Sistem Dewa Terkuat

Sistem Dewa Terkuat
Kebodohan Kaisar Wu Ming


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Kaisar Wu Ming dan semua petinggi Kekaisaran Wu terdiam mendengar laporan penjaga aula lencana giok jiwa, tentang hancurnya lencana giok jiwa milik Wu Lie, dan semua Jenderal serta ratusan prajurit yang pergi bersamanya.


Kaisar Wu Ming merasakan kesedihan yang mendalam mendengar kabar hancurnya lencana giok jiwa milik adiknya, yang menandakan kalau orang yang dia sayangi telah mati, bersama seluruh orang yang pergi bersamanya.


Tak lama setelah kabar yang membuat Kaisar Wu Ming bersedih, seorang wanita paruh baya dengan jubah hitam yang menutupi tubuhnya datang bersama dua orang wanita muda, dia adalah Huang Jia, patriak sekte teratai hitam.


“Hormat pada Yang Mulia Kaisar!” ujarnya sopan, dengan tubuh sedikit membungkuk memberi penghormatan mata Kaisar Wu Ming.


“Yang Mulia Kaisar, kedatangan saya ke tempat ini ingin menyampaikan kabar buruk tentang sekte teratai putih. Sewaktu saya dan rombongan melewati wilayah sekte teratai putih, kami menyempatkan diri berkunjung ke sekte itu, tapi yang kami lihat hanya tumpukan mayat, termasuk mayat patriak Lei Di,” ungkapnya.


Kaisar Wu Ming melebarkan kedua matanya mendengar itu, lalu dia berkata, “Bagaimana mungkin ada kekuatan yang mampu melakukan itu pada sekte teratai putih? Huang Jia, apa kamu yakin dengan yang kamu lihat? Mungkin saja kau saat itu terkena teknik ilusi yang dibuat salah satu tetua sekte teratai putih!” Wu Ming tidak begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan Huang Jia.


Huang Jia menggelengkan kepalanya, “Yang Mulia Kaisar seharusnya tahu, siapa pemilik teknik ilusi terkuat di Kekaisaran Wu! Jadi, apa yang aku lihat adalah kebenaran. Yang Mulia bisa mengirim seseorang untuk membuktikan kebenaran dari perkataanku!”


Mendengar itu, tubuh Kaisar Wu Ming seketika lemas tak bertenaga. Setelah kabar buruk tentang hancurnya lencana giok jiwa milik Wu Lie, sekarang kabar buruk lain tentang musnahnya seluruh penghuni sekte teratai putih, kedua kabar itu benar-benar menjadi pukulan telak selama hidupnya.


Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di Kekaisarannya, tapi dia merasa kalau dua kejadian buruk yang terjadi di waktu hampir bersamaan, disebabkan oleh sosok yang sama, dan dia mencurigai semua itu ulah dari orang-orang yang sebelumnya bersinggungan dengan adiknya.


Meski dia belum sepenuhnya yakin dengan kecurigaannya, berpikir kalau orang-orang itu akan menyerang istana Kekaisaran Wu, Kaisar Wu Ming tiba-tiba saja merasa ketakutan, berhasil membunuh seluruh penghuni sekte teratai putih, dan melenyapkan adik serta seluruh orang yang bersamanya.


Kalau benar orang-orang itu memutuskan menyerang istana Kekaisaran Wu, tentu saja akan terjadi kekacauan besar di istana Kekaisaran, dan belum tentu kekuatannya mampu membendung kekacauan yang dilakukan oleh mereka.


Huang Jia merasa aneh saat melihat raut wajah Kaisar Wu Ming yang tiba-tiba saja nampak seperti orang yang sedang dilanda ketakutan, “Yang Mulia Kaisar, apa yang sedang Anda pikirkan? Kenapa Anda tiba-tiba nampak seperti orang yang sedang dilanda ketakutan?” tanyanya.

__ADS_1


“Ini buruk, benar-benar buruk! Aku merasa orang-orang yang sebelumnya memusnahkan seluruh penghuni sekte teratai putih, akan segera sampai di tempat ini!” ungkap Kaisar Wu Ming.


Huang Jia merasa apa yang dikatakan Kaisar Wu Ming benar-benar akan terjadi, karena dia sempat mendengar kabar kalau tetua agung sekte teratai putih yang merupakan adik kandung Kaisar, sempat menyinggung beberapa orang yang sebelumnya berselisih dengan sekte teratai putih, di Kota Suzhou.


Dia juga merasa musnahnya seluruh penghuni sekte teratai putih masih ada hubungannya dengan orang-orang yang mereka singgung di Kota Suzhou.


Di tempat lain, jauh dari istana Kekaisaran Wu, Zhang Yu dan Zhang Fu terus melanjutkan perjalanan mereka menuju wilayah timur, dan hanya mengirim dua ratus prajurit bayangan untuk membuat perhitungan pada Kaisar Wu Ming, yang memberi bantuan pada adiknya.


Sementara itu, di atas langit istana Kekaisaran Wu, telah berdiri dua ratus prajurit berzirah merah, dengan aura kekuatan di ranah Jenderal Dewa yang mulai meluap keluar dari tubuh mereka.


Kaisar Wu Ming, Huang Jia dan seluruh orang di istana Kekaisaran Wu jatuh tiba-tiba saja jatuh tertunduk tak kuasa menahan aura penindasan, yang dikeluarkan dua ratus prajurit berzirah merah.


Huang Jia mengeluarkan aura kekuatannya, melawan aura penindasan yang menekan tubuhnya, “Yang Mulia Kaisar, lebih baik kita menuruti apa yang menjadi keinginan pemilik aura ini, daripada melakukan perlawanan! Aura ini sudah melampaui ranah Dewa Langit, lebih baik menghadapi mereka dengan kepala tertunduk, daripada mengangkat senjata yang hanya akan menyeret kita dalam jurang kehancuran.”


Daripada menghadapi mereka yang telah melampaui kekuatan ranah Dewa Langit, lebih baik membuang jauh-jauh harga dirinya, dan tertunduk di hadapan mereka yang tidak mungkin dapat di kalahkan.


“Aku tidak membutuhkan saran atau bantuan dari wanita lemah sepertimu, tapi ingat, aku pasti membuat kau menyesal setelah mengalahkan orang-orang itu, kalau saat ini juga kau tidak memberi bantuan padaku!” ancamnya, walau dalam hati dia merasa ketakutan, dengan sosok yang akan dia hadapi.


Huang Jia tak menggubris ancaman Kaisar Wu Ming, karena dia yakin orang itu tak lama lagi akan bertemu Dewa Kematian.


Kaisar Wu Ming dengan didampingi belasan jenderalnya keluar dari aula istana Kekaisaran, melesat terbang ke langit, dan tak lama mereka dapat melihat keberadaan ratusan prajurit berzirah merah melayang di atas istana Kekaisaran.


Bersama belasan Jenderal, Kaisar Wu Ming langsung menyerang prajurit berzirah merah, tapi sayangnya semua serangan itu tak ada yang mengenai musuh mereka, bahkan ratusan prajurit berzirah merah tetap berdiri tenang di tempatnya.


Kaisar Wu Ming dan para Jenderalnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, serangan gabungan yang mampu memusnahkan kelultivator ranah Dewa Sejati, tak mampu menggores zirah musuh.


“Sial, mereka jauh lebih kuat dari kekuatan puncakku!” gumam Kaisar Wu Ming merasa tak akan mampu mengalahkan salah satu sosok berzirah merah, padahal di depannya ada dua ratus sosok berzirah merah.

__ADS_1


Sementara itu, Huang Jia dan dua wanita muda yang senantiasa mengikutinya, dengan kecepatan puncak mereka meninggalkan istana Kekaisaran Wu, “Dasar Kaisar bodoh! Bagaimana bisa dia tetap mengangkat senjata melawan mereka yang mustahil untuk dikalahkan!” gumam Huang Jia terus melesat menjauhi istana Kekaisaran Wu.


Di tempatnya, Zhang Yu yang dapat melihat kejadian di istana Kekaisaran Wu melalui mata prajurit bayangannya, dia mengangkat sudut bibirnya ketika melihat Kaisar Wu Ming memilih berperang dengan prajurit bayangannya, yang sebenarnya dia kirim hanya untuk memberi peringatan pada Kaisar, supaya dia tidak lagi mengirim orang untuk mengganggu perjalannya.


“Sungguh Kaisar bodoh yang tak dapat melihat sejauh mana perbedaan kekuatan antara dirinya dan musuhnya!” gumamnya pelan.


Zhang Yu terus melanjutkan perjalanannya bersama Zhang Fu, mengabaikan nasib buruk yang akan menimpa Kaisar Wu Ming dan orang-orangnya.


°°°


Kaisar Wu Ming dan belasan Jenderalnya terus menyerang salah satu sosok berjubah merah, tapi hasilnya tetap sama, serangan mereka tak ada yang mengenai musuh.


Menatap belasan Jenderalnya, Kaisar Wu Ming berkata, “Kalian tinggalkan tempat ini! Biar aku sendiri yang menghadapi mereka!”


Seluruh Jenderal menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Kaisar Wu Ming, “Yang Mulia, kami akan tetap di sini, membantu Yang Mulia menghadapi mereka!” ungkap salah satu Jenderal.


“Kalau itu mau kalian, mari kita mati bersama!” Kaisar Wu Ming berteriak, lalu memimpin belasan Jenderalnya maju menyerang sosok berzirah merah, yang kali ini sudah memegang sebuah pedang di tangan kanannya.


“Setidaknya aku akan membunuh salah satu dari kalian!” Tubuh Kaisar Wu Ming diselimuti aura membunuh yang memancar keluar dari setiap bagian tubuhnya, kemarahan telah mengendalikan pikirannya, membuatnya tak takut dengan yang dinamakan kematian.


Akan tetapi, sebelum dia melakukan serangan, sebuah pedang sudah lebih dulu memenggal kepalanya, membuat darah segar menyembur keluar dari luka menganga di lehernya.


Hanya dalam beberapa tarikan nafas, nyawa Kaisar Wu Ming melayang, tapi sebelum kematiannya, dia sempat mendengar perkataan sosok berzirah merah yang memenggal kepalanya.


“Sebenarnya kami datang hanya untuk memberi peringatan, tapi sayangnya kau justru memulai perang, dan inilah yang pada akhirnya di dapatkan orang lemah sepertimu!”


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2