
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Yin Siyi membunuh Kaisar Yin Wugou dengan merubah tubuh pria itu menjadi ratusan potongan kecil. Meskipun tidak ikut membunuh Kaisar Yin Wugou, Zhang Yu tetap mendapatkan keuntungan dari kematian pria itu.
Dia setidaknya mendapatkan lebih dari lima Kuadriliun pin sistem, dan lebih dari dua Kuadriliun poin pengalaman. Meski belum membuatnya dapat menerobos ranah Dewa Surgawi Rendah, setidaknya dia semakin memperkaya diri dengan banyaknya poin sistem yang berhasil dikumpulkan.
Para Jenderal yang jelas melihat kematian Kaisar Yin Wugou, mereka sedikitpun tidak mengira kalau sosok Kaisar Yin Wugou yang selama ini dianggap sebagai sosok terkuat di Alam Atas, mati dengan begitu mudah di tangan wanita yang tak lain adalah putrinya sendiri.
Sementara itu, prajurit Kekaisaran Alam Atas yang belum mengetahui kematian Kaisar Yin Wugou, mereka terus saja memerangi prajurit Klan Zhang, yang terus berdatangan. Tentu saja prajurit Kekaisaran Alam Atas mulai kewalahan menghadapi gempuran prajurit Klan Zhang, tapi mereka tidak bisa mundur karena belum mendengar perintah dari Kaisar Yin Wugou.
Selesai Yin Siyi menuntaskan dendamnya, dengan santai Zhang Yu melangkahkan kaki mendekati para Jenderal Kekaisaran Alam Atas yang tidak lagi memiliki semangat bertempur. Para Jenderal yang melihat Zhang Yu berjalan mendekat ke arahnya, mereka hanya bisa pasrah, tak sedikitpun ada niatan dari mereka untuk melawan.
“Kalian ingin pergi menyusul Kaisar Yin Wugou, atau bersumpah setia dan menjadi pelayanku?” tanya Zhang Yu sambil berjongkok di dekat salah satu Jenderal.
Tanpa keraguan, Jenderal yang ditanya Zhang Yu menjawab, “Lebih baik aku menyusul Yang Mulia Kaisar daripada harus menjadi pelayan orang yang tidak pantas menggantikan Yang Mulia Kaisar sebagai tuanku!”
Mendengar jawaban itu, dengan santai dan tanpa ragu Zhang Yu langsung memenggal kepala Jenderal di dekatnya menggunakan pedang milik Kaisar Yin Wugou. Melihat itu, empat Jenderal yang tersisa mulai ragu untuk tetap setia pada Kekaisaran Alam Atas, dan ikut pergi ke Alam Kematian menemani Kaisar Yin Wugou.
“Katakan padaku! Siapa diantara kalian yang ingin pergi ke Alam Kematian menemani Kaisar Yin Wugou?” tanya Zhang Yu menatap bergantian empat Jenderal yang sedang saling melirik satu sama lain.
Keempatnya masih diam, tapi tak lama mereka bersujud dengan kening menyentuh tanah tepat di hadapan Zhang Yu, “Kami bersumpah akan menjadi pelayan Tuan Muda dengan nyawa sebagai taruhannya!” ungkap keempatnya.
Melambaikan tangannya, Zhang Yu memasangkan kalung budak pada keempatnya, tapi tak satupun dari mereka sadar kalau hidup dan mati mereka saat ini tergantung pada keinginan Zhang Yu. Kalau Zhang Yu ingin mereka mati, kapanpun mereka akan mati sekalipun tidak sedang dalam keadaan sakit ataupun terluka.
Tak hanya memasangkan kelung budak, Zhang Yu yang ingin kekuatan mereka cepat meningkatkan, dia memberi mereka cincin penyimpanan yang berisi pil pemulihan dan banyak sumberdaya yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan mereka. Sebelum pergi ke Alam Dewa, Zhang Yu ingin kekuatan seluruh pelayannya sudah berada di ranah Dewa Immortal Agung tingkat menengah.
__ADS_1
Zhang Yu lalu meminta mereka untuk memulihkan diri, selagi dia akan mencari poin sistem dan poin pengalaman tambahan dengan membunuh sisa prajurit Kekaisaran Alam Atas. Tubuh Zhang Yu menghilang dari tempatnya, dan muncul begitu saja di tengah puluhan ribu prajurit Kekaisaran Alam Atas.
Dalam waktu singkat, puluhan ribu prajurit Kekaisaran Alam Atas musnah di tangan Zhang Yu, membuat medan perang di kawasan perkemahan semakin hening, karena peperangan hanya tersisa di beberapa titik, dan hanya melibatkan puluhan ribu prajurit Kekaisaran Alam Atas yang melawan ratusan ribu prajurit Klan Zhang.
Boom... Boom... Boom...
Suara ledakan bertubi-tubi terdengar saat ke empat istri Zhang Yu turun ke medan perang. Puluhan ribu prajurit Kekaisaran Alam Atas, dalam waktu singkat berkurang dengan cepat.
Prajurit Kekaisaran Alam Atas yang tidak lagi melihat adanya harapan untuk mereka, memilih menjatuhkan pedang dengan maksud menyerah, tapi bukannya dibiarkan hidup dan dijadikan tawanan perang, mereka tetap mati ditangan empat wanita yang tanpa ampun membunuh semua musuh mereka.
“Maaf saja, tidak ada kata menyerah di hadapan kami! Kalian yang sudah memutuskan ikut dalam peperangan, artinya kalian siap untuk menerima kematian selama di medan perang!” kata Qing Yue tegas yang dapat di dengar prajurit Kekaisaran Alam Atas yang sempat terpikirkan untuk menyerah.
Sementara itu Zhang Yu yang sedang menghitung jumlah kekayaannya, terlihat senyuman penuh kepuasan di wajahnya saat mendengar perkataan Qing Yue, “Mereka tidak berubah, tetap kejam pada musuh, dan penuh kasih sayang pada mereka yang memang pantas untuk disayangi,” gumamnya pelan.
Seluruh prajurit Kekaisaran Alam Atas yang tidak memiliki pilihan lain, selain terus melanjutkan peperangan yang mustahil mereka menangkan, pada akhirnya mereka semua musnah di tangan empat istri Zhang Yu dan prajurit Klan Zhang.
Mereka memang gagal memukul mundur pasukan Kekaisaran Alam Atas, tapi mereka justru berhasil memusnahkan seluruh pasukan Kekaisaran Alam Atas.
“Aku tidak menyangka, kita justru berhasil memusnahkan pasukan Kekaisaran Alam Atas,” ungkap Zhang Xinhua dengan senyum bahagia diwajahnya. Bukan hanya berhasil menyelamatkan Klan Zhang dari kehancuran, tapi mulai sekarang seluruh orang di Alam Atas akan tahu kalau Klan Zhang bukanlah Klan kecil yang seenaknya dapat mereka singgung.
“Namun semua ini tidak akan terjadi tanpa bantuan Zhang Yu! Tanpanya, mungkin Klan Zhang sudah lenyap saat Kekaisaran Han menyerang Kekaisaran Qing,” kata Zhang Quro menoleh dan menatap ke arah Zhang Yu di kejauhan yang sedang berkumpul bersama ke empat istrinya.
Masih muda dengan kekuatan yang tak terbayangkan. Sangat wajar banyak wanita yang menginginkan Zhang Yu menjadi pendamping hidup mereka.
Keduanya memiliki pemikiran yang sama, tapi mereka sungguh kasian pada wanita yang terlalu berharap pada Zhang Yu, sedangkan pria yang mereka harapkan telah memiliki empat orang istri, yang kecantikannya dapat membuat seluruh Alam Semesta berperang untuk memperebutkan kecantikan seperti mereka.
Sementara itu di tempat Zhang Yu, dia sedang menikmati waktu kebersamaan bersama ke empat istrinya, sambil menunggu empat pelayan barunya yang sedang memulihkan diri.
__ADS_1
“Suami, apa di kehidupan kali ini kamu sudah memiliki keinginan untuk memiliki keturunan dari kami?” tanya Qing Yue yang di kehidupan saat ini menjadi pertama Zhang Yu, menggantikan posisi yang dulu ditempati Long Hua.
“Aku menginginkannya, tapi tidak untuk saat ini karena perjalanan penuh bahaya masih harus kita tempuh kalau ingin pergi ke Alam Nirwana Agung.” jawab Zhang Yu.
Ke empat wanita mengangguk, setelah mendengar jawaban Zhang Yu, “Begitu sampai di Alam Nirwana Agung, aku ingin memiliki lima anak dari hubungan kita!” kata Long Hua.
Ketiga wanita juga mengatakan hal yang sama, bahkan Shu Cing mengatakan ingin memiliki sepuluh anak, sambil memeluk lengan Zhang Yu, menjepit lengan Zhang Yu diantara kedua bukit kembarnya.
Zhang Yu sejenak menghela nafas, menoleh menatap Shu Cing, lalu dia berkata dengan suara pelan, “Istriku, apa kamu sedang menggodaku? Kita masih berada di medan perang, di tengah-tengah ribuan mayat yang mengelilingi kita. Kalau tiba-tiba aku ingin melakukannya di tempat ini, apa kamu kamu mau melakukannya denganku?”
Mendengar itu, Shu Cing dengan gemas mencubit lengan Zhang Yu, “Kita bisa pergi ke dunia kecil kalau ingin melakukannya!” bisik nya setelah terlebih dahulu mendekatkan bibirnya ke arah telinga Zhang Yu.
Ingin sekali Zhang Yu menikmati kelembutan bibir Shu Cing, tapi dia tahu medan perang yang dipenuhi mayat bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan itu.
Zhang Yu akhirnya hanya pasrah membiarkan Shu Cing melakukan apa yang dia mau pada tubuhnya, tapi kebersamaan mereka di medan perang harus berakhir saat ke empat Jenderal Kekaisaran Alam Atas yang kini menjadi pelayan Zhang Yu, selesai memulihkan diri mereka.
“Tuan Muda, sekarang apa yang harus kamu lakukan?”
“Kalian pergilah ke tempat para pelayanku yang lainnya!”
Zhang Yu membuka portal menuju dunia kecil miliknya, dan membiarkan keempatnya masuk.
Zhang Lao yang mendapatkan pesan telepati dari Zhang Yu untuk membawa ke empat pelayan baru ke tempat yang akan menjadi tempat tinggal mereka, sudah menunggu kedatangan mereka tepat di depan portal masuk dunia kecil.
°°°
Bersambung...
__ADS_1