Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Ketahuan


__ADS_3

Setelah tadi mendengar Rain membacakan pesannya Ega dengan sengaja mandi dibawah kucuran shower sangat lama. Entah mengapa Dia merasa tidak rela saat ada orang lain yang memuji Rain. Cemburu?


Selesai mandi, Ega kembali membuka laptopnya. Banyak sekali pekerjaan yang terbengkalai setelah dua hari saja tidak masuk kantor. Ega membaca setiap laporan. Pak Riko yang sekarang sedang ada di luar kota mengurus bisnisnya sendiri sulit sekali dihubungi.


Ega sudah ada niatan untuk mencari tahu masa lalu orangtuanya juga orangtua Rain lewat Pak Riko. Tapi beberapa hari ini ponsel Pak Riko tidak aktif. Terakhir Pak Riko bilang sedang mantau pembangunan sebuah Mall di Kota Malang. Mengingat ini adalah bisnis pertama Pak Riko jadi beliau ingin terjun langsung melihat pembangunannya.


Perut Ega keroncongan, dilihatnya lewat ponsel ternyata sudah pukul 19:00. Ega segera menutup laptopnya. Sebelum ke luar kamar entahlah kenapa rasanya Ega ingin bercermin. Dia mematut dirinya lewat pantulan cermin dan melengkungkan senyum tipis. Ega menyemprotkan parfum ke badannya. Lalu segera meninggalkan kamarnya.


Dengan langkah pelan namun pasti Ega menuruni anak tangga. Dari dalam kamar, Rain sudah siap-siap mengintip suami tampannya itu. Bibi sedang nonton tv saat Ega tiba di meja makan.


"Bi, ayo makan" teriak Ega. Bibi menghampiri Ega.


"Makan aja, Bibi dilarang makan berat sama Neng Rain. Bibi hanya boleh makan rebus labu siam, nih". Jawab Bibi menunjuk labu siam di tangannya.


"Ini yang masak siapa?" Tanya Ega masih berdiri.

__ADS_1


Bibi duduk dan kembali mengunyah.


"Istrimu, lah. Sebenarnya setiap hari juga yang masak ya istrimu". Jawab Bibi, sudahlah tidak ada gunanya berbohong terus. Toh kalaupun nanti Ega marah Bibi tinggal pura-pura pingsan saja.


Rain di dalam kamarnya merasa heran kenapa Ega berdiri terus dan tidak makan. Apa Ega tidak suka dengan masakkannya.


"Terus sekarang di mana Rain?" Tanya Ega. Bibi tersenyum kecil namun berusaha menutupinya. Ega menyapukan pandangannya. Ega melihat pintu kamar tamu yang tidak tertutup rapat. Di sana terlihat sekali ada yang sedang mengintip. Ega duduk dan berkata pelan.


"Di kamar tamu ada siapa?"


"Bi, Aku belum bisa terima kenyataan. Tapi, Aku akan berusaha". Ujar Ega sambil melirik ke arah pintu kamar tamu dan terlihat Rain masih mengintip.


"Di luar sana masih banyak pria yang cinta sama Neng Rain".


Ega tiba-tiba berdiri dan mendorong kursi sampai terjatuh. Bibi berhasil membuatnya kesal. Ega berjalan menuju kamar Rain. Rain gelagapan karena takut Ega marah. Rain cepat hendak merapatkan pintu namun telat Ega segera menarik pintu itu hingga terbuka lebar. Rain gelagapan saat Ega tiba di hadapannya.

__ADS_1


"Mas, Ak Aku. Aku minta maaf Mas. Aku cuma nggak mau bikin Bibi lelah. Tadi Aku masak nggak diracunin Koq. Kalau Mas nggak suka bisa dibuang aja". Rain memainkan ujung jilbabnya saat bicara dengan gugup itu. Ega tidak menjawab dan terus maju mendekat ke tubuh Rain. Rain sendiri terus melangkah mundur.


"Mas, please marahin Aku nya pelan-pelan. Aku kasian sama Bibi". Kata Rain memejamkan mata saat wajah Ega semakin mendekati wajahnya. Rain ketakutan, mata yang terpejam itu mengeluarkan bulir-bulir kristal. Rain dengan cepat menghapusnya namun Ega terlanjur melihatnya.


Ega menghentikan langkahnya, entah mengapa hatinya seperti teriris. Mendengar Bibi bilang Rain yang selalu mengintipi dirinya. Dan lihatlah Rain kali ini menangis karena takut dimarahi seperti sebelumnya.


"Buka matanya, Rain" Kata Ega dengan nada memerintah. Rain pelan-pelan membuka matanya.


Pandangan mereka bertemu. Rain kembali memainkan ujung jilbabnya.


"Makan sendiri nggak enak, Rain. Temenin Aku makan ya?" Ucap Ega seperti sedang membujuk adiknya untuk makan.


Rain melongo. Apa ini bukan mimpi. Bukankah Ega bilang tidak mau melihat wajah Rain yang menjijikan?


Rain terus terdiam dengan bibir bergetar menahan tangis. Tangannya mencengkram kuat gamisnya. Ega iba melihatnya. Setakut inikah Rain padanya? Ega benar-benar menyiksanya beberapa bulan ini.

__ADS_1


__ADS_2