Dalam dua jam, kami pasti dapat menghancurkan seluruh kawasan Sekte Lili Putih!”


Tetua Agung senang dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan Lin Mohan, dan dia percaya Alam Bunga akan kembali ke masa kejayaan di bawah kepemimpinan Lin Mohan. Akan tetapi, sebelum semua itu terjadi dia harus memusnahkan kubu Lin Yifei. Kubu yang dia anggap sebagai penghalang terbesar, apa yang menjadi tujuannya.


Semua yang berada di kubu Lin Mohan juga merasakan apa yang dirasakan Tetua Agung Istana Hua. Bagi mereka, Lin Mohan adalah satu-satunya sosok yang pantas menjadi penguasa baru Alam Bunga. Tidak seperti Lin Yifei, yang bagi mereka hanya wanita lemah, jauh dari kata pantas menjadi seorang penguasa.


Setelah seluruh kekuatannya telah terkumpul dalam satu titik di sekeliling genggaman tangannya, Tetua Agung menatap tajam Zhang Yu, lalu berkata, “Akan aku tunjukkan pada sampah sepertimu, betapa mudahnya orang kuat sepertiku, menghancurkan array pelindung yang tak seberapa kuat!”


Saat Zhang Yu ingin membalas perkataan Tetua Agung, sosok Tetua Agung tiba-tiba saja sudah melesat maju, menyerang array pelindung yang melindungi seluruh kawasan Sekte Lili Putih. Melihat itu dengan santai dia berkata, “Sangat mudah membuatnya masuk dalam perangkap!”


Zhang Yu menyiapkan array pelindung bukan semata-mata untuk melindungi kawasan Sekte Lili Putih. Tujuan utama dia menyiapkan array pelindung adalah untuk memancing Tetua Agung mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Mendengar apa yang digunakan Zhang Yu, Lin Yifei hanya bisa menggelengkan kepalanya, kemudian dia berkata, “Kalau saja kita tidak dalam posisi sulit, aku akan menjadi orang pertama yang menentang semua rencanamu! Akan tetapi mengingat posisi kita yang dihadapkan pada pilihan sulit, tidak ada pilihan lain selain mengikuti rencanamu...”


Tetua Agung yang sedang berusaha menghancurkan array pelindung, dia sudah berhasil menghancurkan dua lapis array pelindung, dan hanya menyisakan lapisan terakhir yang membuatnya cukup kesulitan saat ingin menghancurkannya.


Energi spiritual Tetua Agung sudah cukup banyak terkuras hanya untuk menghindari serangan petir yang terus mengejarnya. Dia merasa akan kehabisan seluruh energi spiritual miliknya hanya untuk menghancurkan array lapis terakhir, dan tentu dia butuh waktu lebih lama untuk memulihkan kekuatannya.


“Tidak ada pilihan lain selain menggunakan semuanya! Lin Mohan, aku berharap dia dan yang lainnya dapat menghancurkan Sekte Lili Putih, saat aku sedang memulihkan kekuatan!” gumam Tetua Agung lalu dia mengerahkan segalanya di pukulan yang dia arahkan ke array pelindung.


Boom...

__ADS_1


Ledakan besar terjadi bersama dengan tanah yang bergetar kencang. Di saat yang sama, orang-orang dari kedua kubu melihat hancurnya seluruh array pelindung Sekte Lili Putih, yang sebelumnya kokoh melindungi kawasan Sekte. Tetua Agung sendiri sudah mundur ke belakang dan langsung memulihkan kekuatannya, begitu dia menghancurkan array lapis terakhir.


“Tunggu apa lagi, cepat serang dan hancurkan Sekte Lili Putih! Bunuh mereka yang melawan, dan bawa pulang mereka yang menyerah!” teriak Lin Mohan, mengerahkan orang-orangnya maju menyerang Sekte Lili Putih.


Sementara di kubu Lin Yifei, Zhang Yu dan semua orang di kubu Lin Yifei menunjukkan senyuman di wajah mereka, melihat pergerakan orang-orang dari kubu Lin Mohan. Mereka sudah mengukur seberapa besar kekuatan kubu Lin Mohan tanpa keberadaan Tetua Agung. Dari apa yang mereka ukur, kekuatan kubu Lin Mohan tak sebanding dengan kekuatan mereka tanpa adanya sosok Tetua Agung.


Begitu orang-orang dari kubu Lin Mohan berada di jarak serangan mereka, semua orang di kubu Lin Yifei melepaskan aura puncak kekuatan mereka, menyambut kedatangan orang-orang kubu Lin Mohan yang nampak terkejut dengan kekuatan musuh mereka.


“Terlambat untuk terkejut dan lari meninggal tempat ini!” teriak Yan Fei terus mengayunkan pedang di tangannya, membunuh orang-orang dari kubu Lin Mohan yang berada dalam jangkauan serangannya.


Lin Mohan yang sedang menghadapi Lin Yifei, dia benar-benar tidak menyangka kekuatan wanita yang selama ini dia remehkan, ternyata sudah jauh melampaui kekuatannya, “Saat kamu terus bersenang-senang dan melukai banyak wanita, saat itulah aku semakin bertambah kuat untuk membalaskan dendam mereka!” ungkap Lin Yifei.


Tatapan mata tajam Lin Yifei semakin membuat nyali Lin Mohan menciut. Dia tidak melihat adanya kesempatan menang melawan Lin Yifei, dan karena terlalu meremehkan kekuatan musuh kali ini dia bahkan tidak memakai seluruh perlengkapannya. Tanpa zirah perang dan senjata terbaiknya, dia hanya akan menjadi bulan-bulanan Lin Yifei.


Bagaimanapun juga, perbedaan kekuatan yang sangat mencolok dan tanpa adanya perlengkapan pelindung yang melindungi tubuhnya, itu semua sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bertemu dengan sosok Dewa Kematian.


Di sisi lain, Zhang Yu terus-terusan melancarkan serangan ke arah Tetua Agung yang tidak berdaya menghadapi serangannya. Dengan kondisi lemah setelah menghancurkan array pelindung, sosok Tetua Agung bukanlah musuh yang perlu di takuti.


“Kau benar-benar curang! Array pelindung hanya rencana busuk kalian untuk membuatku lemah. Orang-orang seperti kalian, tidak pantas menjadi penguasa di Alam ini,” teriak Tetua Agung.


Mendengar itu Zhang Yu hanya tersenyum tipis, kemudian dia berkata, “Aku tidak curang, tapi itu semua karena kebodohanmu saja yang dengan mudahnya masuk ke dalam perangkap!...”


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2